DI SEMUA AGAMA , ALLAH ITU MAHA BESAR , KUASA,
KUDUS , KASIH , ADIL, MAHA HADIR ....... .........................
KALAU BEGITU , BUKANKAH ALLAH MEREKA SAMA ?
SIFAT TUHAN ALKITAB DAN SIFAT ALLAH AL QUR’AN ( 8 ).
( Kasih Tuhan yang substantive vs. Kasih Allah yang kurang jelas substansinya )
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut :
Kasih Tuhan yang substantive vs. Kasih Allah yang kurang jelas substansinya
Kasih Tuhan Alkitab adalah sifat utama yang paling menonjol dan ditonjolkan . karena kasih itulah maka Tuhan habis-habisan merancangkan penyelamatan khusus bagi manusia yang memungkinkan kita semua diselamatkan secarakhusus seperti yang tertulis dalam Yohanes 3 : 16 . Tuhan mempunyai rasa kasih kepada ciptaan-Nya , sekalipun manusia itu kafir atau mendurhakaiNya .
Konsep kasih Tuhan Elohim yang menajdikan diri-Nya “ punya perasaan “ merupakan hal yang asing dalam ajaran Islam karena hal itu hanya akan menempatkan Allah Al Quran menjadi kerdil setara dengan manusia biasa .
Walau teman-teman Muslim sering mengklaim bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang , namun sifat-sifat ini tidak pernah disubstansikan oleh Allah sendiri . Hubungan pengalaman para Muslim dengan ralitas kerahiman Allah sulit ditampakkan . Muslim tidak pernah mengenal Tuhan Elohim yang berkorban bagi umat-Nya . Allah dianggap telah Maha Rahim oleh teman-teman Muslim karena Ia telah memberikan hujan , embun, sinar, udara dan lain-lain secara gratis , yang oleh para Kristiani lebih dianggap sebagai tanggung jawab Tuhan Elohim , bukan Kasih yang berkorban !
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Membandingkan TUHAN ALKITAB dengan ALLAH AL QUR’AN dengan tema “ Kasih Tuhan yang substantive vs. Kasih Allah yang kurang jelas substansinya “ , Eja Kalima berkata: “Kasih Tuhan Alkitab adalah sifat utama yang paling menonjol dan ditonjolkan . Karena kasih itulah maka Tuhan habis-habisan merancangkan penyelamatan khusus bagi manusia yang memungkinkan kita semua diselamatkan secara khusus seperti yang tertulis dalam Yohanes 3 : 16. Tuhan mempunyai rasa kasih kepada ciptaan-Nya , sekalipun manusia itu kafir atau mendurhakaiNya “. Pernyataan Eja Kalima dengan bahasa yang bombastis ini lebih tepat sebagai pandangan dogma Kekristenan yang dianutnya , yang seringkali TIDAK DIDASARKAN PADA AYAT-AYAT ALKITAB/ BIBEL . Benarkah pernyataan Eja Kalima tersebut jika dirujukkan kepada ayat-ayat Alkitab/Bibel ? Kita akan membuktikan apakah benar “ Kasih Tuhan Alkitab adalah sifat utama yang paling menonjol dan ditonjolkan “ dan “Tuhan mempunyai rasa kasih kepada ciptaan-Nya , sekalipun manusia itu kafir atau mendurhakaiNya “ . Sejumlah ayat Alkitab/Bibel dikutipkan sebagai berikut :
Maka kamu akan menghabiskan segala bangsa yang diserahkan Tuhan Allahmu kepadamu ; JANGAN HATI KAMU SAYANG AKAN DIA dan jangan kamu berbuat bakti kepada dewa-dewanya, karena ia itu menjadi suatu jerat akan kamu kelak ( Ulangan 7:16 )
Melainkan Tuhan Allahmu akan menyerahkan dia di hadapanmu serta mengejutkan mereka itu dengan gentar yang besar , SEHINGGA SUDAH DIBINASAKANNYA SEMUANYA . Maka raja-raja mereka itu akan diserahkannya ke tanganmu dan kamu pun akan menghilangkan namanya dari bawah angin ; seorangpun tiada akan tahan di hadapanmu SAMPAI KAMU SUDAH MEMBINASAKAN SEKALIANNYA . ( Ulangan 7 : 23-24 )
Alkisah, maka adalah seorang laki-laki , emaknya orang Israil , bapanya seorang-orang Mesir, ia itu datang di antara orang –orang Israil , lalu orang itu mulai berbantah-bantah dengan seorang orang Israil dalam tentara itu .
Maka oleh orang yang punya emak perempuan Israil itu disebutkan NAMA ITU dengan beraninya dan dihujatkannya ; lalu dibawa oranglah akan dia menghadap Musa ; maka nama emaknya SELOMIT , anak DIBERI daripada Suku Dan.
Maka ditaruh oranglah akan dia dalam penjara , supaya dalam halnya diputuskan hukum dengan nyata-nyata , setuju dengan firman Tuhan .
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa , firmannya : ” Bawalah akan orang yang telah menghujat itu keluar daripada tempat tentara , hendaklah segala orang yang telah mendengarnya itu MENUMPANGKAN TANGAN-NYA KEPADA KEPALA ORANG ITU LALU HENDAKLAH SEGENAP SIDANG ITU MELEMPAR DIA DENGAN BATU ” .
Dan lagi katakanlah olehmu kepada segala bani Israil : ” Adapun orang yang menghujat Allah-nya , ia itu akan menanggung durhakanya, barang siapapun baik ,
Maka barang siapa yang menghujat NAMA HUA , tak akan jangan ORANG MATI DIBUNUH ; HENDAKLAH SEGENAP SIDANG MELEMPARI DIA DENGAN BATU , BAIK IA ORANG DAGANG , BAIK IA ANAK BUMI , jikalau dihujatnya NAMA ITU , tak akan jangan ORANG ITU MATI DIBUNUH . ( Imamat 24 : 10 - 16 )
Demikianlah jikalau seorang sudah pergi bertanyakan orang petenung atau orang yang tahu hikmat iblis , hendak menurut zinahnya maka Aku akan menunjuk wajahKu kelak melawan orang itu dan MENUMPASKAN DIA DARI ANTARA BANGSANYA . ( Imamat 20 : 6 ) .
Maka sebab itu , apabila seorang anak perempuan imam menjadi seorang sundal maka dihinakannya bapanya , tak akan jangan perempuan itu dibakar habis dengan api . ( Imamat 21 : 9 ).
Sebab itu BUNUHLAH SEGALA YANG LAKI-LAKI DI ANTARA ANAK-ANAK ITU DAN BUNUH SEGALA PEREMPUAN YANG SUDAH TAHU BERSETUBUH DENGAN ORANG LAKI-LAKI. Tetapi SEGALA YANG PEREMPUAN DI ANTARA ANAK-ANAK DAN SEGALA PEREMPUAN YANG BELUM TAHU BERSETUBUH DENGAN ORANG LAKI-LAKI itu hendaklah kamu hidupi bagi dirimu . Maka akan kamu ini , hendaklah kamu tinggal di luar tempat tentara itu tujuh hari lamanya ; barang siapa telah membunuh orang dan barang siapa telah menjamah orang dibunuh itu , hendaklah kamu menyucikan dirimu daripada dosa pada hari ketiga dan pada hari ke tujuh pun, baik kamu sendiri, baik segala yang telah kamu tawani. Dan lagi segala pakaian dan segala barang kulit dan segala yang diperbuat daripada bulu kambing dan segala serba kayu itu hendaklah kamu sucikan daripada najasatnya . Maka kata Eliazar yang imam itu , kepada segala orang perang yang telah datang daripada peperangan : INILAH HUKUM UNDANG-UNDANG YANG FIRMAN TUHAN KEPADA MUSA ! ( Bilangan 31 : 17- 21 ).
Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini , yang dikaruniakan Tuhan Allahmu kepadamu akan bahagian pusaka, JANGAN KAMU HIDUPI BARANG SESUATU ISINYA AKAN BERNAFAS , melainkan HENDAKLAH KAMU MENUMPAS SAMA SEKALI ORANG HETI DAN AMORI DAN KANANI DAN FERIZI DAN HEWI DAN JEBUZI , seperti firman Tuhan , Allahmu kepadamu. ( Ulangan 20 : 16 -17 )
Maka kata Yusak : ” Mengapa engkau mendatangkan celaka atas kami ? Bahwa Tuhan membinasakan dikau pada hari ini juga ! ”. Lalu segenap orang Israil MELONTARI DIA DENGAN BATU DAN DIBAKARNYA HABIS AKAN DIA DENGAN API SETELAH SUDAH DILONTARINYA AKAN DIA DENGAN BATU DULU ( Yusak 7 : 25 )
Berbahagialah kiranya orang yang akan menangkap anak-anakmu serta menghancurkan dia pada batu gunung adanya ( Mazmur 137 : 9 )
Atau apabila Aku mendatangkan pedang atas negeri itu, serta firmanKu : ” HAI PEDANG, BINASAKANLAH NEGERI ITU ! sehingga AKU MENUMPAS DARI PADANYA BAIK MANUSIA BAIK BINATANG. ( Jehezkiel 14 : 17 )
Katakanlah kepada tanah Israil itu , Demikianlah firman Tuhan : ” Bahwasanya Aku kelak membalas kepadamu karena Aku akan menghunus pedangku dariupada sarungnya dan AKU MENUMPAS DARIPADAMU ORANG YANG BENAR DAN ORANG YANG JAHAT ”. ( Jehezkiel 21 : 3 )
Tetapi segala seteruku itu , yang tiada suka aku menjadi raja mereka itu , BAWALAH KEMARI DAN BUNUH MEREKA ITU DI HADAPANKU ( Lukas 19 : 27 )
Masih banyak ayat-ayat Alkitab/Bibel yang menunjukkan KESADISAN dan KEBE-NGISAN TUHAN ALKITAB. Menyebut nama-Nya saja merupakan penghujat-an dan harus dihukum rajam . Apakah itu yang namanya TUHAN ALKITAB YANG PENUH KASIH tersebut ? Begitu pula Yesus yang merupakan TUHAN YANG MEWUJUDKAN DIRI SEBAGAI MANUSIA , justru memerintahkan membunuh mereka yang tidak mengakuinya sebagai RAJA ( bisa berarti : sebagai Tuhan ). Apakah itu yang namanya PENUH KASIH tersebut ? Dalam kebengisan- Nya , TUHAN ALKITAB menunjukkan KETIDAK-ADILANNYA . Perhatikan ayat Kejadian 3 : 17 berikut :
Lalu firman Allah kepada Adam : ” Bahwa sebab telah engkau mendengar akan kata binimu serta sudah makan buah pohon yang telah kpesan kepadamu jangan engkau makan dia , maka TERKUTUKLAH BUMI KARENA SEBAB ENGKAU .....
Mengapa bumi menjadi terkutuk padahal yang melakukan pelanggaran adalah Adam dan Hawa , sedangkan saat itu Adam dan Hawa belum berada di bumi tetapi masih di ” surga ” ? Ini bukti ketidak-adilan TUHAN ALKITAB sebagai impilkasi lanjut kebengisan-Nya. Lalu di mana kebenaran pernyataan Eja Kalima dengan pernyataannya “ Kasih Tuhan Alkitab adalah sifat utama yang paling menonjol dan ditonjolkan “ dan “ Tuhan mempunyai rasa kasih kepada ciptaan-Nya , sekalipun manusia itu kafir atau mendurhakaiNya “ tersebut ? Sebaiknya Eja Kalima tidak usah berbicara dogmatis tetapi rujukkan dengan ayat-ayat Alkitab/Bibel. Bentuk ketidak-adilan TUHAN ALKITAB dapat disimak dari ayat-ayat Alkitab/Bibel berikut :
Jangan kamu menyembah sujud atau berbuat bakti kepadanya karena Akulah Tuhan Allah-mu , Allah yang cemburuan adanya , YANG MEMBALAS DURHAKA SEGALA BAPA SAMPAI KEPADA ANAK-ANAKNUA DAN KEPADA GILIR YANG KETIGA DAN YANG KEEMPAT PUN DARIPADA SEGALA ORANG YANG MEMBENCI AKAN DAKU .( Keluaran 20 : 5 )
Apakah adil namanya jika seseorang berbuat durhaka tetapi kedurhakaan itu dibalaskan kepada anak-anaknya bahkan dibalaskan kepada turunannya yang ketiga dan keempat , padahal mereka semua ini tidak tahu-apa-apa dengan durhaka yang dilakukan oleh orang itu ? Ini adalah wujud ketidak-adilan Tuhan Alkitab . Lalu di mana sifat TUHAN ALKITAB yang dikatakan Eja Kalima : “ Kasih Tuhan yang substantive ” ?.
Sehubungan dengan ayat Yahya 3 : 16 yang dijadikan rujukan oleh Eja Kalima untuk bertepuk dada tentang betapa TUHAN ALKITAB : “habis-habisan merancangkan penyelamatan khusus bagi manusia yang memungkinkan kita semua diselamatkan secara khusus “ perlu dibahas. Kita kutip ayat Yahya 3 : 16 yang dirujuk Eja Kalima, sebagai berikut:
Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini sehingga dikaruniakannya Anaknya yang tunggal itu , supaya barang siapa yang percaya akan Dia tidak binasa melain-kan beroleh hidup yang kekal .
Inti dari ayat Yahya 3 : 6, yaitu MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL didasarkan pada kepercayaan kepada Dia - “ Anaknya yang tunggal itu “. Hal ini SANGAT BERTENTANGAN dengan pernyataan Yesus Kristus dalam ayat Matius 19 :16– 19 ( lihat pula Markus 10 : 17-19 ; Lukas 18 : 18 – 20 ) :
Maka tiba-tiba datanglah seorang kepadanya serta berkata : “ Ya Guru , KE-BAJIKAN APAKAH YANG PATUT HAMBA PERBUAT SUPAYA BEROLEH HIDUP YANG KEKAL ? “
Maka kata Yesus kepadanya : “ Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku dari HAL KEBAJIKAN ? Ada satu yang Baik !.Tetapi JIKALAU ENGKAU MAU MASUK KEPADA HIDUP , TURUTLAH HUKUM-HUKUM ITU .
Maka berkatalah ia kepadanya : “ HUKUM MANAKAH ITU ? “. Maka kata Yesus : “ JANGAN ENGKAU MEMBUNUH, JANGAN ENGKAU BERZINAH, JANGAN ENGKAU MENCURI , JANGAN ENGKAU MENJADI SAKSI DUSTA .
HORMATKANLAH IBU-BAPAMU dan lagi HENDAKLAH ENGKAU MENGASIHI SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI .”
Ayat Matius 19:16-19 ini ( begitu pula dengan Markus 10 : 17-19 ; Lukas 18 : 18 – 20 ) memberi penekanan bahwa UNTUK MEMPEROLEH HIDUP KEKAL adalah dengan melakukan amal shaleh : JANGAN ENGKAU MEMBUNUH, JANGAN ENGKAU BERZINAH, JANGAN ENGKAU MENCURI, JANGAN ENGKAU MENJADI SAKSI DUSTA. HORMATKANLAH IBU-BAPAMU dan lagi HENDAKLAH ENGKAU MENGASIHI SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI ”. Tidak ada satu katapun yang menunjukkan bahwa untuk memperoleh HIDUP KEKAL harus PERCAYA KEPADA DIA – ANAK YANG TUNGGAL ITU. Jadi ada perbedaan yang besar antara pernyataan Injil-Injil Sinopptik dengan Injil Yahya berkenaan dengan BAGAIMANA MEMPEROLEH HIDUP YANG KEKAL . Perhatikan pula ayat Matius 18 : 1- 4 ( lih. Markus 9 : 36-37 dan Lukas 9 : 47-48 ) :
Pada ketika itu juga datanglah murid-murid itu kepada Yesus serta berkata : “ SIAPAKAH YANG TERLEBIH BESAR DI DALAM KERAJAAN SURGA ? “
Maka dipanggil oleh Yesus SEORANG KANAK-KANAK , didirikannya ditengah-tengah mereka itu serta berkata : “ Sesungguhnya aku berkata kepadamu , JIKALAU TIADA KAMU BERBALIK MENJADI SEPERTI KANAK-KANAK , SEKALI-SEKALI TIADA KAMU MASUK KE DALAM KERAJAAN SURGA . Sebab itu, barangsiapa yang MERENDAHKAN DIRINYA SEPERTI KANAK-KANAK INI , IALAH YANG TERLEBIH BESAR DALAM KERAJAAN SURGA “ .
Masuk “ kerajaan surga “ dapat diartikan dengan “ MEMPEROLEH KEHIDUPAN KEKAL “. Dan ternyata dalam ayat Matius 18 : 1- 4 di atas , untuk MASUK KERAJAAN SURGA , TIDAK MENSYARATKAN PERCAYA KEPADA “ DIA – ANAK TUNGGAL ITU “ melainkan bersikap seperti KANAK-KANAK . Seorang kanak-kanak jelas bersih dari kekotoran hati . Dia akan tunduk dan patuh kepada arahan orang dewasa kepadanya . Ini menunjukkan bahwa untuk MASUK KE DALAM KERAJAAN SURGA haruslah dengan sikap rendah hati, patuh, polos, bersih hati, dan lainnya sebagaimana yang terdapat seorang kanak-kanak .
Cukup banyak ayat-ayat ALKITAB/BIBEL yang menegaskan syarat untuk memperoleh HIDUP KEKAL, MASUK KERAJAAN SURGA, MEMPEROLEH PAHALA DARI BAPA, dan semacamnya , tetapi tidak menyinggung sama sekali cara memperolehnya dengan “ PERCAYA KEPADA DIA- ANAK TUNGGAL ITU “ seperti yang tercantum dalam ayat Yahya 3 : 16 yang dirujuk Eja Kalima .
Dengan fakta perbedaan dengan ayat-ayat Inji Sinoptik ini , timbul pertanyaan sejauh mana pernyataan ayat Yahya 3 : 16 dapat dipegang sebagai dalil untuk memperoleh HIDUP YANG KEKAL padahal ayat-ayat Injil Sinoptik yang dikutipkan justru menekankan pada amal shaleh ? Menjawab pertanyaan ini , tentu harus kembali dari awal yaitu mengetahui kedudukan INJIL YAHYA dalam sejarah agama Kristen. Ada dua permasalahan pokok yang dapat dijadikan rujukan untuk menetapkan keabsahan ayat Yahya 3 : 16 dalam keadaannya yang berbeda dengan Injil-Injil Sinoptik untuk memper-oleh hidup yang kekal . Kedua permasalahan tersebut disajikan berikut .
a. Siapa yang mengarang Injil Yahya ?
Semua penganut Kristen – terkecuali mereka yang mengkaji sejarah Alkitab / Bibel secara kristis – berpendapat dan meyakini bahwa pengarang Injil Yahya adalah murid utama Yesus Kritus bernama YAHYA ANAK ZABDI . Pendapat dan keyakinan demikian tidaklah benar. Anggapan dan kepercayaan penganut Kristen bahwa Injil Yahya dikarang oleh murid utama Yesus bernama Yahya bin Zabdi adalah berdasarkan riwayat dari IRENIUS – seorang BAPAK GEREJA di Lyons Perancis. Dia menceritakan bahwa ketika masa mudanya , ia berkenalan dengan seorang USKUP di Smyrna bernama POLICARPUS, yang menerangkan kepadanya bahwa ia (Policarpus) pernah mendengarkan khutbah YAHYA DI EPESUS.
Lebih lanjut, Irenius mengungkapkan bahwa YAHYA yang khutbahnya didengar di Epesus itu pada hari tuanya MENGARANG INJILNYA untuk melawan ajaran CERINTHUS yang mengajarkan bahwa YESUS ITU BUKAN ANAK ALLAH. Dan Irenius iMENINGGAL PADA TAHUN 100 M. Adanya riwayat Irenius inilah lalu Gereja dan penganut Kristen berketetapan bahwa YANG MENGARANG INJIL YAHYA adalah YAHYA BIN ZABDI , murid utama Yesus .
Di sinilah terjadinya kekeliruan pendapat dan keyakinan tersebut . Seorang BAPA GEREJA bernama PAPIAS , USKUP DI HIERAPOLIS menjelaskan bahwa YAKUB DAN YAHYA - keduanya anak Zabdi – MENINGGAL SEBELUM TAHUN 70 M. Ini berarti , YAHYA YANG KHUTBAHNYA DI DENGAR IRENIUS DI EPESUS , BUKAN YAHYA BIN ZABDI , melainkan Yahya yang lain , karena tidak mungkin orang yang sudah meninggal sebelum tahun 70 M lalu tiba-tiba bisa memberi khutbah pada tahun 100 M. Dan memang tidak ada riwayat yang menceritakan bahwa Yahya bin Zabdi berkhotbah di Epesus . Lalu siapakah “ YAHYA YANG LAIN “ itu ? Selanjutnya PAPIAS mengungkapkan bahwa ia mengenal DUA ORANG YANG BERNAMA YAHYA. Salah seorang di antaranya : YAHYA PRESBYTER dan tentu yang satunya lagi adalah Yahya lainnya ( -yang pasti bukan Yahya bin Zabdi -). Perlu diketahui , Yahya Presbyter adalah KETUA SIDANG JEMAAT DI ASIA KECIL , sedangkan CERINTHUS yang mengajarkna bahwa YESUS BUKAN ANAK ALLAH , juga tinggal di EPESUS , suatu kota di pantai Asia Kecil dan sezaman dengan Yahya Presbyter .
Jika dilihat dari tujuan dikarangnya Injil Yahya yaitu untuk melawan ajaran Cerinthus , diduga kuat bahwa INJIL YAHYA DIKARANG OLEH YAHYA PRESBYTER atau setidaknya dikarang oleh Yahya yang lain . Encyclopaedia Britanica menjelaskan :
John the Presbyter in Asia Minor lived in the end of the first century . It is a fair hypothesis that this presbyter wrote the Apocalypse and also the second and third Epistles , while the fourth Gospel may have came from another author.
Yahya Presbyter di Asia Kecil , hidup pada akhir abad pertama . Adalah satu dugaan yang wajar bahwa Presbyter ini menulis Kitab Wahyu dan juga Surat Kiriman Yahya kedua dan ketiha , sedangkan Injil keempat ( yi. INJIL YAHYA , ZA ) mungkin dari pengarang lain .
Prof. Stadlein - sebagaimana dikutip Abu Zahrah – berkata :
Sesungguhnya , SELURUH INJIL YAHYA adalah karangan SEORANG MURID SEKOLAH ISKANDARIYAH .
Sekolah Iskandariyah , maksudnya adalah sekolah yang mengajarkan filsafat Yunani di Iskandariyah Mesir . Sehubungan dengan fakta penisbatan Yahya bin Zabdi sebagai pengarang Injil Yahya padahal yang mengarangnya adalah orang lain , Encyclopaedia Britanica memberi pernyataan :
Adapun Injil Yahya TIDAK DISANGSIKAN DAN TIDAK SYAK LAGI KEPALSU-ANNYA. Pengarangnya bermaksud mengadakan PERTENTANGAN ANTARA KEDUA ORANG SAHABAT yaitu orang suci: “YAHYA“ dan “ MATIUS “. Penulis PEMALSU ini mendakwakan dalam matan kitabnya bahwa DIA ADALAH SAHABAT YANG DISAYANGI AL MASIH. Gereja mengambil pernya-taan ini dengan corak yang lain dan menegaskan pula bahwa penulisnya adalah YAHYA sahabat dan namanya dicantumkan pada kitab itu , sedangkan PENULISNYA TELAH YAKIN BUKAN YAHYA .
Kitab ini tidaklah keluar dari apa yang terdapat pada beberapa kitab Taurat , yang tidak ada hubungannya antara pihak yang dinisbatkan dengan penulis yang sebenarnya. KITA MERASA IBA DAN KASIHAN KEPADA MEREKA YANG BERUSAHA MENGHUBUNG-KAN – sekalipun dengan ikatan yang lapuk- FILOSOF YANG MENGARANG KITAB INI DENGAN SAHABAT: YAHYA PEMBURU yang terhormat itu . Usaha mereka itu , hilang percuma karena kesalahan mereka menempuh jalan tersebut .
Pengakuan para pakar Bibel berkenaan dengan PENGARANG INJIL YAHYA yang ternyata BUKAN YAHYA BIN ZABDI, murid Yesus Kristus melainkan orang lain yang dipengaruhi filsafat Yunani, memberi kesempatan munculnya ayat yang bertentangan dengan yang disajikan oleh Injil-Injil Sinoptik, khususnya yang berkenaan dengan CARA MEMPEROLEH HIDUP KEKAL.
b. Bagaimana hubungan Injil Yahya dengan filsafat Yunani ?
Diakui oleh begitu banyak pakar Bibel , Injil Yahya membawa nilai-nilai filsafat Yunani aliran STOA . Seorang pakar dari kalangan Kristen sendiri berucap [1] ):
Akibatnya ialah pengaruh alam pikiran Yunani atas refleksi umat mengenai iman
kepercayaan , bertambah besar dan kuat . Dua-tiga generasi Kristen pertama , tentu saja tidak seluruhnya lepas dari asal-usulnya : lingkup Yahudi pribumi . Tetapi asal-usul itu semakin bergabung dengan alam pikiran Yunani dan akhirnya UNSUR YUNANI menjadi UNSUR UTAMA dalam pemikiran umat Kristen.
Mula-mula refleksi itu tinggal dalam rangka alam pikiran dan tradisi religius Yahudi yang hanya sedikit terpengaruh oleh alam pikiran Yunani . Tapi LAMA KELAMAAN PENGARUH ALAM PIKIRAN YUNANI BERTAMBAH BESAR . Sarana pemikiran yang mula-mula Yahudi SEMAKIN MENJADI YUNANI.
Tetapi kebanyakan karangan Perjanjian baru dalam PERALIHAN DARI ALAM PIKIRAN YAHUDI KE ALAM PIKIRAN YUNANI . Hal itu , misalnya terasa dalam
KARANGAN-KARANGAN PAULUS dan INJIL YOHANES
Pernyataan–pernyataan ini memberi keyakinan yang kuat akan adanya pengaruh Yunani dalam teologi Kristen, sehingga ketika kita dihadapkan kepada fakta perbedaan tentang CARA MEMPEROLEH HIDUP KEKAL antara pernyataan Injil Yahya yang “ Yunani “ dengan pernyataan Injil-Injil Sinoptik yang boleh dikatakan masih ada unsur “ Yahudi “ - nya, tidak diragukan lagi bahwa ayat Yahya 3 : 16 dalam pernyataan yang mengekspresikan kepercayaan Yunani ( Hellenistik )
Dari kedua aspek ini – pengarang Injil Yahya dan pengaruh filsafat Yunani aliran STOA – tentu menyajikan ayat Yahya 3:16 untuk menunjukkan “ KEHEBATAN TUHAN ALKITAB “ dibandingkan dengan “ ALLAH AL QUR’AN “ , tidak bermakna apa-apa untuk disajikan sebagai “ makanan “ kepada ummat Islam dalam jamuan yang diadakannya .
Selanjutnya Eja Kalima berkata : “ Konsep kasih Tuhan Elohim yang menjadikan diri-Nya “ punya perasaan “ merupakan hal yang asing dalam ajaran Islam karena hal itu hanya akan menempatkan Allah Al Quran menjadi kerdil setara dengan manusia biasa . Pernyataan Eja Kalima ini sangat aneh ! Kok mengukur kasih sayang ALLAH AL QUR’AN dari kaca dogma Kristen, padahal sebagaimana diakui para pakar Bibel dan teolog Kristen sendiri, justru kepercayaan Kristen sekarang adalah pengaruh dari pemikiran Yunani ( Hellenistik ) ? . Rupanya , Eja Kalima ini menginginkan agar ALLAH AL QUR’AN di-katakan memiliki KASIH –SAYANG , maka ALLAH AL QUR’AN harus menyatakan dirinya terlebih dahulu dengan berinkarnasi menjadi MANUSIA , agar “ tersentuh “ oleh umat-Nya . Jelas ini tidak benar karena dasar iman Islam tidak dalam konsep yang gila seperti itu . Untuk menyatakan kasih sayang-Nya, ALLAH AL QUR’AN tidak perlu menjadi manusia dulu melainkan dengan memberikan rahmat-Nya, menurunkan petunjuk-Nya bagi kehidupan manusia, mengabulkan doa yang dipanjatkan oleh mereka yang beriman dan sebagainya, karena unsur keselamatan manusia berada dalam tanggung-jawab manusia itu masing-masing , bukan dengan kematian seseorang terlebih dahulu .
Berikutnya Eja Kalima berkata : “ Walau teman-teman Muslim sering mengklaim bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang , namun sifat-sifat ini tidak pernah disubstansikan oleh Allah sendiri “. Eja Kalima menyatakan bahwa sifat-sifat “Maha Pengasih dan Penyayang “ dari ALLAH AL QUR’AN tidak pernah disubstansikan oleh Allah sendiri . Apa maksud Eja Kalima dengan pernyataannya ini ? Apa maksudnya adalah untuk mengelementasikan sifat-sifat “Maha Pengasih dan Penyayang “, Allah harus menjadi atau mewujudkan diri dulu sebagai manusia , yang kencing , yang ngengek, yang makan , yang minum , yang lapar dan haus , yang mengeluh dan susah , yang dijagur , ditendang , ditempeleng dan dipukul dan sebagainya ? Apakah demikian maksudnya ? Jika itu yang dimaksudkan Eja Kalima dengan pernyataannya tersebut , maka yang demikian adalah pandangan dogma Kristen yang dianut Eja Kalima . Dogma Kristen yang demikian tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menyalahkan konsep sifat-sifat “Maha Pengasih dan Penyayang “ dari ALLAH AL QUR’AN .
Kemudian Eja Kalima berkata : “ Hubungan pengalaman para Muslim dengan realitas kerahiman Allah sulit ditampakkan “. Ini adalah pernyataan ngawur . Apakah Eja Kalima sudah pernah memeluk agama Islam dalam arti kata masuk agama Islam dengan benar dan menjalankan kewajiban-keawajiban agama Islam secara benar pula ?. Jika belum , atas dasar apa Eja Kalima berani berkata begitu ? . Atas dasar pengalaman spiritual keagamaan yang bagaimana sehingga berani menyatakan seperti itu ? Kalau tidak tahu tentang Islam , tidak usah berkicau tanpa dasar seperti itu . Eja Kalima ini berbicara dari kaca mata dogma Kristen untuk menilai spiritual Islam . Sebaiknya Eja Kalima masuk Islam dulu , nanti akan mendapatkan bagaimana pengalaman-pengalaman keagamaan yang diperoleh akan memberikan satu pandangan betapa “ dekat “-nya si Hamba kepada Al Khaliq .
Kemudian secara ngawur pula, Eja Kalima – karena memandang-nya dari kaca mata dogma Kristen – berkata : “ Muslim tidak pernah mengenal Tuhan Elohim yang berkorban bagi umat-Nya “. Berkorban bagi umat-Nya yang bagaimana dimaksud ? Jelas ummat Islam tidak mengenal yang namanya “ TUHAN ELOHIM “. Ini istilah Kristen. Yang dikenal ummat Islam adalah ALLAH SUBHAANA WA TA-ALA . Dan juga ummat Islam tidak mengenal Tuhan “ YANG BERKORBAN BAGI UMMATNYA “ jika yang dimaksud adalah TUHAN YANG MATI DIBUNUH , karena yang demikian ini adalah konsep dogma Kristen , bukan konsep dogma Islam . Eja Kalima tidak perlu memaksakan dogma Kristen yang demikian sebagai yang harus dipercaya pula oleh ummat Islam . Ajaran Islam tidak mengajarkan dogma gila seperti itu karena untuk keselamatan ummat manusia , ALLAH AL QUR’AN tidak perlu mengorbankan diri-Nya terlebih dahulu lalu setelah berinkarnasi menjadi manusia, ditempeleng, diejek-ejek, dihina, ditampar, ditendang, diobok-obok, dijagur, diludahi, ditombak dan semacamnya sebagai BENTUK PENGORBANAN untuk umat-Nya. Keselamatan ummat-Nya ditentukan oleh IMAN DAN AMAL SHALEH dari umat-Nya, Untuk itu ALLAH AL QUR’AN MENURUNKAN PETUN-JUK KESELAMATAN yaitu AL QUR’AN. Jadi, bukan dengan cara MENJADIKAN DIRINYA SEBAGAI KORBAN. Yang demikian adalah bentuk kepercayaan kafir kuno yaitu mengorbankan manusia Tuhan.
Kemudian berbicara tentang istilan “ MENGENAL “, maka dari pernyataan Eja Kalima di atas, timbul pertanyaan : Tidak mengenal dalam pengertian apa ?. Apakah mengenal dalam arti kata melihat secara fisik yaitu melihat Zat-Nya (substansi-Nya) ?. Jika itu yang dimaksudkan Eja Kalima, berikut disajikan pernyataan seorang tokoh Gereja Orthodoks Syria Indonesia, ARKHIMANDRIT DANIEL BAMBANG Ph.D , sebagai berikut [2] ) :
Memang kita tak dapat membayangkan atau mereka-reka bagaimana WUJUD atau KEBERADAAN ALLAH itu yang sebenarnya karena keberadaan-Nya yang ghaib itu . Dan juga memang dalam Esensi yang sebenarnya , kita tak dapat mengerti tentang Allah itu .
Dari pernyataan tokoh Gereja Orthodoks Syria ini, jelas sekali bahwa dari segi Esensi/Hakekat/Substansi, Tuhan tidak bisa diketahui atau dikenal secara fisik karena memang Tuhan itu tidaklah bisa digambarkan seperti manusia, walaupun sejumlah ayat Bibel justru menegaskan bahwa manusia adalah PETA dari Tuhan. Artinya, bentuk Tuhan itu persis sama dengan bentuk manusia. Mungkin Eja Kalima tidak sepakat dengan tokoh Gereja Orthodoks Syria ini. Jika tidak sepakat silahkan dibahas sendiri tanpa melibatkan ummat Islam karena ummat Islam tidak berkepentingan dengan pertentangan antar sekte Kristen. Jika “TUHAN ELOHIM “ tidak bisa dikenal secara fisik akan Zat-Nya/Substansi-Nya/Hakekat-Nya /Esensi-Nya, lalu bagaimana cara mengenal-Nya ?. ARKHIMANDRIT DANIEL BAMBANG Ph.D , menjelaskannya sebagai berikut [3] ) :
Melalui sifat-sifat Allah yang dinyatakan melalui pernyataan Diri-Nya, itulah kita dapat mengerti keberadaan Allah itu terutama dalam hubungan-Nya dengan makhluq-Nya, terlebih-lebih kepada manusia dan lebih khusus lagi kepada ummat yang beriman kepada-Nya .
Terlepas dari perbedaan konsep dengan Islam tentang “ PERNYATAAN DIRI “ Tuhan , maka apa yang dinyatakan tokoh Gereja Orthodoks Syria ini , secara letterlijk dan umum dapat dikatakan sama dengan ajaran Islam. ALLAH AL QUR’AN DAPAT DIKENAL MELALUI TANDA-TANDA, SIFAT-SIFAT DAN TINDAKAN-NYA. Bukan dikenal dengan melihat Diri-Nya/Zat-Nya/Substansi-Nya/Hakekat-Nya/Esensi-Nya karena hal itu tidak mungkin dilakukan. Begitu banyak dalam ayat Al Qur’an yang menyebutkan TANDA-TANDA keberadaan ALLAH AL QUR’AN, tanda-tanda ke-Maha-Kuasaan-Nya dan pernyataan-pernyataan tentang sifat-Nya. Dan dengan mengetahui dan mengkaji TANDA-TANDA dan SIFAT-SIFAT-NYA, Kaum Muslimin SANGAT MENGENAL TUHAN-nya yang diwujudkan dengan dzikir dan do’a penuh kontemplatif. Oleh karena betapa ngawurnya Eja Kalima yang berkata : “ Muslim tidak pernah mengenal Tuhan Elohim yang berkorban bagi umat-Nya . Jangan menyodokkan dogma Kristen yang dianut untuk menilai keprcayaan Islam .
Juga kengawuran Eja Kalima terlihat pada pernyataannya : “ Allah dianggap telah Maha Rahim oleh teman-teman Muslim karena Ia telah memberikan hujan , embun, sinar, udara dan lain-lain secara gratis, yang oleh para Kristiani lebih dianggap sebagai tanggung jawab Tuhan Elohim , bukan Kasih yang berkorban ! “. Sebaiknya perlu ditanyakan dulu kepada Eja Kalima , apa yang anda maksudkan dengan sifat “ RAHIM “-Nya ALLAH AL QUR’AN menurut pandangan Islam ?. Kalau tidak tahu, sebaiknya Eja Kalima ini jangan asal berceloteh menggunakan istilah-istilah Islami dalam membandingkan sifat antara TUHAN ALKITAB dengan ALLAH ALQUR’AN . Sifat RAHIM-Nya ALLAH AL QUR’AN hanya diberikan kepada kaum Mu’min ( kaum Muslimin ) sedangkan sifat “ RAHMAN “ -Nya diperuntukkan untuk semua makhluq , manusia ( Muslim ataupun Kafir/Non Muslim ) , hewan dan tumbuh-tumbuhan . Dalam sifat Rahim-Nya Allah ini terkandung konsep keselamatan dalam Islam . Untuk pengetahuan bagi Eja Kalima supaya tidak asal bunyi , berikut disajikan hadist tentang KESELAMATAN DALAM ISLAM [4] ):
Dari Abu Musa ra , katanya , Rasulullah SAW bersabda : ‘ Kelak di hari kiamat, Allah Ta’ala mendorong setiap orang Yahudi atau Nasrani ke hadapan setiap kaum Muslimin , lalu firman-Nya : “ Inilah tebusanmu dari api neraka “.
Dari Abu Burdah dari bapaknya ra , dari Nabi SAW , sabdanya : “ Di hari kiamat kelak , manusia Muslim akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung . Lalu diampuni Allah dosa-dosanya, kemudian dibebankan-Nya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani “.
Jadi sifat Rahim-Nya Allah khusus diperuntukkan kepada kaum Mu’minin/Kaum Muslimin dan tidak diperuntukkan bagi non Muslim . Dalam sifat Rahim-Nya ini terkandung KESELAMATAN dalam Islam. Ini dari sisi pandangan iman Islam. Lalu bagaimana Eja Kalima bisa menafikan keselamatan dalam Islam ? Selanjutnya mengenai sifat “ RAHMAN “-Nya Allah ditunjukkan dengan pemberian rahmat kepada makhluq-Nya baik muslim ataupun kafir, semuanya memperoleh rahmat Allah. Dalam implementasi rahmat-Nya, Allah SWT menyediakan semua sarana bagi makhluq-Nya, agar makhluq-Nya dapat bereksis-tensi di atas bumi ini sehingga bisa diketahui siapa yang bertaqwa dan yang tidak bertaqwa .
Mengenai pelimpahan rahmat oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia tanpa memandang beriman atau kafirnya manusia , baik dan jahatnya manusia sebenarnya ditegaskan pula dalam Alkitab/Bibel . Hal ini dapat dibaca ayat Matius 5 : 45 berikut :
….. karena IA menerbitkan matahari-Nya bagi orang jahat dan yang baik dan Ia menurunkan hujan ke atas oaring yang benar dan yang tidak benar
Dan itu bukan soal diberi gratis atau tidak seperti yang dibahasakan secara ngawur oleh Eja Kalima . Dan ummat Islam tidak akan mengukur semua pemberian Allah SWT sebagai TANGGUNG JAWAB Allah SWT karena tidak ada haq makhluq meletakkannya sebagai TANGGUNG JAWAB Allah SWT. Islam memahaminya sebagai sarana yang diperlukan manusia untuk mengelola bumi dalam tugasnya sebagai khalfatullah fil ardhi . Sekali lagi sebaiknya Eja Kalima ini membaca dulu bagaimana ajaran Islam tentang semua ini sebelum memberi penilaian dan pandangan. Jangan langsung menilai dari kaca mata dogma Kekristenannya .
[1] ). Dr.C. Groenen Ofm , SEJARAH DOGMA KRISTOLOGI , hal. 35-38
[2]). Akhrimandrit Daniel Bambang Ph.D , ALLAH TRITUNGGAL , hal. 74
[4] ) HSH. Muslim No. 2373 dan No. 2374 . Menyimak hadist ini , dari pandangan iman Islam , penulis berharap nanti di hari kiamat , Eja Kalima ini yang menerima dosa-dosa penulis . Biar ditanggungnya yang menyebabkan semakin terjermbabnya dalam neraka jahannam .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar