KONSEP TRINITAS , BUKTI NGAWURNYA MANUSIA
ATAS KEESAAN ALLAH ( 5 )
SALAH MERINCIKAN TIGA OKNUM ALLAH DALAM AL QUR’AN
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima berkata :
Kesalahan kedua, datang dari para penafsir ketika mereka salah merincikan SIAPA 3 OKNUM ALLAH yang dimaksudkan oleh Quran . Di manapun , Muhammad tidak pernah berkata bahwa “ TUHAN ITU TIGA “ adalah : BAPA, ANAK, dan ROHKUDUS seperti yang diimani orang Kristen . Berdasarkan Quran , para penafsir mengalami kesulitan untuk tidak menyertakan Maria dalam 3 Tuhan tersebut ! Dan ini merupakan kesalahan yang menyedihkan karena mengoreksi suatu “ TRINITAS SPIRITUAL “ yang tidak dipahaminya sendiri dengan berspikulasi tentang sutau “ TRINITAS BIOLOGIS “ ( Bapa plus Istri plus Anak ).
Padahal di manapun, Kristianitas tidak pernah “ men-istrikan “ atau “ men-tuhankan “ Maria . Karena tidak kena mengena dengan Kristianitas maka tuduhan ini sebaiknya kita kembalikan kepada empunya tuduhan dengan mempertanyakan balik : “ Ahli Kitab ( Kristen dan Yahudi ) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA ? Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu ? Dan Allah manakah yang dituduh ber-ANAK karena ber-ISTRI ?
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Pertanyaannya : “ SIAPA 3 OKNUM ALLAH yang dimaksud oleh Al Qur’an “ sehingga Eja Kalima menuduh penafsir Al Qur’an telah salah merincikannya ? . Eja Kalima melempar pernyataan seperti itu tetapi tanpa menjelaskan , bagaimana pernyataan Al Qur’an tentang “ 3 OKNUM ALLAH “ itu dan bagaimana pula rincian penafsir Al Qur’an terhadap “ 3 OKNUM ALLAH “ sehingga dikatakan oleh Eja Kalima : “Kesalahan kedua , datang dari para penafsir ketika mereka salah merincikan SIAPA 3 OKNUM ALLAH yang dimaksudkan oleh Quran “. Jika benar-benar hendak menjamu ummat Islam , sajikanlah “ makanan “ yang jelas, jangan samar-samar, jangan kabur dan jangan asal melempar pernyataan .
Eja Kalima berkata : “Muhammad tidak pernah berkata bahwa “ TUHAN ITU TIGA “ adalah : BAPA , ANAK, dan ROHKUDUS seperti yang diimani orang Kristen “. Kalau begitu apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW tentang TUHAN-nya orang Kristen ? Mengapa tidak diungkapkan ? Mengapa harus menyaji-kan pernyataan yang kabur dan samar-samar ? Memang Nabi Muhammad SAW tidak pernah satu kalipun merinci tentang ‘ TIGA OKNUM “ Tuhan yang disembah penganut Kristen baik melalui hadist maupun melalui ayat Al Qur’an yang diwahyukan kepada beliau. Al Qur’an hanya menegaskan “ INNALLAAHA TSAA-LITSU TSALAA-TSATIN “yang diterjemahkan: “SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH YANG KETIGA DARI YANG TIGA “. ( Qs. 5 : 73 ) di mana terjemahan dari Yusuf Ali : “ SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH YANG KETIGA DARI TRINITAS “. Kata “ ALLAH “ ini sama dengan “ BAPA “ menurut dogma Kristen. Dan fakta memang menunjukkan bahwa “ BAPA “ adalah salah satu dari TIGA OKNUM PENYUSUN TRINITAS [1]). Eja Kalima menghubungkan ayat Qs. 5 : 73 ini dengan ayat Qs. 5 : 116 yang terjemahannya sebagai berikut :
Dan ( ingatlah ) ketika Allah berfirman : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu menga-takan kepada manusia : " Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? ". Isa menjawab : " Maha Suci Engkau , tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku ( mengatakannya ). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."
Oleh karena dalam ayat Qs. 5 : 116 ini ada kalimat pertanyaan Allah SWT kepada Nabi Isa Al Masih as ( Yesus Kristus ) : “ Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? " lalu orang pun berfikir ( - terutama penganut Kristen - ) bahwa “ TRINITAS “ yang dipahami Al Qur’an adalah : BAPA - ANAK ( YESUS ) - MARYAM . Padahal Al Qur’an tidak pernah merinci “ KETIGAAN TUHAN “ yang disebutkan . Tetapi Al Qur’an menunjuk kepada adanya kepercayaan kepada ” TRINITAS ” ( - menurut kosa kata dewasa ini - ) . Lalu bagaimana menyatakan ayat Qs. 5 : 116 ini sebagai konsep TRINITAS yang dipahami Al Qur’an dalam kaitannya dengan ayat Qs. 5 : 73 yang berbicara tentang “ KETIGAAN TUHAN “ di mana ALLAH (- menurut dogma Kristen disebut : BAPA - ) ? Ini merupakan ekstrapolasi yang berlebihan . Ayat Qs. 5 : 73 berbicara tentang konsep TRINITAS secara umum , tanpa rincian siapa saja OKNUM TUHAN yang menyusun KETIGAAAN TUHAN ini menjadi TUHAN YANG ESA . Bisa saja : BAPA-ANAK –ROH KUDUS , bisa BAPA-ANAK – MARYAM dan bisa pula dengan bentuk rincian Oknum Tuhan yang lainnya . Sedangkan ayat Qs. 5 : 116 berbicara tentang YESUS dan MARYAM ibunya telah dijadikan sebagaiTUHAN YANG DISEMBAH . Dua pernyataan yang tidak harus dikaitkan yaitu antara keper-cayaan TRINITAS dalam Kristen tentang BAPA-ANAK-ROHULKUDUS dengan PENUHANAN TERHADAP YESUS DAN MARYAM . Artinya penuhanan terhadap Yesus dan Maryam tidak harus diteropong dengan TRINITAS yang dipercayai Kristen. Oleh karena itu kita dapatkan salah paham yang parah dari penganut Kristen yang mengatakan bahwa ” TRINITAS ” yang disebut Al Qur’an : ALLAH BAPA – ANAK – MARYAM tidak terkait dengan TRINITAS yang menjadi dogma Kristen : BAPA – ANAK-ROH KUDUS , dan Al Qur’an tidak mengetahui makna TRINITAS ajaran Kristen . Padahal Al Qur’an tidak pernah menyatakan TRINITAS itu adalah : BAPA-ANAK- MARYAM . Salah paham yang demikian ini seringkali kita jumpai dalam tulisan-tulisan penganut Kristen . Sehubungan dengan masalah PENUHANAN KEPADA MARYAM dalam ayat Qs. 5 : 116 Geoffrey Parrinder menulis [2] ) :
Selanjutnya pengangkatan Maryam sebagai Tuhan sepertinya menunjuk kepada praktek kaum sesat. Para komentator Kristen seringkali melihat ayat ini sebagai INDIKASI BAHWA TRINITAS TELAH DIPANDANG SEBAGAI SEBUAH KESA-TUAN DARI : BAPAK – IBU DAN ANAK , sebuah keluarga suci. Tetapi maksud ayat Qur’an ini TIDAK HARUS ITU ; ia hanya SEBUAH BANTAHAN TERHADAP PRAKTEK YANG DIBENCI OLEH MONOTEIS MANA PUN
…………………………………………………………………………………………………............
Dalam beberapa abad paling awal, di Arabia telah muncul sejumlah orang ( dikenal dengan ANTIDICOMARIANITES ) yang melakukan protes terhadap ide keabadian virginitas Maryam. Tetapi terdapat juga beberapa bentuk pemujaan, sebagiannya SEMI PAGAN yang mengagungkan Maryam dengan cara yang tidak pantas.
Kaum COLLYRIDIAN, sebuah sekte wanita Arab abad ke empat mempersembah-kan kepada Maryam sejumlah roti seperti yang mereka lakukan kepada IBU BUMI YANG MULIA pada zaman pagan …………… Kritik Qur’an mungkin lebih tepat ditujukan kepada aliran sesat ini . Ia memberi dukungan untuk menentang MARIOLATRY , sementara pada saat yang sama , ia juga mengenal pentingnya kedudukan Maryam sebagai wanita pilihan Tuhan untuk melahirkan Yesus .
Jelas sekali , ayat Qs. 5 : 116 tidaklah dimaksudkan merinci TIGA OKNUM TUHAN yaitu : BAPA – ANAK-MARYAM sebagai TRINITAS yang diungkapkan dengan kalimat “ INNALLAAHA TSAA-LITSU TSALAA-TSATIN “ dalam ayat Qs.5 : 73 yang diterjemahkan dengan : “ SESUNGGUHNYA ALLAH ADALAH YANG KETIGA DARI YANG TIGA “. Pernyataan ayat Qs. 5 : 116 hanya terbatas pada fakta adanya kepercayaan yang menuhankan Maryam , tidak dalam konteks TRINITAS .
Oleh karena itu , betapa ngawurnya Eja Kalima ketika berkata : “ Para penafsir mengalami kesulitan untuk tidak menyertakan Maria dalam 3 Tuhan tersebut ! Dan ini merupakan kesalahan yang menyedihkan karena mengoreksi suatu “ TRINITAS SPIRITUAL “ yang tidak dipahaminya sendiri dengan berspikulasi tentang suatu “ TRINITAS BIOLOGIS “ ( Bapa plus Istri plus Anak ) “. Tidak ada penafsir Al Qur’an yang kesulitan menyertakan Maria dalam Trinitas ketika mengoreksi ” TRINITAS SPIRITUAL ” ( istilah baru dari Eja Kalima ) karena dalam kritik Al Qur’an terhadap TRINITAS, tidak pernah merincikan bahwa TRINITAS itu terdiri dari BAPA- ANAK- MARYAM . Yang demikian itu hanyalah penafsiran penganut Kristen atas ayat Qs. 5 : 116 lantara ” pertanyaan ” Allah kepada Nabi Isa Al Masih as . (Yesus Kristus ) : ” Dan ( ingatlah ) ketika Allah berfirman : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : " Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ? ". Dan tidak ada “ kesalahan yang menyedihkan “ dari ayat Al Qur’an ketika menegaskan “ pertanyaan “ Allah kepada Nabi Isa Al Masih as ( Yesus Kristus ) tersebut karena pernyataan ini tidak ada hubungannya dengan TRINITAS tetapi menunjuk kepada adanya manusia yang mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan juga adanya manusia yang mempercayai Maryam sebagai Tuhan . Cuma itu ! Fakta memang menunjukkan bahwa YESUS TELAH DIJADIKAN TUHAN OLEH PENGANUT KRISTEN ! Begitu pula justru ada aliran Kekristenan yang menjadikan Maryam sebagai Tuhan , sebagaimana yang diakui oleh Geoffrey Parrinder . Oleh karena itu , tidak ada penafsir Al Qur’an yang kesulitan menyertakan Maria dalam Trinitas ketika mengoreksi ” TRINITAS SPIRITUAL ” karena tidak pernah berfikir bahwa TRINITAS yang dipercaya penganut Kristen terdiri dari : BAPA-ANAK-MARYAM . Dan juga tidak ada “ kesalahan yang menyedihkan “ dari ayat Al Qur’an ketika menegaskan “ pertanyaan “ Allah kepada Nabi Isa Al Masih as (Yesus Kristus) : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : " Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? " karena ” pertanyaan ” Allah tersebut tidak dimaksudkan merinci TRINITAS yang dipercaya penganut Kristen ( yaitu : BAPA_ANAK –ROH KUDUS ) . Justru yang ada ialah KENGAWURAN PENGANUT KRISTEN YANG MEMAHAMKAN ayat Qs. 5 :116 sebagai RINCIAN OKNUM TUHAN DALAM TRINITAS tetapi bertentangan dengan TRINITAS yang diimani penganut Kristen sehingga menganggap para Penafsir Al Qur’an mengalami kesulitan untuk tidak menyetakan Maryam dalam TRINITAS . Geoffrey Parrinder telah mengungkapkan fakta adanya sekte Kristen semi pagan yang menjadikan Maryam sebagai sesembahan . Dan hal ini memperjelas masalah penuhanan terhadap Maryam di mana tidak harus dikaitkan dengan TRINITAS. Justru sekarang yang mengalami kesulitan untuk tidak memasukkan Maryam dalam TRINITAS adalah kalangan Kristen sendiri ketika fakta menunjukkan adanya sekte Kristen yang menjadikan Maryam sebagai Tuhan . Tentu penganut Kristen tidak mau memasukkan Maryam dalam TRINITAS, karena yang demikian bukan kepercayaannya. Tetapi paling tidak , adanya sekte Kristen yang menjadikan Maryam sebagai Tuhan di samping sekte Kristen yang menolak penuhanan Maryam, hanya menunjukkan betapa kepercayaan tentang TRINITAS itu bukanlah satu kepercayaan yang satu dan diterima oleh semua sekte Kristen. Oleh karena itu pernyataan Eja Kalima tersebut hanyalah menunjukkan ketidak-tahuannya tentang sejarah agama Kristen, dan lucunya ketidak-tahuannya ini disajikan dalam merespon dan mengo-mentari ayat-ayat Al Qur’an ( Qs. 5 : 73 dan Qs. 5 : 116 ). Perilaku demikian hanya menunjukkan kebodohan . Dan kebodohan yang sama telah ditunjukkan pula oleh si Apologist Kristen Kamil Mukamil dengan pernyataannya [3] ):
Sepanjang 114 Surat dalam Quran , memang tidak tersurat ataupun tersirat dimanapun bahwa Roh Kudus arau Ruhulqudus itu adalah OKNUM atau MODUS TUHAN , melainkan umumnya dimaksudkan sebagai MALAIKAT JIBRIL. Tentu saja ” TRINITAS ” yang memasukkan MALAEKAT JIBRIL dan oknum MARIA sebagai ILAHI akan menghasilkan ALLAH CATUR TUNGGAL atau PENTATUNGGAL , dan hal ini jauh daripada apa yang pernah dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani manapun ( lihat Kis. 1 : 14 ) [4] ) . Sehingga biar dikutak-kaitik seperti apapun, tidaklah mungkin ” TRINITAS ” -nya pengkritik adalah sama dengan TRINITAS-nya Kristianitas .
Pernyataan si Apologist Kristen Kamil Mukamil tidak berujung , tidak berpangkal sehingga kita tidak tahu apa dan kepada siapa sasaran pernyataannya itu ditujukan. Apakah kepada sesama Kristen ataukah kepada ummat Islam ( Kaum Muslimin ). Tetapi karena sasaran apologi yang disajikannya ditujukan kepada ummat Islam (Kaum Muslimin ) maka tidak bisa tidak pernyataan apologinya diatas pasti ditujukan kepada Ummat Islam ( Kaum Muslimin ). Justru karena itulah maka pernyataannya tersebut menjadi tidak berujung dan tidak berpangkal. Dasar pandangan si Apologist Kristen sehinggal muncul pernyataannya tersebut adalah :
- Si Apologist Kristen Kamil Mukamil telah mematok bahwa Al Qur’an memiliki pandangan tentang ” TRINITAS ” yang dikritik yaitu TRINITAS yang terdiri dari BAPA – ANAK dan MARYAM berdasarkan penafsiran dan pemahamannya menurut dogma Kristennya atas ayat Qs. 5 : 116 yang mengungkapkan ” pertanyaan ” Allah kepada Nabi Isa Al Masih as : ” Dan ( ingatlah ) ketika Allah berfirman : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ? " . Sedangkan TRINITAS iman Kristen menyatakan bahwa Tuhan terdiri tiga Oknum yaitu : BAPA, ANAK dan ROH KUDUS , yang tentu saja tidak dikritik Al Qur’an .
- Menurut si Apologist Kristen Kamil Mukamil dan begitu pula penganut Kristen lainnya , ROH KUDUS itu bukan JIBRIL ( GABRIEL ).
- Si Apologist Kristen Kamil Mukamil mengakui : ” Sepanjang 114 Surat dalam Quran , memang tidak tersurat ataupun tersirat dimanapun bahwa Roh Kudus atau Ruhulqudus itu adalah OKNUM atau MODUS TUHAN , melainkan umumnya dimaksudkan sebagai MALAIKAT JIBRIL ”. Memang demikian , karena yang dimaksud dengan Roh Kudus dalam Al Qur’an adalah MALAIKAT JIBRIL.
Sehubungan dengan pernyataan si Apologist Kristen Kamil Mukamil : ” Tentu saja ’ TRINITAS ’ yang memasukkan MALAEKAT JIBRIL dan oknum MARIA sebagai ILAHI akan menghasilkan ALLAH CATUR TUNGGAL atau PENTATUNGGAL , dan hal ini jauh daripada apa yang pernah dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani manapun ” ? maka menjadi pertanyaan, atas dasar apa sehingga si Apologist Kristen memberi pernyataan demikian , dan siapakah yang memasukkan MALAEKAT JIBRIL dan oknum MARIA sebagai ILAHI dalam TRINITAS sehingga akan menghasilkan ALLAH CATUR TUNGGAL atau PENTATUNGGAL tersebut ? Apakah ummat Islam ( kaum Muslimin ) ? Pertanyaan ini harus dijawab oleh si Apologist Kristen Kamil Mukamil supaya tidak dikatakan ngawur dan bodoh akibat pernyataannya tersebut . Untuk disadari oleh si Apologist Kristen, Ummat Islam ( Kaum Muslimin ) tidak pernah membenarkan TRINITAS model apapun termasuk TRINITAS model : BAPA-ANAK- ROH KUDUS dan tidak pernah memahamkan TRINITAS yang dipercaya penganut Kristen dengan TRINITAS model : BAPA-ANAK- MARYAM seperti yang dikhayalkan si Apologist Kristen Kamil Mukamil dan penganut Kristen lainnya yang dikritik Al Qur’an . Tidak mungkin ummat Islam (Kaum Muslimin) akan ” memasukkan MALAEKAT JIBRIL dan oknum MARIA sebagai ILAHI akan menghasilkan ALLAH CATUR TUNGGAL atau PENTATUNGGAL ” sebagai bentuk TRINITAS yang diimani penganut Kristen. Oleh karena itu betapa tidak benarnya pernyataan si Apologist Kristen Kamil Mukamil : ” Sehingga biar dikutak-kaitik seperti apapun, tidaklah mungkin ” TRINITAS ”-nya pengkritik adalah sama dengan TRINITAS-nya Kristianitas ”.
Selanjutnya , Eja Kalima berkata : “ Padahal di manapun , Kristianitas tidak pernah “ men-istrikan “ atau “ men-tuhankan “ Maria “. Pernyataan Geoffrey Parrinder yang dikutipkan di atas telah menunjukkan ketidak-benaran pernyataan apologi Eja Kalima ini . Bagaimana Eja Kalima bisa berkata : “Padahal di manapun, Kristianitas tidak pernah “ men-istrikan “ atau “ men-tuhankan “ Maria “ padahal menurut Geosffrey Parrinder mengungkapkan bahwa ada sekte Kristen, khususnya di Arabia yang menjadikan Maria sebagai Tuhan .
Berikutnya Eja Kalima berkata : “ Karena tidak kena mengena dengan Kristianitas maka tuduhan ini sebaiknya kita kembalikan kepada empunya tuduhan dengan mempertanyakan balik : “ Ahli Kitab ( Kristen dan Yahudi ) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA ? Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu ? Dan Allah manakah yang dituduh ber-ANAK karena ber-ISTRI ? “.
Pertanyaan Eja Kalima ini perlu diluruskan dulu. Sangatlah tidak tepat mengaitkan Yahudi sebagai penyembah TIGA TUHAN karena penganut agama Yahudi adalah MONOTHEIS MUTLAK seperti halnya Islam dan tidak memiliki konsep TUHAN TRINITAS yang lucu seperti yang dipercaya penganut Kristen . Oleh karena itu pertanyaan Eja Kalima : ” “ Ahli Kitab ( Kristen dan Yahudi ) manakah yang dituduh menyembah TUHAN ITU TIGA ? ” sangat jelas jawabannya yaitu : PENGANUT KRISTEN ! . Kemudian pertanyaan Eja Kalima : ” Siapakah tuhan-tuhan yang tiga itu ? ” harusnya ditanyakan kepada sekte-sekte Kristen yang mempercayainya, jangan ditanyakan kepada jemaat gereja Unitarian, kelompok Modernisme, Saksi Yehovah dan sejenisnya, apalagi kepada ummat Islam. Namun jika Eja Kalima belum mengetahuinya, baiklah pertanyaan itu dijawab bahwa TIGA TUHAN itu adalah : BAPA, YESUS ( ANAK ) dan ROH KUDUS !. Ini sesuai dengan kepercayaan ortodoksi Kristen , sedangkan Al Qur’an tidak pernah merinci tentang TIGA OKNUM TUHAN yang dipercayai penganut Kristen. Al Qur’an hanya menyebut : ALLAH ADALAH YANG KETIGA DARI YANG TIGA ( TRINITAS ) dan KAFIRLAH ORANG MENGATAKAN AL MASIH ITU ALLAH . Oleh karena itu , pernyataan Eja Kalima ini seperti mengingkari fakta yang ada di kalangan Kristen sendiri .
Berkenaan dengan ayat Qs. 5 : 116 ini secara khusus akan diberikan tanggapan atas apologi si Apologist Kristen Kamil Mukamil yang menulis demikian [5] ):
Di sini , seolah tampak bahwa Allah sedang ” menegor ” atau ” pura-pura menegor ” ( karena Allah Mahatahu ) untuk mendapatkan pengakuan langsung dan telak dari mulut Isa sendiri kalau-kalau Isa ada mengajarkan ” ajaran sesat ” yang mentuhankan dirinya dan ibunya . Ternyata Isa menegaskan bahwa itu bukan bagian dari ajrannya . malahan Isa melengkapi bahwa kalau ia pernah mengajarkan hal itu , pastilah juga Tuhan mengetahuinya . Jadi seolah terkonfirmasilah maksud Allah untuk disampaikan kepada manusia bahwa selama misi kenabian Isa , ia tidak pernah menyebarkan ajaran yang mentuhankan dirinya dan diri ibunya .
SIAPA BIANGNYA ? Pertanyaan segera timbul : Kalau ” pentuhanan Isa ” bukan bersumber dari Isa, lalu siapakah yang mengajarkan ” ajaran sesat ” yang tidak dikehendaki Allah itu ? Siapakah yang menggencarkan ajaran ini di tengah-tengah periode di mana Isa sedang gencar-gencarnya memberitakan prinsip ajaran TAUHID yang menajiskan semua bentuk-bentuk yang mempersekutukan Tuhan ? Ada 2 antagonisme yang muncul di sini .
Pertama , Siapakah tokoh ajaran sesat itu ? Yahya Pembaptiskah ? Tentu tidak , karena ia nabi yang diagungkan dalam Quran sendiri . Atau pengikut-pengikut dan murid-murid Isa-kah ? Juga tidak , karena mereka adalah kelompok yang dibenarkan dalam Quran . Orang-orang Farisi atau ahli Taurat-kah ? Tidak juga , karena mereka ini justru yang paling getol mengganyang siapa-siapa yang menghujat Allah dengan mentuhankan manusia . Musuh-musuh Isa-kah Tentu tidak mungkin , sebab pendewaan Isa dan Maryam hanyalah mungkin dilakukan oleh pemuja-pemuja dan bukan oleh musuh-musuhnya .
TIDAK TERLACAK . Jadi, dari seluruh jajaran masyarakat Yahudi di kala itu , tidak akan bisa ditemukan kecocokannya untuk mentuhankan Isa dan Maryam JIKALAU benar Isa telah menyangkal keilahiannya dan Maryam . Maka orang akan bertanya-tanya bagaimanakah Al Maidah 116 ini harus ditafsirkan bilamana tidak ada pihak yang kena mengena untuk ” ditegor ” oleh Allah pada masa itu .
Kedua , Dengan atau tanpa jawaban Isa , Allah tahu persis bahwa Isa dan pengikut-pengikutnya yang Nasarani itu adalah mengikuti ajaran TAHUHID . Da Injil yang ada di sisi mereka adalah INJIL ISLAMI. Itu sebabnya kaum Nasrani dianggap paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman ( Qs. 61 5 : 82 ). Dan dijadikan mereka di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat ( Qs. 3: 55). Bahkan Injil mereka selalu dibenarkan dan pengkut-pengikutnya dijadikan para pemenang ( Qs. 61 : 14 ). Tetapi nyatanya Allah juga melaknati orang-orang Nasrani karena merekalah yang dinyatakan berkata : ” Al Masih itu putera Allah ” ( Qs. 9 : 30 ). Antagonisme yang berputar-putar ini sungguh tidak mudah dijernihkan dengan fakta-fakta ............ Padahal kepercayaan sesat yang satu ini tidak mungkin terjadi pada masa hidupnya Isa ketika dikonfrontasikan dengan pertanyaan / ” tegoran ” Allah itu . Dan bila dikatakan bahwa tegoran itu dimaksudkan untuk diajukan kepada umat Kristen pada hari Kebangkitan kelak , maka sekarang sudah boleh menjawab bahwa tidak ada seorang Kristen-pun yang bisa ditegor bahwa mereka meng-allah-kan Isa dan Maryam di samping Allah karena iman Kristen tidak mentrinitaskan Allah, Isa dan Maryam. Bagaimana mungkin tegoran Allah yang Maha Tahu itu dijatuhkan kepada mereka yang tidak ada kaitannya dengan tegoran tersebut ?
Apologi si Apologist Kristen Kamil Mukamil ini sungguh sangat menyesatkan. Penyesatan pertama, karena dalam menggali mengenai siapa yang mengajarkan KESESATAN PENUHANAN TERHADAP YESUS, si Apologist Kristen Kamil Mukamil hanya melihat pada kurun waktu Yesus menjalankan misi ajarannya dan tidak melihat kurun waktu sesudah Yesus pergi ( - yaitu menurut Alkitab/Bibel : sesudah mati tersalib, lalu dikuburkan selama tiga hari tiga malam kemudian naik ke surga - ) dan juga hanya berfokus kepada Al Qur’an dan tidak melihat kepada Alkitab/Bibel yang mengungkapkan ajaran PENUHANAN YESUS . Jika si Apologist Kristen Kamil Mukamil melihat pada kurun waktu pasca ” penyaliban dan kebangkitan ” Yesus, tidak bisa tidak si Apologist Kristen Kamil Mukamil akan mengetahui sekali bahwa YANG MENGAJARKAN PENUHANAN YESUS adalah PAULUS ! Nama PAULUS tiba-tiba muncul dalam Perjanjian Baru melalui Kisah Rasul-Rasul karangan Lukas muridnya Paulus dan surat-surat kiriman yang ditulis atau diduga ditulis oleh Paulus, sedangkan dalam Injil-Injil Kanonik yang diklaim ditulis murid-murid Yesus, nama PAULUS tidak disebut sama sekali. Inilah bentuk penyesatan yang dilakukan si Apologist Kristen Kamil Mukamil. Mengapa hanya melihat pada periode Yesus menjalankan misi ajarannya dan tidak mau melihat periode sesudahnya jika benar-benar ingin mengetahui siapa yang mengajarkan KESESATAN PENUHANAN YESUS ini ? Oleh karena itu, menyebut-nyebut ” YAHYA PEMBAPTIS ” – ” PARA MURID UTAMA YESUS ” dan ” ORANG-ORANG YAHUDI ” dalam melacak siapa yang mengajarkan KESESATAN PENUHANAN YESUS , tidak lebih dari sebuah kamuflase semata dan satu kepura-puraan. Tentu YAHYA PEMBAPTIS bukan tokoh yang harus dilacak sebagai orang yang mengajarkan KESESATAN PENUHANAN YESUS , karena Yesus baru melaksanakan misi ajarannya SETELAH YAHYA DITANGKAP DAN DIMASUKKAN KE DALAM PENJARA OLEH HERODES sehingga tidak mungkin Yahya bisa mengetahui sepak terjangnya Yesus dalam melaksanakan misi ajarannya . Ini menurut ayat Matius 4 : 12-17 yang dikutipkan berikut [6] ) :
Setelah didengar oleh Yesus bahwa YAHYA SUDAH TERTANGKAP , baliklah ia ke tanah Galilea. Maka ditinggalkannya negeri Nazaret, lalu masuk dan dia di dalam jajahan Zebulon dan Naftali, supaya sampailah sabda nabi Yesaya , demikian : ” Tanah Zebulon dan tanah Naftali yang di sebelah jalan ke tasik di seberang Yarde yaitu Galilea, tanah orang kafir . Maka kaum yang diam di dalam gelap telah melihat terang-menerang dan bagi orang sekalian yang diam di tanah bayang-bayang maut , terbitlah terang ”. SEMENJAK ITU MULAILAH YESUS MENGAJAR , serta berkata : ” Bertobatlah kamu karena kerajaan surga sudah dekat ”.
Oleh karena ketika Yesus mulai melaksanakan misi pengajarannya, Yahya Pembaptis sudah tertangkap dan ada dalam penjara sehingga Yahya Pembaptis tidak tahu menahu dengan pengajaran Yesus dan ini tidak memungkinkan adanya kesempatan bagi Yahya Pembaptis untuk mengintervensi pengajaran Yesus dengan mengajarkan KESESATAN PENUHANAN YESUS . Apalagi Yahya Pembaptis adalah seorang Nabi yang dimuliakan sebagaimana yang diungkapkan baik oleh Al Qur’an ataupun oleh Alkitab/Bibel, sehingga tidak mungkin mengajar-kan KESESATAN PENUHANAN KEPADA MANUSIA khususnya kepada Yesus sekalipun ada kesempatan untuk itu dan hanya mengajarkan PENUHANAN KEPADA ALLAH SWT.
Begitu pula para murid utama Yesus , tidak mungkin mengajarkan sesuatu yang bertentangan ajaran gurunya (Yesus Kristus) khususnya yang berkenaan dengan PENUHANAN YESUS. Juga orang-orang Yahudi (- para Imam, orang-orang Parisi, para Tetua Yahudi dan masyarakat Yahudi umumnya -) tidak mungkin mengajarkan PENUHANAN YESUS yang justru mereka musuhi . Dengan memfokus pada periode waktu sebelum ” perginya ” Yesus , sedangkan si Apologist Kristen Kamil Mukamil menyadari dan tahu sekali ada ketidak-mungkinan PENUHANAN YESUS berlangsung pada periode waktu tersebut, maka sesungguhnya si Apologist Kristen Kamil Mukamil telah melakukan penyesatan dengan pernyataan apologinya tersebut. Tapi anehnya, si Apologist Kristen Kamil Mukamil mengakui bahwa PENUHANAN YESUS sebagai kepercayaan yang muncul pasca ” perginya ” Yesus : ” Padahal kepercayaan sesat yang satu ini tidak mungkin terjadi pada masa hidupnya Isa ketika dikonfrontasikan dengan pertanyaan / ” tegoran ” Allah itu ”. Jika demikian , mengapa tidak dibahas munculnya PENUHANAN YESUS ini pada periode waktu sesudah Yesus , yang berpuncak pada Konsili Nikea tahun 325 M ketika Yesus dilantik sebagai Tuhan setelah meliwati pertarungan yang cukup lama antara sekte Kristen yang menolak TRINITAS dengan sekte Kristen yang menerima TRINITAS ?. Ada ketidak-jujuran dalam pernyataan apologi si Apologist Kristen Kamil Mukamil.
Penyesatan yang kedua dari si Apologist Kristen Kamil Mukamil dengan pernyataannya tersebut yaitu hanya berfokus kepada Al Qur’an dan mencari pembenaran tentang TRINITAS dengan memberi pemahaman yang menyimpang atas ayat-ayat Al Qur’an tetapi tidak melihat kepada Alkitab/Bibel yang mengungkap penentangan terhadap ajaran PENUHANAN YESUS. Dan juga tidak memperhatikan adanya sekte Kristen yang menolak mempertuhankan Yesus berdasarkan ayat-ayat Alkitab/Bibel. Lebih tepat jika si Apologist Kristen Kamil Mukamil ini membahas dulu ayat-ayat Alkitab/Bibel yang dijadikan rujukan oleh sekte Kristen yang menolak PENUHANAN YESUS daripada membawa-bawa ayat Al Qur’an yang dipahami secara menyimpang untuk membenarkan dogma Kristen tentang PENUHANAN YESUS .
Itulah dua bentuk penyesatan yang dilakukan si Apologist Kristen Kamil Mukamil dengan pernyataannya tersebut . Dan berikut ini akan dibahas bentuk penyesatan kedua yang terkait dengan ayat-ayat Al Qur’an yang dipakainya sebagai dalil untuk membenarkan PENUHANAN YESUS . Itu dilakukannya untuk menyanggah ummat Islam ( Kaum Muslimin ) yang menolak dan melihat TRINITAS sebagai kepercayaan kafir . Sedangkan sanggahan atas pandangan sekte Kristen ( seperti Gereja Unitarian, Saksi Yehovah) yang juga menolak PENUHANAN YESUS , belum kita dengar .
Al Qur’an Qs. 5 : 116 yang mengungkap ” pertanyaan ” Allah SWT kepada Yesus ( Nabi Isa Al Masih as ) tentang penuhanan dirinya dan ibunya :
Dan (ingatlah ) ketika Allah berfirman : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?." Isa menjawab : " Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku ( mengatakannya ). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."
Allah Maha Tahu tentang segala sesuatunya sehingga adanya ” pertanyaan ” Allah : " Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : " Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ? " bukan menunjukkan ketidak-tahuan Allah SWT melainkan dimunculkan sebagai satu bentuk pengungkapan kesaksian Yesus ( Nabi Isa Al Masih as ) sendiri tentang keadaan yang telah terjadi tentang PENUHANAN YESUS . Si Apologist Kristen Kamil Mukamil memahamkan ayat Qs. 5 : 116 sebagai bentuk pernyataan penolakan terhadap ” TRINITAS ” dengan bentuk PENUHANAN YESUS DAN MARYAM di samping BAPA . Dan yang demikian ini menjadi pemahaman penganut Kristen dan para Orientalis , yang tidak mau mengkaji Al Qur’an secara menyeluruh dan jujur, sehingga muncullah pendapat-pendapat mereka, misalnya seperti yang dikemukakan Dr. F. Bakker :
Kitab Quran menyangkal TRITUNGGAL . Segera ternyata sekali bahwa Nabi Muhammad tidak tahu , apakah TRITUNGGAL itu menurut Alkitab.Di manapun tidak pernah Muhammad berkata tentang ALLAH : BAPA – ANAL dan ROH KUDUS ( yaitu yang diimani orang-orang Kristen sebagai OKNUM-OKNUM TRINITAS ) . Menurut gambaran Nabi Muhammad , orang Kristen menyembah : ALLAH – YESUS dan MARYAM .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar