Senin, 09 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN


MASALAH FIRMAN ALLAH DAN ROH KUDUS
  
SIAPAKAH FIRMAN ALLAH YANG DITURUNKAN
KE DUNIA ITU ,  YESUS ATAU AL QURAN ? (1)
 
FIRMAN TURUN KE DUNIA MENJADI MANUSIA

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :

Eja Kalima  memberi pernyataan  :

Injil Yohanes memulai ayatnya dengan menegaskan bahwa Firman Allah itu ( sejak semula ) adalah bersama –sama dengan Allah dan adalah Allah. Sang FIRMAN YANG ILAHI INI TURUN KE DUNIA MENJADI MANUSIA yang dinamai Yesus ( Yoh. 1 : 1,14 ). Quran pun dalam Surat 4 : 171 terkesan mengandung kemiripan seperti ayat di atas, namun segera ditafsirkan bahwa “ KALIMAT ALLAH “ hanyalah sebatas “ KATA-KATA “ yang keluar dari mulut  Allah dan Isa adalah AKIBAT dari kalimat “ JADILAH “ ( kun ) MAKA JADILAH DIA ISA .

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN   :

Pembicaraan mengenai ayat Yahya 1 : 1,14  telah dikemukakan dalam seri tulisan bagian ke 1   ( lihat bagian pertama seri tulisan dengan judul : ” MENJAWAB APOLOGI PENGANUT KRISTEN  TENTANG  KONSEP TRINITAS ” ).  Oleh karena itu masalah ayat Yahya 1 : 1, 14  tidak lagi dibahas pada bagian 2 seri tulisan  ini. Satu hal yang menjadi keprihatinan yaitu Eja Kalima mengajukan ayat Yahya 1 : 1,14  kepada ummat  Islam yang diundang hadir dalam ” Jamuan ” yang diadakannya sebagai dalil bagi YESUS selaku FIRMAN ALLAH maka dalam konteks dialog agama yang diadakannya adalah sangat tidak etis, sebab Bibel/ Alkitab bukan kita suci agama Islam, dan itu adalah urusan penganut Kristen.
Namun akan dibahas  pernyataan Eja Kalima yang melihat kemiripan antara ayat Yahya 1 : 1 dengan ayat Qs. 4: 17 yaitu : ” Quran pun dalam Surat 4 : 17 terkesan mengandung kemiripan seperti ayat di atas, namun segera ditafsirkan bahwa “ KALIMAT ALLAH “ hanyalah sebatas “ KATA-KATA “ yang keluar dari mulut  Allah dan Isa adalah AKIBAT dari kalimat  “ JADILAH “ ( kun ) MAKA JADILAH DIA ISA  ”. Sejauh mana kebenaran pernyataan Eja Kalima ini , untuk jelasnya , berikut dikutipkan terjemahan ayat Qs. 4 : 171  :

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan ( yang diciptakan dengan ) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ( dengan tiupan ) roh dari-Nya . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan :  " ( Tuhan itu ) tiga ", berhentilah ( dari ucapan itu ). ( Itu ) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

Melengkapi ayat Qs. 4 : 171 , berikut ditampilkan terjemahan dua ayat lain yang juga berbicara tentang kejadian dan kelahiran Isa Al Masih as (Yesus Kristus ) yaitu Qs.3 : 59  dan Qs. 3 : 45  :

Sesungguhnya misal ( penciptaan ) Isa di sisi Allah, adalah seperti ( penciptaan ) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah , kemudian Allah berfirman kepadanya : " Jadilah " ( seorang manusia ), maka jadilah dia. (  Qs. 3 : 59  )
( Ingatlah ), ketika Malaikat berkata : " Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu ( dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan ) dengan kalimat ( yang datang ) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa  putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan ( kepada Allah ), ( Qs. 3 : 45 )

Ayat-ayat ini sangat jelas dan tidak membutuhkan penafsiran lagi bahwa Isa Al Masih diciptakan dengan kalimat yang diucapkan Allah yaitu ” KUN ” maka ” JADILAH ” Isa dalam rahim Maryam. Jadi menurut Al Qur’an , Yesus itu adalah produk dari kata ” KUN” bukan ”KUN ” itu sendiri. Sedangkan ayat Alkitab/Bibel Yahya 1 : 1, mengajarkan : ” ... Pada awal pertama adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itulah juga Allah ” dan Yahya 1 : 14 mengajarkan pula : ”  Firman itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara    kita .....”. Dipahami kedua ayat Alkitab/Bibel ini memberi pengajaran dogma Kristen bahwa Yesus ( - selaku Firman yang menjadi daging - ) adalah kalimat  ” KUN ”. Jelas ini tidak mirip bahkan bertentangan sama sekali dengan penegasan ayat Qs. 4 : 171 ;  Qs.  3 : 59  dan Qs.  3 : 45 . Eja Kalima rupanya asal ucap .
Penciptaan Isa Al Masih ini sama dengan penciptaan Adam ( Qs. 3 : 59 ) dan juga penciptaan semua makhluk  sebagaimana yang ditegaskan dalam Qs. 16 : 40 : Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu  apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya : " kun            ( jadilah ) ", maka jadilah ia  ”. Ini bukan penafsiran tetapi memang demikian pengertian yang dinyatakan oleh ayat-ayat Al Qur’an tersebut.  Oleh karena itu , betapa kelirunya si Kristen ketika berkata : ” ..... namun segera ditafsirkan bahwa “ KALIMAT ALLAH “ hanyalah sebatas “ KATA-KATA “ yang keluar dari mulut  Allah dan Isa adalah AKIBAT dari kalimat   “ JADILAH “   ( kun ) MAKA JADILAH DIA ISA ”. Tidak ada istilah ” segera ditafsirkan ” karena ayat-ayat Al Qur’an tersebut memang mengatakan demikian, bukan ditafsirkan yaitu ISA DICIPTAKAN DENGAN KALIMAH-NYA seperti halnya penciptaan/kejadian makhluk lainnya, BUKAN KALIMAH-NYA  YANG BERINKARNASI MENJADI MANUSIA YESUS.
Bagi Ummat Islam , tidak ada kesan sama sekali bahwa ayat Qs. 4 : 171 ini mirip dengan ayat Yahya 1 : 1 , 14  karena ” inti berita ” yang disampaikan keduanya sangat berbeda bahkan bertentangan . Ayat Yahya 1 : 1 menegaskan ” FIRMAN ” itu ” ALLAH ” dan pesan dengan pengertian seperti itu tidak ada dalam ayat Qs . 4 : 171 . Begitu pula ayat Yahya 1 : 14 yang menyatakan terjadinya INKARNASI ” FIRMAN ” menjadi  ” MANUSIA ”. Tidak ada pesan dengan pengertian seperti itu dalam ayat Qs. 4 : 171 dan ayat-ayat lainnya. Hanya Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya saja yang mengatakan adanya kesan kemiripan antara ayat Qs. 4 : 171 dengan Yahya 1 : 1,14 lantaran kebodohannya. Tentu kesan seperti itu dipengaruhi oleh dogma Kristen Kristen yang dianut dengan membaca ayat Qs. 4 : 171 menurut kacamata dogma Kristen . Jadi Eja Kalima telah ” menafsir ” ayat Qs. 4 : 171 dengan ayat Bibel/Alkitab ayat Yahya 1 : 1 , 14  . Ini perbuatan yang sangat keterlaluan dan menunjukkan kejahilan .


 SIAPAKAH FIRMAN ALLAH YANG DITURUNKAN
KE DUNIA ITU ,  YESUS ATAU AL QURAN ? (2)

SANG KALIMAT –  SEBAB HAKIKI DAN PENYEBAB TUNGGAL 
DARI SEGALA YANG ADA .

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan  :

Muslim tidak siap melihat Isa dari sisi yang  lain  yaitu sebagai SANG KALIMAT –  “ AKULAH KALIMAT “ yang justru merupakan SEBAB HAKIKI dan PENYEBAB TUNGGAL dari segala yang ada ( Yoh. 1 : 3 , dll ) . Dialah yang merupakan PEMBICARA ILAHI dan PENYATA DIRI ALLAH untuk manusia ( Ibr. 1 : 1 , Yoh 1 : 18 ) agar Allah yang tidak bisa dipahami menjadi dapat dipahami oleh manusia .

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN  :

Sikap  keberagamaan  kaum  Muslimin  didasarkan  pada  Al  Qur’an  dan  Hadist/Sunnah. Jadi bukan  soal  siap  atau  tidak  siap . Karena  ini menyangkut akidah dasar Islam , tidak mungkin kaum Muslimin mau melihat Isa dari sisi lain dengan mendasarkan pada dogma Kristen padahal Al Qur’an sangat menegaskan bahwa Isa itu bukan Tuhan , bukan apanya Allah , melainkan makhluk yang diciptakan Allah, sama seperti penciptaan makhluk lain .  Kalau Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya berkeyakinan bahwa Yesus  : ”  sebagai SANG KALIMAT –  “ AKULAH KALIMAT “ yang justru merupakan SEBAB HAKIKI dan PENYEBAB TUNGGAL dari segala yang ada ( oh. 1 : 3, dll ) ” itu urusan Eja Kalima . Tapi jangan meminta ummat Islam untuk berpendapat dan berkeyakinan seperti itu karena Al Qur’an sudah jelas mengatakan – bukan tafsirnya kaum Muslimin – bahwa ISA AL MASIH DICIPTAKAN DARI KALIMAT ” KUN ” , yang berarti ISA AL MASIH ADALAH PRODUK DARI KALIMAT ” KUN ” , sama seperti kejadian Adam , manusia pada umumnya dan makhluk lainnya , BUKAN KALIMAT YANG BERINKARNASI MENJADI ISA AL MASIH .
Begitu pula dengan pernyataan keyakinan tentang Yesus yang disajikan Eja Kalima : ” Dialah yang merupakan PEMBICARA ILAHI dan PENYATA DIRI ALLAH untuk manusia ( Ibr. 1 : 1 , Yoh 1 : 18 ) agar Allah yang tidak bisa dipahami menjadi dapat dipahami oleh manusia ”, itu urusan Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya sesuai dengan dogma Kristen yang dianutnya. Tapi jangan meminta kesiapan kaum Muslimin untuk memahami seperti itu, karena sudah jelas dalam keyakinan Islam bahwa Allah dipahami melalui segala sifat-Nya dengan memperhatikan dan merenungkan akan segala ke-MAHA KUASA-an, ke-MAHA-BESAR-an dan ke-MAHA-an lainnya dari Allah melalui hasil ciptaan-Nya. Bukan dipahami seperti hendak memahami sebuah benda dengan cara membedah dan memilah-milah Allah. Ummat Islam tidak membutuhkan keyakinan YANG TIDAK MASUK AKAL atau KEYAKINAN YANG TIDAK WARAS seperti itu yaitu agar Allah bisa dipahami , Allah harus menjadi manusia terlebih dahulu. Keyakinan yang demikian tidak lebih baik dengan kepercayaan kafir kuno tentang dewa-dewa .
Kemudian berbicara mengenai istilah ” PEMBICARA ILAHI ” atau ” PENYATA DIRI ALLAH ” bagi Yesus sangat tergantung bagaimana memaknai istilah- istilah tersebut. Dalam Islam , kedua istilah itu bisa dikenakan kepada setiap RASUL ALLAH , seperti Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa Al Masih as ( Yesus Kristus ) yang membawa perintah dan risalah dari Allah tentang KEESAAN ALLAH  dan  BERTAUHID KEPADA ALLAH . Dan Islam tidak pernah akan memahami jika kedua istilah tersebut hendak dikenakan kepada MANUSIA sebagai ALLAH itu sendiri yang berinkarnasi menjadi manusia . Ummat Islam ( kaum Muslimin ) tidak akan menempatkan kepalanya dalam pemahaman bodoh seperti itu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar