Jumat, 06 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN


DI SEMUA AGAMA , ALLAH ITU MAHA BESAR , KUASA, 
KUDUS , KASIH , ADIL, MAHA HADIR ..... .........................
KALAU BEGITU , BUKANKAH ALLAH MEREKA SAMA ?
 
SIFAT TUHAN ALKITAB  DAN SIFAT ALLAH AL QUR’AN  ( 9 ).
( Tuhan pemberi anugerah keselamatan vs. Allah menunggu
usaha manusia mencari-cari keselamatan )

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut  :

Tuhan pemberi anugerah keselamatan vs. Allah menunggu usaha manusia mencari-cari keselamatan

Di mana-mana Alkitab berbicara tentang anugerah Tuhan yang memberikan keselamatan kepada manusia berdosa melalui penebusan Yesus Kristus . Ia adalah juru selamat yang bertindak selaku PENGANTARA/Jurusafaat antara manusia dan Tuhan ( 1 Timotius 2 : 5 ).
Dalam Al Quran tidak terapat konsep anugerah keselamatan Allah . Tidak ada Juruselamat Penebus , juga tiadak ada Pengantara . yanga ada hanya usaha amal-ibadah masing-masinhg untuk mencapau keselamatanna ( lihat SP 16 )

Dengan sejumlah perbedaan hakiki antara sifat Allah Al Quran dengan Tuhan Alkitab , maka dapat disimpulkan dengan mudah bahwa kedua Allah ini sungguh jauh dari sama.

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :

Dalam membandingkan antara TUHAN ALKITAB dengan ALLAH AL QUR’AN untuk tema “Tuhan pemberi anugerah keselamatan vs. Allah menunggu usaha manusia mencari-cari keselamatan “, Eja Kalima berkata : “ Di zaman-zaman Alkitab berbicara tentang anugerah Tuhan yang memberikan keselamatan kepada manusia berdosa melalui penebusan Yesus Kristus . Ia adalah juru selamat yang ber-tindak selaku PENGANTARA/Jurusafaat antara manusia dan Tuhan ( 1 Timotius 2 : 5 ).
Eja Kalima, begitu pula dengan penganut Kristen lainnya, meyakini bahwa keselamatan diperoleh melalui penebusan Yesus Kristus. Hal ini sangat terkait dengan penyaliban Yesus. Tidak akan ada Kekristenan tanpa penyaliban Yesus. Oleh karena itu , masalah penyaliban Yesus menjadi inti iman Kristen . Oleh karena itu , menjadi permasalahan di sini : BENARKAH YESUS DISALIB ? Kisah –kisah yang diceritakan Injil Kanonik ( Matius-Markus-Lukas-dan Yahya ) berbicara tentan peristiwa penyaliban yang dikaitkan dengan Yesus Kristus sebagi tokoh yang disalib. Tetapi jika disimak dengan baik atas ayat-ayat Injil Kanonik tersebut , justru terungkap bahwa yang disalib itu BUKAN YESUS KRISTUS melainkan orang lain.  Kajian atas ayat Injil Kanonik seperti Matius 27 : 15 – 26  misalnya mengindikasikan secara meyakinkan bahwa yang disalib BUKAN YESUS TETAPI ORANG LAIN. Tidak tersalibnya Yesus melainkan orang lain diungkapkan juga oleh Injil-Injil Apokrif seperti Injil Thomas dan lainnya . Jadi pernyataan Eja Kalima ini menjadi sesuatu yang sangat mu-bazzir jika pembahasan tentang benar tidaknya Yesus disalib tidak dituntaskan .
Selanjutnya Eja Kalima berkata : “ Dalam Al Quran tidak terdapat konsep anugerah keselamatan Allah. Tidak ada Juruselamat Penebus, juga tidak ada Pengantara. Yang ada hanya usaha amal-ibadah masing-masing untuk mencapai keselamatannya ( lihat SP 16 ) “. Eja Kalima telah menunjukkan kengawurannya dengan mengatakan : Dalam Al Quran tidak terdapat konsep anugerah keselamatan Allah “. Setiap agama PASTI MEMILIKI KONSEP ANUGERAH KESELAMATAN . Tentu konsep keselamatan pada sebuah agama tidak bisa berpedoman pada konsep agama   lain . Rupanya yang dimaksud oleh Eja Kalima dengan “ KONSEP ANUGERAH KESELAMATAN “  adalah  KESELAMATAN YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA DENGAN CARA PENGORBANAN DIRI TUHAN ITU SENDIRI. Oleh karenanya dibutuhkan Penebus/Juru Selamat dan menurut agama Kristen Penebus/ Juru Selamat itu adalah Yesus Kristus. Demikian dogma Kristen yang diyakini penganut Kristen. Memang ini berbeda dengan keyakinan Islam yang menekankan keselamatan melalui IMAN DAN AMAL. Hal ini disebutkan dalam begitu banyak ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist . Setiap manusia bertanggung-jawab sendiri-sendiri atas perbuatan masing-masing, tidak membutuhkan adanya Penebus atau Juru selamat bagi dirinya. Jadi memang berbeda dengan konsep keselamatan dalam agama Kristen, yang ternyata membutuhkan seorang Penebus, yang harus mati di bunuh  sebagai korban untuk menebus dosa-dosa manusia . Tetapi perbedaan ini tidak bisa dijadikan dasar klaim bahwa konsep keselamatan dalam Kristen yang benar, padahal masalah keselamatan tersebut sangat bergantung pada penyaliban Yesus, sedangkan penyaliban Yesus SANGAT DIRAGU-RAGUKAN ! Karena itu konsep anugerah keselamatan dalam Kristen yang disebutkan si Penyaji Apoktif sangat diragu-ragukan .
Dalam Islam , keselamatan yang dicapai seorang manusia sangat ditentukan oleh IMAN dan AMAL yang dilakukan manusia tersebut . Setiap manusia bertanggung-jawab atas perilakunya sehingga tidak membutuhkan PENEBUS. Sebenarnya , masalah keselamatan yang ditentukan oleh IMAN dan AMAL ini dijumpai dalam Alkitab/ Bibel . Perhatikan ayat Yakub 2 : 14 -26 ( ayat 15,16, 19, 23, dan 25  tidak dikutip) berikut :

Hai saudaraku-saudaraku , apakah faedahnya jikalau orang mengatakan dirinya ada iman
tetapi tiada padanya perbuatan , dapatkan iman itu menyelamatkan dia ?
Demikianlah juga iman , jikalau tiada disertai perbuatan , matilah ia sendiri.
“ Benar ! “ kata setengah orang , “ engkau ada iman dan aku ada perbuatan , tunjukkanlah kepadaku imanmu itu dengan tiada perbuatanmu , maka akupun akan menunjukkan kepadamu imanku daripada perbuatanku .
Hendaklah engkau mengetahui hai orang yang sia-sia bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong ! .
Bukankah nenek moyang kita Ibrahim dibenarkan oleh sebab perbuatannya di dalam hal ia hendak mengorbankan Ishak anaknya itu di atas tempat    korban ?
Maka nyatalah kepadamu bahwa orang dibenarkan oleh sebab perbuatan-nya dan bukannya oleh iman saja .
Karena sebagaimana tubuh dengan tiada roh itu mati , demikianlah juga iman dengan tiada perbuatan itu mati .

Yakub memberi pengajaran yang sangat jelas bahwa masalah keselamatan didasarkan pada IMAN dan AMAL . Hal ini dapat pula dibaca dalam ayat Wahyu 20 : 12 – 13  :

…… maka segala orang yang mati itu DIHUKUMKAN MENURUT SEGALA PERBUATANNYA  yang tersurat di dalam kitab-kitab itu
….. alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya ; lalu MEREKA DIHUKUMKAN MENURUT PERBUATAN MASING-MASING

Begitu pula sejumlah ayat Alkitab/Bibel lainnya menegaskan tentang AMAL PERBUATAN , misalnya  :

…… Aku datang kelak dengan segeranya dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku , SUPAYA AKU AKAN MEMBALAS KEPADA TIAP-TIAP ORANG MENURUT SEPERTI PERBUATANNYA  .  ( Wahyu 22 : 12  ) ,
Yang  AKAN MEMBALAS KE  ATAS  TIAP-TIAP  ORANG  MENURUT  PERBUATAN MASING - MASING  (  Rum 2 : 6 ) 
…..supaya TIAP-TIAP ORANG MENERIMA BALASAN SEBAGAIMANA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TUBUH itu , baik atau jahat . ( 2  Korintus 5 : 10 )
…..mereka itu akan keluar yaitu SEGALA ORANG YANG SUDAH BERBUAT BAIK AKAN BANGKIT KEPADA HIDUP YANG KEKAL dan SEGALA ORANG YANG BERBUAT JAHAT AKAN BANGKIT MENERIMA HUKUMAN ( Yahya  5 : 29  )
….. Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya ; pada masa itu IA AKAN MEMBALAS KEPADA TIAP-TIAP ORANG MENURUT PERBUATANNYA  (  Matius 16 : 27  )
….. akulah yang menyelidik jiwa dan hati orang dan AKU MEMBALAS KAMU  MENURUT PERBUATAN MASING-MASING  (  Wahyu 2 : 23     )

Cukup banyak ayat-ayat Alkitab/Bibel yang menekankan kepada AMAL sebagai barometer penetapan keselamatan dan hidup kekal . Rupanya menurut Alkitab/ Bibel , segala amal perbuatan manusia di dunia ini akan dicatat dalam KITAB dan nanti manusia itu akan dihukumkan sesuai dengan amal perbuatannya – baik yang benar ataupun yang salah  - lalu diperhitungkan . Tidak ada sama sekali , keselamatan diperoleh lantaran percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah , percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang disembah , percaya kepada Yesus sebagai korban Anak Domba dan segala macam tetek bengek yang tidak masuk akal . Masing-masing manusia bertanggung jawab dengan amal perbuatan masing-masing . Tidak ada seseorang menanggung dosa orang lain .
Bagaimana antara “IMAN “dan “ AMAL“ harus berpadu dalam kehidupan para murid , Yesus memberikan penegasan sebagaimana terungkap dalam ayat Yahya 14 : 12  :

Sesungguh - sungguhnya Aku  berkata  kepadamu  :  Siapa  yang  PERCAYA  AKAN DAKU , ia pun akan MELAKUKAN SEGALA PERBUATAN YANG AKU INI PERBUAT  dan ia MELAKUKAN PERBUATAN yang lebih besar daripada ini karena Aku ini pergi kepada Bapaku   

Begitu pula pernyataan Yesus yang menekankan pada AMAL PERBUATAN seperti yang diungkapkan ayat Yahya 13 : 15 :

Karena Aku sudah memberi teladan kepada kamu supaya KAMU JUGA BERBUAT sama seperti AKU PERBUAT KEPADAMU

Rantai tindakan “ PERCAYA KEPADA YESUS “ ( - percaya sebagai orang yang DIUTUS ALLAH – atau Rasul Allah ) dengan “ MELAKUKAN SEGALA PERBUATAN “ yang dicontohkan Yesus adalah bentuk dari perwujudan “ IMAN dan AMAL ”.
Perhatikan pula ayat Matius 18 : 18 yang menyajikan penegasan Yesus tentang AMAL PERBUATAN di dunia sebagai dasar untuk  memasuki surga .

Dengan sesungguhnya Aku berkata  kepadamu , BARANG SIAPA YANG KAMU IKAT DI ATAS BUMI , itulah TERIKAT KELAK DI SURGA  dan BARANG SIAPA YANG KAMU ORAK DI ATAS BUMI , itupun TERORAK KELAK DI SURGA .

Dari  ayat Matius 18 : 18  ini , sangat  jelas  sekali  bahwa  apa yang akan diperoleh manusia nanti di akhirat , sangat bergantung pada tindakan manusia itu di dunia . Tidak ada satu arahan dari Yesus bahwa semua perilaku para muridnya hanya berfokus kepada menerima Yesus sebagai PENEBUS DOSA manusia. Masih banyak lagi ayat-ayat Alkitab/Bibel yang menekankan AMAL PERBUATAN sebagai jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal atau masuk kedalam kerajaan surga. Paulus selaku tokoh ” PENENTANG  AJARAN  YESUS   justru  memberi  pernyataan yang sama seperti berikut  [1] ):

Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing  ( Rum   2 : 6 )
Maka yang menanam dan yang menyiram itu menjadi sama, tetapi masing-masing akan memperoleh pahalanya sendiri sekadar pekerjaannya sendiri ( 2 Kor. 3 : 8 )
Karena masing-masing akan menanggung bebannya sendiri ( Gal. 6 : 5 )
Jangan kamu tersesat ; Allah tiada boleh diolok-olokkan ; karena barang yang ditabur orang itu, juga akan dituainya .

Jika begitu banyak ayat ALKITAB/BIBEL yang sedemikian jelas menekankan pada IMAN dan AMAL sebagai dasar memperoleh keselamatan , lalu bagaimana Eja Kalima ini mencoba “ meremehkan “ ajaran Islam tentang prinsip IMAN dan AMAL sebagai dasar untuk memperoleh keselamatan ? Dengan demikian pernyataan Eja Kalima tentang anugerah keselamatan melalui penebusan oleh Yesus Kristus menjadi sangat bertentangan dengan ayat-ayat Alkitab/Bibel yang disebutkan di atas.  Pengajaran Yakub ini jelas berangkat dari pengajaran Yesus Kristus juga , sebab Yakub , selain sebagai murid utama , juga Yakub adalah SAUDARA DARI YESUS KRISTUS . Tidak mungkin Yakub mengkhianati ajaran  “ GURU DAN KAKAK “-nya .
Ternyata memang demikianlah. Jika kita menyimak ucapan-ucapan dan ajaran Yesus tentang “ KESELAMATAN “ secara tersurat dan tersirat memang Yesus menekankan anugerah keselamatan itu didasarkan pada IMAN DAN AMAL, bukan pada  penebusan oleh Yesus dengan kematiannya di atas salib “ . Perhatikan ayat  Matius 19 : 16 – 19  (  lihat pula  Markus 10 : 17-19 ; Lukas 18 : 18 – 20 ) :

Maka tiba-tiba datanglah seorang kepadanya serta berkata : “ Ya Guru , KEBAJIKAN APAKAH YANG PATUT HAMBA PERBUAT SUPAYA BEROLEH HIDUP YANG KEKAL ?
Maka  kata Yesus  kepadanya :  “ Apakah  sebabnya  engkau  bertanya kepadaku dari HAL
KEBAJIKAN ?  Ada satu yang Baik !. Tetapi JIKALAU ENGKAU MAU MASUK KEPADA  HIDUP , TURUTLAH HUKUM-HUKUM ITU .
Maka berkatalah ia kepadanya : “ HUKUM MANAKAH ITU ? “. Maka kata Yesus : “ JANGAN ENGKAU MEMBUNUH , JANGAN ENGKAU BERZINAH , JANGAN ENGKAU MENCURI , JANGAN ENGKAU MENJADI SAKSI DUSTA .
HORMATKANLAH IBU-BAPAMU dan lagi HENDAKLAH ENGKAU MENGASIHI SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI .”

Ayat Matius 19 : 16-19 ( begitu pula dengan Markus 10 : 17-19 ; Lukas 18 : 18 – 20 ) memberi penekanan bahwa UNTUK MEMPEROLEH HIDUP KEKAL adalah dengan melakukan amal shaleh : JANGAN ENGKAU MEMBUNUH, JANGAN ENGKAU BERZINAH, JANGAN ENGKAU MENCURI, JANGAN ENGKAU MENJADI SAKSI DUSTA . HORMATKANLAH IBU-BAPAMU dan lagi HENDAKLAH ENGKAU MENGASIHI SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI. Semua ini merupakan bentuk AMAL SHALEH. Ungkapan “ MEMPEROLEH HIDUP KEKAL merupakan wujud dari keselamatan, tidak ada sama sekali yang namanya :  Anugerah keselamatan melalui penebusan oleh Yesus Kristus “. Yang demikian ini memang AJARAN PAULUS, yang justru bertentangan dengan AJARAN YESUS KRISTUS DAN YAKUB. Perhatikan pula ayat  Matius 21 : 31-32  :

…… Lalu kata Yesus kepada mereka  itu : “ sesungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa ORANG   PEMUNGUT  CUKAI   dan  PEREMPUAN  SUNDAL  pun   mendahului  kamu
MASUK KERAJAAN SURGA .
Karena Yahya sudah datang kepadamu akan MENUNJUKKAN JALAN KEBENARAN, maka tiada kamu percaya akan dia. Tetapi ORANG PEMUNGUT CUKAI dan PEREMPUAN SUNDAL  itu  SUDAH  PERCAYA  AKAN  DIA .  Sungguhpun  kamu  ini sudah melihat hal itu ,
tetapi akhirnya TIADA JUGA KAMU BERTOBAT sehingga sampai kamu percaya akan dia .

Dalam ayat ini diungkapkan   MASUK  KERAJAAN SURGA  “ . Pengertian  ungkapan ini sangat jelas yaitu sebagai bentuk dari “ ANUGERAH KESELAMATAN “. Dan Yesus justru mengajarkan bahwa PEMUNGUT CUKAI dan PEREMPUAN SUNDAL mendahului MASUK KERAJAAN SURGA ketimbang orang-orang Yahudi ( termasuk penganut Kristen ) yang disampaikan pengajaran oleh Yesus . Dan itu BUKAN KARENA PEMUNGUT CUKAI dan PEREMPUAN SUNDAL itu iman kepada Yesus sebagai “ Anak Allah “ atau sebagai “ Tuhan “, bukan pula karena percaya dengan “ anugerah keselamatan melalui penebusan oleh Yesus “ melainkan karena PERCAYA KEPADA AJARAN YANG DIBAWA YAHYA PEMBAPTIS !  Dan kita bisa melihat aspek “ IMAN DAN AMAL “ sebagai inti pembicaraan karena dalam ayat di atas, Yesus menyinggung masalah “ TOBAT “. Pengertiannya , bagaimanapun tentu berkaitan  dengan bentuk perbuatan yang melanggar hukum Taurat sehingga dituntut adanya PERTOBATAN untuk  MASUK KERAJAAN SURGA  “.
Dari pernyataan ALKITAB/BIBEL ini , jelaslah Yesus tidak pernah berbicara atau tidak pernah mengajarkan keselamatan manusia melalui “ penebusan dirinya “ melainkan dengan IMAN DAN AMAL . Masih banyak ayat-ayat Alkitab/ Bibel yang menegaskan demikian, baik secara langsung ataupun secara tidak langsung . Ini berarti pengajaran tentang “ penebusan dosa “ manusia dengan PENYALIBAN DAN KEATIAQN YESUS DI ATAS SALAIB adalah penyimpangan dari ajaran Yesus . Jika demikian halnya lalu mengapa Eja Kalima mencoba “ mendiskreditkan “ Islam yang juga mengajarkan keselamatan melalui IMAN DAN AMAL dan justru mengunggulkan keselamataan melalui penebusan oleh Yesus yang tidak lain adalah ajaran Paulus , bukan ajaran Yesus ? Islam mengajarkan untuk mencapai keselamatan TIDAK DIPERLUKAN PENEBUS ATAU PERANTARA melainkan setiap diri manusia bertanggung-jawab dengan amal perbuatan masing-masing. Seseorang tidak akan menang-gung dosanya orang lain ; dia bertanggung jawab pada dosa perbuatannya sendiri .


P E N U T U P

Demikian tanggapan dan sanggahan atas pernyataan-pernyataan si Kristen  Penyaji Apologi berkenaan dengan perbandingan antara “ ALLAH AL QUR’AN “ dengan “ TUHAN ALKITAB “ baik tentang nama-Nya maupun tentang sifat-sifat-Nya . Disarankan kepada Eja Kalima , sebaiknya sebelum memberi pernya-taan tentang kepercayaan dan dogma yang dianut , pelajarilah dulu Alkitab/Bibel yang dikatakannya sebagai kitab suci yang berisi firman Allah , supaya pernyataannya jangan asal bunyi tetapi memiliki dasar rujukan yang kuat .
Bagian terakhir dari apologi segmen ini , Eja Kalima berkata : “ Dengan sejumlah perbedaan hakiki antara sifat Allah Al Quran dengan Tuhan Alkitab , maka dapat disimpulkan dengan mudah bahwa kedua Allah ini sungguh jauh dari sama “. Jelas konsep “ TUHAN ALKITAB “ dengan konsep “ ALLAH AL QUR’AN “ secara EKSOTERIS sangat berbeda . Perbedaan ini disebabkan dibangun oleh DOGMA yang dianut. Dan Islam berusaha meluruskan DOGMA KRISTEN yang sangat menghina Tuhan . Keunggulan Islam sebagai ajaran yang datang kemudian dari ajaran yang dibawa Yesus , tergambar jelas dengan pernyataan Yesus :

Demikianlah ORANG YANG TERAKHIR itu akan MENJADI YANG MULA-MULA dan YANG MULA-MULA itu akan MENJADI YANG TERAKHIR  ( Mat. 20:16 , lih. Mat. 19:30 ; Luk. 13:30 )

Tetapi secara ESOTERIS, Tuhan Yang Maha Kuasa – Tuhan Semesta Alam ini cuma satu . Tidak mungkin dua , tiga atau lebih . Pengambaran sifat Tuhan secara EKSOTERIS dapat dilihat dalam kitab suci agama masing-masing. Dalam hal ini Eja Kalima telah memberikan sifat-sifat TUHAN ALKITAB dengan pernyataan-pernyataan yang mengunggul-kannya terhadap sifat-sifat ALLAH AL QUR’AN ( -yang dipahami dari kaca mata dogma Kristen tanpa mengkaji bagaimana sesungguhnya sifat-sifat Allah dalam Islam - ). Tetapi Eja Kalima tidaklah jujur dalam apologinya karena tidak mengungkapkan keseluruhan sifat TUHAN ALKITAB berdasarkan Alkitab/Bibel. Untuk melengkapi khazanah pengetahuan tentang sifat -sifat  TUHAN ALKITAB, berikut ini disajikan sifat dan gambaran tentang TUHAN ALKITAB berdasarkan ALKITAB/BIBEL .

1.   Wajah dan bentuk TUHAN ALKITAB persis sama dengan manusia ( Kejad. 1 : 26 -27 ; 5 : 1  ).
2.   Elohim -nya orang Kristen adalah BERHALA PATUNG EMAS BERUPA ANAK SAPI  ( Kel. 32 : 4 ; band. 1 Raj. 12 : 28 ).
3.   Elohim -nya orang Kristen adalah API yang membinasakan ( Ul. 4 : 24 )
4.   Elohim-nya orang Kristen . suatu saat bisa “ linglung “ lalu tersadar kembali seperti orang yang terbangun dari mimpi  ( Mazmur 78 : 65 ).
5.   Elohim-nya orang Kristen , bisa lupa dan membutuhkan alat atau cara untuk meng-ingat sesuatu tentang perjanjiannya dengan Nuh yaitu pelangi ( Kejad. 9 : 13-16 )
6.   Elohim-nya orang Kristen  dapat dilihat .
-     Tuhan kelihatan kepada Abraham  ( Kejad. 12 : 7 ; 17 : 1 ; 18 : 1 )
-     Tuhan  kelihatan pada Ishak ( Kejad. 26 : 2,4 )
-     Tuhan kelihatan kepada Yakub – dalam mimpi (  Kejad. 31 : 11-13 , dan dinyatakan pula bahwa komunikasi Tuhan dengan Nabi berlangsung liwat khayal/visi dan mimpi : Bil. 12 : 6  , tidak nel;ihat langsung )
-     Tuhan kelihatan kepada Yakub secara nyata bukan mimpi (Kejad. 35 : 9 ; 48 : 3 )
-     Tuhan kelihatan kepada Laban – dalam mimpi ( Kejad. 31 : 24 )
-     Tuhan kelihatan kepada Musa dalam nyala api ( Kel. 3 : 2, 16, 18 ; 4 : 5 ) bahkan bertemu muka dengan muka ( Kel. 33 : 11 ; Bil. 12 : 17-18 ; Ul. 5 : 4  ; 34 : 10 ).
-     Tuhan kelihatan kepada Musa , Harun , Nadab , Abihu dan tujuh puluh orang orang tua-tua Israel ( Kel. 24 : 9 -11 ).
-     ( Kemuliaan ) Tuhan duduk di bukit Torsina sambil ditudungi awan selama 6 hari lalu pada hari ke-7, Musa dipanggil Tuhan dari dalam awan. Kemuliaan Tuhan di-saksikan segala Bani Israil bagaikan api yang menghanguskan ( Kel. 24 : 6-17 ).
-     Tuhan kelihatan dalam pemandangan orang banyak dalam sebuah awan yang kabus  ( Kel. 19 : 9 -11 tapi dalam Kel. 19 : 17-20  dikatakan Tuhan turun dalam api - band. pula dengan Kel. 33 : 9-10 ; Kel. 16 : 10 ; 24 : 10,16 ) .
-     BILEAM  bertemu Elohim ( Bil. 22 : 31; Bil. 23 : 4 : 16 ) dan melihat wajah Allah   ( Bil. 24 : 4 ).
-     Tuhan datang berdiri di tempatnya Semuel ( 1 Sem. 3 : 10 ) dan  Tuhan kelihatan di Silo menyatakan diri kepada Semuel ( 1 Sem. 3 : 21 )
-     Tuhan sudah dilihat Daud  ( Mazm.  16 : 8 ; 63 : 3  ; KRR. 2 : 25 )
-     Tuhan kelihatan kepada Sulaiman ( 1 Raj. 9 : 2  ; 2 Taw. 1 : 7 ; 7 : 12 )
-     Tuhan kelihatan oleh Mikha , sedang duduk di atas Arsy ( 1 Raj. 22 : 19 )
-     Tuhan terlihat oleh banyak orang yang menyertai Raja Asa  ( 2 Taw. 15 : 9 )
-     Tuhan terlihat oleh Yesaya sedang bersemayam di atas arasy ( Yes. 6 : 1 )
-     Tuhan akan dilihat oleh manusia  ( Yes. 17 : 7 ).
-     Tuhan tidak kelihatan ( 1 Tim. 1 : 17 ; Kolose 1 : 15 )

Tetapi bisanya Elohim dilihat sebagaimana yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas , ternyata bertentangan dengan ayat-ayat Alkitab/Bibel lainnya  :

-    Tuhan tidak bisa dilihat kecuali ujung belakangnya saja ( Kel. 33 : 20, 23 )
-    Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah ; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa , Dia-lah yang menyatakan-Nya  ( Yah. 1 : 18 )
-    Berdoa kepada Bapa-mu YANG TIADA KELIHATAN ( Mat. 6 : 6 ,18 )
-    Tidak seorangpun yang pernah memandang Allah ( 1 Yah. 4 : 12 )
-    Dengan tiada kesucian itu tiadalah seorangpun dapat memandang Tuhan (Ibrani 12:14).
7.    Elohim-nya orang Kristen bisa bergelut tetapi ketika bergelut dengan Yakub di waktu  subuh , ternyata Tuhan kalah gelut ( Kejad. 33 : 24-13 ) .
8.    Elohim-nya orang Kristen suka berteriak ( Kel. 33 : 4 )
9.    Elohimnya orang Kristen , bisa berdukacita dan suka menyesal atas sesuatu yang dilakukan atau yang pernah direncanakannya  ( Kejad. 6 : 5-7 ; Kel. 32 : 14 ; Semuil 15 : 11, 35 ;  1 Sem. 15 : 10 , 35 ; 2 Sem. 24 : 16 ; 1 Taw. 21 : 15  ).  Tapi ayat-ayat ini BERTENTANGAN dengan Bil. 23 :19 ; 1 Sem.15 :29 ;   
10.   Elohim-nya orang Kristen , suka makan ( Kejad. 18 : 8 ).
11.   Roh Elohim-nya penganut Kristen  membuat Saul marah bernyala-nyala ( 1 Sem. 11 : 6 )
12.   Elohim-nya orang Kristen Pencemburu dan suka berbuat tidak adil  dengan membalaskan kedurhakaan ( membenci Elohim-nya orang Kristen ) seorang ayah  kepada anal-anaknya dan sampai pada keturunan keempat. ( Kel. 20 : 5; Ulangan 5 : 9 ) tapi memberikan kemurahan kepada orang yang MENGASIHI-Nya sampai kepada turunan yang ke-beribu-ribuan , sekalipun mungkin turunan yang ke-beribu-ribuan itu melakukan kedurhakaan yang sama ( Kel. 20 : 5-6 ) .
13.   Elohim-nya orang Kristen suka berbuat tidak adil , Daud yang sudah mengambil isteri Uria , tetapi  mengangkat dosa Daud . Sebagai balasan adalah memati-kan kanak-kanak hasil zinah Daud dengan Batsyeba ( isteri Uria ). ( 2 Sem. 12 : 9 – 19 )
14.   Elohim-nya orang Kristen bisa mengamuk  tidak keruan-keruan ( Ul. 28 : 28 )
15.   Elohim-nya orang Kristen adalah TUKANG PERANG ( Yusak  10  : 14 , 42  )
16.   Elohim-nya orang Kristen , sangat sadis  menyuruh tumpas orang berdosa sampai habis ( 1 Sem. 15 : 18  , lihat pula  ayat Yes.10 : 6 ; 14 : 21,22 ) .
17.   Elohim-nya orang Kristen punya SYETAN, yang menggantikan Roh Tuhan menempati diri Saul ( 1 Sem. 16 : 14-16 ).
18.   Elohim-nya orang Kristen berjanji dusta, yaitu Damsyik akan dihapuskan dari antara segala negeri dan dijadikan timbunan batu yang roboh dan segala negeri Asyur ditinggal sunyi       ( Yes. 17 : 1,2 ) . Kenyataannya sekarang ini , negara Syria  ( Asyur ) tetap ada dan penuh dengan negeri-negeri yang ramai dan Damsyik ( Damaskus ) masih tetap berdiri kokoh bahkan menjadi ibu kota negara Syria .
19.   Elohim-nya orang Kristen duduk berteduh di bawah pohon jati (Hakim-Hakim 6 :11 )
20.   Elohim-nya orang Kristen melakukan pelecehan seksual ( Yes. 3 : 17 )
21.   Elohim-nya orang Kristen seperti BURUNG MERPATI  ( Mat. 3 : 16,17 ).
22.   Elohim-nya orang Kristen suka dan PINTAR MEMAKI dengan kata-kata jorok  : “ Hai, SUNDAL !!! Dengarlah olehmu firman Tuhan !! “ ( Yehez. 16 : 35 ).
23.   Elohim-nya orang Kristen suka MEMBERI SYARIAT YANG TIDAK BAIK DAN HUKUM YANG MEMBUAT ORANG KRISTEN TIDAK DIBOLEHKAN HIDUP  ( Yehez. 20 : 25 ).
24.   Elohim -nya orang Kristen TINGGAL DALAM SEBUAH RUMAH ( Yehez.43 : 6 ).
25.   Elohim - nya orang Kristen ADA DI SION  !!!  ( Joel .3 : 17,21  ; Amos 1 : 2 ). 
26.   Elohim -nya orang Kristen ADALAH JAGO GULAT tetapi pada per-tandingan adu gulat dalam turnamen di pagi subuh ternyata KALAH GULAT MELAWAN YAKUB  sehingga YAKUB memperoleh GELAR “ ISRAEL “  ( Kejad.   32 : 24 -28 ).
27.   Elohim-nya orang Kristen menyuruh ORANG-ORANG KRISTEN AGAR KAWIN DENGAN PEREMPUAN SUNDAL   ( Hos. 1 : 2,3 ).
28.   Elohim-nya orang Kristen menyuruh orang-orang Kristen MEMBANTAH IBUNYA MASING-MASING sebab IBU MEREKA BUKAN BININYA TUHAN dan TUHAN BUKANLAH SUAMI IBUNYA.  ( Hos. 2 : 1 ) .
29.   Elohim- nya orang Kristen memberi penetapan bahwa IBU ORANG -ORANG KRISTEN ADALAH PEREMPUAN SUNDAL !!!  ( Hos. 2 : 4  ).
30.   Elohim-nya orang Kristen MENYURUH ORANG-ORANG KRISTEN BERDEBAT DENGAN SEMUA GUNUNG , yang nantinya akan didengar oleh BUKIT-BUKIT           ( Mikha. 6 : 1 ).
31.   Elohim - nya orang Kristen akan memberi makanan kepada orang-orang Kristen berupa CACING KAYU ( = hia, ipuh )  dan memberi minum kepada orang-orang Kristen berupa AIR EMPEDU ( = racun  )   ( Yeremia 9 : 15 ).
32.   Elohim – nya  orang Kristen  memberi  ilham kepada PENGARANG BIBEL bahwa SEM ( - kakek tingkat ke-9 dari Nabi Ibrahim atau kakek dari kakeknya kakek Nabi Ibrahim ) ternyata masih hidup ketika Ibrahim berumur sekitar 100 tahun ,  ISMAIL  berumur `13 tahun dan ISHAK berumur beberapa bulan . Untuk kita ketahui ISMAIL dan ISHAK  keduanya anak Nabi Ibrahim .
33.   Elohim-nya orang Kristen suka berdiri pada satu ketinggian seperti di atas mezbah atau di atas pagar tembok  sambil memegang batu duga ( Amos  9: 1 dan  7 : 7 )
34.   Elohim-nya  orang Kristen  mempunyai rupa seperti manusia  ( Jehezkiel  1 : 26 ) .
35.   Elohim- nya orang Kristen suka menyuruh membuat  dan menyediakan roti yang dibuat dari  TAHI LEMBU sebagai ganti  TAHI MANUSIA  (  Jehezkiel  4 : 15 ).
36.   Elohim-nya orang Kristen bertunangan dan mempunyai tunangan yang berlang-sung selama-lamanya ( Hosea  2 : 18,19 )
37.   Elohim-nya orang Kristen adalah WISATAWAN  ( Kejad. 3 : 8 ).
38.   Elohim-nya orang Kristen adalah TUHAN YANG TIDAK MAHA MENGETAHUI , sehingga tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh manusia yang diciptakannya. Akibatnya  Elohim-nya orang Kristen menjadi sangat menyesal menjadikan manusia di atas bumi ini . ( Kejad. 6 : 6,7 )
39.   Elohim-nya orang Kristen TERPILAH-PILAH MENJADI TIGA POTONG TUHAN  seperti ROTI, yang satu DI LANGIT, yang satu lagi BERUPA BURUNG MERPATI YANG SEDANG TERBANG DI AWANG-AWANG, dan yang satu tersisa SEDANG MANDI-MANDI DI SUNGAI YARDEN, mungkin karena kepanasan. ( Mat.3 : 6,17).

Ini bukan khayalan siapa-siapa melainkan tertulis dalam Alkitab/Bibel .Masih banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab/Bibel yang menunjukkan konsep “ ALLAH “-nya orang-orang Kristen yang sangat aneh dan lucu, bahkan sangat mengerikan untuk didengar oleh telinga manusia yang beradab.  Tapi penulis cukupkan itu saja. Eja Kalima dipersilakan menyimak ayat-ayat Alkitab/Bibel kitab suci agama Kristen yang dianutnya dan dikatakan ditulis sebagai hasil inspirasi dari Roh Kudus .
Kemudian gambaran  konsep “ ALLAH “ yang disembah Eja Kalima  ( orang-orang Kristen ) ini dapat pula kita kembangkan berdasarkan kepercayaan mereka yaitu Yesus Kristus  adalah Allah karena dalam apologinya Eja Kalima lebih menekankan kepada “ TUHAN ALKITAB “ adalah Yesus Kristus . Dengan demikian  kita dapat menambah dan melengkapi khazanah diskripsi model   “ ALLAH “ –nya orang Kristen sebagai berikut :

a.     Elohim-nya orang Kristen disunat alat kelaminnya  ( Luk. 2 : 21 )
b.     Elohim-nya orang Kristen SUDAH MATI ( Mark. 15 : 37 )
c.     Elohim-nya orang Kristen berjenis kelamin laki-laki  ( Luk. 2 : 7 )
d.     Elohim-nya orang Kristen suka minum whisky  ( Mat . 11 : 19 )
e.     Elohim-nya orang Kristen disiksa , ditempeleng , ditendang-tendang , diejek-ejek , dimaki-maki , dipukul-pukuli , diludahi , ditombak oleh orang-orang Yahudi .
f.      Elohim-nya orang Kristen SANGAT MISKIN  ( Mat.8 : 20 )
g.     Elohim-nya orang Kristen sangat loyal dengan pemerintah Romawi ( mat. 22 : 21 ; Mat. 17 : 24-27 ) .
h.     Elohim-nya orang Kristen MENETEK PADA SEORANG PEREMPUAN (Luk.11 : 27 )
i.      Elohimnya orang Kristen tidak punya toleransi dan memaksakan manusia lain untuk mengakuinya sebagai “ RAJA “ ( = Tuhan ? ) ( Luk. 19 : 27 )
j.      Elohimnya orang Kristen , tidak membawa keamanan , pembuat onar dan keka-cauan di atas bumi  ( Mat. 10 : 34 -36 ;  Luk . 12 : 49, 51-53 )
k.     Elohimnya orang Kristen mempunyai mata yang bernyala seperti api dan kakinya berupa tembaga yang berkilap . ( Wahyu 2 : 18 )

Masih banyak lagi lainnya yang menunjukkan eksistensi “ TUHAN ALKITAB “ dengan seluruh sifat da tindakannya baik dalam tokoh YAHWE ataupun tokoh INKARNASIi YAHWEH yaitu Yesus Kristus. Tetapi yang diungkapkan semua ini tidak diangkat oleh Eja Kalima. Silahkan Eja Kalima mengambil butir-butir tentang sifat TUHAN ALKITAB sebagaimana yang disajikannya di atas sebagai satu bahasan dalam memperbandingkan antara “ TUHAN ALKITAB “ dengan “ ALLAH AL QUR’AN “.
Lalu apa yang hendak dicapai Eja Kalima dengan membandingkan sifat-sifat  “ TUHAN ALKITAB “ dengan sifat-sifat “ ALLAH AL QUR’AN “ tersebut ? Apakah hendak menunjukkan keunggulan konsep “ TUHAN “ dalam agama Kristen dibandingkan dengan konsep “ TUHAN “ dalam Islam ? Jika itu tujuannya , lalu bagaimana dengan gambaran buruk model “ TUHAN ALKITAB “ berdasarkan ayat-ayat Alkitab/Bibel sendiri ? 


[1] ).  Pernyataan Paulus ini bertentangan dengan pernyataannya yang lain yang menekankan bahwa manusia diselamatkan bukan dari perbuatan melainkan dari iman . Baca misalnya Epesus 2 : 8-9 ; Timotius 1 : 9 ; Titus 3 : 5  ; 2 Kor. 11 : 15 dan sebagainya .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar