MASAKAN ALLAH PUNYA ” ANAK ALLAH ” ( 6 )
YANG PERLU DISADARI TENTANG ISTILAH ANAK
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN
Eja Kalima memberi pernyataan
Akhirnya , amat perlu disadari oleh teman kita Muslim bahwa istilah “ ANAK “ atau KETUHANAN YESUS bukanlah bikinan Paulus ( dengan melawan pengajaran murid-murid Yesus lainnya ) dan bukan pula akal-akalan manusia Kristen .
eman Muslim seharusnya gampang untuk menyimak sendiri ( di Alkitab ) bahwa istilah dan POSISI KEILAHIAN itu justru selalu dipakai oleh setiap murid-murid Yesus. Ya Petrus , ya Yakobus, ya Matius, ya Marku , ya Yohanes, semuanya ! Bahkan benar bahwa itu adalah istilah semesta alam , dipakai oleh Tuhan- Allah sendiri sejak awal mula dan juga oleh malaikat dan para nabi-nabi. Itu ditujukan khusus untuk Yesus Al Masih dan dikonfirmasi balik oleh diriNYa !
TIDAK PERCAYA ? Periksalah sendiri untuk Yes. 9 : 5 ; Hos 11 : 1 ; Mzm. 2 : 7 ; Mat. 3 : 17; Luk. 1 : 32 ; Yoh. 10 : 36. Bahkan istilah ANAK ALLAH ini terpaksa diakui oleh musuh-musuh Yesus , diketahui dan dikonfirmasi oleh semua setan dan iblis ! Kepala pasukan Romawi dan para prajuritnya yang menyalibkan Yesus , harus berkata : “ Sungguh , Ia ini adalah Anak Allah “ ( Mat. 27 : 54 ) . Iblis pun berkata : “ Jika Engkau Anak Allah , perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti “ ( Mat. 4 : 3 ) - “ Apa urusanmu dengan kami , hai Anak Allah ? “ ( Mat.8 : 29 ). – “ Mereka ( roh-roh jahat ) jatuh tersungkur di hadapanNYa dan berteriak “ Engkaulah Anak Allah “ ( Mrk . 3 : 11 ).
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Substansi permasalahannya tidak sekedar berbicara mengenai istilah ” ANAK ” dan ” KETUHANAN YESUS ” tetapi berbicara tentang KEYAKINAN dan PENGAKUAN terhadap Yesus sebagai Tuhan yang disembah sebagai implikasi dari istilah-istilah tersebut. Kalau hanya sebatas istilah dan kemudian dalam realitasnya istilah-istilah itu tidak berimplikasi kepada keyakinan terhadap Tuhan, mungkin tidak terlalu dipermasalahkan. Yah namanya saja istilah ! Tetapi apakah demikian kenyataannya ? Ternyata tidak ! Justru istilah-istilah tersebut menjadi dasar penetapan bahwa YESUS ITU ALLAH , YESUS ITU TUHAN YANG DISEMBAH dan segala tetek-bengeknya. Jadi, Eja Kalima jangan memesongkan inti permasalahan .
Masalah istilah ” ANAK ” , bisa saja bukan bikinan Paulus karena istilah ” ANAK ” itu sudah disebutkan dalam Perjanjian Lama . Ambil contoh ayat Keluaran 4 : 22 :
Maka pada masa itu hendaknya katamu kepada Firaun demikian : ” Inilah firman Tuhan , Bahwa ISRAIL ITULAH ANAKKU LAKI-LAKI yaitu ANAKKU YANG SULUNG .
Apakah kita hendak memaknakan bahwa ” ISRAIL ” itu adalah Tuhan lantaran disebut ” ANAKKU LAKI-LAKI ” atau ” ANAKKU YANG SULUNG ” oleh Allah ? Tidak akan ada yang akan memahamkan demikian karena istilah ” ANAK ” di sini hanya sebagai ungkapan atau metafora belaka dan tidak bisa dimaknakan secara harfiah. Kita baca pula ayat 2 Semuil 7 : 4 :
Maka Aku menjadi baginya akan BAPA dan ia pun menjadi bagi-Ku akan ANAK ,maka apabila ia bersalah , Aku menyiksakan dia kelak dengan cemeti manusia dan dengan bala anak-anak Adam .
Ayat Semuil 7: 14 merupakan pemberitahuan Allah kepada Daud tentang Sulaiman ( Salomon ) bahwa Allah akan menjadi BAPA bagi Sulaiman ( Salomon ) dan Sulaiman menjadi ANAK bagi Allah. Inilah yang ditegaskan ayat Mazmur 2 : 7-8 [1] ) :
Bahwa Aku telah melantik Raja-Ku di atas Sion yaitu bukit Kesucian-Ku ! . Bahwa aku hendak menyatakan takdir : Tuhan telah berfirman kepadaku demikian : ” Tuhan telah berfirman kepadaku : ” Engkaulah Anak-Ku, pada hari ini Aku memperanakkan dikau ! ” .
Ayat Mazmur ini berbicara tentang penahbisan Sulaiman sebagai Raja yang dilantik di bukit Sion . Dan dalam ayat ini, Sulaiman ( Salomon ) ditegaskan sebagai ANAK oleh Allah dan Allah sebagai BAPA bagi Sulaiman (Salomon). Apakah dengan demikian, Sulaiman ( Salomon ) dapat dikatakan sebagai TUHAN ?. Kita yakin, tidak akan ada penganut Kristen akan menetapkan Sulaiman ( Salomon ) sebagai TUHAN lantaran ditetapkan sebagai ANAK oleh Allah dan Allah sebagai BAPA . Dengan demikian , pengertian kata ” ANAK ” harus dimaknakan secara ungkapan , bukan harfiah dogmatis .
Sejumlah ayat Alkitab/Bibel menegaskan , MALAIKAT ADALAH ANAK-ANAK ALLAH . Ini dipahami misalnya pada ayat Kejadian 6 : 2 , Ayub 1 : 6 , Ayub 2 : 1. Tentu sulit diterima bahwa semua malaikat adalah TUHAN-TUHAN yang disembah karena disebut sebagai ANAK ALLAH. Tetapi ketika dikenakan kepada Yesus, ternyata istilah ” ANAK ” ini oleh penganut Kristen dihubungkan sebagai aspek KETUHANAN sehingga lahirlah dogma ” KETUHANAN YESUS ”. Siapakah yang mengajarnya ? Jelas Paulus ! Bukan orang lain. Padahal Yesus tidak pernah menyatakan diri sebagai TUHAN YANG DISEMBAH . Perhatikan ajaran Yesus berikut :
Lalu kata Yesus kepadanya : ” Nyahlah engakau dari sini , hai Iblis , karena telah tersurat : HENDAKLAH ENGKAU MENYEMBAH ALLAH , TUHANMU DAN BERIBADAT HANYA KEPADANYA SAJA ( Matius 4 : 10 )
Maka kata Yesus kepadanya : ” Hendaklah engkau mengasihi Allah, Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan sepenuh akal budimu ( Matius 22 : 37 )
Tetapi janganlah kamu ini dipanggil orang : ” GURU BESAR ” karena SATU SAJA GURU KAMU, maka kamu sekalian ini bersaudara . Dan janganlah kamu memanggil ” BAPA ” akan barang seorang pun di dalam dunia ini karena SATU SAJA BAPA KAMU yaitu yang ada di surga . ( Matius 23 : 8 -9 )
Dan pada prakteknya memang Yesus melakukan penyembahan dan berdoa kepada Allah sebagai bentuk beribadat kepada Allah . Hal ini diungkapkan oleh ayat-ayat Alkitab/ Bibel , antara lain sebagai berikut :
Maka berjalanlah ia ke hadapan sedikit lalu sujudlah ia BERDOA, katanya : “ Ya, Bapaku , jikalau boleh , biarlah kiranya cawan ini lepas daripadaku ; tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU melainkan KEHENDAKMU juga “ .
Maka pergilah ia pula pada kedua kalimya BERDOA , katanya : “ Ya, Bapaku jikalau cawan ini tiada boleh lepas daripadaku , meliankan aku juga meminum dia , BIARLAH KEHENDAKMU JADI “ ( Matius 26 : 39 , 42 )
Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian : “ Ya Bapa, Tuhan langit dan bumi ! Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan dan menyatakan dia kepada anak-anak . Ya Bapa, karena yang sedemikian itulah berkenan pada pemandanganmu “ ( Matius 11 : 25-26 )
Maka Yesus pun undur daripada mereka itu sekira-kira sepelempar batu jauhnya lalu bertelut dan BERDOA , katanya : “ Ya Bapa , jikalau berkenan kepadamu , jauhkanlah kiranya cawan minuman ini daripadaku tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAKMU SAJA JADI “.( Lukas 22 : 41-42 )
Maka berlakulah tatkala segenap kaum itu dibaptiskan dan YESUS JUGA DIBAPTISKAN SAMBIL BERDOA , bahwa langit pun terbukalah ; ( Lukas 3 : 21 )
Sekarang ini jiwaku sangat berduka cita. Apakah aku hendak katakan ? YA BAPA , SELAMATKANLAH AKU DARI PADA SAAT INI . Tetapi karena itulah aku sampai kepada saat ini . ( Yahya 12 : 27 )
Maka IA-PUN , TATKALA DI DALAM KEADAAN MANUSIA , SUDAH MEMPER-SEMBAHKAN DOA DAN PERMINTAAN KEPADA YANG BERKUASA MENYELA-MATKAN DIA DARI MAUT dengan teriak yang kuat dan dengan air matanya maka DOA-NYA DIKABULKAN dari sebab ketakutannya kepada ALLAH . ( Ibrani 5 : 7 )
Maka datanglah mereka itu kepada suatu tempat yang bernama Getsemani ; lalu kata Yesus kepada murid-muridnya : ” Duduklah kamu di sini , sementara AKU PERGI BERDOA ” .
Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit lalu SUJUD KE TANAH SERTA BERDOA , jikalau boleh kiranya KETIKA ITU akan terlepas daripadanya [2]). ( Markus 14 : 32 , 35 )
Pada ketika itu juga , bergemarlah Yesus di dalam Rohu’kudus serta katanya : ” Ya Bapa , Tuhan langit dan bumi . Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan dan menyatakan dia kepada anak-anak ; Ya Bapa , karena yang sedemikian itulah berkenan pada pemandanganmu . ( Lukas 10 : 21 )
Setelah sudah disuruhkannya orang banyak itu pulang , Ia-pun naik ke atas gunung hendak BERDOA. Apabila hari sudah malam, maka tinggallah Ia di situ seorang dirinya. ( Matius 14 : 23 ).
Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit lalu sujud ke tanah serta berdoa jikalau boleh kiranya ketika itu akan terlepas daripadanya .
Maka katanya : “ Abba , ya Bapa , SEGALA SESUATU ADA DI DALAM KUASAMU , biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku , tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAKMU SAJA JADI “. ( Markus 14 : 35-36 )
Jadi adanya sebutan ” ANAK ” terhadap Yesus bukanlah menunjukkan KETUHANAN dari Yesus . Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah ayat Alkitab/Bibel yang menerangkan betapa Yesus BERDOA kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa . Tentu yang berdoa tidaklah sederajat dengan pihak di mana doa diarahkan .
Selanjutnya Eja Kalima memberi pernyataan :
Teman Muslim seharusnya gampang untuk menyimak sendiri ( di Alkitab ) bahwa istilah dan POSISI KEILAHIAN itu justru selalu dipakai oleh setiap murid-murid Yesus. Ya Petrus , ya Yakobus, ya Matius, ya Marku , ya Yohanes, semuanya ! Bahkan benar bahwa itu adalah istilah semesta alam , dipakai oleh Tuhan- Allah sendiri sejak awal mula dan juga oleh malaikat dan para nabi-nabi. Itu ditujukan khusus untuk Yesus Al Masih dan dikonfirmasi balik oleh diriNYa !
TIDAK PERCAYA ? Periksalah sendiri untuk Yes. 9 : 5 ; Hos 11 : 1 ; Mzm. 2 : 7 ; Mat. 3 : 17; Luk. 1 : 32 ; Yoh. 10 : 36. Bahkan istilah ANAK ALLAH ini terpaksa diakui oleh musuh-musuh Yesus , diketahui dan dikonfirmasi oleh semua setan dan iblis ! Kepala pasukan Romawi dan para prajuritnya yang menyalibkan Yesus , harus berkata : “ Sungguh , Ia ini adalah Anak Allah “ ( Mat. 27 : 54 ) . Iblis pun berkata : “ Jika Engkau Anak Allah , perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti “ ( Mat. 4 : 3 ) - “ Apa urusanmu dengan kami , hai Anak Allah ? “ ( Mat.8 : 29 ). – “ Mereka ( roh-roh jahat ) jatuh tersungkur di hadapanNYa dan berteriak “ Engkaulah Anak Allah “ ( Mrk . 3 : 11 ).
Sehubungan dengan pernyataan Eja Kalima di atas , sebelumya dikutipkan dulu ayat-ayat Alkitab/Bibel yang ditunjuk Eja Kalima yang dikatakannya sebagai dalil tentang posisi ketuhanan atau ANAK ALLAH bagi Yesus dan sekaligus diberikan komentar sebagai sanggahan atas ketidak-benaran klaim tersebut .
a. Yesaya 9 : 5 :
Karena seorang putera sudah jadi bagi kita , seorang anak laki-laki sudah dikaruniakan kepada kita bahwa pertuanan adalah di atas bahunya dan namanya pun disebut orang-lah : Ajaib Bicara, Allah yang Maha Kuasa , Bapa Kekekalan , Raja Salam
Ayat Yesaya 9 : 5 ini memang selalu dijadikan dalil oleh penganut Kristen sebagai nubuatan untuk Yesus . Kajian kalimat teks menunjukkan ketidak benaran klaim demikian . Dalam ayat Yesaya 9 : 5 ini ada petilan kalimat yang perlu diperhatikan yaitu : ” seorang putera sudah jadi bagi kita ” dan ” seorang anak laki-laki sudah dikaruniakan kepada kita ” . Kata ” sudah ” menunjukkan : WAKTU LAMPAU ( Past Tense ) . Ini berarti jika ayat Yesaya 9 : 5 ini dijadikan dalil nubutan tentang Yesus , berarti ketika kalimat ayat Yesaya 9 : 5 ini diucapkan , sesungguhnya Yesus telah dilahirkan pada waktu itu dan juga Maryam yang melahirkannya juga sudah ada . Apakah demikian ? Tidak mungkin , sebab Yesus baru dilahirkan ratusan tahun kemudian yaitu sekitar 700 tahun sebelum Yesus lahir. Dan diakui bahwa ayat Yesaya 9 : 5 berkaitan dengan kelahiran putera Raja Ahaz pada waktu itu . Dengan demikian ayat Yesaya 9 : 5 tidak terkait sama sekali dengan Yesus . Tetapi penganut Kristen sangat menikmati ayat ini sebagai nubuatan tentang Yesus .
Permasalahan ini rupanya menimbulkan kebingungan seorang Penginjil bernama dr. Suradi ( Christian Centre ” NEHEMIA ” Jakarta ) yang berbicara juga seperti Eja Kalima mengklaim ayat Yesaya 9 : 5 yang mencantumkan kata ” sudah ” atau ” telah ” ini sebagai dalil nubuatan tentang Yesus ketika dihadapkan dengan permasalahan yang muncul akibat kata ” sudah ” atau ” telah ” yang dikemukakan di atas . Kata ” sudah ” dalam ayat Yesya 9 : 5 ini telah merusak konsep nubuatan tentang Yesus yang sudah tertanam dalam otaknya. Untuk itu si Penginjil bernama dr. Suradi ini TELAH MENYALAHKAN TERJEMAHAN AYAT YESAYA TERSEBUT walaupun tadinya justru menggunakan ayat Yesaya 9 : 5 dengan bunyi yang mencantumkan kata ” sudah ” atau ” telah ” tersebut . Si Penginjil dr. Suradi ini berkata :
Dan dalam Yes. 9 : 5 : ” Seorang anak telah dilahirkan untuk kita - Seorang putra telah diberikan untuk kita ”.
Terjemahan ini keliru, seharusnya : ” Seorang anak dilahirkan untuk kita - Seorang putra diberikan kepada kita ”. Silakan menyimak terjemahan yang benar berikut ini : ( Ayat Yesaya 9 : 5 dalam bahasa Ibrani disertai transkrip Latin ) :
For unto us a child IS BORN , unto us a son IS GIVEN and the government shall be upon his shoulder and his name shall be called Wonderful , Counselor, The Mighty God , the Everlasting Father , The Prince of Peace ( Isaiah 9 : 5 )
Sebab seorang anak DILAHIRKAN untuk kita , seorang putra DIBERIKAN untuk kita, lambing pemerintahan ada di atas bahunya dan namanya disebutkan orang : Penasehat Ajaib, Allah Yang Perkasa , Bapa Yang Kekal , Raja Damai ( Yesaya 9 :5 )
Tetapi Penginjil dr. Suradi lupa bahwa bentuk kata “ BORN “ dan “ GIVEN “ adalah bentuk lampau . Dan bentuk “ is born “ dan “ is given “adalah pola yang kita katakan : PRESENT FOR PAST yaitu bentuk kata sehari-hari ( PRESENT ) untuk hal-hal yang lampau ( PAST ). Kalimat itu tetap berbicara untuk MASA LAMPAU ( Past ). Untuk masa lampau, tentu benar jika kita menggunakan kata “ TELAH “ dalam terjemahannya. Pola seperti itu dapat dijumpai dalam kalimat bahasa Indonesia , misalnya : ” Dulu , saya sedang membaca ketika ia datang ”, bukan berarti ” saya sedang membaca buku ” itu sedang terjadi sekarang tetapi terjadi pada waktu yang lalu. Cuma dalam bahasa Indonesia tidak mengenal tenses seperti dalam bahasa Inggeris .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar