Minggu, 08 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN

KONSEP TRINITAS , BUKTI NGAWURNYA MANUSIA
ATAS KE-ESA-AN ALLAH  (2)  

                                      DALIL-DALIL KEBENARAN TENTANG  TRINITAS

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :

Eja Kalima berkata :

Kesalahan-pahaman pertama dari teman-teman Muslim sebenarnya amat kasat mata. Kristianitas sama sekali tidak berurusan dengan 3 Tuhan yang bergabung jadi satu tetapi SATU KEILAHIAN ALLAH YANG MEMILIKI 3 PRIBADI . Dengan pendekatan lain istilah lain, TRINITAS ADALAH ALLAH dengan satu APA dan tiga SIAPA; SATU HAKEKAT/ SUBSTANSI ILAHI dengan TIGA RELASI . yakni bahwa BAPA ITU ALLAH ( al. Yahya 6 : 27 ; 5 : 18 ; Mat. 6 : 5 -14  ), ANAK ITU ALLAH   ( al.Yahya 1 : 1 ; 14 : 10, 11 ; 17: 10 ; 20 : 28 ; Wahyu 1 : 8 ; 1 Yahya 5 : 20 ), dan ROH KUDUS ITU ALLAH ( al. Yahya 15 : 26 ; Kis. 5 : 3,4 ) dan ALLAH TETAP ESA ( al. Yak 2 : 19 ; Ul. 6 : 4 ).
Sengaja kami tampilkan ayat-ayat pembuktian di atas yang tidak satupun terambil dari Surat-surat Paulus (!) melainkan dari Rasul dan murid Yesus lainnya. Ini merupakan bukti lanjutan bahwa Trinitas itu bukanlah karangan-karangan Paulus ( atau  hanya hadir di kalangan Paulus ) seperti yang sering dituduhkan  orang . Alkitabiah yang menyingkapkan keberadaanNya sendiri yang Trinitas itu .

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN  :

Eja Kalima  memberi pengertian tentang  TRINITAS  yaitu :  SATU KEILAHIAN ALLAH YANG MEMILIKI 3 PRIBADI. Dengan pendekatan lain istilah lain, TRINITAS ADALAH ALLAH dengan satu APA dan tiga SIAPA ; SATU HAKEKAT/SUBSTANSI ILAHI dengan TIGA RELASI “. Harus dipahami bahwa pengertian TRINITAS yang disajikan Eja Kalima itersebut adalah menurut ajaran sekte Kristen yang dianutnya dan pasti berbeda dengan pengertian TRINITAS menurut ajaran sekte Kristen lainnya. Dan perlu diajukan pertanyaan kepada Eja Kalima, sejauh manakah kebenaran pengertian TRINITAS yang disajikannya itu ? Apakah pengertian TRINITAS yang diajarkan sekte Kristen lainnya adalah salah ? Seharusnya masalah ini yang perlu dituntaskan terlebih dahulu oleh Eja Kalima sebelum menyajikan “ jamuan “ tentang TRINITAS anutannya kepada ummat Islam ( kaum Muslimin ). Internal Kristen sendiri masih gonjang-ganjing tentang TRINITAS , tapi malah mencoba membela TRINITAS yang dianutnya kepada ummat Islam ( kaum Muslimin ). Ini  perilaku yang tidak benar . Seperti si Apologist Kristen Kamil Mukamil , mungkin karena sangat bingung menjelaskan konsep TRINITAS, sehingga memberi pengertian TRINITAS sebagai TIGA PRIBADI dan sekaligus juga sebagai TIGA PENAMPAKAN ( MODUS)  TUHAN . Padahal pengertian ” TIGA PRIBADI ” berbeda dengan ”  TIGA PENAMPAKAN ( MODUS )”. Dalam pengertian ” TIGA PENAMPAKAN ( MODUS )  ” hanya ADA SATU PRIBADI TUHAN tetapi menampakkan dalam TIGA BENTUK WUJUD YANG BERBEDA. Ketika berwujud sebagai ” BAPA ” maka ANAK dan ROH KUDUS , tidak ada . Ketika berwujud sebagai ” ANAK ” maka BAPA dan ROH KUDUS, tidak ada. Dan ketika berwujud sebagai ROH KUDUS, maka BAPA dan ANAK tidak ada . Dalam hubungan yang demikian , lalu bagaimana bisa dikatakan Allah dengan ” SATU HAKEKAT/SUBSTANSI ILAHI dengan TIGA RELASI “. ?  Relasi apa yang dibangun pada hal yang muncul hanya satu wujud dan dua wujud lainnya tidak ada ? Kalau ketiga-tiganya sama-sama berwujud sendiri-sendiri,  berarti  bukan” TIGA PENAMPAKAN            ( MODUS ) ” melainkan ” TIGA PRIBADI  ” yang berbeda. Artinya ada TIGA TUHAN yang berbeda-beda yang menyusun satu kesatuan dan saling bersinergi !
Kita tinggalkan saja dulu permasalahan tersebut dan mari kita kembali saja ke pengertian TRINITAS yang dianut dan dijelaskan Eja Kalima . Pengertian TRINITAS yang diberikan Eja Kalima  SANGAT KABUR . Harap dijelaskan oleh Eja Kalima , apa yang dimaksud olehnya dengan : “ Satu APA  “ dan   “ Tiga SIAPA “  yang dikatakannya tersebut ?. Juga supaya dijelaskan apa yang dimaksud dengan :    “ SATU HAKEKAT/ SUBSTANSI ILAHI dengan TIGA RELASI    ketika Eja Kalima imengatakan :  ALLAH YANG MEMILIKI 3 PRIBADI “. Apakah bentuk “ TIGA RELASI “ tersebut menunjukkan “       TIGA PRIBADI “? Dan ketika si Kristen memberikan pernyataan dengan petilan kalimat : bahwa BAPA ITU ALLAH   ( al. Yahya 6 : 27 ; 5 : 18 ; Mat. 6 : 5 -14  ), ANAK ITU ALLAH   ( al. Yahya 1 : 1 ; 14 : 10, 11 ; 17: 10 ; 20 : 28 ; Wahyu 1 : 8 ; 1 Yahya 5 : 20 ), dan ROH KUDUS ITU ALLAH ( al. Yahya 15 : 26 ; Kis. 5 : 3,4 ) dan ALLAH TETAP ESA ( al. Yak 2 : 19 ; Ul. 6 : 4 )  “, apakah Eja Kalima hendak menunjukkan SEHAKEKATNYA ataukah hendak menyatakan bentuk TIGA RELASI dari ketiga PRIBADI tersebut ? Pernyataannya kelihatan sangat hebat tetapi kabur, tidak jelas dan membingungkan . Oleh karena itu , tanggapan yang tepat sulit diberikan akibat ketidak-jelasan apologi “ jamuan “-nya . Sekarang mari kita kutip ayat-ayat Bibel yang ditunjuk Eja Kalima di atas supaya jelas dan jangan hanya main tunjuk ayat .

a.     BAPA ITU ALLAH .

Janganlah kamu bekerja karena makanan yang fana melainkan karena makanan yang baka yaitu yang akan diberi kepadamu oleh ANAK MANUSIA  karena IA-lah yang dimeteraikan oleh BAPA , yaitu ALLAH ( Yahya 6 : 27 )
Sebab itu makin sangat lagi orang Yahudi mencari upaya hendak membunuh Dia , bukan saja sebab melanggar hukum hari Sabbat melainkan sebab Ia mengatakan Allah itu BAPA-nya sendiri , menyamakan dirinya dengan Allah . ( Yahya 5 : 18 )
Supaya sedekahmu itu tiada kelihatan ; maka BAPAMU yang nampak barang yang tiada kelihatan , IA-lah akan membalas kepadamu. ( 4 ) Tetapi engkau ini, apabila engkau hendak berdoa , masuklah ke dalam bilikmu , kuncikan  pintu  bilikmu itu  lalu  BERDOA KEPADA BAPAMU yang nampak barang yang tiada kelihatan itu , IA-lah akan meluluskan kepadamu ( 6 )Janganlah kamu menyerupai mereka itu , karena BAPAMU mengetahui barang keperluanmu dahulu daripada kamu memohonkan dari pada-Nya ( 8 )Sebab itu , hendaklah kamu berdoa demikian : Ya BAPA kami yang di surga , dipermuliakanlah kiranya nama-Mu ( 9 ).Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, tak dapat tiada BAPAMU YANG DI SURGA akan mengampuni kesalahan kamupun (14 ) ( Matius 6 : 5 -14 - dikutip hanya ayat yang memuat kata  “ BAPA “ mulai dari ayat 4 )

b.     ANAK ITU ALLAH

Maka pada awal pertama adalah FIRMAN dan FIRMAN itu bersama-sama dengan ALLAH  dan FIRMAN itulah juga ALLAH . ( Yahya 1 : 1 )
Tiadakah engkau percaya bahwa AKU INI DI DALAM BAPA dan BAPA PUN DI DALAM AKU ?  Segala perkataan yang aku katakan kepadamu BUKANNYA AKU KATAKAN ATAS KEHENDAKKU SENDIRI melainkan BAPA itu yang TINGGAL DI DALAM AKU , IA-lah mengadakan segala perbuatan itu .
Percayalah akan daku bahwa AKU INI DI DALAM BAPA DAN BAPA PUN DI DALAM AKU ; jikalau tiada  sekalipun, percyalah akan daku oleh karena segala perbuatan itu. ( Yahya 14 : 10, 11 )
Segala milikku itu juga milikmu dan milikmu itu pula milikku ; dan aku dipermuliakan di dalam mereka itu.  ( Yahya 17: 10 )
Maka sahut Tomas sambil berkata kepadanya : “ Ya Allah, ya Tuhanku “.(Yahya  20 : 28 )
Aku inilah Alif dan Ya , demikianlah firman Allah , Tuhan itu ; Yang Ada dan Yang Sudah Sedia Ada , dan Yang Akan datang kelak, yaitu Yang Maha Kuasa . ( Wahyu 1 : 8 )
Tetapi kita mengetahui bahwa Anak Allah itu sudah tiba lalu mengaruniakan kita akal supaya kita mengenal akan Yang Benar ; maka kita ini ada di dalam Yang Benar yaitu di dalam anaknya, Yesus Kristus . Maka inilah Tuhan yang Sebenanrnya yaitu Allah , dan hidup yang kekal .              ( 1 Yahya 5 : 20 ).

c.     ROH KUDUS ITU ALLAH

Akan tetapi apabila datang PENOLONG yang akan Kusuruhkan kepadamu dari pada BAPA , yaitu ROH KEBENARAN yang keluar daripada BAPA itu , ialah akan menyaksikan dari hal-ku ( Yahya 15 : 26 )
Tetapi kata Peterus : “ Hai Ananias , apakah sebabnya Iblis menumpati hatimu sehingga engkau berdusta kepada ROHU’LKUDUS dan menyebelahkan harga sebidang tanah itu ?
Selagi belum dijual, bukankah milikmu sendiri ? Dan setelah sudah terjual , bukankah harganya itu di dalam kuasamu ? Apakah sebabnya engkau sudah merundingkan perbuatan ini di dalam hatimu ? Bukannya engkau berdusta kepada manusia melainkan kepada ALLAH . ( Kisah Rasul-Rasul  5 : 3,4 )

Mengenai ALLAH TETAP ESA disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Alkitab/Bibel  antara lain seperti Yak 2 : 19 ; Ul. 6 : 4 yang disebutkan Eja Kalima . Istilah  “ BAPA “ dalam Kristen sama dengan ALLAH  Tuhan Yang Maha Esa dalam Islam. Jadi kalau dikatakan BAPA itu ALLAH, tidak perlu dipermasalahkan. Tetapi perlu diketahui, dalam Islam tidak mengenal istilah “ BAPA “ yang dikenakan kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa . Sekalipun tidak ada permasalahan mengenai “ BAPA ITU ALLAH “, namun dari ayat-ayat Alkitab/Bibel yang ditunjuk perlu dibicarakan supaya diketahui beberapa aspek  yang terkait dengan hubungan istilah “ ALLAH “.
Teks Yunani untuk kata “ ALLAH “ dalam ayat Yahya 6 : 27 adalah “ δ Θεός “( ho theos ) dan diterjemahkan dalam bahasa Inggeris dengan “ the God “. Dalam ayat Yahya 5 : 18 kata “ ALLAH “ disebut dua kali  yang teks Yunani-nya secara berturut-turut adalah  τόυ Θεόυ  “ ( ton theon )  yang diterjemahkan dengan  the God “ dan  τώ  Θεώ “ ( to theo ) yang diterjemahkan dengan “ to the God[1]) . Kemudian ayat Mat. 6 : 5 -14  hanya menyebut “ BAPA “ yang dirangkaikan dengan kata     “ ALLAH “ . Dalam teks Yunani, kata “ BAPA “ dalam ayat-ayat yang dikutip itersebut di atas adalah       “ δ Πατήρ “( ho Pater ) yang dalam bahasa Inggeris : “ the Father “ dikecualikan ayat  9 yang hanya tertulis “ Πατήρ “ ( Pater ) tanpa artikel  δ “ ( ho ).
Selanjutnya yang berkaitan dengan  “ ANAK ITU ALLAH “ , pada ayat Yahya 1 : 1 teks Yunani untuk kata “ FIRMAN “ adalah  δ Λόγος “ ( ho Logos ) sedangkan untuk kata “ ALLAH “ menurut teks Yunani tertulis : “ τόυ Θεόυ  “ ( ton theon ) . Sedangkan dalam ayat-ayat lain yang disebutkan Eja Kalima, seperti ayat Yahya 14 : 10,11 tidak ada sebutan yang berkaitan dengan “ ANAK “ kecuali pernyataan Yesus tentang “ hubungan “-nya dengan BAPA . Kata “ BAPA “ dalam ayat Yahya  14 : 10 , 11 disebut dua kali dan menurut teks Yunani berturut-turut adalah : “τώ Πατρί  “ ( To Patri )  dan “Πατήρ “ ( Pater ) tanpa “ τώ “ ( To ).  Ayat lainnya yang dikutip Eja Kalima ternyata tidak mengungkap sebutan “ ANAK “ itu “ ALLAH “. Rupanya ayat-ayat tersebut dikutip Eja Kalima dalam kerangka penafsiran dogmatisnya tentang “ ANAK ITU ALLAH “, yang nanti akan dibahas. Termasuk dalam hal ini ayat Yoh. 20 : 28  yang mengangkat ucapan Thomas , salah seorang murid utama Yesus ketika bertemu dengan Yesus pasca penyaliban dan kebangkitan . Kata “ ALLAH “ dalam ayat  Yoh  20 : 28  itu menurut teks Yunaninya adalah “ Κνριός “ ( Kurios ) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggeris dengan “ LORD “ dan kata “ TUHAN “ menurut teks Yunani adalah “ δ Θεός  “ ( ho theos ) dan dalam bahasa Inggeris :  the God “ . Begitu pula ayat yang ditunjuk Eja Kalima , tidak ada yang menunjuk secara langsung kepada “ ROH KUDUS ITU ALLAH “ kecuali sebagai hasil penafsiran Eja Kalima semata-mata .  Masalah ini akan dibahas .
Sekarang akan kita bahas klaim Eja Kalima atas ayat-ayat Alkitab/Bibel berkenaan dengan “ ANAK ITU ALLAH “ dan “ ROH KUDUS ITU ALLAH “ . Mengenai  “ BAPA ITU ALLAH “ dalam konteks umum tentang kata “ ALLAH “ tidak dipermasalahkan karena memang “ ALLAH  “ itu  menurut ajaran Kristen adalah “ BAPA “.  Pertama-tama kita akan membahas ayat-ayat Alkitab/Bibel yang dirujuk Eja Kalima tentang “ ANAK ITU ALLAH “

1.      Mengenai ayat Yahya 1 : 1 , bisa diberikan catatan sebagai berikut :

a.      Gereja Unitarian dan Sekte Saksi Yehovah sangat  menolak jika dijadikan dasar penetapan Yesus itu Allah. Tapi “ ALLAH “ dalam pengertian yang bagaimana ?  Penganut Kristen menggunakan kata “ ALLAH “ ini dalam pengertian yang berjumplitan dan tidak tegas . Alasan  Gereja Unitarian sehingga menolak jika ayat Yahya 1 : 1 ini dijadikan dalil tentang Yesus ( ANAK ) itu Allah antara lain  adanya kejanggalan dalam struktur kalimat jika ayat ini dipahami : “FIRMAN “ itu “ ALLAH “. Hal ini telah dikemukakan dan dikutip kembali sebagai berikut :

Poin pertamanya adalah kesulitan untuk memahami “ FIRMAN BERSAMA DENGAN ALLAH    di satu sisi dan “ FIRMAN ADALAH ALLAH “ di sisi lain .
Klausa pertama menyatakan bahwa ada perbedaan antara FIRMAN dengan ALLAH         ( karena yang satu BERSAMA dengan yang lain ). Sementara klausa yang kedua menyatakan bahwa mereka ( FIRMAN dan ALLAH ) satu dan sama. Apabila demikian , kalimat tersebut , TIDAK MASUK AKAL .

Thomas McElwain mengungkapkan : “ Memang beberapa cendekiawan ( - dari kalangan Kristen sendiri dan tidak ada dari kaum Muslim karena tidak berkepentingan dengan ayat Yahya 1 : 1, pen. AL-) menunjukkan bahwa terjemahan yang lebih baik adalah : ‘ dan Firman adalah tuhan ( atau allah ) ‘ ( t dan a huruf kecil  pen.AL ) “. Dengan memberikan alternatif terjemahan yang demikian ini , rupanya hendak ditunjukkan bahwa ” FIRMAN ” itu BUKAN ALLAH seperti halnya BAPA melainkan hanya memiliki keilahian saja karena ” Firman ” itu keluar dari ALLAH .
b.      Sebagaimana yang dapat dilihat dan dibaca, istilah yang dipakai untuk kata “ KALAM “ atau      “ FIRMAN “ dalam ayat Yahya 1 : 1 , menurut teks Yunani adalah “ LOGOS “ . Kajian atas hal ini akan bisa membawa pada pemahaman dan bagaimana menempatkan ayat Yahya 1 : 1 pada posisi yang sebenarnya .  Sebagaimana diketahui , gagasan tentang ” LOGOS ” atau     ” FIRMAN ”  adalah gagasan yang sangat laku dalam filsafat STOA yang bergabung dengan filsafat Plato, yang kemudian gabungan ini dikenal dengan filsafat NEOPLATONISME dan tersebar luas di dunia Yunani-Romawi terutama di kalangan para cendekiawan . LOGOS berperan sebagai ” akal jagad raya ”dan meresap ke segala sesuatu, khususnya ke manusia yang berakal sehingga manusia berakal ini menjadi peserta dalam LOGOS tersebut .  
Gagasan LOGOS filsafat NEOPLATONIS ini terambil oleh bapak Gereja misalnya YUSTINUS ( ± 165 M) yang mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah  ” LOGOS ” yang berpancar dari Allah yang Esa dan karenanya disebut ” ANAK ALLAH ”. Dalam keallahan ” ini, LOGOS adalah suatu kekuatan, daya ilahi. Ketika kosmos ( jagad   raya ) diciptakan, LOGOS keluar dari ” keallahan ” dan menjadi tersendiri dan akhirnya menjadi manusia yang lahir dari perawan Maryam. Selanjutnya pemikiran YUSTINUS diadopsi olen IRENEUS dengan pengembangan pemikiran baru dalam upaya menentang kelompok-kelompok yang dituduh heretik. Oleh karena itu, bisa dimaklumi jika ayat Yahya 1:1 mengandung unsur filsafat NEO-PLATONISME. Sebagaimana yang dikatakan Dr.C.Groenen Ofm : “ Tetapi kebanyakan karangan Perjanjian Baru terlibat dalam peralihan dari alam pikiran Yahudi ke alam pikiran Yunani. Hal ini misalnya paling terasa dalam karangan Paulus dan Injil Yohanes “, maka bagaimanapun konsepsi tentang “ LOGOS “ itu harus dikembalikan ke alam pikiran Yunani . Dan juga bagaimana pengertian  ” LOGOS ” itu sendiri masih menjadi ” konflik pendapat ” antar sekte Kristen dan antar bapak-bapak Gereja, dan  hal ini melahirkan konsep TRINITAS yang berbeda-beda pula .

Dengan demikian, menjadikan ayat Yahya 1: 1 sebagai dalil ketuhanan Yesus sangat meragukan. Dan bahasan mengenai masalah ” LOGOS ” sebenarnya masih  menjadi konflik teologis di kalangan Kristen sendiri sampai saat ini .
Al Qur’an menyebut Yesus dengan ” KALIMATULLAH ” ( Kalimah Allah ) karena kejadian Yesus     ( Nabi Isa Al Masih as ) berdasarkan perintah Allah dalam kalimat ” KUN ” ( JADILAH ! ) maka Yesus pun tercipta sebagai manusia . Namun demikian ummat Islam tidak akan pernah menjadikan : KALIMAH  ” KUN ” sebagai TUHAN dan juga tidak akan  pernah memahamikanya akan menjadi daging ( manusia ). Pengertian yang terkandung dalam ajaran Islam ini sebenarnya sejalan dengan ayat Mazmur 33 : 6   :

Dengan firman Tuhan telah jadi segala langit dan segala tentaranya pun jadi dengan hawa mulut-Nya

Begitu pula ayat Ibrani 11 : 3  :

Dengan iman , kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Tuhan sehingga  barang yang kelihatann bukannya dijadikan dari barang yang kelihatan .

Kata  firman Allah ” dalam ayat Mazmur 33 : 6 dan Ibrani 11 : 3 semakna dengan ” KALIMAH ALLAH ” dalam Al Qur’an  yang berupa kalimat : ” KUN ” .  Cukup dengan berfirman ” KUN ! ” maka semuanya  tercipta. Jadi, apa yang tercipta bukan INKARNASI dari KALIMAH ” KUN ” melainkan hasil/produk dari KALIMAH ” KUN ” termasuk dalam penciptaan Yesus. Tetapi penganut Kristen telah mengembangkan pengertian yang terlalu jauh bahwa Yesus yang terjadi dengan KALIMAH ” KUN ” dikatakan sebagai INKARNASI DARI KALIMAH (Firman) yang menjadi manusia . Hal ini merupakan pengaruh dari filsafat Hellenistik .
2.     Sehubungan dengan ayat Yahya 14 : 10, 11 , tampaknya inti pernyataan dari ayat Yahya 14 : 10, 11 yang ditunjuk oleh Eja Kalima sebagai dalil tentang Yesus sebagai ALLAH  ( - bukan ALLAH dalam pengertian Islam -) adalah adanya pernyataan  :       BAPA itu yang TINGGAL DI DALAM AKU    dan  AKU INI DI DALAM BAPA DAN BAPA PUN DI DALAM AKU  “ . Baca pula ayat Yahya 10 : 38 ; Yahya. 17 : 21. Hanya menjadi pertanya-an , apakah kalimat ini secara harfiah menjadi bukti bahwa Yesus atau ANAK itu ALLAH ?  Apakah tidak diartikan sebagai pernyataan metafora belaka ? Jika diartikan secara harfiah maka ayat Yahya 14 : 10, 11 mengandung kontradiksi di dalamnya. Mengapa demikian , karena dalam ayat Yahya 14 : 10, 11 ini terungkap pernyataan Yesus sendiri : “Segala perkataan yang aku katakan kepadamu BUKANNYA AKU KATAKAN ATAS KEHENDAKKU SENDIRI melainkan BAPA itu yang TINGGAL DI DALAM AKU , IA-lah mengadakan segala perbuatan itu  “. Jika Yesus itu adalah ALLAH lalu mengapa Yesus sebagai ALLAH  justru menegaskan segala perkataan yang disampaikannya BUKAN ATAS KEHENDAKNYA SENDIRI . Berarti Yesus BUKAN ALLAH, karena tidak mungkin “ ALLAH “ tidak punya kehendak sendiri.
Oleh karena itulah pernyataan Yesus : “ BAPA itu yang TINGGAL DI DALAM   AKU    dan  AKU INI DI DALAM BAPA DAN BAPA PUN DI DALAM AKU  “ harus dilihat sebagai metafora dan tidak bisa dimaknakan secara harfiah . Ternyata jika menyimak ayat-ayat Alkitab/Bibel , memang mendukung hal ini . Mari perhatikan pernyataan dalam ayat-ayat  Alkitab/Bibel berikut  :

-    Siapa yang makan tubuhku dan minum darahku , IA TINGGAL DI DALAM AKU DAN AKU TINGGAL DI DALAM DIA  ( Yahya 6 : 56 )
-    Hendaklah KAMU TETAP DI DALAM AKU dan AKU JUGA DI DALAM KAMU (Yahya 15 : 4 )
-    Siapa yang tetap di dalam Aku dan Aku pun di dalam dia ( Yahya 15 : 5 )
-    AKU DI DALAM MEREKA  itu dan ENGKAU DI DALAM AKU supaya mereka itu sempurna di dalam satu persekutuan . ( Yahya 17 : 23 )
-    Dan Aku sudah memberi tahu namamu kepada mereka itu dan Aku akan memasyhurkan pula supaya kasih yang seperti Engkau kasih akan Daku itu tetap di dalam mereka itu dan AKU PUN TETAP DI DALAM MEREKA  ( Yahya 17: 26 )

Pernyataan semacam ini cukup banyak, khususnya dalam Injil Yahya yang helenistik. Jika dipahami secara harfiah berarti SEMUA MURID YESUS TIDAK LAIN ADALAH YESUS SENDIRI dan karena Yesus juga berada di dalam ALLAH maka SEMUA MURID YESUS TIDAK LAIN ADALAH ALLAH . Kok , banyak sekali ALLAH  yang disembah oleh Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya ? Ini adalah konsekwensi jika memahami secara harfiah atas kalimat “  BAPA itu yang TINGGAL DI DALAM AKU    dan  AKU INI DI DALAM BAPA DAN BAPA PUN DI DALAM AKU  “ dalam ayat Yahya 14 : 10, 11 tersebut . Oleh karena itu kalimat ini tidak bisa dipahami secara harfiah melainkan dimaknakan secara metafora . Dengan demikian ayat Yahya 14 : 10, 11 tidak bisa dijadikan dalil bahwa ANAK atau YESUS ITU ADALAH ALLAH .
3.      Ayat Yahya  20 : 28 mengungkapkan ucapan Thomas : “ Ya Allah, ya Tuhanku . Teks Yunani kalimat ini : “ O, Κνριός μου χαι δ Θεός μου “ ( O, Kurios, mon kai ho Theos mon ) dengan terjemahan bahasa Inggeris  : “ My Lord and my God “ . Menjadi pertanyaan , apakah kata ini ditujukan kepada Yesus sehingga ayat Yahya 20 : 28 ini menjadi dalil  : YESUS ADALAH TUHAN DAN ALLAH ?
Perlu diketahui , kata “ Κνριός( Kurios , yang diterjemahkan dengan : Lord , Tuhan ) dan     “ Θεός “( theos, yang diterjemahkan dengan : God, Allah ) adalah bentuk nominatif. Dan kedua kata ini menunjuk kepada “ ORANG KEDUA TUNGGAL“ dan memiliki denklensi ( terminologi linguistik yang mengacu kepada bentuk-bentuk turunan dari kata-kata yang mengalami infleksi ) . Oleh karena itu terdapat kasus vokatif  untuk kedua kata tersebut yaitu : “ Kurie/Kyrie “ untuk        “ Kurios “ dan “ Thee “ untuk “ Theos “. Jika Thomas menujukan kedua kata itu untuk Yesus , seharusnya digunakan bentuk vokatif : “ Kurie/ Kyrie “ dan “ Thee “. Tetapi nyatanya dalam ayat Yahya 20 : 28 ini digunakan  bentuk nominatif : “ Kurios  “ dan  Theos  “, yang artinya kata-kata itu diucapkan oleh ” ORANG PERTAMA TUNGGAL ” (Thomas ) dan ditujukan kepada “ ORANG KETIGA TUNGGAL “( Allah ) tetapi diucapkan di depan ” ORANG KEDUA TUNGGAL ” ( Yesus )  ,  bukan ditujukan kepada Yesus yang sedang dihadapi Thomas .
Hal ini bisa dibandingkan bila kita  bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak bertemu . Lalu ketika bertemu , karena terkejut dan gembira kita pun  berseru di hadapannya :       “ Ya Allah , ya Tuhanku “ . Ucapan ini dilontarkan di hadapan teman tersebut tetapi bukan berarti teman itu yang ALLAH dan TUHAN , melainkan kata-kata yang diucapkan sebagai seruan kepada Tuhan Allah untuk menyatakan kegembiraan , keterkejutan dan semacamnya  di hadapan teman dan bukan ditujukan kepada teman yang dihadapi . Dengan demikian menjadikan ayat Yahya        20 : 28 sebagai dalil tentang YESUS ITU ALLAH , sangatlah keliru .
4.     Berkaitan dengan ayat  Wahyu 1 : 8 , yang ditunjuk  Eja Kalima sebagai dalil tentang Yesus atau Anak itu ALLAH  ternyata , jika disimak ternyata sulit ditemukan kalimat yang menyatakan demikian . Oleh karena itu klaim Eja Kalima atas ayat ini tidak lebih dari khayalan dogma yang dibangun Eja Kalima untuk mendukung kepercayaannya tentang TRINITAS . Mungkin Eja Kalima telah disamarkan oleh ayat Wahyu 1 : 8 versi Alkitab LAI 1976   :

Aku inilah Alif dan Ya , firman Tuhan Allah , yang ada dan yang sudah  ada dan Yang akan datang , Yang Maha Kuasa

Dalam kesamaran ini bisa jadi ” ALIF dan YA ” sama dengan ” FIRMAN TUHAN ALLAH ” pada kalimat lanjutannya sedangkan namanya ” FIRMAN ” adalah YESUS atau ANAK . Tetapi kesamaran itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika dilihat  kalimat ” firman Tuhan Allah ” dimana kata ” firman ” ditulis dengan  f ” ( f huruf kecil ) , yang merupakan keterangan bahwa Aku inilah Alif dan Ya ” adalah ucapan atau kata-kata Tuhan Allah (firman Tuhan Allah ).  Hal ini dapat  dibandingkan dengan ayat Wahyu 1 : 8 tersebut  dari berbagai versi Alkitab/Bibel lainnya .

Menurut Alkitab LAI 1968  :

Aku inilah Alif dan Ya ” , demikianlah firman Allah Tuhan itu , Yang Ada dan Yang sudah sedia  ada dan Yang akan datang kelak yaitu Yang Maha Kuasa

Menurut Holy Bible 1978  :

I am Alpha and Omega , the beinning and the ending , saith the Lord , which is , and which was and which is to come , the Almighty .

Menurut The New Testament in Today’s English Version tahun 1966  :

I am the Alpha and the Omega “ , says the Lord God Almighty , Who is , who was and who is to come .

Ternyata  kata-kata : “Aku inilah Alif dan Ya  “ dalam ayat Wahyu 1 : 8 menurut LAI  1968  dan pada kata-kata  :    I am the Alpha and the Omega  “ menurut The New Testament in Today’s English Version tahun 1966 berada dalam TANDA PETIK  ( “ …..  “ )  . TANDA PETIK INI MENJADI SANGAT PENTING KEHADIRAN-NYA karena dapat memberikan pengertian bahwa apa yang ditanda-petikkan itu adalah kata-kata yang diucapkan dan siapa yang mengucapkan kata-kata tersebut adalah diluar tanda petik tersebut yaitu TUHAN ALLAH .  Hal ini terlihat dari petilan kalimat “ demikian firman Allah, Tuhan itu “ ( Alkitab LAI 1968 ) atau “ saith the Lord “    ( Holy Bible 1978 ) dan “ says the Lord God Almighty “ ( The New Testament in Today’s English Version tahun 1966 ). Jelaslah ayat Wahyu 1 : 8 , sama sekali tidak menunjukkan YESUS atau ANAK adalah Allah . Tetapi “ I am Alpha and Omega “ adalah kata-kata dari Allah , Tuhan Yang Maha Kuasa. Lalu apa penjelasannya sehingga dikatakan ayat Wahyu 1 : 8  merupakan dalil tentang  “ ANAK ( YESUS ) ITU ALLAH “ ? Hal ini merupakan satu pengelabuan dan salah paham.
5.     Dan juga dengan ayat 1 Yahya 5 : 20 , jika disimak maka timbul pertanyaan , siapakah yang dimaksud dengan “ YANG BENAR “ dalam ayat ini ?  Pertanyaan ini sangat penting karena “ YANG BENAR “ inilah yang dikatakan : “ ….. inilah Tuhan yang Sebenarnya yaitu Allah , dan hidup yang kekal  “ . Jika kita melihat kalimat    kita ini ada di dalam Yang Benar yaitu di dalam anaknya, Yesus Kristus “, tidak bisa tidak, yang dimaksud dengan “ YANG BENAR “ adalah Yesus Kristus sehingga berdasarkan ayat 1 Yahya 5 : 20  maka Yesus adalah ALLAH sesuai dengan kalimat “ ….. inilah Tuhan yang Sebenarnya yaitu Allah , dan hidup yang kekal “. Tetapi apakah demikian yang dimaksudkan ? Untuk itu, berikut dikutipkan terjemahan bahasa Inggeris dari teks Yunani oleh Benyamin Wilson dalam The EMPHATIC DIAGLOTT-nya :

And  we  know  that  the son  of  God has come and  has given us Discernment , that wemight know the TRUE ONE ; and we are in the TRUE ONE – by his son Jesus Christ . This is the TRUE GOD and aeonian Life .
Dan kita mengetahui bahwa Anak Allah itu sudah tiba dan telah mengaruniakan kita kecerdasan supaya kita dapat mengetahui  Yang Benar ; dan kita ada di dalam Yang Benar oleh anaknya Yesus Kristus . Inilah ALLAH YANG BENAR  , dan hidup yang kekal .

Menurut terjemahan Benyamin Wilson dalam The Emphatic Diaglott ini bahwa yang dimaksud dengan  “ YANG BENAR “ itu adalah ALLAH YANG BENAR  dan HIDUP YANG KEKAL . Dan seseorang dapat mengetahui “ YANG BENAR “ dan berada di dalam “ YANG BENAR “ itu melalui pengajaran yang diberikan oleh Yesus Kristus . Ini sesuai dengan kalimat “ by his son Jesus Christ “( oleh anaknya Yesus Kristus ). Jadi ayat 1 Yahya 5 : 20  ini bukanlah dalil yang menyatakan YESUS atau ANAK ITU ALLAH seperti yang dikatakan Eja Kalima . Teks terjemahan ayat 1 Yahya 5 : 20 menurut ALKITAB  LAI dengan yang diberikan The EMPHATIC DIAGLOTT  memang menunjukkan pengertian yang saling bertolak belakang. Ini adalah fakta dari sekian banyak fakta tentang keberadaan Alkitab/Bibel yang sesungguhnya .

Selanjutnya dibahas ayat-ayat Alkitab/Bibel rujukan Eja Kalima tentang “ ROH KUDUS ITU ALLAH “.

1.      Ayat Yahya 15 : 26  berbicara tentang “ PENOLONG “ dan dalam ayat ini ditegaskan bahwa  “ PENOLONG “ itu “ ROH KEBENARAN “ yang keluar dari BAPA . Dalam hal ini sama sekali tidak dikatakan : ROH KUDUS ITU ALLAH . Lalu bagaimana bisa ayat Yahya 15 : 26 dijadikan dalil tentang ROH KUDUS ITU ALLAH ?  Ini menunjukkan ekstrapolasi dogma Kristen yang berlebihan atas ayat Yahya 15 : 26 tanpa  melakukan  kajian  kritis  atas ayat - ayat Bibel terutama yang terkait dengan “ PENOLONG “ yang disebutkan. Permasalahan yang paling penting berkaitan dengan “ PENOLONG “ ini yaitu SIAPAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN  “ PENOLONG “ TERSEBUT ? Tentu menurut Eja Kalima dan semua penganut Kristen , yang dimaksud dengan “ PENOLONG “ adalah ROH KUDUS karena dalam ayat Yahya 15 : 26 ini dikatakan “ PENOLONG “ itu “ ROH KEBENARAN “ sedangkan dalam ayat Yahya 14 : 26 dikatakan “ PENOLONG ” itu ROH KUDUS . Tetapi kajian yang lebih mendalam ternyata ” PENOLONG ” itu adalah SEORANG MANUSIA YANG BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI dengan tugas dan fungsi yang sama dengan Yesus yaitu memberi pengajaran seperti yang dilakukan Yesus  (  ayat Yahya  16 : 7 -15 ) [2] ) . Jadi ayat Yahya 15 : 26  bukanlah dalil tentang ROH KUDUS ITU ALLAH .
2.        Rupanya si Kristen mengambil ayat Kisah Rasul-Rasul 5 : 3,4 sebagai dalil ROH KUDUS ITU ALLAH berdasarkan penarikan kesimpulan logika atas dua pernyataan yaitu : “ engkau berdusta kepada ROHU’LKUDUS “ ( ayat 3 ) dan “engkau berdusta kepada manusia melainkan kepada ALLAH  “ ( ayat 4 ) .  Dari hubungan kedua pernyataan ini, lalu Eja Kalima mengambil kesimpulan logika ( syllogiosme ) :  ROHUL KUDUS ITU ALLAH . Sebaiknya perlu dijelaskan terlebih dahulu oleh Eja Kalima, apakah dalam konteks TRINITAS yang dipercaya oleh penganut Kristen, kata “ ALLAH “ pada petilan kalimat kedua adalah NAMA UMUM ataukah menunjuk kepada   BAPA ? Jika yang dimaksud adalah “ ALLAH “ dalam pengertian “ BAPA “ , apakah ROH KUDUS itu adalah BAPA ? Mengapa demikian sebab dalam teks Yunani-nya,  kata “ ALLAH “ ini adalah  τώ  Θεώ “ (to theo) dan kata “ ROHU’LKUDUS “ adalah “ τό πνЄύμα τό αγιον “ ( To Phneuma to agion ). Pembedaan artikel ( kata sandang ) pada keduanya mengarah kepada pembedaan entitas antara “ ALLAH “ dengan “ ROH KUDUS “  di mana kata   “ ALLAH “ yang dimaksud dalam petilan kalimat ayat Kis.  5 : 4  menunjuk kepada “ BAPA “ sehingga “ ROH KUDUS “ yang disebut dalam ayat Kis. 5 : 3 bukanlah  “ ALLAH “ yang disebut dalam Kis. 5: 4. Kalau tidak demikian berarti “ ROH KUDUS “ adalah “ BAPA “. Apakah demikian konsep TRINITAS ? Dengan demikian penarikan kesimpulan logika atas kedua petilan kalimat itu sangat tidak tepat. Hal itu dilakukan Eja Kalima atas dasar dogma yang dianutnya.

Dari bahasan atas ayat-ayat Alkitab/Bibel yang dijadikan dalil oleh Eja Kalima tentang : ANAK ITU ALLAH dan ROH KUDUS ITU ALLAH , ternyata me-nunjukkan ketidak-benarannya . Klaim-klaim atas ayat-ayat Alkitab/Bibel tersebut lebih didasarkan pada dogma yang dianut. AKhirnya timbul pertanyaan , apakah dogma Kristen itu dibangun berdasarkan ayat-ayat Alkitab/Bibel ataukan ayat-ayat Alkitab/Bibel itu menyesuaikan diri dengan dogma yang dianut ?
Selanjutnya sesudah menunjuk ayat-ayat Alkitab/Bibel sebagai dalil yang menegaskan BAPA ITU ALLAH ( al. Yahya6 : 27 ; 5 : 18 ; Mat. 6 : 5 -14  ), ANAK ITU ALLAH ( al.Yahya 1 : 1 ; 14 : 10, 11 ; 17: 10 ; 20 : 28 ; Wahyu 1 : 8 ; 1 Yahya 5 : 20 ), dan ROH KUDUS ITU ALLAH ( al. Yahya 15 : 26 ; Kis. 5 : 3,4 ) dan ALLAH TETAP ESA ( al. Yak 2 : 19 ; Ul.      6 : 4 ) lalu Eja Kalima berkata : ” Sengaja kami tampilkan ayat-ayat pembuktian di atas yang tidak satupun terambil dari Surat-surat Paulus (!) melainkan dari Rasul dan murid Yesus lainnya. Ini merupakan bukti lanjutan bahwa Trinitas itu bukanlah karangan-karangan Paulus   ( atau  hanya hadir di kalangan Paulus ) seperti yang sering dituduhkan  orang . Alkitabiah yang menyingkapkan keberadaanNya sendiri yang Trinitas itu ” .  Sehubungan dengan pernyataan Eja Kalima ini , mari kita fokuskan pada aspek ” ANAK ITU ALLAH ” dan ” ROH KUDUS ITU ALLAH ” saja karena aspek ” BAPA ITU ALLAH ” sudah jelas . Begitu pula dengan  aspek ” ALLAH TETAP ESA ” . Bahasan yang diberikan terkait dengan pernyataan Eja Kalima :  Sengaja kami tampilkan ayat-ayat pembuktian di atas yang tidak satupun terambil dari Surat-surat Paulus (!) melainkan dari Rasul dan murid Yesus lainnya ” .  Rupanya bagi Eja Kalima , pengaruh Paulus terhadap Kekristenan hanya terwujud melalui surat-surat Kiriman Paulus. Ini menunjukkan, pengetahuan Eja Kalima mengenai sejarah perkembangan Perjanjian Baru, sangatlah rudin . Untuk diketahui oleh Eja Kalima, justru surat-surat kiriman Paulus kepada Jemaat-jemaat Kristen ataupun kepada perseorangan, justru keberadaannya jauh lebih awal daripada Injil-Injil Kanonik. Ajaran-ajaran Paulus telah berpengaruh luas ketika Injil-Injil Kanonik itu dikarang. Pengaruh ajaran Paulus ini, bukanlah mustahil telah memberikan warna terhadap teologi Kristen.  Apalagi KISAH RASUL-RASUL , termasuk INJIL LUKAS , itu ditulis oleh LUKAS , seorang murid dan ” dokter ”-nya Paulus. Jelas pengaruh Paulus sangat kentara dalam hal ini . Apakah ini mau diingkari oleh Eja Kalima ?  Kemudian , benarkah ayat-ayat yang ditunjuk Eja Kalima itu  berasal dari ” RASUL DAN MURID YESUS LAINNYA ” ? Ini merupakan kebodohan Eja Kalima tentang sejarah Alkitab/Bibel , karena semua Injil Kanonik , BUKAN DIKARANG OLEH MURID-MURID YESUS ! Disarankan , jika berbicara  ” masakan gulai ” yang disajikan dalam jamuan , belajar dulu bagaimana cara membuat gulai  baru bicara tentang gulai . Jangan asal bicara tetapi tidak punya dasar sama sekali . 
Tampak sekali betapa Eja Kalima menyajikan pernyataan-pernyataannya dengan penuh semangat dogmatis tapi tidak dilandasi perngetahuan dan dalil-dalil. Memang demikianlah bentuk apologi penganut Kristen dalam mempertahankan kepercayaan dan dogma Kristen ajaran Paulus yang dianutnya . Akibatnya pernyataan-pernyataan yang disajikan lebih banyak semangat dogmatisnya ketimbang pernyataan yang didasarkan pada kajian-kajian .


[1] ).  Artikel  δ “; “ τόν  “; “ τώ   dan  τόυ    berturut-turut adalah artikel ( kata sandang ) untuk Masculin singular pada kasus: nominatif, Genitif, Datif dan Akusatif , yang dalam bahasa Inggeris berturut-turut sepadan dengan :  the “, “ of the “, “ to the “ dan “ the  . Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal bentuk artikel dengan berbagai kasus seperti itu .
[2]). Lebih jauh dapat dibaca makalah penulis : ” NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD SAW ”  yang pada saatnya akan disajikan dalam blog ini . Fokus bahasan dalam tulisan ini membahas mengenai PARACLETOS ( PENOLONG ) YANG LAIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar