Jumat, 06 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN

ALLAH AL QUR'AN DAN " ALLAH "ALKITAB ( 4 )
NAMA ” ALLAH  ” BUKAN NAMA HAKIKI PRIBADI-NYA .

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN 

Eja Kalima berkata :

Adapun nama “ ALLAH “ yang sama, tidak bisa dipakai sebagai bukti karena kita tahu bahwa itu hanyalah sebutan bahasa Indonesia/Arab dalam komunikasi masyarakat sehari-hari . Sama seperti sebutan “ TUHAN “,  itu bukan NAMA HAKIKI PRIBADI-NYA melainkan sebutan popular belaka. Bagaimanapun , nama hakiki Allah tentulah nama surgawi dengan unsur-unsur yang tidak mungkin dimampatkan dalam 26 abjad aksara ciptaan manusia  “.

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN  :
Itu urusan penganut Kristen yang telah  ” mencopet  ”  nama  ALLAH  dari  Islam  untuk menjadi kosa kata Kristen . Benar sekali  ketika Eja Kalima  berkata  : “ Adapun nama  “ ALLAH  “ yang sama, tidak bisa dipakai sebagai bukti karena kita tahu bahwa itu hanyalah sebutan bahasa Indonesia/Arab dalam komunikasi masyarakat sehari-hari “ !  Maksud Eja Kalima dengan pernyataannya : ” Adapun nama    “ ALLAH  “ yang sama, tidak bisa dipakai sebagai bukti ..... ” yaitu penggunaan yang sama tentang kata  ” ALLAH ” antara Islam dengan Kristen , tidak bisa dijadikan bukti bahwa Tuhan yang disembah oleh ummat Islam itu adalah juga Tuhan yang disembah oleh penganut Kristen . Perlu disadari oleh Eja Kalima bahwa penganut Kristen telah mengambil nama “ ALLAH “ dari Islam tetapi celakanya menerapkan pengertian “ ALLAH “ yang sangat berbeda  secara teologis karena sumber Islam menegaskan bahwa “ ALLAH “ adalah NAMA DIRI DARI TUHAN YANG MAHA KUASA , YANG MAHA ESA, sedangkan pihak Kristen yang mengadopsi nama “ALLAH “  tersebut, tetapi menerapkannya sebagai NAMA UMUM, yang artinya bisa dikenakan kepada siapa saja selain TUHAN YANG MAHA KUASA , YANG MAHA ESA .Jadi kalau Eja Kalima  berkata : "  Adapun nama    “ ALLAH  “ yang sama, tidak bisa dipakai sebagai bukti ..... " ya, yang demikian urusan penganut agama Kristen . Siapa yang suruh mengambil kosa kata Islam dan memberikan makna yang berbeda ?
Tetapi sangat tidak benar ketika Eja Kalima berkata : “ Sama seperti sebutan “ TUHAN “,  itu bukan NAMA HAKIKI PRIBADI-NYA melainkan sebutan popular belaka  “.  Itu pemahaman Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya yang memberi pengertian tentang nama “ALLAH “ sebagai NAMA UMUM, padahal Islam sebagai sumber pengambilannya dengan tegas menyatakan bahwa ALLAH ADALAH NAMA DIRI YANG HAKIKI , tidak seperti istilah “ TUHAN “ sebagai sebutan umum, yang bahasa Arabnya : RABB , ILAAH .
Sebagai tolok ukur tentang hal ini , Eja Kalima dipersilahkan membaca ayat 2 Yahya 5 : 20  : “ Maka inilah TUHAN YANG SEBENARNYA yaitu ALLAH  dan hidup yang kekal “. Ini berarti nama diri adalah “ ALLAH “ selaku TUHAN YANG SEBENARNYA . Kita pertegas lagi dengan bertanya kepada Eja Kalima dan diminta memberi jawaban yang lurus , tidak diputar-putar yaitu : ” Berdasarkan ayat 2 Yahya 5 : 20, siapakah TUHAN YANG SEBENARNYA itu ? Apakah YAHWE ataukah ALLAH ? ”. Silakan dijawab ! Kemudian sehubungan dengan pernyataan apologi Eja Kalima : “ Bagaimanapun , nama hakiki Allah tentulah nama surgawi dengan unsur-unsur yang tidak mungkin dimampatkan dalam 26 abjad aksara ciptaan manusia  “ terpaksa pertanyaan dimunculkan kembali : Siapakah nama surgawi sebagai nama hakiki Allah itu ? ( - sebutan “ Allah ” ini dengan pemahaman sebagai nama  umum, bukan nama diri  -). Apakah  “ YAHWE – YEHOVAH – YEHUWA - HUA “ ? Ataukah : EL, ELOH , ELOHIM  ( Bhs. Ibrani )  -  ELAH , ALAHA ( bhs. Aramia ) ? “. Jika Eja Kalima menjawab : YEHOVAH atau YAHWE , tentu sangat bermanfaat bagi Eja Kalima untuk menyimak pernyataan Karen Armstrong berikut [1]  ):

Akan tetapi siapakah YAHWEH ? Apakah Abraham menyembah Tuhan yang sama dengan Musa atau apakah dia mengenalnya dengan NAMA YANG BERBEDA ? J ( maksudnya : sumber JAHVIST, pen ) menyatakan bahwa manusia telah menyembah YAHWEH sejak masa cucu Adam , tetapi pada abad ke enam , P( maksudnya : sumber PRIEST , pen ) sepertinya menyiratkan bahwa orang Israel TIDAK PERNAH MENDENGAR TENTANG YAHWEH hingga dia menampakkan diri kepada Musa di “ SEMAK MENYALA “.
………………………………………………………………………………………….......................
Kita bisa melangkah lebih jauh . Adalah sangat mungkin bahwa TUHAN ABRAHAM adalah EL , TUHAN TERTINGGI KANAAN. Tuhan itu memperkenalkan dirinya kepada Abraham sebagai EL SHADDAI  ( EL PEGUNUNGAN ) Di tempat lain , dia disebut EL ELIYON ( TUHAN YANG MAHA TINGGI ) atau EL dari BETH-EL. . NAMA TUHAN TERTINGGI KANAAN  terekam dalam nama-nama berbahasa Ibrani seperti : Isra-EL  atau Ishma-EL .

Silahkan dibaca dan direnungkan oleh Eja Kalima akan pernyataan Karen Armstrong di atas. Harus ada kepastian akan nama diri dari Tuhan jika Eja Kalima benar-benar menyadari dan meyakini pernyataannya : “ ….. nama hakiki Allah tentulah nama surgawi dengan unsur-unsur yang tidak mungkin dmampatkan dalam 26 abjad aksara ciptaan manusia  “.  


[1] ). Karen Armstrong , SEJARAH TUHAN , hal.40 -41

Tidak ada komentar:

Posting Komentar