MASAKAN ALLAH PUNYA ” ANAK ALLAH ” (5)
KEBUTUHAN TERAKHIR : KESELAMATAN
SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :
Eja Kalima memberi pernyataan :
Ya, yang kita butuhkan terakhir adalah keselamatan bukan sekedar pengajaran dari seorang duta atau utusan atau nabi biasa. Dan ini persis ternubuat oleh Yesaya 700 tahun sebelumnya untuk mengokohkan peran final dari seorang Juruselamat dan Penebus ! Cobalah renungkan , apakah nubuat besar ini dapat dikarang-karang manusia purba dan menjadi ayat palsu ?
Maka Ia ( Tuhan ) menjadi Juruselamat mereka ……….. Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia sendiri-lah yang menyelamatkan mereka .
Dia-lah yang menebus mereka ; dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya ….. Ya TUHAN , Engkau sendiri BAPA kami ; namaMU ialah “ PENEBUS KAMI “ sejak dahulu kala ( Yes. 63 : 9 ; 16 ).
Ya , kali ini yang dilakukan oleh Sang Anak adalah penyelamatan final , satu kali untuk selamanya ( once and for all ) ditawarkan kepada kita secara langsung . Anda dan saya .
SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :
Ummat beragama selalu membutuhkan keselamatan karena meyakini bahwa sesudah kehidupan di dunia ini , nanti manusia akan menempuh kehidupan kekal di akhirat .
Alkitab/Bibel menegaskan :
Sedangkan manusia telah tentu satu kali akan mati dan kemudian daripada itu datang hukuman ( Ibrani 9 : 27 )
Ajaran keselamatan ada pada semua agama . Tidak ada klaim eksklusif yang bisa dibenarkan bahwa ajaran keselamatan dari agamanya yang lebih benar daripada ajaran agama lain , karena hal ini adalah masalah sekunder yang sangat bergantung kepada BENARNYA IMAN KEPADA TUHAN YANG DIAJARKAN OLEH AGAMA YANG DIANUT itu. Apa artinya berbangga - bangga dengan keselamatan yang diajarkan agama yang dianut padahal fondasi IMAN KEPADA TUHAN yang diajarkan agama tersebut berjumplitan kesana-kemari dan sulit dimengerti ? Oleh karena itu , masalah keselamatan yang diajarkan suatu agama diukur harus diukur/dinilai dari kebenaran ajaran IMAN agama tersebut dan ini menjadi faktor penentu kebenaran keselamatan yang menjadi ajaran agama itu. Apa yang dibanggakan Eja Kalima dengan kehadiran SEORANG PENEBUS YANG MATI TERKUTUK DI ATAS TIANG SALIB ? Justru kepercayaan model begini mengundang ketercengangan manusia-manusia waras lantaran dosa seorang manusia harus dibebankan kepada orang lain ? Apalagi kematian Yesus di atas tiang salib masih perlu diperdebatkan . Paulus berkata :
Maka kita ini memberitakan KRISTUS YANG TERSALIB yaitu SUATU SYAK KEPADA
ORANG YAHUDI dan SUATU KEBODOHAN KEPADA ORANG KAFIR ( 1 Kor. 1 : 23 ).
Penyaliban Yesus merupakan suatu syak atau sesuatu yang meragu-ragukan bagi kaum Yahudi dan suatu kebodohan bagi orang-orang non Yahudi yang mempercayainya . Jika demikian halnya , lalu bagaimana Eja Kalima berbicara tentang SEORANG PENEBUS UNTUK KESELAMATAN MANUSIA, padahal proses penebusan itu sendiri sebagai sesuatu yang meragu-ragukan ?. Memang, sebagaimana yang pernah disinggung dalam bagian seri lain dari tulisan ini, sesungguhnya peristiwa penyaliban Yesus sangat diragukan. Sejumlah ayat Bibel memberi pertunjuk bahwa peristiwa penyaliban itu memang terjadi tetapi yang tersalib adalah orang lain, bukan Yesus Kristus ( baca dan kaji ayat Matius 27 : 15- 26 ).
Kepercayaan terhadap TERSALIBNYA Yesus sebagai dasar dogma Penebusan Dosa diakui Paulus sebagai KEBODOHAN. Dalam ayat 1 Korintus 1 : 18, Paulus menegaskan , Pengajaran tentang SALIB adalah KEBODOHAN untuk orang-orang yang menuju kebinasaan tetapi SEBAGAI KUASA ALLAH bagi orang yang menuju keselamatan. Ternyata yang dikatakan ” ORANG-ORANG YANG MENUJU KEBINASAAN ” dalam ayat 1 Korintus 1 : 18 ini adalah orang-orang yang berakal dan penuh hikmat sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat 1 Korintus 1 : 19. Ini berarti yang dikatakan ” ORANG-ORANG YANG MENUJU KESELAMATAN ” dalam ayat 1 Korintus 1 : 18 itu adalah orang-orang bodoh yang tanpa menjalankan akalnya menerima pengajaran tentang Salib itu sebagai jalan menuju keselamatan. Mengapa Allah membuat konfrontasi dengan orang-orang yang berakal dan berhikmat ini ?. Menurut ayat 1 Korintus 1 : 20 karena Allah hendak MEMBINASAKAN HIKMAT ( ILMU PENGETAHUAN ) dari orang-orang yang berhikmat dan MELENYAPKAN KEBIJAKAN orang-orang yang bijak. Di sisi lain, menurut ayat 1 Korintus 1 : 21, Allah hendak MENYELAMATKAN ORANG YANG PERCAYA DENGAN KEBODOHAN PENGAJARAN TENTANG SALIB. Pantas saja Adam dan Hawa terusir dari surga lantaran MEMAKAN BUAH PENGETAHUAN, yang berakibat anak turunannya yang tidak tahu apa-apa ikut ” terlibat ” menikmati dosa yang dilakukan Adam dan Hawa , terlepas dari istilah yang hendak dikenakan untuk itu , apakah itu ” DOSA WARISAN ” , ” KULTUR DOSA ” dan segala macam istilah.
Apa yang bisa disimpulkan dengan pengajaran dan penegasan Paulus ini ? Hanya satu kesimpulan : PENGAJARAN SALIB SEBAGAI DASAR PENEBUSAN DOSA HANYA DIPERCAYAI OLEH ORANG-ORANG BODOH, YANG MENEMPATKAN AKALNYA DI DENGKUL, BUKAN DI KEPALA .
Keselamatan dalam Islam diperoleh dengan IMAN dan AMAL melalui pengajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW , tidak membutuhkan seorang Penebus . Memang demikianlah fungsi Nabi/Rasul Allah sebelumnya . Masalah IMAN dan AMAL telah disinggung pada bagian lain dari serial sebelumnya dari tulisan ini . Oleh karena itu tidak dibutuhkan SEORANG PENEBUS YANG HARUS MATI TERKUTUK DI ATAS TIANG SALIB seperti yang juga menjadi kepercayaan kafir (paganisme). Setiap orang bertanggung-jawab sendiri-sendiri di akhirat nanti dengan AMAL PERBUATAN yang dilakukan di dunia. Alkitab/Bibel pun mengakuinya . Hal ini sudah dikemukakan dalam tulisan sebelumnya dan dikutipkan secara singkat sebagai berikut :
…… maka segala orang yang mati itu DIHUKUMKAN MENURUT SEGALA PERBUATANNYA yang tersurat di dalam kitab-kitab itu ........ ….. alam maut itu pula mengeluarkan segala orang yang sudah mati di dalamnya ; lalu MEREKA DIHUKUMKAN MENURUT PERBUATAN MASING-MASING . ( Wahyu 20 : 12 – 13 )
…… Aku datang kelak dengan segeranya dan pahala daripada Aku ada menyertai Aku , SUPAYA AKU AKAN MEMBALAS KEPADA TIAP-TIAP ORANG MENURUT SEPERTI PERBUATANNYA . ( Wahyu 22 : 12 ) ,
Yang AKAN MEMBALAS KE ATAS TIAP-TIAP ORANG MENURUT PERBUAT-AN MASING-MASING ( Rum 2 : 6 ).
….. supaya TIAP-TIAP ORANG MENERIMA BALASAN SEBAGAIMANA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH TUBUH itu , baik atau jahat . ( 2 Korintus 5 : 10 ).
….. mereka itu akan keluar yaitu SEGALA ORANG YANG SUDAH BERBUAT BAIK AKAN BANGKIT KEPADA HIDUP YANG KEKAL dan SEGALA ORANG YANG BERBUAT JAHAT AKAN BANGKIT MENERIMA HUKUMAN ( Yahya 5 : 29 ).
….. Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya ; pada masa itu IA AKAN MEMBALAS KEPADA TIAP-TIAP ORANG MENURUT PERBUATANNYA ( Matius 16 : 27 ).
….. akulah yang menyelidik jiwa dan hati orang dan AKU MEMBALAS KAMU MENURUT PERBUATAN MASING-MASING ( Wahyu 2 : 23 ).
Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu : Siapa yang PERCAYA AKAN DAKU , ia pun akan MELAKUKAN SEGALA PERBUATAN YANG AKU INI PERBUAT dan ia MELAKUKAN PERBUATAN yang lebih besar daripada ini karena Aku ini pergi kepada Bapaku ( Yahya 14 : 12 ).
Karena Aku sudah memberi teladan kepada kamu supaya KAMU JUGA BERBUAT sama seperti AKU PERBUAT KEPADAMU ( Yahya 13 : 15 ).
Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu , BARANG SIAPA YANG KAMU IKAT DI ATAS BUMI , itulah TERIKAT KELAK DI SURGA dan BARANG SIAPA YANG KAMU ORAK DI ATAS BUMI, itupun TERORAK KELAK DI SURGA. ( Matius 18 : 18 )
Paulus sendiri selaku tokoh ” PENENTANG AJARAN YESUS ” justru memberi pernyataan yang sama seperti berikut [1] ) :
Yang akan membalas ke atas tuiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing ( Rum 2 : 6 )
Maka yang menanam dan yang menyiram itu menjadi sama , tetapi masing-masing akan memperoleh pahalanya sendiri sekadar pekerjaannya sendiri ( 2 Kor. 3 : 8 )
Karena masing-masing akan menanggung bebannya sendiri ( Gal. 6 : 5 )
Jangan kamu tersesat ; Allah tiada boleh diolok-olokkan ; karena barang yang ditabur orang itu, juga akan dituainya .
Dengan fakta ayat-ayat Alkitab yang banyak ini dan menegaskan masalah keselamatan didasakan pada IMAN dan AMAL PERBUATAN , lalu untuk apa lagi dibutuhkan SEORANG PENEBUS ? Untuk diketahui oleh Eja Kalima cerita tentang SEORANG PENEBUS untuk memperoleh keselamatan , tidak lain adalah kisah-kisa paganisme yang juga menyembah TIGA TUHAN !
[1] ). Pernyataan Paulus ini bertentangan dengan pernyataannya yang lain yang menekankan bahwa manusia diselamatkan bukan dari perbuatan melainkan dari iman . Baca misalnya Epesus 2 : 8-9 ; Timotius 1 : 9 ; Titus 3 : 5 ; 2 Kor. 11 : 15 dan sebagainya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar