KONSEP TRINITAS , BUKTI NGAWURNYA MANUSIA
ATAS KE-ESA-AN ALLAH (1)
DUA KEKELIRUAN KAUM MUSLIMIN TENTANG TRINITAS
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN ( 1 )
Eja Kalima berkata :
Di sini ada dua kekeliruan pokok yang diadopsi oleh teman-teman Muslim . Pertama , berdasarkan matematika SD , mereka menuduh bahwa Kristianitas mengajarkan kesesatan yang tidak masuk akal , yaitu bahwa jelas-jelas Allah yang disembah itu tiga , tetapi dibilang satu . Hal ini terjadi karena si Penuduh menge-nakan 2 kekeliruan terhadap keberadaan Allah , keberadaan yang eksklusif ( saling pisah ) dan finite ( terbatas ) sehingga menghasilkan 1 + 1 + 1 = 3 . Pada-hal rumusan yang lebih mirip adalah inklusif dan infinite yaitu : 1 ~ x 1~ x 1~ = 1~ .
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Dari fakta pandangan dan pemahaman tentang TRINITAS yang telah dikemukakan pada tanggapan untuk APOLOGI 1 di atas , memang ummat Islam ( kaum Muslimin ) berkeyakinan bahwa ajaran tentang TRINITAS adalah satu kesesatan . Pemahanan tentang SATU ADALAH TIGA DAN TIGA ADALAH SATU benar-benar menginjak akal sehat dan sulit dipahami . Dan yang demikian ini bukan semata-mata menjadi tuduhan kaum Muslimin saja ( - yang dikatakan Eja Kalima sebagai tuduhan yang keiru - ) melainkan menjadi tuduhan dari kalangan Kristen sendiri sejak awal . Sejarah perjalanan Kekristenan secara jelas terpampang di muka kita betapa golongan Arian menolak kepercayaan terhadap TRINITAS . Begitu pula gereja Unitarian , Modernisme , Saksi Yehovah , dan lainnya , semuanya menolak TRINITAS . Berikut disajikan pernyataan-pernyataan yang menentang TRINITAS dari kalangan Kristen sendiri :
a. Sekte SAKSI YEHOVAH sangat menolak kepercayaan Trinitas . Semua gereja Kristen baik Katolik maupun Protestan sangat mengetahui hal ini . Banyak buku atau tulisan sekte Saksi Yehovah ini yang menyerang TRINITAS . Dari buku-buku atau tulisan terbitan mereka , mungkin buku “ SHOULD YOU BELIEVE IN THE TRINITY ? “ ( ed. Bhs. Indonesia : “ MENOLAK MITOS TRINITAS “ ) cukup mewakili pandangan Saksi Yehovah terhadap TRINITAS . berikut dipetikkan satu petilan pernyataan tentang TRINITAS dari sekian banyak pernyataan dan kutipan pernyataan para pakar yang menolak TRINITAS .
Banyak orang-orang beriman yang tulus merasa hal itu membingungkan , bertentangan dengan akal sehat dan benar-benar sulit dipahami . Bagaimana mungkin, kata mereka, BAPA menjadi Tuhan, YESUS menjadi Tuhan dan ROH KUDUS menjadi Tuhan , namun tidak dianggap ada TIGA TUHAN melainkan
hanya SATU TUHAN ?
Lalu pada akhir dari buku itu ditegaskan :
Doktrin tersebut bertentangan dengan apa yang dipercayai dan diajarkan oleh para nabi , Yesus , rasul-rasul dan orang Kristen yang mula-mula . ……............
…………………………………………………………………………………………
Kepentingan Allah dirugikan dengan membuat Dia MEMBINGUNGKAN DAN MISTERIUS . Sebaliknya , semakin bingung orang mengenal Allah dan maksud tujuan Dia , makin senang musuh Allah : SETAN SI IBLIS , “ ILAH DUNIA “ . Dia-lah yang MENGANJURKAN DOKTRIN PALSU tersebut untuk “ membuta-kan pikiran orang-orang yang tidak percaya “.
Tentu sangat tidak mengenakkan jika dikatakan TRINITAS adalah AJARAN SETAN atau AJARAN IBLIS ! Tapi yang penting bukan ummat Islam yang mengatakan demikian tetapi dari kalangan Kristen sendiri .
b. SERVETUS ( 1511-1553 ) seorang Unitarian berprofesi dokter sangat mengecam doktrin TRINITAS dan menyebutnya sebagai MONSTER KEJAM BERKEPALA TIGA . Dalam bukunya “ THE ERRORS OF TRINITY “ , Servetus berkata [1] ):
Berapa banyak tradisi dari Trinitas ini telah menjadi BAHAN TERTAWAAN orang-orang Islam, hanyalah Tuhan yang tahu. Orang-orang Yahudi juga segan mengikuti DOKTRIN YANG LUCU MILIK KITA INI dan menertawakan
kebodohan kita tentang Trinitas ………………………………………………….
Dan bukan orang-orang Islam dan Yahudi saja m tetapi ORANG PALING BIADAB SEKALIPUN AKAN MENERTAWAKAN KITA . Merka sungguh-sungguh memahami pemahaman kita yang fantastic karena semua pelayan Tuhan hanya memuji Tuhan Yang Esa .
Akhirnya , Servetus dihukum mati dengan cara dibakar akibat serangannya yang tanpa ampun terhadap kepercayaan terhadap TRINITAS .
c. Francis David ( 1510-1579 ) seorang pendeta Lutheran , pengajar Bibel yang pernah dilatih sebagai Imam Katolik , berkata [2] ) :
Saya mengikuti jalan kitab suci, tetapi lawan-lawan saya menyembunyikannya dikantong. Mereka merubah cahaya ke dalam kegelapan ketika mereka MENJADIKAN TIGA TUHAN : TUHAN BAPAK DAN DUA TUHAN DALAM DIRI KRISTUS . Agama mereka saling bertentangan sampai pada tingkatan sangat jauh sehingga mereka tidak bisa menghadirkannya sebagai suatu keseluruhan .
Masih banyak lagi bentuk penolakan terhadap TRINITAS . Kelompok Unitarian memberikan bantahan yang cukup logis atas ayat-ayat Alkitab/BIbel yang dijadikan dalil tentang Trinitas oleh kelompok Trinitarian . Tentang hal ini , dapat dibaca buku Thomas Mc.Elwain yang berjudul : ISLAM IN THE BIBLE “ yang di dalamnya dimuat sanggahan-sanggahan kelompok Unitarian terhadap padangan kelompok Trinitarian . Berikut dicuplik satu segmen sanggahan mereka ( Gereja Unitarian ) berkenaan dengan ayat Yahya 1 : 1 yang menjadi dasar kepercayaan kelompok Gereja Trinitarian ( Katolik , Protestan , Ortodoks ) [3] ) :
Poin pertamanya adalah kesulitan untuk memahami “ FIRMAN BERSAMA DENGAN ALLAH “ di satu sisi dan “ FIRMAN ADALAH ALLAH “ di sisi lain . Klausa pertama menyatakan bahwa ada perbedaan antara FIRMAN dengan ALLAH ( karena yang satu BERSAMA dengan yang lain ). Sementara klausa yang kedua menyatakan bahwa mereka ( FIRMAN dan ALLAH ) satu dan sama. Apabila demikian , kalimat tersebut , TIDAK MASUK AKAL .
Dari fakta penentangan terhadap TRINITAS ini , sebenarnya Eja Kalima tidak perlu mengarahkan tuduhan kepada ummat Islam ( kaum Muslimin ) sebagai “ pengungkit “ dan “ pengecam “ kepercayaan Trinitas dengan pernyataan : “ ….. mereka menuduh bahwa Kristianitas mengajarkan kesesatan yang tidak masuk akal , yaitu bahwa jelas-jelas Allah yang disembah itu tiga, tetapi dibilang satu “ . Akal manusia pasti menolak kepercayaan yang aneh ini, bukan hanya ummat Islam ( kaum Muslimin ) saja tetapi seluruh ummat manusia yang masih mau menempatkan otaknya di tempat yang benar . Dan ternyata di kalangan Kristen sendiri terlalu banyak pribadi dan kelompok yang menolak kepercayaan terhadap TRINITAS !!! Mengapa hal ini tidak direnungkan oleh penganut kepercayaan Tuhan Yang Maha TRINITAS dan ditindak lanjuti dengan kajian yang objektif terhadap ayat-ayat Bibel dan sejarahnya ? Anehnya para pembela BERHALA TRINITAS ini lebih fokus kepada pernyataan penolakan Islam atas TRINITAS daripada penolakan oleh kalangan Kristen sendiri .
Selanjutnya Eja Kalima telah memberikan perbandingan BAPA-ANAK-ROH KUDUS dalam TRINITAS dengan contoh 1 ~ x 1~ x 1~ = 1~ sebagai inklusif dan infinite dan menolak contoh 1 + 1 + 1 = 3 yang dikatakannya eksklusif dan finite . Komentar yang boleh dikatakan sama juga diberikan si Apologist Kristen Kamil Mukamil sebagai berikut [4] ) :
Sering orang Kristen dikritik sebagai orang-orang yang irrasional , yang tidak masuk akal karena mempercayai azas TRITUNGGAL , yang menurut mereka tidaklah mungkin 3 = 1 . Bagaimanapun diputar-putar , 1 + 1 + 1 maka adalah tetap tiga. Tetapi pengkritik-pengkritik inilah yang irrasional sendiri karena matematika yang dipakainya adalah matematika yang diskrit , artina satu yang pertama di luar sama sekali dengan satu yang kedua , yang di luar lagi dengan satu yang ketiga . Mereka ketiga-tiganya sama sama satu tetapi saling asing ( mutually excklusive ). Padahal Allah yang Esa adalah Allah dengan MODUS BERBEDA-BEDA yang mutually inclusive ( semua dalam kesatuan ). Allah berada dalam diri-Nya sendiri dan menyatakan diri sebagai BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS . Dengan demikian, contoh matematika di atas adalah salah . Kalaupun harus dimatematikan, Ia
harus dijabarkan dalam model : 1 x 1 x 1= 1 ( atau malahan : ~ x ~ x ~ = ~ ).
Contoh bandingan yang diberikan Eja Kalima dan si Apologist Kristen Kamil Mukamil ini terlalu mengada-ada , bahkan semakin membingungkan karena tidak menjelaskan kesatuan Tiga Oknum Tuhan dalam Keesaan Tuhan atau mengenai TIGA PENAMPAKAN ( modus ) Tuhan yang hendak dijelaskannya . Ketika dikatakan Allah terdiri atas TIGA PRIBADI dalam kesatuan ( unity ) “ ALLAH YANG ESA “ lalu bagaimana kesatuan itu dinyatakan dengan operasi perkalian ?. Apakah : BAPA x ANAK x ROH KUDUS = ALLAH YANG ESA ? Begitu pula ketika dikatakan Allah terdiri atas TIGA MODUS dari ” ALLAH YANG ESA ” ( bukan dalam kesatuan ( unity ) “ ALLAH YANG ESA “ ) lalu apakah : Allah ketika berwujud BAPA x Allah ketika berwujud ANAK x Allah ketika berwujud ROH KUDUS = ALLAH YANG ESA ? Betapa amburadulnya ” perkalian antar Oknum Tuhan ” ini . Harap direnungkan oleh Eja Kalima bahwa persoalannya bukan hanya sekedar pada angka “ 1 “ dengan sifat Tuhan yang TAK TERHINGGA (~ ) sehingga dihasilkan “ 1 ~ “ melainkan berbicara pada KESATUAN DARI TIGA PRIBADI SEHINGGA MENJADI “ ALLAH YANG ESA “ atau berbicara tentang PENAMPAKAN ALLAH YANG MAHA ESA dalam tiga wujud . Dan bagaimana menggambarkan kesatuan itu dengan model perkalian ? Contoh seperti ini terlalu mengada-ada bahkan sangat ngawur . Bagaimana cara membayangkan keberadaan TIGA OKNUM DALAM SATU KESATUAN dilukiskan dalam PERKALIAN , padahal OTAK YANG WARAS berdalil jika ada TIGA OKNUM YANG BERBEDA berada dalam SATU KESATUAN, maka KESATUAN itu hanya dapat dilukiskan dengan PENJUMLAHAN .
Permasalahan TRINITAS ini semakin tidak keruan-keruan jika dirujukkan kepada ayat Wahyu 3 : 1 yang menyebut ada “ TUJUH ROH ALLAH “ , yaitu [5] ): …… Inilah sabda Dia yang mempunyai KETUJUH ROH ALLAH ….. “. Merujuk kepada ayat Wahyu 3 : 1 ini , jika diinginkan model perkalian , seharusnya menjadi : 1 ~ x 1~ x 7 ~ = 7 ~ karena BAPA adalah 1 ~ , ANAK 1 ~ dan ROH KUDUS ada 7 ~ . Nah , TRINITAS apalagi yang begini ini ? Apakah ada 7 Tuhan ?. Begitu pula jika dilakukan dengan model penjumlahan : 1 + 1 + 7 = 9 . Maka bukan TRINITAS yang ada melainkan : SEMBILAN-NITAS . Tampak sekali betapa kacaunya masalah TRINITAS ini .
Selanjutnya Eja Kalima menjelaskan bahwa keberadaan Allah bukanlah keberadaan yang eksklusif melainkan inklusif . Menurut Eja Kalima , ummat Islam ( kaum Muslimin ) selaku pengeritik dogma TRINITAS telah memahami keberadaan Allah sebagai ” keberadaan yang eksklusif ( saling pisah ) dan finite ( terbatas ) sehingga menghasilkan 1 + 1 + 1 = 3 ” . Padahal menurut si Kriasten Penyaji Apologi : ” rumusan yang lebih mirip adalah inklusif dan infinite yaitu : 1 ~ x 1~ x 1~ = 1~ ” . Pernyataan perumpamaan Eja Kalima ini menentang dalil dari Bibel-nya sendiri . Ayat Bibel sendiri secara tegas menunjukkan sifat keberadaan yang ekslusif ( saling pisah ) dan finite ( terbatas ) dari Trinitas .
a. Ayat Matius 3 : 16 ,17 – Matius 24 : 36 – Matius 25 : 39 – Matius 27 : 46 - Mark. 1 : 9-11 – Luk. 3 : 21-22 – Mark. 16 : 19 – KRR. 7 : 55 dan masih banyak lagi ayat Bibel lainnya yang justru menunjukkan sifat keberadaan yang ekslusif ( saling pisah ) dari OKNUM-OKNUM TUHAN dalam konsep Trinitas
b. Ayat Matius 25 : 39 ,42 – Matius 27 : 46 – Markus 14 : 36 – Yahya 9 : 4 – Yahya 12 : 27 - Yahya 14 : 26 – dan masih banyak lagi ayat Bibel lainnya yang menunjukkan sifat keberadaan yang finite ( terbatas) dari OKNUM-OKNUM TUHAN dalam konsep Trinitas. Sifat “ tidak memiliki kehendak “ merupakan sifat terbatas ( finite ) dari Oknum ANAK dan Oknum ROH KUDUS . Sifat bisa “ disuruh “ juga merupakan sifat terbatas ( finite ) dari
c. Oknum ANAK dan Oknum ROH KUDUS .
Lalu mengapa Muslim yang disalahkan ? Dengan contoh ayat-ayat Bibel yang menunjukkan KETERBATASAN Oknum Tuhan dalam KONSEP TRINITAS maka perbandingan yang ditampilkan Eja Kalima yaitu : 1 ~ x 1 ~ x 1 ~ = 1 ~ adalah SALAH KAPRAH dan MENENTANG BIBEL-nya sendiri ! Dan juga bandingan ini sendiri sangat pontang-panting . Jika penjelasan 1 ~ x 1 ~ x 1 ~ = 1 ~ menjadi contoh permisalan bagi kepercayaan Trinitas , berarti penganut Kristen memiliki kepercayaan bahwa : Bapa x Anak x Rohulkudus = Allah .
Bagaimana penjelasan matematika perkalian yang “ ajaib “ ini ? Padahal dalam setiap penjelasan penganut Kristen selalu dikemukakan bahwa Allah dalam Zat-Nya mempunyai Roh dan juga ber- Firman . Ini berarti ada satu kesatuan sebagai hasil perhitungan “ PENJUMLAHAN “ , bukan “ PERKALIAN “ . Oleh karena itu jika mau di-matematik-kan harus dengan PENJUMLAHAN bukan PERKALIAN . Penjumlahannya : 1 ~ + 1 ~ + 1 ~ = 3 ~ ( 1 Allah + 1 Allah + 1 Allah ) = 3 Allah . Tapi ini yang membuat penganut Kristen “ marah-marah “ .
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN ( 2 )
Eja Kalima berkata :
Kedua, berdasarkan penafsiran Surat 5 : 73 -75, 116 , mereka beranggapan bahwa umat Kristiani menyembah tiga Tuhan dan itu adalah Bapa ( Allah ) , Ibu ( Maria ) dan Anak ( Yesus ). Tetapi mari kita bahas apa kelirunya dan apa masalahnya . Encyclopedia Britanica yang sebegitu objektif berotoritas sampai perlu menyatakan “ Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Al Quran “. Kenapa ? Lihat Surat 5 : 73 . Teks Quran dalam bahasa Arab mengutuk mereka yang mengatakan bahwa “ Allah salah satu dari ketiganya “ ( Allah is the third of three ) , yang maksudnya adalah bahwa Allah hanyalah satu dari tiga
tuhan ( politeisme yang disyirikkan Islam ).
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Menurut Eja Kalima , penafsiran kaum Muslimin terhadap ayat Qs. 5 : 73 -75 , 116 menyebabkan adanya anggapan pihak Muslim bahwa penganut Kristen itu menyembah tiga Tuhan yaitu : BAPA ( Allah ) , IBU ( Maryam ) dan ANAK ( Yesus ). Kemudian Eja Kalima memuji Encyclopedia Britanica setinggi langit ” yang sebegitu objektif berotoritas “ sehingga memiliki wewenang untuk menilai Al Qur’an : “ Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Al Quran “. Begitu pula si Apologist Kristen Kamil Mukamil ” menantang ” pengeritik TRINITAS ( tentu maksudnya : Ummat Islam/Kaum Muslimin ) dengan berkata : ” Bagaimanakah reaksi pengkritik terhadap Encyclopedia Britanica vo. 12 hal. 708 yang mengatakan, ” ( there are ) mistaken concepts of Trinity in the Quram ’ ”. Sehubungan dengan sanjungan Eja Kalima dan ” tantangan ” si Apologist Kristen Kamil Mukamil yang berkenaan dengan Encyclopedia Britanica ini , maka perlu dipertanyakan dulu , siapakah penyusun Encyclopedia Britanica tersebut ? Apakah Tuhan ataukah orang-orang yang netral ataukah orang-orang Kristen yang bagaimanapun pasti berpihak kepada Kekristenannya ? Sangat diragukan objektivitasnya sehingga pernyataan Eja Kalima ini masih perlu dibuktikan kebenarannya .
Menjadi pertanyaan sekarang , benarkah konsep mengenai TRINITAS yang dikritik Al Qur’an adalah : BAPA ( Allah ), IBU ( Maryam ) dan ANAK ( Yesus ) ? . Dan benarkah “ Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Al Quran “ seperti dikatakan Encyclopedia Britanica ?. Menjawab pertanyaan ini , harus dikembalikan kepada dua hal , yaitu :
- Bagaimana doktrin yang benar tentang TRINITAS di kalangan Kristen sendiri ?
- Dan bagaimanakah konsep TRINITAS yang dikritik Al Qur’an dan tidak sesuai dengan “ doktrin TRINITAS yang benar “ itu ?
Kenyataannya , justru di kalangan Kristen sendiri tidak ada kesatuan pendapat tentang konsep doktrin tentang TRINITAS . Dengan fakta demikian , bagaimana mau menyalahkan konsep Trinitas yang dikritik Al Qur’an ? Kita kutip dulu terjemahan ayat Qs. 5 : 73 -75 , 116 yang ditunjuk Eja Kalima sebagai berikut :
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan : " Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga ", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelas-kan kepada mereka ( ahli kitab ) tanda - tanda kekuasaan ( Kami ), kemudian perhati-kanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).
Dan ( ingatlah ) ketika Allah berfirman : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab : " Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku ( mengatakan-nya ). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."
Adakah yang salah dengan pernyataan Al Qur’an ini ketika beberapa sekte Kristen berpendapat bahwa “ ALLAH YANG ESA “ terdiri dari TIGA OKNUM ( PRIBADI ) yaitu : BAPA – ANAK - ROHKUDUS ? Jelas sekali dalam susunan TIGA OKNUM TUHAN INI, Bapa ( Allah ) adalah : SALAH SATU DARI YANG TIGA . Kedua lainnya adalah : ANAK dan ROH KUDUS. Perhatikan pernyataan Abd Al Fadi berikut [6] ) :
BAPA adalah TUHAN, ANAK adalah TUHAN dan ROH KUDUS adalah TUHAN
Jadi ada TIGA TUHAN yang menyusun SATU KESATUAN ( UNITY ) atau ada TIGA BENTUK PENAMPAKAN ( MODUS ) DARI ALLAH YANG ESA ! Apa komentar yang bisa diberikan Eja Kalima atas pernyataan Abd Al Fadi ini ? Jelas sekali dari pernyataan Abd Al Fadi ini bahwa ALLAH ( BAPA ) adalah HANYALAH SALAH SATU DARI TIGA TUHAN ! Dua TUHAN lainnya adalah ANAK dan ROH KUDUS . Benarlah yang dikatakan Al Qur’an dalam Qs. 5 : 73 : ” Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan : " Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga ",......... ”. Oleh karena itu betapa salahnya si Kriten Penyaji Apologi mencoba menyalahkan Al Qur’an Surat 5 : 73 yang menyatakan “ Allah salah satu dari ketiganya “ ( Allah is the third of three ) dengan bersandar kepada pernyataan Encyclopedia Britanica : “ Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Al Quran “ ketika seakan-akan pernyataan Encyclopedia Britanica ini adalah wahyu Allah, padahal hanyalah karangan manusia yang berlatar-belakang Kristen yang tentu saja memiliki penilaian subyektivitas terhadap Islam ketika di sisi lain, apa yang dikatakan Al Qur’an sesuai dengan fakta kepercayaan dalam Kristen . Atau apakah Eja Kalima mau menyalahkan Abd Al Fadi ? Silahkan , itu berarti CECAK TELAH MENGIGIT EKOR TEMANNYA .
Eja Kalima menantang : ” Tetapi mari kita bahas apa kelirunya dan apa masalahnya ”. Tetapi lucunya Eja Kalima tidak melakukan pembahasan terhadap ayat-ayat Al Qur’an tetapi menyajikan pernyataan Encyclopedia Britanica . juga tanpa bahasan. Artinya , bukan membahas untuk menunjukkan kekeliruan ayat Al Qur’an tetapi hanya sekedar mencuplik pernyataan Encyclopedia Britanica . Eja Kalima telah menunjuk ayat Qs. 5 : 75 dan Qs. 5 : 116 yang mungkin menurut Eja Kalima mengungkapkan konsep TRINITAS yang dikritik Al Qur’an dan konsep itu tidak benar dalam dogma Kristen . Jika benar demikian , silakan berikan bahasan bagaimana konsep TRINITAS yang diungkap tetapi disalahkan oleh ayat – ayat Al Qur’an tersebut dan jangan hanya mencuplik pernyataan
Encyclopedia Britanica : “ Ada kesalahan konsep mengenai Trinitas di dalam Al Quran “.
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN ( 3 )
Eja Kalima berkata :
Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall telah menterjemahkan teks Quran tersebut sesuai dengan makna aslinya . Namun Quran terjemahan Yusuf Ali SENGAJA MEMBUAT “ KEKELIRUAN “ terhadap Quran demi mau dicocok-cocok dengan TRINITAS pengertian ALkitab ( yang monoteis ) sehingga Ali sengaja berkorban dengan mengkompromikan terjemahan Surat tersebut secara keluar jalur menjadi berbunyi : “ Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam satu Trinitas “ ( God is one of three in a Trinity ).
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Eja Kalima membandingkan Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall dengan Yusuf Ali mengenai terjemahan ayat Qs. 5 : 73 dengan berkata bahwa Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall “ telah menterjemahkan teks Quran tersebut sesuai dengan makna aslinya “ . Kita bertanya kepada Eja Kalima , bagaimana sih makna asli dari ayat Qs. 5 : 73 itu sehingga si Kristen bisa menilai bahwa Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall “ telah menterjemahkan teks Quran tersebut sesuai dengan makna aslinya “ sedangkan Yusuf Ali “ SENGAJA MEMBUAT “ KEKELIRUAN “ terhadap Quran demi mau dicocok-cocok dengan TRINITAS pengertian ALkitab ( yang monoteis ) “ ? Tentu bagaimana menilai terjemahan yang diberikan Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall , sulit dilakukan karena Eja Kalima tidak mengutipkan bunyi terjemahan keduanya , sedang terjemahan yang diberikan Yusuf Ali , dikutip oleh Eja Kalima . Dan di sisi lain , kita tidak memiliki referensi yang berisi terjemahan yang diberikan Arthur Arberty maupun Mohammed Pickthall . Ada ketidak-terbukaan total dalam pernyataan Eja Kalima . Yang bisa dilakukan adalah menilai apakah benar Yusuf Ali “ SENGAJA MEMBUAT “ KEKELIRUAN “ terhadap Quran demi mau dicocok-cocok dengan TRINITAS pengertian ALkitab ( yang monoteis ) “ seperti yang dikatakan Eja Kalima .
Untuk jelasnya mari kita kembali kepada petilan teks ayat Qs. 5 : 73 : “ INNALLAAHA TSAA-LITSU TSALAA-TSATIN “ yang diterjemahkan dengan : “ SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH YANG KETIGA DARI YANG TIGA “. Kata “ YANG KETIGA “ dalam terjemahan ini tidak dimaknakan sebagai “ PERINGKAT “ melainkan ungkapan yang hanya menunjukkan “ SALAH SEORANG “ sehingga secara umum teks itu dapat diterjemahkan dengan “ SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH SALAH SEORANG DARI YANG TIGA “. Dan kata “ YANG TIGA “ menunjuk pengertian dalam KESATUAN YANG SEKARANG DISEBUT TRINITAS . Dengan demikian terjemahan yang diberikan Yusuf Ali atas teks Al Qur’an tersebut : “ Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah satu dari tiga dalam satu Trinitas “ ( God is one of three in a Trinity ), tidaklah salah atau tidak bisa dituduh sebagai “ SENGAJA MEMBUAT KEKELIRUAN “ seperti yang dikatakan Eja Kalima. Justru terjemahan seperti itu yang lebih mengungkap maksud ayat Qs. 5 : 73 .
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN ( 4 )
Eja Kalima berkata :
Jelas kata-kata “ dalam satu Trinitas “ tidak pernah ada dalam teks bahasa Arab . tetapi Ali sengaja menaruh kata tersebut dalam terjemahannya dalam usahanya untuk menghindari ketidak-cocokan nats Quran yang terlanjur mencap umat Kristiani itu politeistis, mengimani tiga tuhan ! Ali tahu bahwa Kristianitas hanya mengimani Satu Tuhan Trinitas yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus. Tetapi beliau pun sangat tahu bahwa Quran memunculkan 3 oknum yang tidak sama dengan apa yang diketahuinya dan ini agaknya telah merepotkan dirinya dalam dilemma yang tidak terserasikan .
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Pernyataan apologi serupa dikemukakan pula oleh si Apologist Kristen Kamil Mukamil yang berkata :
Menyadari kesulitan, para pengkritik ahli seperti Yusuf Ali, buru-buru mencoba menghindari kelemahan terbuka ini dengan sengaja menterjemhakan ayat Al Maaidah 73 sebagai :” Sungguh kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwasanya Allah salah salah satu dari yang tiga dalam Tritunggal ” ( They do blaspheme who say : ’ God is one of three in a Trinity .... ’ – lihat The Holy Quran , terjemahan Yusuf Ali ). Terjemahan ini jelas mengagetkan banyak orang baik Kristen maupun non Kristen karena semua orang tahu bahwa kata-kata ” dalam Tritunggal ” itu tidak terdapat dalam text bahasa Arab ! Makin nekad Yusuf Ali mencantumkan ” TRINITY ” dalam terjemah Quran, makin kuat ia memberi kesan hendak ” mengoreksi dan menyempurnakan ” Quran itu sendiri .
Eja Kalima berkata : “ Jelas kata-kata “ dalam satu Trinitas “ tidak pernah ada dalam teks bahasa Arab ”. Memang tidak ada kata ” TRINITAS ” dalam teks bahasa Arab Al Qur’an . Hanya orang yang tidak waras saja yang menuntut harus ada kata ” TRINITAS ” dalam teks bahasa Arab Al Qur’an agar penterjemahan ” Sungguh kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwasanya Allah salah salah satu dari yang tiga dalam Tritunggal ” ( They do blaspheme who say : ’ God is one of three in a Trinity ..... ’ – lihat The Holy Quran , terjemahan Yusuf Ali ) bisa dibenarkan. Tetapi tuntutan seperti itu tidak logis karena kata ” TRINITAS ” adalah kosa kata non bahasa Arab ( Inggeris , Yunani , Indonesia ) . Lalu untuk apa menuntut supaya kata ” TRINITAS ” disuruh main umpet-umpetan di antara kosa kata bahasa Arab Al Qur’an ?. Kata ” TRINITAS ” hanyalah kata yang dipakai untuk menterjemahkan kalimat bahasa Arab Al Qur’an. Sebenarnya kalimat ” God is one of three in a Trinity ” lebih tepat diterjemahkan secara harfiah : ” Allah adalah salah satu dari tiga dalam suatu Trinitas ”. Oleh karena itu agak janggal jika dikatakan : ” dalam satu Trinitas . Dalam Alkitab/Bibel sendiri tidak tercantum kata ” TRINITAS ”; yang ada hanya ayat-ayat yang ditafsir sebagai dalil tentang TRINITAS. Sekalipun dalam Al Qur’an tidak tercantum kata ” TRINITAS , tetapi dalam penterjemahan , yah boleh saja menggunakan kata “ TRINITAS “ tersebut sebagai terjemahan kata “ TSALAA-TSATIN “ karena makna yang diinginkan dengan kata “ TSALAA-TSATIN “ adalah KETIGAAN DALAM KESATUAN alias TRINITAS ! Kalau Eja Kalima dan si Apologist Kristen Kamil Mukamil tidak setuju jika kata “ TSALAA-TSATIN “ diterjemahkan dengan TRINITAS , lalu menurut Eja Kalima, kata “ TSALAA-TSATIN “ itu harus diterjemahkan dengan kata apa ? Dan kata ” TRINITAS ” itu sendiri apa terjemahannya dalam bahasa Indonesia ? Sebaiknya Eja Kalima ini berpikir dulu sebelum memberi pernyataan . Begitu pula pernyataan si Apologist Kristen Kamil Mukamil bahwa kata-kata ” dalam Tritunggal ” itu tidak terdapat dalam text bahasa Arab , memang karena kata-kata ” dalam Tritunggal ” adalah bahasa Indonesia sehingga tidak mungkin disuruh menyusup di antara kosa kata bahasa Arab. Tetapi yang pasti , kata-kata ” dalam Tritunggal ” adalah kata terjemahan untuk kata ” TSALAA-TSATIN “. Jika penterjemahan kata ” TSALAA-TSATIN “ dengan ” dalam Tritunggal ” mengagetkan banyak orang, lalu menurut si Apologist Kristen, harus diterjemahkan dengan kata apa dalam bahasa Indonesia supaya tidak membuat orang jadi kaget ? Oleh karenanya sama sekali tidak ada kesalahan Yusuf Ali ketika menterjemahkan kata “ TSALAA-TSATIN “ dengan kata ” TRINITAS ” karena itulah yang dihajatkan oleh kata “ TSALAA-TSATIN “. Justru yang salah disini adalah Eja Kalima dan si Apologist Kristen Kamil Mukamil . Juga Eja Kalima memberikan pernyataan tuduhan terhadap Yusuf Ali : “ Tetapi Ali sengaja menaruh kata tersebut dalam terjemahannya dalam usahanya untuk menghindari ketidak-cocokan nats Quran yang terlanjur men-cap umat Kristiani itu politeistis , mengimani tiga tuhan ! “. Ini adalah khayalan yang dikembangkan Eja Kalima . Bagaimana Eja Kalima bisa tahu bahwa Yusuf Ali sengaja menaruh kata TRINITAS itu untuk menghindari terjadinya KETIDAK-COCOKAN nash Al Qur’an yang sudah terlanjur menetapkan penganut Kristen mengimani TIGA TUHAN ? Ketidak-cocokan apa ? Pernyataan yang demikian adalah dugaan dan rekayasa Eja Kalima semata karena kata “ TSALAA-TSATIN “ dalam ayat Qs. 5 : 73 itu memang diterjemahkan dengan KETIGAAN DALAM KESATUAN alias TRINITAS. Disarankan kepada Eja Kalima agar dalam menyajikan pernyataan , jangan disertai dengan mengkhayal .
Selanjutnya Eja Kalima mengembangkan khayalannya terhadap Yusuf Ali dengan berkata : “ Ali tahu bahwa Kristianitas hanya mengimani Satu Tuhan Trinitas yaitu Bapa , Putera dan Roh Kudus . Tetapi beliau pun sangat tahu bahwa Quran memunculkan 3 oknum yang tidak sama dengan apa yang diketahuinya dan ini agaknya telah merepotkan dirinya dalam dilemma yang tidak terselesaikan “. Bagaimana Eja Kalima ini bisa mengetahui bahwa “ Ali tahu bahwa Kristianitas hanya mengimani Satu Tuhan Trinitas yaitu Bapa , Putera dan Roh Kudus “ ketika dia dihadapkan dengan kenyataan berbagai pandangan yang berbeda-beda di kalangan Kristen sendiri tentang TRINITAS ? Dan bagaimana pula Eja Kalima ini bisa mengetahui bahwa Yusuf Ali “ sangat tahu bahwa Quran memunculkan 3 oknum yang tidak sama dengan apa yang diketahuinya “ dan mengetahui bahwa dengan Al Qur’an memunculkan 3 Oknum Trinitas yang tidak sama dengan yang diketahui telah membuat Yusuf Ali “ agak-nya telah merepotkan dirinya dalam dilemma yang tidak terselesaikan “ ? Pernyataan-pernyataan Eja Kalima ini berada di bawah bayangan khayalannya, yang tidak sepatutnya disajikan dalam “ jamuan yang diadakannya “ karena nyatanya Eja Kalima ini sama sekali tidak menunjukkan sepotong pernyataan Yusuf Ali yang membuktikan tuduhan Eja Kalima . Apakah ada Yusuf Ali pernah berkata: “ Saya tahu bahwa penganut Kristen itu mengimani SATU TUHAN TRINITAS YAITU BAPA-PUTERA DAN ROH KUDUS “ ? Apakah ada Yusuf Ali pernah berkata : “ Saya mengalami kerepotan dengan dilemma yang tidak terselesaikan akibat dari pengungkapan model Trinitas oleh Al Qur’an yang berbeda dengan model Trinitas yang diimani penganut Kristen yang saya ketahui “? Tidak ada satupun pernyataan Yusuf Ali yang semacam itu. Ini berarti pernyataan Eja Kalima di atas tidak lebih dari khayalan dari Eja Kalima semata-mata, tanpa didasarkan pada bukti-bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan kecuali dugaan-dugaan semata-mata .
Selanjutnya ungkapan : SATU TUHAN TRINITAS dari Eja Kalima ini cukup menarik ! Apa maksudnya ? Apakah ada ” SATU SOSOK TUHAN ” tetapi muncul ada ” TIGA KEPALA TUHAN ” ? Apakah demikian? Sebaiknya tidak usah memunculkan istilah yang membingungkan diri sendiri .
[1] ). Dr. Muhammad Ataur Rahim , JESUS A PROPHET OF ISLAM , ( ed. Bhs. Indo : MISTERI YESUS DALAM SEJARAH ) hal.190 .
[2] ), Dr. Muhammad Ataur Rahim , idem , hal. 201
[3] ). Thomas Mc Elwain , ISLAM IN THE BIBLE , ( ed. Bhs. Indo , BACALAH BIBEL , hal.
[4] ). Kamil Mukamil , Diskusi Ismael – Ishak , hal. 78 .
[5] ). Pengungkapan adanya “ TUJUH ROH ALLAH “ dalam ayat Wahyu 3 : 1 dan Wahyu 5 : 6 ini bisa jadi menimbulkan kebingungan penganut Kristen karena dalam keyakinan Kristen , ROH ALLAH itu cuma SATU . Ini sesai pula dengan 1 Korintus 12 : 4 , 9, 11,13 . ” Adalah berbagai-bagai karunia tetapi ROH-NYA ITU SATU ” ( 1 Kor. 12 : 4 ) ; ” dan kepada orang lain, iman di dalam Roh itu juga ; dan kepada yang lain, karunia menyembuhkan di dalam ROH YANG SATU itu juga ” ( 1 Kor. 12 : 9 ) ; ” Tetapi sekaliannya itu dikerjakan oleh ROH YANG SATU itu juga dengan membagi-bagi kepada masing, sebagaimana kehendak-Nya ” ( 1 Kor. 12 : 11 ) ; ” Karena di dalam SATU ROH juga kita sekalian sudah dibaptiskan menjadi satu tubuh , baik orang Yahudi , baik orang Gerika , baik abdi , baik orang yang merdeka ; maka kita sekalian diisikan dengan ROH YANG SATU juga ( 1 Kor. 12 : 13 )
[6] ). Abd Al Fadi , idem , hal. 68
Tidak ada komentar:
Posting Komentar