DI SEMUA AGAMA , ALLAH ITU MAHA BESAR , KUASA, KUDUS , KASIH , ADIL,
MAHA HADIR ........... KALAU BEGITU , BUKANKAH ALLAH MEREKA SAMA ?
SIFAT TUHAN ALKITAB DAN SIFAT ALLAH AL QUR’AN ( 3 ).
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut :
Tuhan itu suatu Pribadi vs. Bukan suatu Pribadi
Tuhan Alkitab dikenal sebagai suatu pribadi . Ia memiliki kecxerdasan, emosi dan kehendak yang menjadi ciri-ciri suatu pribadi. Hal ini berlainan dengan Allah Islam , yang tidak dikenal sebagai suatu pribadi , sebab hal itu akan dianggap merendahkan Allah setara dengan tingkat manusia
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Di bawah sub judul “ Tuhan itu suatu Pribadi vs. Bukan suatu Pribadi “, Eja Kalima membandingkan dan membedakan : TUHAN ALKITAB SEBAGAI SUATU PRIBADI , sedangkan ALLAH AL QUR’AN TIDAK DIKENAL SEBAGAI SUATU PRIBADI . Menjadi pertanyaan kepada Eja Kalima , apa yang dimaksudkannya dengan istilah “ PRIBADI “ ini ? Apakah yang dimaksudkannya adalah berwujud fisik manusia ?
Memahami rangkaian kalimat pernyataan Eja Kalima tersebut , ketika Eja Kalima menyajikan kalimat ” .... Allah Islam , yang tidak dikenal sebagai suatu pribadi , sebab hal itu akan dianggap merendahkan Allah setara dengan tingkat manusia ” maka dipahami bahwa ” PRIBADI ” dimaksud berada pada tataran KEMANUSIAAN sebab si Kristen Penyaji Apologi mengatakan ” dianggap merendahkan Allah setara dengan tingkat manusia ” .
Jika dikaitkan dengan faktor-faktor psikologis manusia dalam ukuran : kecerdasan, emosi, dan kehendak sebagai ciri TUHAN ALKITAB sebagaimana yang disebutkan Eja Kalima tentu itu adalah urusan Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya . Memang di dalam Bibel diungkapkan sifat-sifat “ kemanusiaan “ dari TUHAN ALKITAB . Tetapi ummat Islam ( kaum Muslimin ) tidak akan menerima dan tidak akan mengakui model Tuhan yang manusia seperti itu . ALLAH AL QUR’AN , tidak bisa dijangkau dengan kriteria dan dibatasi dengan ukuran ciri manusia , karena ALLAH Al QUR’AN BUKANLAH MANUSIA . Ketika anda membayangkan Tuhan seperti manusia , berarti apa yang anda bayangkan itu bukan Tuhan karena Tuhan tidak terjangkau oleh pikiran , perasaan dan indera manusia . Keyakinan adanya Tuhan tidak harus dibangun dengan kehadiran Tuhan secara fisik yang dapat dilihat manusia tetapi dapat diperoleh dengan mengkaji dan menalar ciptaan-Nya . Seperti kata Eja Kalima : “ sebab hal itu akan dianggap merendahkan Allah setara dengan tingkat manusia “ walaupun sebenarnya bukan “ AKAN “ lagi melainkan memang sangat merendahkan ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA karena yang tertangkap oleh indera bukanlah Tuhan .
SIFAT TUHAN ALKITAB DAN SIFAT ALLAH AL QUR’AN ( 4 ).
( Tuhan Roh vs. Allah bukan Roh )
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut :
Tuhan Roh vs. Allah bukan Roh
Pandangan bahwa Allah itu suatu pribadi atau suatu roh merupakan hujatan bagi Muslim karena pandangan semacam ini adaah “ membatasi “ dan merendahkan Allah Yang Maha Mulia . Islam menolak setiap gambaran yang spesifik tentang Allah . Sebab Allah bukan pribadi , bukan roh , bukan “ Bapa “ , bukan apa saja yang bisa dilukiskan manusia .
Sebaliknya, hakikat “ Tuhan adalah roh “ merupakan landasan dari Tuhan Alkitab sebagaimana yang diajarkan Yesus sendiri : “ Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran “(Yohanes 4:24)
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Pada sub judul “ Tuhan Roh vs. Allah bukan Roh “ , Eja Kalima menekankan bahwa TUHAN ALKITAB adalah ROH , sedangkan ALLAH AL QUR’AN adalah BUKAN ROH . Kalau bukan Roh, atau bukan sesuatu yang lain , lalu Allah Al Qur'an itu apa ? Jangan hanya mengatakan " ALLAH AL QUR’AN adalah BUKAN ROH " tanpa mengatakan " apa "-nya . Memang Islam tidak mengajarkan “ bagaimana dan apanya “ Tuhan . Islam melarang berbicara tentang ZAT ( SUBSTANSI) ALLAH tetapi mendorong manusia memikirkan makhluq-Nya . Memang substansi ALLAH bukanlah wilayah kajian manusia . Sedangkan ROH adalah makhluq Allah. Kalau Eja Kalima berkeyakinan bahwa Tuhan itu adalah Roh , yah itu urusan penganut Kristen. Tetapi itu tidak menunjukkan bahwa konsep tentang “ Tuhan “ dalam Kristen lebih hebat , dan lebih benar dari konsep tentang ALLAH dalam Islam Bahkan ummat Islam ( kaum Muslimin ) berkeyakinan , konsep ” TUHAN ” dalam agama Kristen adalah konsep kafir sehingga karenanya adalah konsep yang tidak benar tentang Tuhan . Memang Islam sangat menolak dan tidak membolehkan memberi gambaran tentang Allah seperti manusia. Lalu mengenai pernyataan Eja Kalima : “ Sebaliknya, hakikat “ Tuhan adalah roh “ merupakan landasan dari Tuhan Alkitab sebagaimana yang diajarkan Yesus sendiri : “ Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran “ ( Yohanes 4:24 ) “, itu urusan dogma Kristen dan lebih tepat disuguhkan kepada sesama penganut Kristen karena banyak penganut Kristen yang tidak tahu bagaimana cara ” menyembah Tuhan dalam ROH ”. Apakah penganut Kristen harus mengubah dirinya menjadi ROH dulu, baru bisa menyembah Allah. Dan anehnya, pengajaran Yesus tersebut tidak menyatakan : ” ...... barang siapa menyembah aku harus menyembahku dalam roh dan kebenaran ”.Yesus tidak mengajarkan demikian. Ini menunjukkan bahwa ketika Yesus berkata :” Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran “( Yohanes 4:24 ) ” sesungguhnya Yesus menunjukkan dirinya sebagai entitas yang berbeda dengan Allah. Artinya Yesus bukan Allah ! Mungkin sekali penganut Kristen akan berkilah bahwa pernyataan Yesus yang demikian dari sisi Yesus sebagai manusia 100% Jika demikian kilahnya, maka satu pertanyaan perlu dijawab , ketika memberi pengajaran tersebut ke mana perginya Yesus sebagai Allah padahal diri fisik dan jasmani Yesus dengan segala tetek bengeknya ( alat kelaminnya, ngengeknya , kencingnya dan sebagainya ) adalah INKARNASI DARI FIRMAN ALLAH ( -yang tidak lain adalah ALLAH sendiri - ) ?
SIFAT TUHAN ALKITAB DAN SIFAT ALLAH AL QUR’AN ( 5 ).
(Tuhan menurut doktrin Trinitas vs.Allah menurut doktrin Tauhid )
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan berikut :
Tuhan menurut doktrin Trinitas vs. Allah menurut doktrin Tauhid
Tuhan Alkitab adalah Tuhan Trinitas yaitu Bapa , Putera dan Roh Kudus . Pengertian TRINITAS bukanlah pengertian politeistis “ TIGA TUHAN “ melainkan SATU TUHAN YANG ESA yang menyatakan diriNya dalam ujud ATIGA PRIBADI .
Al Quran yang berazaskan TAUHID menolak tegas konsep TRINITAS . Ia menolak Bapa , menolak Yesus sebagai Anak dan menolak Roh Kudus sebagai Allah . Sayangnya Al Quran menggambarkan Yesus yang dipercayai orang Kristen sebagai anak biologis dari Bapa, yang dikaitkan dengan relasi “ suami-isteri “ dan “ makan-minum “ jasmani seperti yang terlihat dalam Qs. 6 : 101 dan 5 : 75. ( Untuk penjelasan yang baik dari azas TRINITAS ini , lihat booklet : “ SIAPA ALLAH DAN APA ALKITABNYA “ )
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Pada sub judul “ Tuhan menurut doktrin Trinitas vs. Allah menurut doktrin Tauhid “, Eja Kalima memberi perbedaan konsep Tuhan dalam Kristen dengan konsep Allah dalam Islam . Memang benar , dalam keyakinan Kristen, Tuhan Alkitab adalah TUHAN TRINITAS, sedangkan ALLAH dalam keyakinan Islam adalah TUHAN YANG MAHA ESA , esa secara mutlak baik zat-Nya maupun sifat-Nya . Ini adalah DASAR TAUHID. Dalam apologi ini, Eja Kalima telah memberi bagaimana konsep TRINITAS : “ SATU TUHAN YANG ESA yang menyatakan diriNya dalam ujud TIGA PRIBADI “. Pertanyaannya , apakah masing-masing pribadi itu TUHAN ? Jika ya, berarti Pribadi I adalah TUHAN , Pribadi II adalah Tuhan dan Pribadi III adalah Tuhan . Dengan demikian ada TIGA TUHAN , yang berada satu kesatuan . Jadi tidaklah salah jika dikatakan, penganut Kristen menyembah TIGA TUHAN ! Ummat Islam menertawakan hal ini karena Tuhan yang disembah penganut Kristen ada TIGA. Dan ayat Bibel mengungkapkan, ternyata ada di antara ketiga Tuhan ini saling menyodok ketika seharusnya saling bersinergi.
Sebenarnya ketika berdialog dengan pihak Kristen tentang TRINITAS ini , pihak Muslim harus bisa memilah , pihak Kristen yang dihadapi dari aliran apa. Mengapa demikian , ternyata di kalangan Kristen sendiri terjadi perbedaan pendapat tentang konsep TRINITAS , yang dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama, MENOLAK KEPERCAYAAN TERHADAP TRINITAS seperti golongan Untarian – Saksi Yehovah – Modernisme . Kelompok kedua : MENERIMA KEPERCAYAAN TERHADAP TRINITAS, seperti kelompok gereja Katolik, gereja Protestan ( Reformasi ), gereja Orthodoks. Kemudian kelompok yang MENERIMA KEPERCAYAAN TERHADAP TRINITAS ini ternyata berbeda-beda tentang bagaimana KONSEP TENTANG TRINITAS yang sebenarnya Kelompok ini dibagi dua yaitu kelompok gereja Katolik / gereja Protestan ( Reformasi ) dan kelompok gereja Orthodoks. Selanjutnya kelompok gereja Katolik/ gereja Protestan ( Reformasi ) terpecah-pecah dalam berbagai pendapat yang saling berbeda dan bertolak bela-kang satu dengan yang lain . Oleh karena itu jika kaum Muslimin berdialog tentang TRINITAS dengan pihak Kristen , lihat dulu gereja apa dan aliran apa supaya jangan sampai menggunakan argumentasi yang tidak cocok dengan aliran Kristen yang dihadapi . Lebih jauh masalah TRINITAS ini akan dibahas secara tersendiri dengan tema apologi yang berkenaan TRINITAS .
Selanjutnya Eja Kalima berkata : “ Sayangnya Al Quran menggam-barkan Yesus yang dipercayai orang Kristen sebagai anak biologis dari Bapa , yang dikaitkan dengan relasi “ suami-isteri “ dan “ makan-minum “ jasmani seperti yang terlihat dalam Qs. 6 : 101 dan 5 : 75 “. Apa yang diinginkan Eja Kalima dengan pernyataan apologinya ini ? Ketika Eja Kalima berkata : “Sayangnya Al Quran menggambarkan Yesus …… “ berarti Eja Kalima ini menyayangkan jika Yesus digambarkan sebagai “ anak biologis dari Bapa “ dalam relasi “ suami-isteri “ dengan Maryam dan menyayangkan jika Yesus digambarkan dalam aktivitas “ makan-minum “ sebagai bukti manusianya. Mengenai ayat Al Qur’an Qs. 6 : 101 dan Qs. 5 : 75 ini berikut dikutipkan terjemahannya :
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. ( Qs. 6 : 101 )
Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan . Perhatikan bagaimana Kami menje-laskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling ( dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu ). ( Qs. 5 : 75)
Apakah Eja Kalima menginginkan supaya Al Qur’an tidak mengatakan “ KEANAKAN YESUS “ dalam relasi “ anak biologis dari Bapa “ sebagai bentuk hubungan “ suami-isteri “ dengan Maryam ?. Dan juga apakah menginginkan supaya Al Qur’an jangan menyajikan aspek kemutlakan Yesus sebagai manusia yang tergambar oleh aktivitas “ makan-minum “-nya , karena semua itu akan menghilangkan keilahiannya ? Jika demikian itu yang diinginkan Eja Kalima maka hal tersebut boleh dikatakan sangat gegabah dan ngawur karena mau mengatur isi kitab suci agama orang lain dan karena tidak berangkat dari realitas tentang Yesus . Ayat Qs. 6 : 101 menegaskan bahwa Allah Tuhan Pencipta Langit dan bumi adalah suci dari klaim-klaim syirik bahwa Dia mempunyai anak . Sedangkan Qs. 5 : 75 berbicara tentang realitas Yesus sebagai manusia biasa yang diangkat oleh Allah SWT sebagai Nabi dan Rasul Allah . Siapa yang bisa menolak realitas Yesus sebagai manusia ? Tetapi Yesus sebagai Tuhan , masih dipertanyakan dan menjadi sesuatu yang mustahil ketika dipertemukan dengan realitas Yesus sebagai manusia . Ketika dipadukan , jadilah Yesus sebagai ” MANUSIA DEWA ” dan ini sama dengan mitos-mitos kafir Yunani Kuno seperti HERCULES , KRESNA dan lainnya . Mengapa Eja Kalima dan penganut Kristen tidak menyadari nilai kekafiran dari dogma " MANUSIA - DEWA " ini ?
Eja Kalima menghubungkan ayat Qs. 6 : 101 dengan kepercayaan Kristen terhadap Yesus sebagai “ ANAK ALLAH “. Ada aspek lain berkaitan dengan pernyataan tentang Yesus sebagai “ ANAK ALLAH “ sehubungan dengan KELAHIRAN YESUS TANPA BAPAK . Hal ini dapat dipahami secara sederhana . Jawaban apa yang akan diberikan Eja Kalima dengan realitas kelahiran Yesus yang tanpa ayah itu ketika ditanya , siapakah ayah Yesus Kristus ? Menyadari bahwa Yesus lahir penuh keajaiban tanpa ayah biologis , pasti penganut Kristen menjawab bahwa ayah Yesus Kristus adalah ALLAH . Jawaban ini akan bergaris lurus kepada pengertian “ANAK ALLAH “ yang berarti ada dengan keayahan biologis .
Seorang Pendeta bernama Edison TT.Hasibuan dalam dialog tertulis dengan penulis mengajukan argumentasi berikut :
Pertanyaan lain yang juga bisa dijawab setelah membaca Al Qur’an , tanpa harus membuka Injil dsb, ialah siapa Isa itu atau anak siapa dia sebenarnya ? Karena Isa itu adalah manusia sejati maka kita ( dan Isa sendiripun ) layak bertanya , anak siapa dia secara biologis ? Kalau kita mengatakan dia bukan anak manusia atau tidak dibuahkan laki-laki secara biologis , maka siapa bapaknya ? Saya ingin mendengar sdra menjawab dengan pikiran yang tenang , kepala dingin dan jujur : seorang manusia yang tidak punya seorang manusia sebagai bapak biologis, anak apa disebut anak yang demikian ? Anak Roh ? Anak Tanpa Bapak ? Anak Ajaib ? Anak Haram ? Atau anak seorang wanita tok tanpa patner ? Karena Isa adalah seorang manusia , dia berhak mengetahui siapa bapaknya dan sebutan apa yang harus dikatakan kepada hubungan dia dengan pen-ciptanya yang bukan manusia ? . Seorang manusia kita sebut anak Bapaknya karena dia diciptakan Bapaknya secara biologis melalui hubungan seks antara suami isteri . Karena Isa diciptakan Allah ( tanpa hubungan seks dengan Maryam ) sebutan atau hubungan apa yang terjadi antara Isa dan Allah ? Atau biarkan saja Isa itu tak usah disebut anak siapa ? Karena Isa tahu bahwa dia bukan anak biologis seorang laki-laki maka dia sadar bahwa dia tidak punya Bapak di dunia ini . Namun karena Isa tahu bahwa Allah-lah yang menciptakan dia , maka Isa menyebut penciptanya itu Bapak ; artinya Isa menyebut Allah yang menciptakan dia itu Bapak . Hal itu merupakan hal yang sangat logis bagi setiap manusia yang normal di dunia ini .
Dari pernyataan Pendeta Edison TT Hasibuan ini , tersirat suatu makna dari sebutan “ ANAK ALLAH“ kepada Yesus yaitu oleh karena Yesus tidak mempunyai ayah manusia secara biologis maka secara “ biologis keilahian “ sekalipun tanpa hubungan seks dengan Maryam , maka ALLAH adalah ayah dari Yesus . Dalam konteks demikian inlah istilah ” ANAK ALLAH ” dikenakan kepada Yesus . Ini berarti Maryam adalah “ isteri “ dari Allah . Seperti kata Pendeta Ediason TT Hasibuan : ” Hal itu merupakan hal yang sangat logis bagi setiap manusia yang normal di dunia ini ”. Dalam pengertian seperti ini , maka Al Qur’an memberi penolakan seperti yang dinyatakan oleh ayat Qs. 6 : 101 : “ Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri ” karena memang Maha Suci Allah dari beristeri dan sesungguhnya Allah SWT adalah MAHA PENCIPTA tidak membutuhkan isteri dan anak [1] )
Ternyata, Pendeta Edison TT Hasibuan tidak sendiri dalam memberikan pengertian “ ANAK ALLAH “ yang demikian ketika dikaitkan dengan masalah kelahiran Yesus yang tanpa ayah biologis. SIAPA BAPAKNYA ? Menghubungkan sebutan “ ANAK ALLAH “ kepada Yesus dengan kelahiran Yesus tanpa ayah biologis , dalam polemik Islam-Kristen , tidaklah muncul saat sekarang saja melainkan telah muncul pada periode awal kelahiran Islam ketika pihak Kristen merespon pernyataan dan ajaran Islam yang menyinggung kepercayaan yang tidak benar tentang “ ANAK ALLAH “ . Rombongan Kristen Najran yang dipimpin seorang uskup Najran bernama ABD ALMASIH sengaja mendatangi Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawwarah Mereka terlibat dialog dengan Nabi Muhammad SAW tentang Nabi Isa Al Masih . Ketika Nabi Muhammad SAW menolak klaim Nabi Isa Al Masih as sebagai “ ANAK ALLAH “ , mereka bertanya jika Yesus bukan Anak Allah , lalu siapa bapaknya ? Dialog ini kemudian berakhir dengan kesepakatan ber- MUBAHALAH ( Do’a Adu Laknat ), yang kemudian dihindari oleh rombongan Kristen Najran , padahal sebelumnya mereka bersedia. Mereka takut terkena azab seperti yang menimpa ummat-ummat sebelumnya karena sesungguhnya mereka tahu bahwa memang akan datang seorang Nabi sesudah Yesus dan Nabi itu telah disebutkan kehadirannya dalam kitab suci yang ada pada mereka . Hanya mereka menolak mengakui Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi.
Beberapa teolog Kristen sendiri memberi pernyataan yang mengesankan hubungan BAPA – ANAK dan konteks sebutan “ ANAK ALLAH “ dengan “ KELAAHIRAN YESUS YANG TANPA AYAH BIOLOGIS “. Dr.J.Verkuyl, menjelaskan SEBUTAN ANAK ALLAH ini sebagai berikut [2]):
Nyatalah bahwa Ia adalah ANAK ALLAH YANG SESUNGGUHNYA , bukan ANAK ALLAH dalam arti kiasan atau hanya digelar demikian saja “.
Pendapat Dr. J .Verkuyl ini sangat jelas , tidak kabur dan tidak bermakna jungkir balik bahwa “ ANAK ALLAH “ yang dikenakan kepada Yesus Kristus itu benar-benar dalam pengertian yang sesungguhnya , bukan dalam arti kiasan atau hanya sekedar gelar atau sapaan saja . Ketika dikatakan , Yesus adalah ” ANAK ALLAH YANG SESUNGGUHNYA , bukan ANAK ALLAH dalam arti kiasan ” , berarti , Yesus itu DILAHIRKAN OLEH ALLAH ( BAPA ) dengan Maryam sebagai ” isteri ” sekalipun dalam cara yang tidak dapat dibayangkan . Ternyata pendapat Dr.J.Verkuyl ini sejalan pula dengan pendapat pakar / teolog lainnya yaitu Dr. D.Bakker yang
ANAK ALLAH disebut ANAK karena DIPERANAKKAN oleh ALLAH BAPA dari kekal sampai kekal .
……. TUHAN Allah itu Roh adanya dan Maha Kuasa. Ia telah menjadikan manusia dan binatang dapat beranak . Jadi , ALLAH TENTU BERKUASA BERPUTERA , tetapi
CARANYA BERLAINAN DENGAN CARA MANUSIA .
Allah tentu berkuasa berputera , demikian menurut Dr. D.Bakker . Cuma caranya berbeda dengan manusia dan binatang . Lalu bagaimana cara Allah itu berputera , tentu menjadi masalah tersendiri bagi penganut Kristen. Tapi masalah cara Allah berputera , pasti tidak sama dengan cara manusia dan cara binatang . Begitu pula yang disimpulkan dari pernyataan Dr. R. Soedarmo berikut [4] ) :
Sudah barang tentu Allah Bapa tidak menghendaki Anak-Nya dikandung oleh seorang manusia yang kotor dan najis . Bagi Anak-Nya yang maha suci , oleh Allah Bapa tentu disediakan tempat yang suci juga .
Pernyataan Dr. Soedarmo mengarahkan kepada pengertian bahwa ada “ proses suami–isteri “ antara Allah Bapa dan Maryam . Cuma caranya seperti yang dikatakan Dr. B. Bakker , bukan dengan cara manusia atau cara binatang. Mungkin para pakar dan teolog Kristen ini mendasarkan proses kehamilan Maryam berdasarkan cerita Injil Lukas 1 : 34 -35 .
Lalu kata Maryam kepada malaikat itu : “ Bagaimanakah perkara itu boleh jadi karena hamba belum mengetahui laki-laki ?.
Maka jawab malaekat itu serta berkata kepadanya : “ Bahwa ROHU’LKUDUS AKAN TURUN ATASMU dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau. Sebab itu juga Yang Kudus yang akan diperanakkan itu kelak dikatakan ANAK ALLAH .
Maryam bertanya dalam logika yang sangat wajar, bagaimana ia bisa punya anak padahal agar punya anak seorang perempuan harus “ didatangi laki-laki “ padahal ia belum pernah melakukan demikian. Merespon pertanyaan logis Maryam, malaikat itu menjawab bahwa ROHU’LKUDUS AKAN TURUN ATAS MARYAM . Perhatikan ! Rohu’lkudus turun atas Maryam lalu Maryam pun hamil ! Apa yang dipahami dengan pernyataan ini bila dikaitkan dengan proses wajar supaya perempuan bisa hamil ? Kita serahkan Eja Kalima untuk menyimaknya . Dan ternyata karena proses demikianlah sehingga anak yang dikandung Maryam itu disebut ANAK ALLAH , bukan dari proses lain atau menurut teori dogma Trinitas !
Pernyataan-pernyataan para pakar Kristen tersebut hanya memberi pengertian, memang BAPA mempunyai ANAK yang dilahirkan oleh Maryam . Oleh karena itulah Yesus disebut “ ANAK ALLAH “ . Tidak diragukan lagi , alas pikiran dari semua pernyataan tersebut adalah relasi dua premis yaitu antara “ KELAHIRAN YESUS TANPA AYAH BIOLOGIS “ dengan ” Yesus sebagai ANAK ALLAH “, sebagaimana yang diklaim penganut Kristen . Jadi, bukan pada teori-teori dogma Kristen tentang hubungan BAPA - ANAK – ROH KUDUS yang dapat dibaca dalam tulisan dan buku Kristen yang menerangkan kedudukan ANAK dalam TRINITAS dengan penjelasan yang rumit dan membingungkan. Seharusnya Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya jujur saja bahwa Yesus disebut “ ANAK ALLAH “ karena Yesus TIDAK PUNYA AYAH BIOLOGIS tanpa berteori-teori yang aneh-aneh dan membingungkan . Jadi, sesungguhnya dari pernyataan-pernyataan pihak Kristen sendirilah yang memberi gambaran relasi “ SUAMI-ISTERI “ antara Allah ( menurut istilah Kristen : BAPA ) dengan Maryam sehingga melahirkan Yesus TANPA AYAH BIOLOGIS .
Oleh karena itu betapa benarnya ayat Qs. 6 : 101 yang menegaskan Bapa tidak mungkin punya Anak. Kemudian ayat Qs. 5 : 75 berbicara tentang Nabi Isa Al Masih as dalam realitas yang tidak bisa diingkari : Nabi Isa Al Masih adalah manusia yang diangkat sebagai Nabi/Rasul Allah, bukan Tuhan. Yesus dan ibunya memakan makanan karena keduanya memang manusia yang butuh makan agar bisa hidup . Apakah anda bisa membayangkan bagaimana jika Yesus tidak makan ? Apakah ada yang salah dengan pernyataan ayat Al Qur’an ini ? Jika salah , apanya yang salah ? Bukankah ALKITAB/BIBEL sendiri memberi gambaran kemanusiaan Yesus, lalu mengapa yang disalahkan justru pernyataan Al Qur’an?. Marilah berfikir yang waras , jangan memunculkan kebodohan akibat dogma TRINITAS .
[1] ). Sekte-sekte Kristen tidak sama bahkan saling bertentangan dalam memberikan penjelasan tentang hubungan BAPA – ANAK – ROHKUDUS . Tetapi mereka semua menolak jika dikatakan tentang hubungan BAPA – ANAK sebagai hubungan biologis dalam pengertian Allah beristeri dan punya anak. Lebih jauh masalah ini dibahas dalam bagian lanjutan tulisan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar