MASAKAN ALLAH PUNYA ” ANAK ALLAH ” (1)
ALLAH MEMPUNYAI ANAK BUKAN DALAM MAKNA BIOLOGIS
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut :
Dari pelbagai tempat, suara Muslim berseru nyaring bahwa : “ ALLAH TIDAK BERANAK DAN TIDAK DIPERANAKKAN “. Menirukan apa yang diserukan dalam Quran sampai 26 kali ! Seruan ini adalah sebentuk proklamasi penolakan atas azas TRITUNGGAL dari Kristianitas yang mengimani bahwa Yesus adalah “ ANAK “ Tuhan . Namun istilah “ anak ” di sini yaitu “ waladun “ lagi-lagi telah dipahami Islam dalam arti kata biologis . Karena hadirnya istilah “ BAPA “ dan “ ANAK “ , Muslim tradisional memahami bahwa “ TUHAN BAPA “ yang bergender laki-laki , telah melakukan persetubuhan dengan MARIA ( sebagai isteri/ibu ) yang membuahkan ISA sebagai ANAKNYA ALLAH . Memang latar belakang jaman jahiliyah Arab hanya dapat mengartikan “ anak “ dalam satu konteks yakni hasil perkawinan seorang pria dengan wanita . Oleh anggapan sepihak inilah , maka gencarlah ayat-ayat yang mengutuki mereka yang mengatakan “ TUHAN PUNYA ANAK “karena telah mengotorkan kemaha-sucian Allah ( “ Bapa “ ) dengan menghadirkan “ ISTRI “ dan “ ANAK ”, yang di-Tuhan-kan bersama Allah
Dia tidak beristri dan tidak beranak ( Qs. 6 : 6 : 101)
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri ( Qs. 6 : 101 )
Maha Suci Allah dari mempunyai anak ………… ( s. 4 : 171 )
Orang Nasrani berkata : ” Al Masih itu putra Allah “ …… Dilaknati Allah-lah mereka. ( Qs. 9 : 30 )
Hai Isa putra Maryam , adakah kamu mengatakan kepada manusia : “ Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah “ ( Qs. 5 : 116 )
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Tidak diragukan , memang Islam mengajarkan bahwa : ALLAH ITU TIDAK BERANAK DAN TIDAK DIPERANAKKAN , apapun pengertian yang hendak dikenakan kepada masalah ” BERANAK ” ini . Dan juga menegaskan bahwa : ALLAH TIDAK BERISTERI , apapun pengertian yang hendak dikenakan dengan istilah ” BERISTERI ” ini . Penganut Kristen selalu menghubungkan pengertian ” BERANAK ” dan ” BERISTERI ” ini dalam konteks ” HUBUNGAN BIOLOGIS ” antara ALLAH dengan MARYAM . Ini terkait dengan pernyataan Al Qur’an yang menegaskan : ” Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu ” ( Qs. 6 : 101 ) dan ” dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak ” ( Qs. 72 : 3 ) . Padahal tidak ada sedikitpun dalam Al Qur’an yang menyatakan atau memberi satu pemahaman dalam konteks TRINITAS bahwa ALLAH melakukan ” hubungan biologis ” dengan Maryam sehingga lahirlah Yesus sebagai ” ANAK ALLAH ”. Al Qur’an hanya menyinggung pengenaan istilah ” ANAK ” yang dihubungkan dengan ALLAH, TUHAN YANG MAHA ESA dan sama sekali tidak merinci TRINITAS yang dikritik . Menepis sebutan ” ANAK ” yang dihubungkan dengan ALLAH, TUHAN YANG MAHA ESA itulah maka Allah SWT dalam Al Qur’an menegaskan :
a. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan
b. Allah tidak beristeri dan tidak beranak
Tetapi penganut Kristen melihat penegasan ini sebagai penolakan terhadap paganisme Arab dan tidak ditujukan kepada Kristen . Padahal penegasan tersebut ditujukan kepada semua pemikiran dan pemahaman tentang Tuhan dalam hubungan : BAPAK – ANAK – IBU . Dan ini bisa saja dikaitkan dengan : BAPAK-ANAK – ROH KUDUS . Geoffrey Parrinder mengungkapkan , menurut orang-orang Yahudi , sejak awal Gospel ( Alkitab/Bibel ) telah berbicara tentang ” IBUKU ROH KUDUS ” dan umumnya terdapat dalam beberapa kutipan dari nabi-nabi ( Yesaya , Jeremia , Ezkiel ). Dan Origen , seorang bapak Gereja dalam komentar Gospel-nya bahwa dalam Bibel Yahudi ada disebutkan : ” Sang penyelamat sendiri mengatakan ’ Meskipun sekarang IBUNDAKU ROH KUDUS MENGAMBILKU ’ .... ”. Aphraates dari Edessa menceritakan tentang seorang laki-laki yang menjadikan TUHAN SEBAGAI BAPAKNYA dan ROH KUDUS SEBAGAI IBUNYA [1] ).
Dan dalam Injil menurut Orang-orang Ibrani atau Injil Orang Nasrani , ROH KUDUS disebut sebagai IBU KRISTUS dan dalam bahasa Ibrani , gender kata ” ROH ” ( RUAKH ) memang perempuan [2] ). Fakta ini menunjukkan adanya konsep dasar Trinitas : BAPA – ANAK – IBU dalam format : BAPA-ANAK-ROH KUDUS yang sama dengan kepercayaan kafir tentang Dewa Tertinggi yang memiliki isteri dan anak. Dalam konteks demikian , sangatlah wajar jika Al Qur’an yang menegaskan : ” Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu ” (Qs. 6 : 101 ) dan ” dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak ” ( Qs. 72 : 3 )
MASAKAN ALLAH PUNYA ” ANAK ALLAH ” (2)
WAHYU YANG SIA-SIA DAN MARYAM SANG PERAWAN
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima berkata :
Dan untuk memperkuat kemanusiaan sejati dari Isa dan ibunya , Quran menam-bahkan : “ Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul …. Dan ibunya seorang yang sangat benar , keduanya memakan makanan “ ( Qs. 5 : 75 ).
Namun bagi umat Kristiani , wahyu ini adalah sia-sia jikalau dimaksudkan untuk menegor mereka karena sungguh tidak kena mengena dengan ajaran dan iman Kristiani yang ingin dikecam . Mereka malahan akan turut mengecam hal yang sama ! Umat Kristen paling percaya lebih dari siapapun bahwa Maria tidak diperisterikan oleh siapapun dan adalah perawan ketika mengandung Yesus dalam tubuhnya. Yesus bukan hasil karena pembuahan biologis benih manusia melainkan karena kandungan Roh Kudus ( Luk. 1: 35 ). Tuhan “ BAPA “ tidak mungkin punya isteri dan tidak berhubungan seks dengan siapapun untuk menghasilkan anak siapapun. Itu hanyalah tuduhan nyasar yang justru mengundang pertanyaan, dari mana pengetahuan demikian itu diperoleh dan dimasukkan dalam kesucian keagamaan .
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
1. Al Qur’an memang menegaskan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang diangkat sebagai Rasul Allah. Kemanusiaannya sangat jelas dan sedikitpun tidak memiliki sifat yang menunjukkannya sebagai TUHAN. Sebagai manusia , itu realitas Yesus . Tidak ada bukti , Yesus adalah Tuhan . Apakah karena kelahirannya tanpa ayah biologis ? Itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan : ADAM , HAWA dan MELKISEDIK . ADAM ” lahir ” LAHIR TANPA AYAH DAN TANPA IBU . Ini lebih ajaib dari kelahiran Yesus yang cuma TANPA AYAH BIOLOGIS. Begitu pula HAWA , lahir TANPA IBU TETAPI LAHIR DARI ” AYAH ”. Ini lebih ajaib dari kelahiran Yesus dari SEORANG IBU TANPA AYAH. Kelahiran dari seorang ibu memang wajar tetapi ” ahir ” dari seorang ayah , sangat ajaib . Dan juga lebih ajaib dari kelahiran Yesus adalah kelahiran Melkisedik . Ayat Ibrani 7 : 1- 3 mengungkapkan :
…………MELKISEDIK itu jikalau diterjemahkan , pertama-tama artinya RAJA KEADILAN , kemudian pula RAJA DI SALEM yaitu RAJA DAMAI , yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal atau berkesudahan …………………
Kalau Yesus hanya tanpa bapak, tetapi Melkisedik ini : tiada berbapak dan tiada beribu.Mana yang lebih ajaib ? Kalau Yesus punya silsilah sampai ke Ibrahim ( menurut Matius ) atau sampai ke Adam ( menurut Lukas ) tetapi Melkisedik tiada bersilsilah ! Manakah yang lebih ajaib, apakah kelahiran Melkisedik ataukah Yesus Kristus ? Kalau Yesus berawal karena tanpa Maryam dan nenek moyangnya , Yesus tidak akan pernah ada , maka Melkisedik benar-benar tiada berawal . Mana yang lebih ajaib ? Yesus-kah atau Melkisedik ? Jjika Yesus berkesudahan hidupnya di dunia karena ia ternyata dapat mati dan sudah mati ( atau menurut kepercayaan Kristen : pernah mati lalu bangkit hidup kembali) , tetapi Melkisedik ternyata benar-benar tidak pernah mengalami kematian karena Melkisedik tiada berkesudahan. Mana yang lebih ajaib ? Yesus-kah atau Melkisedik ? Dalam kejujuran, penganut Kristen tidak mungkin mengelak memberikan pengakuan bahwa memang kelahiran Melkisedik jauh lebih ajaib dari Yesus ! Tapi mengapa Melkisedik tidak dijadikan Tuhan yang disembah atau ditetapkan sifat-sifat ilahiah-nya ? Bukankah dari kelahiran ini , Melkisedik lebih patut dijadikan Tuhan dari pada Yesus Kristus ?
Apakah Yesus dijadikan Tuhan karena dapat menghidupkan orang mati ? Menghidupkan orang mati adalah mukjizat Yesus Kristus atas kuasa Allah SWT. Tetapi itu bukanlah menjadikannya bersifat ilahiah sebagaimana yang diklaim penganut Kristen . Sebab , kemampuan menghidupkan orang mati , tidak hanya dilakukan Yesus tetapi juga dilakukan oleh orang lain , bahkan lebih ajaib dari kemampuan Yesus . Dalam Bibel , ayat I Raja-Raja 17 : 17-24 mengungkapkan kisah Elia yang dapat menghidupkan orang mati .
Maka didengar Tuhan akan doa Elia itu , lalu kembalilah nyawa kanak-kanak itu ke dalamnya sehingga hiduplah ia pula ( I Raja-Raja 17 : 22 )
Ternyata Elia memiliki kemampuan mukjizat menghidupkan orang mati . Lalu mengapa penganut Kristen tidak menetapkan sifat-sifat ilahiah pada Elia dan menjadikannya sebagai Tuhan yang disembah ? Padahal masih ada kelebihan lain dari Elia dibandingkan dengan Yesus . Misalnya , dalam kepercayaan Kristen , Yesus diangkat ke langit setelah mengalami kematian dan dikubur selama tiga hari tiga malam , sedangkan Elia naik ke langit tanpa mengalami kematian terlebih dahulu ( baca II Raja-Raja 2 : 1-11 ). Ini berarti , Yesus pernah dikuasai maut , sedangkan Elia tidak pernah dikuasai maut ! Mana di antara keduanya yang lebih diunggulkan , Elia atauYesus ? Juga ELISA – murid Elia – dapat menghidupkan orang mati sebagaimana diceritakan dalam II Raja-Raja 4 : 17 -36 ( baca pula II Raja-Raja 8 : 1,5 ). Dan lebih hebat lagi , dalam Bibel , ayat II Raja-Raja 13 : 21 bercerita bagaimana mayat Elisa dapat menghidupkan orang mati :
….. lalu dicampakkannya orang mati itu ke dalam kubur Elisa , maka baru saja orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu , maka hiduplah orang itu pula , lalu bangun berdiri
Mari kita renungkan , manakah yang lebih ajaib dalam “ menghidupkan orang mati “ ini , antara YESUS dengan MAYAT ELISA ? Dalam kewarasan berfikir , Yesus selaku manusia yang hidup dan menghidupkan orang mati tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan BENDA MATI ( - berupa tulang-tulang mayat Elisa ) yang menghidupkan orang mati. Lalu mengapa penganut Kristen tidak menetapkan saja mayat Elisa ( - yang sudah berupa tulang-tulang - ) itu sebagai yang memiliki sifat-sifat ilahiah dan menjadikannya sebagai Tuhan yang disembah ? Bukankah mayat Elisa yang menghidupkan orang mati jauh lebih ajaib dari Yesus yang hidup menghidupkan orang mati ?
Tidak adanya kelebihan Yesus dengan mukjizatnya menghidupkan orang mati ini ditunjukkan pula oleh keberadaan dukun VODOO di Haiti yang masih marak di abad modern ini . Untuk diketahui , dukun-dukun VODOO memiliki kemampuan menghidup-kan orang-orang mati dan memanfaatkan tenaga mayat-mayat VODOO ( -mayat-mayat hidup -) ini untuk disuruh-suruh. Jika kemukjizatan Yesus meng-hidupkan orang mati menyebabkan Yesus ditetapkan memiliki sifat-sifat ilahiah dan menjadikannya sebagai Tuhan yang disembah , tentu penganut Kristen perlu memberikan penghormatan kepada dukun-dukun Vodoo ini dengan menetapkan-nya pula sebagai Tuhan yang disembah berdampingan dengan Yesus karena dukun-dukun VODOO ini juga memiliki sifat-sifat ilahiah seperti yang diklaim penganut Kristen terhadap Yesus .
Atau apakah Yesus ditetapkan sebagai TUHAN dan BERSIFAT ILAHIAH karena Yesus dapat menjadikan burung dari tanah ? Sesungguhnya kemukjizatan Yesus
membuat burung dari tanah , sama sekali tidak menunjukkan keistimewaan yang berlebih-lebihan dari Yesus , apalagi hendak dijadikan dasar penetapan sifat - sifat ilahiah-nya dan menjadikannya sebagai Tuhan yang disembah sebab kemampuan itu TIDAK HANYA DIMILIKI Yesus .
1. HARUN – saudara Musa membuat tongkat menjadi seekor ular naga . Ini dapat dibaca dalam ayat Keluaran 7 : 10 sebagai berikut :
…. Maka dicampakkan Harun tongkatnya di hadapan Firaun dan di hadapan segala pegawainya , lalu tongkat itu menjadi seekor ular naga
2. Tradisi Islam mengungkapkan SAMIRI salah seorang pengikut Musa yang ingkar telah membuat sapi dari emas perhiasan. Al Qur’an menceritakan :
Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara ( Al A’raaf 148 ).
Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara , maka mereka berkata : " Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa , tetapi Musa telah lupa “ ( Thaahaa 87 - 88 )
Berkata Musa: " Apakah yang mendorongmu ( berbuat demikian ) hai Samiri ?
Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku . ( Thaahaa 95- 96 )
Fakta ayat Bibel dan ayat Al Qur’an yang disajikan ini telah membatalkan semua klaim penganut Kristen yang menetapkan sifat ilahiah dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang disembah , sebab ternyata HARUN – saudara Musa – bisa menjadikan ular naga dari tongkat dan Samiri bisa menjadikan sapi yang hidup dari logam emas . Jika penganut Kristen menetapkan sifat ilahiah dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang disembah lantaran memiliki mukjizat membuat burung hidup dari tanah maka penganut Kristen harus menetapkan pula sifat-sifat ilahiah dari Harun dan Samiri serta menjadikan keduanya sebagai Tuhan yang disembah .
Untuk diketahui , cerita mukjizat tentang Yesus membuat burung dari tanah tidak terdapat dalam Injil-Injil Kanonik ( Injil Matius , Injil Markus , Injil Lukas dan Injil Yahya ) , kecuali dalam kitab Injil Thomas , juga dijumpai dalam Jewish Toidoth Jeshu dan Arabic Infancy Gospel Jesus . Tapi kitab-kitab ini adalah apokrif, kitab yang tidak diakui gereja Kristen dan tentu pula ditolak penganut Kristen .
Cerita mukjizat Yesus membuat burung dari tanah ini memang ada dalam Al Qur’an . Dan anehnya dalam berbagai dialog/polemik , pihak Kristen justru selalu menampilkan ayat Al Qur’an yang mengungkapkan kemukjizatan Nabi Isa Al Masih ( Yesus Kristus ) yang membuat burung dari tanah ini , ketika Alkitab/Bibel sendiri tidak berbicara apa-apa tentang hal itu [3] ). Apakah penganut Kristen percaya kepada Al Qur’an ?
Bisa “ berbicara pada masa bayi “ mungkin tidak bisa dikategorikan “ mukjizat “ jika dipahamkan bahwa “ mukjizat “ sebagai kemampuan yang ditampilkan oleh seorang rasul berdasarkan izin dan kehendak Allah untuk menjadi bukti pendukung kebenaran risalah ke-rasulan yang disampaikannya . Tentu Yesus yang diceritakan bisa “ berbicara pada masa bayi “ , pada waktu itu belum melaksanakan tugas ke-rasulannya. Oleh karena itu, kisah “ berbicara pada masa bayi “ cukup dianggap sebagai keajaiban yang melingkungi Nabi Isa as. ( Yesus ) . Dan kisah Yesus “ berbicara pada masa bayi “ ini tidak dijumpai dalam Bibel ( Injil-Injil Kanonik ) , kecuali dalam Injil-Injil apokrif . Misalnya dalam Arabic Infancy Gospel Jesus yang justru adalah sumber-sumber yang tidak mau diterima oleh penganut Kristen dan ditolak gereja Kristen . Sekalipun demikian , penganut Kristen tanpa rasa malu sedikitpun menunjuk kisah Yesus “ berbicara pada masa bayi “ ini dari sumber yang justru mereka tidak akui – yaitu Al Qur’an khususnya - untuk menunjukkan sifat ilahiah Yesus dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang disembah . Kisah-kisah dalam tradisi Islam , mengungkapkan sejumlah bayi yang bisa berbicara waktu masih bayi , antara lain :
a. Kisah ahli ibadah Yahudi bernama JURAID yang dituduh berzina dengan seorang pelacur sehingga hamil dan melahirkan seorang bayi, padahal bayi itu hasil zinahnya dengan seorang penggembala. Si ahli ibadah JURAID ini mendapat pembelaan dari sang bayi yang baru dilahirkan itu, yang memberikan pengakuan bahwa ayahnya adalah seorang penggembala , bukan JURAID.
b. Kisah bayi Masyithoh yang memberi spirit kepada ibunya ( Masyithoh ) untuk tidak ragu-ragu terjun masuk dalam penggorengan yang berisi minyak mendidih demi mempertahankan akidah tauhidnya di hadapan Firaun yang memaksanya untuk kafir dan melepaskan keimanannya . Sedangkan ayahnya sudah lebih dulu masuk dalam didihan minyak itu .
c. Kisah bayi yang berbicara memberi kesaksian atas kebenaran Nabi Yusuf as. dalam kasus fitnah melakukan pelecehan seksual terhadap isteri menteri kerajaan Mesir pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya lantaran tidak mau mengikuti keinginan nafsu seksual si isteri menteri kerajaan Mesir tersebut
Dan masih banyak lagi , dan menurut Geoffrey Parrinder dalam bukunya “ YESUS DALAM QURAN “ , dalam tradisi Islam ada sebelas bayi yang bisa berbicara . Dengan fakta yang dikemukakan ini , lalu apa kelebihan Yesus yang berbicara pada waktu masih berada dalam buaian sehingga diklaim memiliki sifat-sifat ilahiah dan dijadikan sebagai Tuhan yang disembah , padahal ada sejumlah bayi yang juga bisa berbicara pada waktu bayinya ? Mengapa tidak dijadikan Tuhan yag disembah ? Atau apakah Yesus ditetapkan sebagai TUHAN dan memiliki sifat-sifat Ilahiah karena dapat menyembuhkan penyakit ? Kalau kemampuan Yesus ibisa menyembuhan penyakit dijadikan dasar penetapan ketuhanannya, betapa banyaknya TUHAN di atas dunia ini karena begitu banyak orang yang mampu menyembuhkan penyakit sehingga berhak pula mendapatkan apresiasi dari penganut Kristen untuk ditetapkan sebagai bersifat ilahiah dan dijadikan sebagai TUHAN yang disembah .
Atau Yesus dtetapkan memiliki sifat-sifat ilahiah dan dijadikan TUHAN yang disembah itu lantaran Yesus memiliki mukjizat memperbanyak makanan ( Matius 14 : 13-21 ; Markus 6 : 30 -44 ; Lukas 9 : 16 -17 dan Yahya 6 : 1-13 ) ? . Keempat Injil Kanonik sama-sama menceritakan mukjizat Yesus memperbanyak makanan yang sedikit untuk 5000 orang. Tetapi hal ini tidak menunjukkan kehebatan mukjizat Yesus sehingga diklaim memiliki sifat-sifat ilahiah dan menjadikannya Tuhan yang disembah, sebab ada orang lain yang justru bisa melakukannya dengan lebih ajaib dari itu .
1. Ayat I Raja-Raja 17 : 10 – 16 menceritakan Elia dengan mukjizatnya bisa memperbanyak makanan dan tidak habis-habis dimakan bersama seorang janda dan keluarganya selama setahun .
2. Ayat II Raja-Raja 4 : 41 – 44 menceritakan Elisa dengan mukjizatnya bisa memperbanyak makanan sedikit untuk orang banyak
Nabi Muhammad SAW bisa memperbanyak makanan . Kisah-kisah bagaimana Nabi Muhammad saw memperbanyak makanan bisa didapatkan dalam sejumlah hadist dan terjadi berkali-kali Memperbanyak makanan yang dilakukan Elia dan Nabi Muhammad saw justru jauh lebih hebat dari yang dilakukan Yesus , karena terjadi dalam waktu yang cukup lama . Mungkin yang sejajar kemampuannya dengan Yesus dalam hal memperbanyak makanan yaitu Elisa . Mengapa Elia dan Elisa tidak dinyatakan memiliki sifat-sifat ilahiah dan dijadikan Tuhan yang disembah oleh penganut Kristen jika mukjizat memperbanyak makanan dijadikan dasar penetapan ketuhanan ?
Jadi tidak ada bukti sama sekali berupa dalil-dalil dalam Alkitab yang menunjukkan Yesus memiliki sifat-sifat ilahiah sehingga ditetapkan sebagai TUHAN YANG DISEMBAH karena orang lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yesus . Penetapan Yesus sebagai TUHAN YANG DISEMBAH dan memiliki sifat-sifat ilahiah hanya didasarkan pada penafsiran dogmatis dari penganut Kristen atas keajaiban-keajaiban yang dilakukan Yesus , tanpa mempertimbangkan bahwa orang lain dapat melakukan keajaiban yang sama bahkan lebih ajaib lagi .
2. Eja Kalima berkata : ” Namun bagi umat Kristiani , wahyu ini adalah sia-sia jikalau dimaksudkan untuk menegor mereka karena sungguh tidak kena mengena dengan ajaran dan iman Kristiani yang ingin dikecam . Mereka malahan akan turut mengecam hal yang sama ! ” . Sehubungan dengan pernyataan Eja Kalima ini perlu ditegaskan di sini, fungsi Al Qur’an adalah memperingatkan antara lain ketidak-benaran iman Kristen. Jika peringatan al Qur’an ini menurut Eja Kalima adalah sia- sia, tentu yang demikian adalah urusannya karena tidak memperhatikan peringatan tersebut. Islam tidak memaksa manusia untuk menerima kebenaran-kebenaran tersebut melainkan hanya SEKEDAR MENYAMPAIKAN . Tidak diterima , ya sudah , toh nanti akan dipertanggung-jawabkan di akhirat. Dan jika diterima, tentu kebaikan dan pahala akan diterimanya. Cuma fakta telah menunjukkan betapa banyak pendeta, penginjil, Pastor, Biarawan , Biarawati yang justru bertobat keemudian masuk Islam . Mereka tidak percaya dengan TRINITAS, tidak percaya dengan KETUHANAN YESUS , dan melihat semua bentuk kepercayaan yang demikian sebagai duplikasi dan forokopi dari kepercayaan kafir kuno, kemudian dilestarikan dengan sangat baik oleh penganut Kristen. Sebenarnya penolakan terhadap TRINITAS dan KETUHANAN YESUS , bukan pada masa sekarang, melainkan sejak awal tumbuh dan berkembangnya Kekristenan ajaran Paulus . Apakah Eja Kalima tidak tahu jikalau penetapan TRINITAS dan KETUHANAN YESUS dan KETU-HANAN ROH KUDUS adalah hasil musyawarah bersama para petinggi gereja yang dimulai sejak Konsil Niceae tahun 325 M ? Pada konsili tersebut YESUS DILANTIK SEBAGAI TUHAN , sedangkan ROH KUDUS tetap dibiarkan melayang-layang tanpa dilantik sebagai TUHAN. Barulah pada konsili berikutnya ROH KUDUS DILANTIK SEBAGAI TUHAN.
Dari sejarahnya , terlihat bahwa TRINITAS adalah CIPTAAN MANUSIA , bukan dari ALLAH SWT. Pantas jika Sekte Saksi Yehovah mencaci maki TRINITAS SEBAGAI AJARAN SETAN ! Dan Kaum Unitarian sangat menentangnya . Dan menjadi pertanyaan , apakah yang dikatakan Al Qur’an itu TIDAK KENA MENGENA dengan kepercayaan Kristen sehingga teguran dan peringatan Al Qur’an itu adalah sesuatu yang sia-sia sebagaimana yang dikatakan Eja Kalima ? Pembahasan yang telah disajikan sebelum ini telah membatalkan pernyataan Eja Kalima tersebut .
Sebenarnya pernyataan Eja Kalima tersebut tidak ” menyentuh” yang ditegaskan ayat Qs. 5 : 75 : “ Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul …. Dan ibunya seorang yang sangat benar , keduanya memakan makanan “ dan meresponnya dengan pernyataan : ” Namun bagi umat Kristiani , wahyu ini adalah sia-sia jikalau dimaksudkan untuk menegor mereka karena sungguh tidak kena mengena dengan ajaran dan iman Kristiani yang ingin dikecam ” . Bagaimana Eja Kalima bisa mengatakan ” tidak kena mengena dengan ajaran dan iman Kristiani yang ingin dikecam ” ? Perhatikan ayat Qs. 5 : 75 yang menegaskan : “ Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang rasul …. ” ! Ketika dikatakan Yesus HANYALAH seorang Rasul , berarti Yesus bukan Tuhan , bukan Allah , bukan Anak Allah , bukan Mesias ( Menahem ). Apakah yang demikian ini tidak kena mengena dengan ajaran dan iman Kristiani ? Justru penegasan Qs. 5 : 75 merupakan sekelumit ayat Al Qur’an yang MENGECAM ajaran dan iman Kristen !
3. Eja Kalima berkata : ” Umat Kristen paling percaya lebih dari siapapun bahwa Maria tidak diperisterikan oleh siapapun dan adalah perawan ketika mengandung Yesus dalam tubuhnya ” . Ini adalah pernyataan yang tidak didasarkan pada YESUS HISTORIS dan juga tidak didasarkan pada ayat-ayat Alkitab / Bibel . Jika membaca Perjanjian Baru secara cermat tanpa ” digoda ” oleh dogma yang sudah membatu di hati dan di kepala , justru sejumlah ayat menunjuk-kan bahwa Maryam kawin dan mempunyai anak selain Yesus . Mari kita baca ayat Matius 12 : 46 dan Matius 13 : 55-56 berikut :
Sedang Yesus lagi bertutur dengan orang banyak itu, kelihatanlah IBUNYA DAN SAUDARA-SAUDARANYA berdiri di luar hendak bertutur dengan Dia .
Bukankah Ia ini ANAK TUKANG KAYU ? Dan bukankah IBUNYA BERNAMA MARYAM dan SAUDARA-SAUDARANYA : YAKUB DAN YUSUF DAN SIMON DAN YUDAS ? Dan lagi SAUDARANYA YANG PEREMPUAN itupun bukankah semuanya ada di antara kita di sini ? Dari manakah Ia ini beroleh segala perkara itu ? [4] )
Dengan fakta ayat Bibel yang sangat gamblang ini, lalu bagaimana Eja Kalima bisa berkata : ” Umat Kristen paling percaya lebih dari siapapun bahwa Maria tidak diperisterikan oleh siapapun dan adalah perawan ketika mengandung Yesus dalam tubuhnya ”?. Ketika dikatakan bahwa Yesus mempunyai saudara laki-laki dan perempuan , tidak diragukan lagi, Maryam melahirkan sejumlah anak baik laki-laki dan perempuan . Lalu apakah anak-anak Maryam atau saudara-saudara Yesus ini lahir dari Maryam tanpa melalui proses pembuahan melalui hubungan seksual Maryam dengan seorang laki-laki sebagai suaminya sehingga Eja Kalima berkata : ” Umat Kristen paling percaya lebih dari siapapun bahwa Maria tidak diperisterikan oleh siapapun...... ” ? Kemudian masalah keperawanan apakah setelah melahirkan banyak anak laki-laki dan perempuan, Maryam masih tetap perawan ? Masalah keperawanan Maryam , sesungguhnya menjadi pertentangan antara sekte Kristen Awal . Seperti golongan yang dikenal dengan nama KAUM EBIONIT, sangat menolak jika dikatakan Maryam tetap dikatakan perawan ketika hamil dan melahirkan Yesus. Dan harap diketahui, kaum EBIONIT merupakan kelompok Kristen Awal Yerusalem pimpinan Yakub , saudara Yesus .
4. Selanjutnya Eja Kalima berkata : ” Yesus bukan hasil karena pembuahan biologis benih manusia melainkan karena kandungan Roh Kudus ( Luk. 1 : 35 ). Tuhan “ BAPA “ tidak mungkin punya isteri dan tidak berhubungan seks dengan siapapun untuk menghasilkan anak siapapun . Itu hanyalah tuduhan nyasar yang justru mengundang pertanyaan , dari mana pengetahuan demikian itu diperoleh dan dimasukkan dalam kesucian keagamaan ? ”.
Sebenarnya pertanyaan ” ... dari mana pengetahuan demikian itu diperoleh dan dimasukkan dalam kesucian keagamaan ? ” ini jangan ditanyakan kepada kaum Muslimin melainkan ditanyakan pada diri Eja Kalima sendiri. Pertanyaan pertama yaitu apa maksudnya : ” melainkan karena kandungan Roh Kudus ” tersebut ? . Apakah maksudnya : Maryam hamil karena ” perbuatan ” Roh Kudus ? . Ini yang harus dijelaskan oleh Eja Kalima. Pertanyaan kedua, apakah ada kaitannya antara ” kelahiran Yesus tanpa ayah bilogis ” dengan sebutan ” ANAK ALLAH ” kepada Yesus ? Pertanyaan kedua ini juga perlu ditanyakan kepada pakar teologi dari kalangan Kristen sendiri . Untuk pertanyaan pertama , mungkin perlu disimak ayat Lukas 1 : 34 -35 .
Lalu kata Maryam kepada malaikat itu : “ Bagaimanakah perkara itu boleh jadi karena hamba belum mengetahui laki-laki ?.
Maka jawab malaekat itu serta berkata kepadanya : “ Bahwa ROHU’LKUDUS AKAN TURUN ATASMU dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau. Sebab itu juga Yang Kudus yang akan diperanakkan itu kelak dikatakan ANAK ALLAH .
Maryam bertanya dalam logika yang sangat wajar , bagaimana ia bisa punya anak padahal seorang perempuan agar punya anak harus “ didatangi laki-laki “ atasnya dan ia belum pernah melakukan demikian . Tetapi malaikat itu menjawab bahwa ROHU’LKUDUS AKAN TURUN ATAS MARYAM . Perhatikan ! Rohu’lkudus turun atas Maryam lalu Maryam jadi hamil ! Apa yang dipahami dengan pernyataan ini bila dikaitkan dengan proses wajar supaya perempuan bisa hamil ? Kita serahkan Eja Kalima untuk menyimaknya dalam satu bandingan yaitu si Jaka ” turun ” atas si Cantik yang menyebabkan si Cantik menjadi hamil. Dan ternyata karena proses demikianlah sehingga anak yang dikandung Maryam itu disebut ANAK ALLAH , bukan dari proses lain atau teori dogma Trinitas !
Untuk pertanyaan kedua , ada hubungan antara sebutan “ ANAK ALLAH “ kepada Yesus dengan kelahiran Yesus tanpa ayah biologis ini . Dan hal ini tidaklah muncul saat sekarang saja melainkan telah muncul pada periode awal kelahiran Islam ketika pihak Kristen merespon pernyataan dan ajaran Islam yang menyinggung kepercayaan yang tidak benar tentang “ ANAK ALLAH “. Sebagaimana yang sudah diuraikan dalam tulisan lain dalam seri kajian ini, rombongan Kristen Najran yang dipimpin seorang uskup bernama ABD ALMASIH sengaja mendatangi Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawwarah Mereka terlibat dialog dengan Nabi Muhammad SAW tentang Nabi Isa Al Masih . Ketika Nabi Muhammad SAW menolak klaim Nabi Isa Al Masih as sebagai “ ANAK ALLAH “ , mereka bertanya jika Yesus bukan Anak Allah , lalu siapa bapaknya ? Dialog ini kemudian berakhir dengan kesepakatan mengadakan MUBAHALAH, yang kemudian dihindari oleh rombongan Kristen Najran. Pertanyaan Kristen Najran kepada Nabi Muhammad saw ini memberi gambaran adanya hubungan pengertian antara sebutan ” ANAK ALLAH ” yang dinisbatkan kepada Yesus dengan ” kelahiran Yesus tanpa ayah biologis ” . Beberapa teolog Kristen sendiri memberi pernyataan yang mengesankan hubungan BAPA – ANAK dan konteks sebutan “ ANAK ALLAH “ dengan “ KELAAHIRAN YESUS YANG TANPA AYAH BIOLOGIS “. Dr.J.Verkuyl , menjelaskan SEBUTAN ANAK ALLAH ini sebagai berikut [5] ) :
Nyatalah bahwa Ia adalah ANAK ALLAH YANG SESUNGGUHNYA , bukan ANAK ALLAH dalam arti kiasan atau hanya digelar demikian saja “.
Pendapat Dr.J.Verkuyl ini sangat jelas , tidak kabur dan tidak bermakna jungkir balik bahwa “ ANAK ALLAH “ yang dikenakan kepada Yesus Kristus itu benar-benar dalam pengertian yang sesungguhnya , bukan dalam arti kiasan atau hanya sekedar gelar atau sapaan saja . Ini berarti , Yesus itu DILAHIRKAN OLEH ALLAH ( BAPA ) , sekalipun dalam cara yang tidak dapat dibayangkan . Ternyata pendapat Dr.J.Verkuyl ini sejalan pula dengan pendapat pakar /teolog lainnya . yaitu Dr. D.Bakker yang menegaskan [6] ) :
ANAK ALLAH disebut ANAK karena DIPERANAKKAN oleh ALLAH BAPA dari kekal sampai kekal .
……. TUHAN Allah itu Roh adanya dan Maha Kuasa. Ia telah menjadikan manusia dan binatang dapat beranak . Jadi , ALLAH TENTU BERKUASA BERPUTERA, tetapi CARANYA BERLAINAN DENGAN CARA MANUSIA .
Allah tentu berkuasa berputera , demikian menurut Dr. D.Bakker. Cuma caranya berbeda dengan manusia dan binatang. Lalu bagaimana cara Allah itu berputera, tentu menjadi masalah tersendiri bagi penganut Kristen. Tapi masalah cara Allah berputera , pasti tidak sama dengan cara manusia dan cara binatang .
Sudah barang tentu Allah Bapa tidak menghendaki Anak-Nya dikandung oleh seorang manusia yang kotor dan najis . Bagi Anak-Nya yang maha suci , oleh
Allah Bapa tentu disediakan tempat yang suci juga .
Pernyataan Dr. Soedarmo mengarahkan kepada pengertian bahwa ada “ proses suami–isteri “ antara Allah Bapa dan Maryam . Cuma caranya seperti yang dikatakan Dr. B. Bakker , bukan dengan cara manusia atau cara binatang. Mungkin para pakar dan teolog Kristen ini mendasarkan pada proses kehamilan Maryam yang diceritakan Injil Lukas 1 : 34 -35 yang telah dikemukakan . Pernyataan-pernyataan para pakar Kristen tersebut hanya memberi pengertian bahwa memang BAPA mempunyai ANAK yang dilahirkan oleh Maryam . Oleh karena itulah Yesus disebut “ ANAK ALLAH “ . Tidak diragukan lagi , alas pikiran dari semua pernyataan tersebut adalah relasi antara “ KELAHIRAN YESUS TANPA AYAH BIOLOGIS “ dengan Yesus sebagai “ ANAK ALLAH “ , sebagaimana yang diklaim penganut Kristen , bukan pada teori-teori dogma Kristen tentang hubungan BAPA - ANAK – ROH KUDUS yang dibaca dalam tulisan dan buku Kristen yang menerangkan kedudukan ANAK dalam TRINITAS. Seharusnya Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya jujur saja bahwa Yesus disebut “ ANAK ALLAH “ karena Yesus TIDAK PUNYA AYAH BIOLOGIS. Jadi, sesungguhnya dari pernyataan-pernyataan pihak Kristen sendirilah yang memberi gambaran relasi “ SUAMI-ISTERI “ antara Allah ( menurut istilah Kriten : BAPA ) dengan Maryam sehingga melahirkan Yesus TANPA AYAH BIOLOGIS .
Jelas Allah SWT ( atau BAPA menurut istilah Kristen ) TIDAK MUNGKIN PUNYA ISTERI , tetapi Alkitab/Bibel dan dogma Kristen telah mengarahkan kepada pengertian bahwa ALLAH PUNYA ISTERI dan karenanya ALLAH PUNYA ANAK .
[1] ). Geoffrey Parrinder , idem , hal. 213.
[2] ). Dr. C. Groenen Ofm , idem , hal 77
[3] ) . Teks ayat-ayat Al Qur’an yang mengungkapkan Yesus ( nabi Isa Al Masih as ) dapat berbicara di masa bayi dikutipkan berikut :
dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh ( Ali ‘Imran 46 )
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus . Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa… ( Al Maa-idah 110 )
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata : " Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" ( Maryam 29 )
[4] ). Injil Markus dalam ayat Markus 6 : 3 mengungkapkan pernyataan yang boleh dikatakan sama tetapi ada perbedaan yaitu : “ Bukankah orang ini TUKANG KAYU , ANAK MARYAM dan saudara YAKUB dan YOSES DAN YUDAS dan SIMON ? Dan bukankah SAUDARANYA YANG PEREMPUAN ada di antara kita di sini ? “. Jika dalam Matius 13 : 55-56 yang berprofesi TUKANG KAYU adalah “ ayah-nya Yesus “ sedangkan menurut Markus 6 : 3 , yang berprofesi sebagai TUKANG KAYU ADALAH YESUS sendiri . Perbedaan ini memunculkan perbedaan lanjutan yaitu Matius 12 : 55 mengungkapkan keberadaan “ ayah Yesus “ sesuai dengan kalimat ayat “ Bukankah Ia ini anak tukang kayu ? “ sedangkan Markus meniadakan sama sekali keberadaan “ ayah Yesus “ . Perbedaan lainnya , dalam Matius 12 : 55 , salah seorang saudara Yesus itu bernama YUSUF , tetapi menurut Markus 6 : 3 , namanya YOSIS . Dan menjadi pertanyaan , siapakah nama TUKANG KAYU yang dikatakan sebagai “ ayah-nya “ Yesus tersebut . Injil Lukas , begitu pula Injil Yahya tidak menyebut “ TUKANG KAYU “ ini kecuali dikatakan Yesus adalah anak Yusuf ( Luk. 4 : 22 dan Yah. 6 : 42 ) dan juga tidak menyebut adanya saudara laki-laki dan perempuan Yesus .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar