Sabtu, 07 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN


KONSEP TRINITAS , BUKTI NGAWURNYA MANUSIA
ATAS KE-ESA-AN ALLAH  (1)
MEMAHAMI KONSEP TRINITAS  - MENOLAK TUDUHAN KAUM MUSLIM

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN .

Eja Kalima berkata :

Karena asumsi sepihak , muncul-lah banyak kekeliruan pemahaman dari pihak non-Kristiani mengenai apa yang diimani dan yang dilakukan oleh umat Kristiani . Salah satunya adalah konsep Trinitas , di mana Tuhan yang Esa monoteis dari para Ahli Kitab telah dikelirukan dengan 3 Tuhan yang politeis  : “ Hai Ahli Kitab … Janganlah kamu mengatakan Tuhan itu tiga “( Qs. 4: 171 ).

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :

Menjadi satu pertanyaan , apakah keyakinan kepada TUHAN TRINITAS itu merupakan kepercayaan yang monotheis ataukah kepercayaan politheis ? Memang ada kesulitan mendialogkan  “ TRINITAS “ ini dengan penganut Kristen karena ternyata PIHAK KRISTEN SENDIRI MEMILIKI PENDAPAT BERBEDA-BEDA TEN-TANG TRINITAS sesuai dengan sektenya, sehingga mana yang benar, tidak diketahui. Sebagai contoh , berikut disajikan konsep “TRINITAS ‘ dari berbagai kelompok yang ternyata berbeda satu dengan yang lain :

a.      Evangelis dr. Suradi dari CHRISTIAN CENTRE “ NEHEMIA “ Jakarta menjelaskan konsep TRINITAS sebagai berikut :

Allah Yang Esa itu, yang Roh itu menyatakan tiga kodrat kuasaNya, Mencipta , Memelihara , dan Berfirman  ( Kej. 1 : 1-3 )
Dalam mencipta, sebagai Pencipta ,dinyatakan oleh Firman sebagai Allah Bapa
Dalam memelihara , sebagai Pemelihara ,dinyatakan oleh Firman sebagai Roh Kudus
Dalam berfirman , sebagai Firman ,dinyatakan oleh Firman itu sebagai Anak Allah
Roh Kudus dan Anak Allah dinyatakan oleh Firman bahwa tidak mempunyai kehendak Nya sendiri tetapi kehendak Allah Bapa , Sang Pencipta .
Di bawah ini se kedar illustrasi saja , karena Allah itu tidak ada persamaannya :

Mulut kita tidak berbicara atas kehendak mulut kita sendiri tetapi atas kehendak otak kita .
Tangan kita tidak memelihara atas kehendak tangankita sendiri tetapi atas kehendak otak kita .
Otak ,mulut dan tangan dalam satu tubuh
                                 
Sekali lagi, ini sekedar illustrasi  . ( Gema Nehemia No.18 , 7 Agustus 1990 )
b.     Dr. J. Verkuyl  menjelaskan konsep TRINITAS  antara lain sebagai berikut  [1] ):

Allah ada dengan TIGA MACAM CARA dari selama-lamanya sampai sela-ma-lamanya . IA  adalah SEBAGAI BAPA , SEBAGAI ANAK DAN SEBAGAI ROH KUDUS. Juga dalam pernyataan diri-Nya , IA MENYATAKAN KEADAANNYA DENGAN TIGA MACAM CARA TADI .
Ia bersemayam di atas kita ( BAPA ) , Ia tinggal di antara kita ( ANAK ) ,Ia bekerja dalam hati kita ( ROH KUDUS ). Sukar sekali mencari contoh atau kiasan yang dapat menggambarkan rahasia Allah ini . …… Kiasan yang sering digunakan adalah RUANGAN ……………  Ruangan di sekeliling kita mempunyai TIGA UKURAN : TINGGI, PANJANG , LEBAR . Di manapun juga baik dalam kamar , baik dalam peti , maupun dalam alam, RUANGAN ITU SELALU BERADA SEBAGAI KETRITUNGGAL-AN UKURAN PANJANG , LEBAR DAN TINGGI .

Konsep TRINITAS yang digambarkan Dr. J.Verkuyl berpokok pada CARA KEBERADAAN dari Tuhan Yang Maha Esa, bukan seperti yang digambarkan dr. Suradi, yaitu konsep TRINITAS menunjukkan KODRAT KUASA.  Artinya Tuhan Yang Maha Esa itu CUMA SATU , tetapi cara keberadaannya ada TIGA  yaitu ketika bersemayam di atas , kita disebut BAPA, dan ketika berada di antara manusia disebut ANAK, kemudian ketika bekerja dalam hati manusia disebut ROH KUDUS .
c.      Dr.J. Vernon McGee, seorang pendeta dan sarjana teologi dari berbagai universitas dan dengan berbagai gelar kesarjanaan , menjelaskan konsep TRINITAS sebagai berikut  [2] ) :

Apa sih maksudnya “ TRITUNGGAL “ itu ? Maksudnya adalah TIGA SOSOK ALLAH . Ada dua ekstrim yang perlu dihindari ………………………………
Bahaya awalnya , jika kita berbicara tentang TRITUNGGAL , adalah memba-angkan adanya TIGA ILAH . Itu KONSEP YANG KELIRU !
Lalu ada ekstrim lainnya di mana kita membayangkan ALLAH YANG TUNGGAL itu menyatakan diri-Nya LEWAT TIGA CARA BERBEDA, yang JUGA KELIRU ! Kekeliruan ini, yang dikenal sebagai bentuk TRINITARIANISME, ditanggapi sepenuhnya oleh beberapa raksasa iman yang telah kita sebutkan sebelumnya.
………………………………………………………………………………………
Allah adalah TUNGGAL, namun terdiri dari TIGA SOSOK. Namun, ketiganya memiliki SATU SIFAT. Umpamanya , banyak orang yang suka membedakan dengan mengatakan bahwa ALLAH ITU KUDUS , KRISTUS ITU KASIH dan ROH KUDUS  ITU TAK TERHINGGA . Itu adalah pembedaan yang KELIRU karena ALLAH ITU KUDUS , KRISTUS ITU KUDUS dan ROH KUDUS ITUKUDUS ;  ALLAH ITU KASIH ( salah satu defines-Nya ) ,  KRISTUS ITU KASIH dan ROH KUDUS ITU KASIH ; ALLAH ITU TAK TERHINGGA, KRISTUS ITU TAK TERHINGGA dan ROH KUDUS ITU TAK TERHINGGA.
Ketiga sosok ini juga sama ciri-cirinya, kehendaknya dan maksud/ tujuannya ……………………………………………………………………………
Ketiganya adalah ALLAH . Kristus tidaklah menjadi PUTERA BAPA  secara bertahap dengan berjalannya waktu . Sedari awalnya Ia sudah menjadi ANAK TUNGGAL ALLAH . ALLAH disebut sebagai BAPA YANG KEKAL kecuali ada PUTERA YANG KEKAL. Tak pernah saatnya ketika Kristus baru menjadi PUTERA - Ia selamanya menduduki posisi dalam TRITUNGGAL. ……..............
Mereka memiliki sifat yang sama . Bukannya ada TIGA ILAH dan mereka tidak pernah saling bertentangan . Yang diperbuat yang satu , diperbuat ketiganya .

Menyimak pengertian TRINITAS dari Dr.J. Vernon McGee ini , terlihat penolak-nnya terhadap pengertian TRINITAS dari Dr.J. Verkuyl dan dr. Suradi. Jika menurut Dr. J. Verkuyl , TRINITAS menunjukkan TIGA CARA KEBERADAAN Tuhan Yang Maha Esa  dan dr. Suradi menyatakannya sebagai TIGA KODRAT KUASA Tuhan Yang Maha Esa  , ternyata Dr.J. Vernon McGee menegaskan : “ ….membayangkan ALLAH YANG TUNGGAL itu menyatakan diri-Nya LEWAT TIGA CARA BERBEDA , yang JUGA KELIRU ! Kekeliruan ini , yang dikenal sebagai bentuk TRINITARIANISME   …. “.  Nah, Eja Kalima bisa menyadari diri atas fakta perbedaan ini .
d.     Ignatius Michael Mina , Kepala Sekolah Tinggi Teologi ( Al Anba ) di Halwan Mesir , dalam bukunya : “ ILMUL-LAHOUT “ ( Ilmu Ketuhanan )  berkata [3] ) :

Sesungguhya kata  anasirberasal dari katasiryan ‘ ; kata tersebut menun-jukkan suatu zat hidup yang memiliki kodrat dan bebas dalam zatnya   .
Kita akan menjumpai bahwa setiap anasir dari KETIGA OKNUM tersebut ( BAPAK, ANAK, ROHULKUDUS ) saling berbicara satu dengan yang lainnya.  Seperti pada pembaptisan Al Masih, anasir I memberikan perhatian pada anasir II dengan percakapan :Inilah anak-Ku yang Kukasihi , kepada-nya Aku berkenan ‘.  ( Matius  3 : 17 ) “. Ketika Al Masih menghidupkan orang yang telah mati, anasir II berbicara pada anasir I dengan kata : ‘ Ya , Bapak, Aku  ucapkan syukur kepadaMU sebab Engkau mendengar akan Daku ‘ ( Yahya 11 : 41 ).Pada waktu Al Masih membicarakan tentang kenaikannya ke langit , anasir I memberi kabar pada anasir III : ‘ Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil daripada hak Aku, lalu mengabarkan kepadamu ‘ ( Yahya 16 : 14 ) 

Pernyataan Ignatius Michael Mina ini tidak diragukan lagi menegaskan bahwa  BAPA , ANAK dan ROHKUDUS merupakan OKNUM TUHAN yang menyusun KETUHANAN TRINITAS , yang mana ketiganya merupakan ANASIR YANG TERPISAH SATU DENGAN YANG LAIN karena memiliki kodrat dan bebas dalam zatnya , dan saling berbicara satu dengan lainnya . Dengan kata lain , pernyataan Ignatius Michael Mina menegaskan bahwa TRINITAS terdiri dari TIGA PRIBADI YANG BERBEDA DAN SALING BERCAKAP SATU DENGAN YANG LAIN . Ini menunjukkan bahwa memang ada TIGA ALLAH YANG BERBEDA dan menyusun satu kesatuan dan menjadi “ ALLAH YANG ESA “. Mungkin sejalan dengan pendapat Dr.J. Vernon McGee ( lihat butir c. ) .
e.      Abd Al Fadi menjelaskan konsep TRINITAS dalam penjelasan yang tidak tegas  tetapi intinya : TRINITAS menunjukkan pada adanya TIGA PRIBADI yang berbeda satu dengan yang lain . Abd Al Fadi menulis  [4] ) :

Tritunggal adalah mengandung makna di mana Allah menyempurnakan karya penyelamatan dengan segala tuntutannya. PRIBADI KEDUA , menjadi manusia
dan menjadi korban bagi dosa-dosa kita …………………………….
Juga dikemukakan tentang pekerjaan PRIBADI KETIGA, yakni ROH KUDUS bahwa Dia memperbaharui hati kita dan menerangi akal bukti kita dan menyusikan kita dengan kesucian yang menyanggupkan kita untuk masuk dalam kehadiran Allah .

Dari penjelasan yang “ tidak tegas “ ini, kita dapat menangkap maksud Abd Al Fadi , ALLAH itu terdiri atas TIGA PRIBADI YANG BERBEDA SATU DENGAN YANG LAIN tetapi berada dalam SATU KESATUAN ( UNITY ) , yaitu : PRIBADI BAPA , PRIBADI ANAK dan PRIBADI ROH KUDUS. Tetapi dalam halaman yang sama, Abd Al Fadi menyatakan : “ TRI-TUNGGAL adalah satu makna di mana Allah menyatakan diri pada ciptaanNya “. Ini berarti: BAPA-ANAK-ROH KUDUS tidak lebih dari bentuk pernyataan diri dari Allah. Jika demikian , BAPA-ANAK-ROH KUDUS  hanyalah TIGA SEBUTAN bagi Allah ketika menyatakan diri kepada makhluk-Nya , bukan Tiga Pribadi dari Allah yang Esa .
f.       Kamil Mukamil ( -mungkin nama samaran- ) dalam apologinya atas “ kritikan “ ummat Islam ( kaum Muslimin ) atas Trinitas menjelaskan :

Sebab  tidak  ada  orang  Kristen  yang  mempercayai   3   dewa  apalagi  dewa  yang
berkaitan dengan beristeri dan beranak. TRINITAS BUKAN 3 ZAT DALAM 1 ZAT. Melainkan  3  PRIBADI / MODUS  BERBED A DALAM  1  ZAT.  Atau dengan contoh populernya : ALLAH DENGAN SATU ” APA ” DAN TIGA SIAPA ” yaitu SATU SUBSTANSI DENGAN TIGA RELASI .
Pemahaman bahwa Allah itu TRINITAS : BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. Tiga oknum
/modus yang saling berbeda pribadi, namun berada dalam Zat Ilahi yang sama .

Kamil Mukamil berbicara tentang TRINITAS sebagai ” 3 PRIBADI/MODUS ”. Istilah ini sangat membingungkan sebab istilah ” PRIBADI ” berbeda dengan istilah   MODUS ” dan tidak bisa disamakan. Istilah ” MODUS ” secara sederhana dapat diartikan dengan ” BENTUK PENAMPAKAN ”. Jika dikatakan TRINITAS itu merupakan  3 MODUS DARI ALLAH , berarti : HANYA ADA SATU PRIBADI  ALLAH TETAPI MENAMPAKKAN DIRI DALAM 3 BENTUK PENAMPAKAN. Hal ini tidak bisa dikatakan ADA TIGA PRIBADI ALLAH . Inilah kesukaan penganut Kristen dalam  memberi  argumentasi  tentang  dogma  Kristen  yang  dianutnya  yaitu suka memberi istilah yang bercamput aduk  dan membingunkan . Pandangan tentang ”  SATU PRIBADI  ALLAH YANG MENAMPAKAN DIRI DALAM 3 BENTUK ” sama dengan pandangan Sabellius mengenai Trinitas [5] ) :

               ….. bahwa Tuhan Allah adalah ESA . BAPA, ANAK dan ROHKUDUS adalah modalitas atau cara penampakan diri TUHAN ALLAH  YANG ESA . Semula , yaitu dalam PL , Tuhan Allah menampakkan diri-nya di dalam wajah atau modus BAPA , yaitu sebagai PENCIPTA dan PEMBERI HUKUM .
               Sesudah itu , Tuhan Allah menampakkan diriNya di dalam wajah ANAK yaitu sebagai JURU SELAMAT YANG MELEPASKAN UMAT-NYA ……..  Akhirnya , Tuhan Allah sejak Pantekosta menampakkan diriNya di dalam wajah ROHKUDUS  yaitu sebagai yang  MENGHIDUPKAN. Jadi , ketiga SEBUTAN tadi adalah suatu urutan penampakan Tuhan Allah di dalam sejarah 

Tetapi bagaimana dengan ungkapan ” TIGA PRIBADI DALAM SATU ZAT ” ? Istilah ” pribadi ” menunjuk kepada ” sosok ” sesuatu . Oleh karena itu ungkapan ” TIGA PRIBADI DALAM SATU ZAT  ” berarti ADA TIGA SOSOK YANG BERBEDA SATU DENGAN YANG LAIN , tetapi ketiga sosok ini berada DALAM SATU ZAT. Istilah  ” DALAM SATU ZAT ” juga sebenarnya sangat tidak jelas dan memunculkan pertanyaan. Apakah ” DALAM SATU ZAT ” itu maksudnya adalah : MEMILIKI ZAT YANG SAMA atau KETIGANYA BERKUMPUL SESAMA SATU ZAT ?  Atau apakah maksudnya : KETIGA SOSOK YANG BERBEDA INI BERADA ATAU ” BERENANG ” DALAM MEDIUM YANG BERUPA SATU ZAT YANG SAMA? Terlepas dari kekaburan istilah yang disajikan si Apologist Kristen bernama ” Kamil Mukamil ” ini, yang pasti kalimat ” SATU PRIBADI ALLAH YANG MENAMPAKAN DIRI DALAM  3 BENTUK ” berbeda dengan ”TIGA PRIBADI DALAM SATU ZAT ”. Oleh karena itu, ungkapan Kamil Mukammil tentang TRINITAS : ” 3 PRIBADI /MODUS BERBEDA DALAM 1 ZAT ” sangat kabur sekaligus bukti kengawurannya . Memang beitulah model apologi penganut Kristen dalam membela dogma Kristen yang dianutnya , yaitu  memberi penjelasan dengan cara yang tidak jelas untuk kepercayaan Kristen yang tidak masuk akal.
Selanjutnya Si Apologist Kristen Kamil Mukamil memberi illustrasi tentang TRINITAS sebagai dengan sebuah  " segitiga " di mana setiap titik sudut segi tiga mengungkapkan " siapa "-nya ALLAH  yaitu " SIAPA (1) "  ( Bapa ) - " SIAPA (2) " ( Anak ) dan " SIAPA (3) " ( Roh Kudus ). Sedangkan keseluruhan segitiga menunjukkan " APA "-nya ALLAH . Lalu Si Apologist Kristen Kamil Mukamil  berkata  [6] ) :

Keyakinan akan rahasia ilahi ini sama sekali tidak bertentangan dengan akal budi malahan memuaskannya , melebihi rasionalitas dari esensi tuduhan dan olok-olok para pengeritik yang salah sasaran , salah oknum dan salah relasi,

Kemudian ilustrasi segitiga yang diberikan menimbulkan pertanyaan. Jika seluruh segitiga menunjukkan ”ALLAH”, lalu apanya pada segitiga itu yang hendak ditunjukkan dengan : SIAPA (1 ) – SIAPA (2) – SIAPA (3)  ? Apakah SUDUT-SUDUT SEGITIGA ?  Dari ilustrasi yang diberikan haruslah demikian . Oleh karena itu berdasarkan ilustrasi yang diberikan , kita mendapatkan satu analogi :

Seluruh segitiga        =   ALLAH
Sudut (1) segitiga      =   BAPA 
Sudut (2) segitiga      =   ANAK
Sudut (3) segitiga      =   ROHULKUDUS

Pertanyaan , apakah sudut-sudut segitiga adalah SEGITIGA ? Orang waras, kecuali orang gila akan menjawab : SUDUT-SUDUT SEGITIGA BUKANLAH SEGITIGA. Kalau begitu : BAPA bukanlah ALLAH, ANAK bukanlah ALLAH dan ROH KUDUS bukanlah ALLAH . Ternyata, ilustrasi segitiga yag diberikan hanya membuktikan bahwa BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS, BUKANLAH ALLAH. Kesimpulan ini, belum lagi dimasukkan unsur : SISI SEGITIGA. Oleh karena itu TRINITAS benar-benar BERTENTANGAN DENGAN AKAL BUDI DAN MENCEKIK NALAR RASIO.  Juga si Apologist Kristen Kamil Mukamil ini secara berbeda dari contoh ” segitiga ” tersebut  memberikan  penjelasan  tentang  TRINITAS  dengan  contoh H 2O dalam bentuk  :  Air – Uap – Es  sebagai berikut :

Kita tahu bahwa H2 O  mempunyai TIGA MACAM UJUD BENTUK yaitu ujud  bentuk es       ( padat ) , ujud bentuk air ( cair ) dan ujud bentuk uap ( gas ). Maka tampaklah azas tritunggal di dalam H2 O kalau kita menyaksikan betapa ketiga ujud bentuk itu berbeda satu dengan yang lain di luar segitiga ( masing-masing berbeda mrenurut es , air dan uap ) namun mereka adalah tetap tunggal di dalam segitiga sebagai satu-satunya H2 O
                                             

Contoh bandingan ini bukan memperjelas konsep TRINITAS , malah semakin meyakinkan betapa TRINITAS itu sangat membingungkan . Ambillah oleh anda sebotol AIR  sebagai wujud dari H2 O.  Jelas dalam botol yang hanya berisi AIR itu , tidak ada ” ES ” dan tidak ada pula ” UAP ”. Yang ada hanya AIR. Jika contoh bandingan ini dikenakan kepada TRINITAS,  berarti  ketika  ALLAH              ( dibandingan dengan  ” H2 O ” ) berada dalam wujud ” ANAK ” ( dibandingan dengan  ” AIR  ” ) berarti pada saat tersebut, TIDAK ADA ” BAPA ” ( dibandingkan dengan  ES ” )  dan TIDAK ADA ” ROHUL’KUDUS ” ( dibandingkan dengan  UAP  ” ) . Apakah demikian ? Jika  TRINITAS yang dipercaya penganut Kristen seperti contoh bandingan ini , berarti konsep Tuhan yang disembah penganut Kristen , memang benar-benar TUHAN YANG MAHA AMBURADUL . Bayangkan , ketika  ALLAH berada dalam wujud  ANAK , ternyata tidak ada Allah dalam wujud BAPA, dan tidak ada Allah dalam wujud ROH KUDUS. Ke mana perginya  BAPA dan ROH KUDUS ketika Tuhan berwujud ANAK ?  Begitu pula sebaliknya . Apa jadinya alam semesta ini ketika TIDAK ADA ALLAH DALAM WUJUD BAPA? Contoh bandingan ini adalah model TRINITAS dari Sabellius sebagaimana yang telah dikemukakan , yang justru ditolak oleh para teolog Kristen .  

Jadi, tidak ada contoh rasional yang dapat ditampilkan untuk membuktikan kebenaran konsep TRINITAS. Setiap contoh yang disajikan pasti memunculkan kebingungan dan ketidak-jelasan tentang TRINITAS yang hendak dijelaskan. Mengapa tidak mengakui saja bahwa ajaran tentang TRINITAS  adalah ajaran yang tidak masuk akal dan hanya diadopsi dari ajaran kafir kuno yang menyembah TIGA TUHAN, sebagaimana yang diakui para pakar Alkitab/Bibel ?
g.      Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D dari Gereja Orthodoks menjelaskan konsep TRINITAS sebagai berikut  [7] ) :
TRITUNGGAL MAHA KUDUS adalah ALLAH YANG ESA ( Sang Bapa ) yang MEMILIKI dalam Dzat-Hakekat-Nya yang Esa : FIRMAN YANG KEKAL (Anak) dan ROH YANG KEKAL ( Roh Kudus ) yang berada dan melekat satu dalam di dalam diri_Nya yang ESA itu . Jadi, istilah “ TRITUNGGAL MAHA KUDUS “ itu bukan berbicara mengenai keberapaan ( jumlah ) Allah  namun berbicara keberadaan di dalam DIRI ALLAH YANG ESA , tiada berbilang dan satu tiada bandingan itu .

Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D juga berbicara tentang  keberadaan  Firman dan Roh tetapi keberadaan ini ” dalam Dzat –Hakekat ALLAH YANG MAHA ESA ( = BAPA ) ”.  Pengertian “ keberadaan “ dari Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D berbeda dengan pengertian     “ CARA KEBERADAAN “ dari Allah Yang Maha Esa  yang diuraikan Dr. J. Verkuyl dan dr. Suradi . Jika Dr. J. Verkuyl menyatakan bahwa TRINITAS menunjukkan TIGA CARA KEBERADAAN Tuhan Yang Maha Esa  dan dr. Suradi menyatakannya sebagai TIGA KODRAT KUASA Tuhan Yang Maha Esa maka Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D menjelaskan :  

..... BAPA , PUTRA dan ROH KUDUS itu bukanlah PERANAN yang diambil oleh Allah dalam karya-Nya sebagaimana yang terjadi di dalam pengertian TRIMURTI dalam agama Hindu ......

Kata ” PERANAN ” bisa bermakna sama dengan ” KODRAT KUASA ” dalam istilah dr. Suradi atau ” CARA KEBERADAAN ” menurut istilah Dr.J.Verkuyl . Pengertian ini ditolak Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D dan menyamakannya dengan konsep TRIMURTI agama Hindu . Juga dipahami bahwa Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D menolak pemahaman TRINITAS yang menyatakan adanya TIGA SOSOK ALLAH seperti yang dijelaskan Dr.J. Vernon McGee , Ignatius Michael Mina dan Kamil Mukamil . Kalau begitu , mana yag benar ? Ini adalah bukti yang tidak terbantah , bagaimana konsep Trinitas itu , ternyata di kalangan Kristen sendiri tidak ada kesatuan pendapat dan berbeda antara satu
dengan yang lain. Dengan demikian, kebenaran dogma TRINITAS itu  perlu dipertanyakan .
h.     Trinitas Model Mormon  menyatakan bahwa ALLAH ITU MEMANG TIGA . Bapa sendiri, Anak sendiri dan Roh Kudus sendiri , Ketiganya terpisah-pisah . Ini terlihat sejalan dengan pendapat yang diberikan Dr.J. Vernon McGee dan Ignatius Michael Mina .  Tetapi mungkin ada perbedaannya dalam rincian tentang keberadaan dari KETIGA ALLAH tersebut . Konsep TRINITAS dari Gereja Mormon ini benar-benar menunjukkan adanya TIGA ALLAH yang berbeda .
i.        Trinitas model Gereja Pentakosta , menyatakan bahwa ALLAH YANG ESA ITU tidak lain adalah  “ TUHAN YESUS KRISTUS “  di mana  “ TUHAN “ adalah BAPA , “ YESUS “ adalah ANAK  dan  “ KRISTUS    adalah ROHKUDUS . Jadi   “ TUHAN YESUS KRISTUS “  sama dengan  BAPA -ANAK- ROH KUDUS .
Bisa dipastikan , pengertian TRINITAS model  Gereja Pentakosta yang demikian ini
ditolak oleh semua pakar Kristen yang disebutkan di atas .

Mungkin masih ada lagi konsep TRINITAS yang lain . Dari berbagai pengertian TRINITAS yang disebutkan di atas , secara teologi ternyata berbeda satu dengan yang lain. Perlu ditanyakan kepada Eja Kalima , mana yang benar pengertian TRINITAS yang macam-macam ini ? Kalau memperhatikan pernyataan Eja Kalima :  Kristianitas sama sekali tidak berurusan dengan 3 Tuhan yang bergabung jadi satu tetapi SATU KEILAHIAN ALLAH YANG MEMILIKI 3 PRIBADI . Dengan pendekatan lain istilah lain , TRINITAS ADALAH ALLAH dengan satu APA dan tiga SIAPA ; SATU HAKEKAT/ SUBSTANSI ILAHI dengan TIGA RELASI  “ tampaknya Eja Kalima memiliki pengertian yang mirip dengan pendapat Dr.J. Vernon McGee ( lihat butir c ) tetapi pasti ditolak oleh Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D dari Gereja Orthodoks. Dalam keadaan yang demikian ini , sulit diterima klaim oleh satu pemahaman tentang TRINITAS sebagai satu kebenaran dibandingkan dengan pemahaman lainnya. Apakah pemahaman yang benar mengenai TRINITAS adalah seperti yang dikatakan Eja Kalima ? Jika demikianlah yang benar berarti pandangan tentang TRINITAS dari Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D ( Gereja Orthodoks ) dan lainnya , pastilah salah . Ini menjadi masalah tersendiri .
Ragamnya pendapat dan pandangan tentang TRINITAS di kalangan Kristen ini memunculkan kecaman satu kelompok kepada kelompok Kristen lainnya . ABD AL FADI , seorang Kristen , mungkin  Kopti  Mesir  atau  Maronit Libanon atau mungkin pula seorang Kristen dari India menulis sebagai berikut  [8] ) :

Ada  yang  berpendapat  bahwa  ROH  KUDUS  bukan   SATU  PRIBADI  dalam TRITUNGGAL tetapi hanyalah BENTUK KUASA ALLAH yang melaksanakan tugasNya di alam semesta dan dalam hati manusia saja . Namun isi Alkitab menjelaskan bahwa ROHKUDUS ADALAH SATU PRIBADI , dan BUKAN SEKEDAR KUASA ILAHI  yang bekerja dalam kita. Karena KUASA tidak dapat disebutkan memiliki kekudusan, kebenaran, hikmat atau kehendak dan tidak dapat berbicara atau diajak bicara  .
Ada tertulis dalam Alkitab bahwa pada saat Kristus dibaptis , ROHKUDUS turun ke atasnYa dalam bentuk SEEKOR BURUNG MERPATI , dan ada terdengar suara dari surga yang berbicara : “ Engkaulah Anak Yang Kukasihi , kepadaMu Aku berkenan “        ( Lukas 3 : 22 ) . Ayat ini menunjukkan ADANYA TIGA PRIBADI PADA SAAT YANG SAMA , karena ROHKUDUS turun dari surga , dari BAPA yang berbicara dari surga atas Anak yang ada di atas bumi      

Kemudian Abd. Al Fadi  melakukan penggantian kata “ ROH “ atau “ ROHKUDUS “ dengan         “ KUASA “ pada beberapa ayat Bibel  ( Luk.4 : 14 ; KRR. 10 : 38 ; Roma 15 : 13,19 ) untuk menunjukkan KETIDAK-BENARAN pendapat bahwa ROH KUDUS hanyalah BENTUK KUASA ALLAH  , ternyata ayat itu menjadi SANGAT ANEH . Lalu Abd Al Fadi berkata  [9] ) :

Dan pasti tidak ada orang yang MASIH BERFIKIRAN WARAS akan menerima hal semacam ini .

Maksud  pernyataan  Abd  Al Fadi  ini ,  hanya  ORANG  TIDAK  WARAS  SAJA  yang mengatakan ROH KUDUS adalah KUASA DARI ALLAH, sebab menurut Abd Al Fadi, ROHKUDUS itu salah SATU PRIBADI dari “ ALLAH “ . Ini berarti pandangan tentang TRINITAS yang menggambarkan Bapa – Anak - Roh Kudus  sebagai sebutan bagi Allah Yang Maha Esa  dalam tiga kodrat kuasa seperti yang dijelaskan dr. Suradi adalah pandangan orang tidak waras . Begitu pula dengan Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D  telah memberikan kritik pedas tentang pemahaman TRINITAS yang dianut gereja Katolik dan Protestan [10] ) :

Inilah akibat-akibat dari Gereja Roma Katolik dan gereja Protestan beserta anak-cucunya mempertahankan dogma bahwa keluar-Nya Roh Kudus dari ” Bapa dan Anak ” itu . Betapa bahayanya menambah sesuatu, menukar makna ataupun menukar teks ataupun mengurangi sesuatu dari Pengakuan Iman Nikea-Konstantinopel . Keesaan Allah jadi tak dapat  diterangkan  dan  tak  dapat  dimengerti ,  akhirnya  timbul  kesimpang – siuran  dan
kekacauan , yang kita lihat sekarang menerpa dunia Kekristenan di Indonesia ini .

Konsep  TRINITAS  yang  disajikan  Abd  Al  Fadi  jelas  tidak akan disepakati oleh Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D , padahal keduanya merujuk kepada SYAHADAT NICEAE  yang dicetuskan dalam Konsili Niceae tahun 325 M .
Melihat beragamnya pendapat penganut Kreisten sendiri tentang konsep TRINITAS ini , menyulitkan ummat Islam mendialogkannya jika penganut Kristen seperti Eja Kalima menyuguhkannya dalam suatu jamuan yang ditawarkannya . Jadi sebaiknya Eja Kalima menuntaskan dulu dengan sesama Kristen-nya tentang konsep TRINITAS ini sebelum membawanya sebagai “ makanan “ jamuan yang ditawarkannya kepada ummat Islam. Jika tidak begitu, ya percuma saja. Sebenarnya masalah perbedaan keyakinan tentang TRINITAS ini, bukanlah muncul di masa sekarang karena adanya penafsiran para teolog Kristen modern melainkan telah muncul sejak Kristen Awal. Tentu kita mengenal tentang AJARAN PRAXEAS- PATRIPASSIANISME, AJARAN SABELLIUS ( meninggal 215 M ), AJARAN ADOPTIANISME, AJARAN SUBORDINASIANISME dari Origenes dan sebagainya, yang menunjukkan perbedaan sekaligus pertentangan antara satu kelompok dengan kelompok lain mengenai TRINITAS.  
A DICTIONARY OF RELIGIOUS KNOWLEDGE memberi pernyataan tentang doktrin  TRINITAS  : “ Precisely what that doctrine is or rather precisely how it is to be explained , Trinitarians are not agreed among themselves ( Persisnya apa doktrin itu atau bagaimana menjelaskannya secara lebih tepat , para penganut TRINITAS , tidak bersepakat di antara mereka sendiri ).  Perbedaan dan pertentangan ini sampai merambah ke hal-hal yang lain, misalnya melakukan perubahan terhadap ayat-ayat Alkitab untuk mendapatkan dalil ayat-ayat dari “ kitab suci “ tentang pemahaman TRINITAS yang mereka anut . Dan kemudian perbedaan dan pertentangan ini berkem-bang kepada saling siksa menyiksa , bunuh membunuh , pengucilan dan sebagainya . Berangkat dari fakta perbedaan dan pertentangan pemahaman tentang TRINITAS dari kalangan Kristen sendiri, lalu bagaimana Eja Kalima harus menempatkan pernyataan komentarnya berkenaan dengan ayat Al Qur’an Qs. 4 : 171  yaitu : “  di mana Tuhan yang Esa monoteis dari para Ahli KItab telah dikelirukan dengan 3 Tuhan yang polities  : “ Hai Ahli Kitab … Janganlah kamu mengatakan Tuhan itu tiga        ( Qs. 4: 171 ) “ ? . Bukankah yang dikatakan ayat Al Qur’an ini sesuai dengan fakta keberadaan kepercayaan tentang TRINITAS yang demikian ? Tentu tidak ada tempat bagi Eja Kalima untuk mengatakan bahwa sekte Kristen yang mengatakan  “ TUHAN ITU TIGA “  adalah pemahaman tentang TRINITAS yang keliru karena dalam ranah dogma yang subyektif , justru akan menuduh balik bahwa pemahaman TRINITAS yang dianut Eja Kalima justru keliru dan tidak benar . Oleh karena itu , sebaiknya Eja Kalima menuntaskan dulu perbedaan dan pertentangan tentang konsep TRINITAS antar sekte dalam Kristen sebelum disajikan dalam jamuan kepada ummat Islam . Mengajukan pembelaan tentang kebenaran dogma TRINITAS kepada ummat Islam ( kaum Muslimin ) yang menolaknya , menjadi sesuatu yang sangat tidak bermanfaat dan adalah sesuatu yang sia-sia ketika di kalangan Kristen sendiri ternyata memiliki keyakinan tentang TRINITAS yang berbeda-beda antara satu sekte dengan sekte Kristen lainnya .


[1] ). Dr. J. Verkuyl ,  AKU PERCAYA , hal. 44 -46
[2] ). Dr.J. Vernon McGee,   WHO IS GOD ? “ ( edisi terjemahan bahasa Indonesia  : “ SIAPAKAH ALLAH ITU ? “ hal. 142-144 )
[3] ). Dikutip dari Dr. Ibrahim Khalil Ahmad dalam bukunya “ SIASAT MISI KRISTEN DAN ORIENTALIS “ . Dr. Ibrahim Khalil Ahmad adalah mantan Pemimpin Gereja “ KEBANGKITAN KUDUS “ cabang misi Inggeris-Kanada,dan pengajar Sekolah Tinggi Teologi di As’yuth  juga Sekretaris Jenderal IRSALIAH Jerman-Swiss di Aswan Mesir , yang kemudian BERTOBAT DAN MASUK ISLAM .
[4] ).  Abd Al Fadi , THE PERSON OF CHRIST IN THE GOSPEL AND THE KORAN  ( ed. Bhs. Indonesia , KRISTUS DALAM INJIL & AL QUR’AN  hal. 85  )
[5] ).  Dr. Harun Hadiwijono , IMAN KRISTEN , hal. 105 
[6] ).  Kamil Mukamil , DIALOG ISMAEL-ISHAK , hal. 82
[7] ).  Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D ,  ALLAH TRITUNGGAL , hal. 155-156
[8] ). ABD AL FADI , KRISTUS DALAM INJIL & AL QUR’AN , hal.81. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh JALAN AL RAHMAT  di Jakarta . Juga sekilas kita akan menyangka , penerbit ini mestinya milik orang Islam. Ternyata tidak sebab pemiliknya sebuah lembaga  milik Kristen   
[9] ). idem  , hal 83
[10] ).Arkhimandrit Daniel Bambang Ph.D , idem , hal. 203 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar