Jumat, 06 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN

ALLAH AL QUR'AN DAN " ALLAH " ALKITAB (5)
ALKITAB / BIBEL BAHASA YUNANI TIDAK MENGENAL NAMA ” ALLAH 

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN
 
Eja Kalima berkata :

Kitab Suci asli dalam bahasa Ibrani atau Yunani tidak mengenal nama ALLAH. Yang ada adalah nama: YAHWEH ( diterjemahkan dalam Alkitab sebagai : TUHAN dengan huruf besar semua ). Itupun bukan nama hakiki-final mutlak diri-Nya . melainkan masih berunsur Ibrani . Jadi orang-orang Kristen malahan bertanya-tanya kepada teman-teman Muslim , dari mana dan kenapa nama Yahweh yang sudah diperkenalkan sendiri oleh Tuhan selama beribu-ribu tahun itu ( Keluaran 3 : 13-15 ) kini tiba-tiba menjadi perlu diganti menjadi nama ALLAH  ( “ siapanya “ ) tetapi tanpa diperkenalkan “ apa ”-nya ?  Bukankah Allah yang menurunkan wahyu Quran awal-awal di Mekah hanya disebut sebagai “ Rabb “  ( Tuhan ) lalu tiba-tiba disebut juga dengan “ ALLAH “ tanpa penjelasan ?  “.

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN :

Wajar saja jika kata “ ALLAH “ tidak  tercantum dalam Alkitab/Bibel berbahasa Yunani karena kata         “ ALLAH “ adalah kosa kata bahasa Arab bukan kosa kata bahasa Yunani. Jangankan kata “ ALLAH “ yang kosa kata bahasa Arab , bahkan kata “ YAHWE “ yang bahasa Ibrani saja , tidak tercantum dalam Alkitab/Bibel berbahasa Yunani . Nama ini telah diterjemahkan menjadi    “ THEOS “ dan juga “ KRYOS “.Dan untuk diketahui kata  ” THEOS ” ( bahasa Yunani ) yang dipakai menterjemahkan kata ” YAHWEH ” tersebut berkaitan dengan kata ” DYAUS ” yang menunjuk kepada bentuk kata ” ZEUS ”, nama Dewa dalam kepercayaan politeistik Yunani , yang ketiganya berarti ” TUHAN ” [1] ) .  Kemudian dalam sistem kepercayaan politeistik Yunani , kata ” ZEUS ” ini ditambahkan kata ” PATER ” ( bhs. Inggeris : FATHER ) menjadi ” ZEUS PATER ” untuk menunjukkan status : BAPAK karena Tuhan dalam kepercayaan Yunani terdiri dari : BAPA - ANAK – IBU. Kemudian kata ” ZEUS PATER ” ini mengalami perubahan menjadi : JUPITER, nama Dewa Langit . Ini menunjukkan , kata Ibrani ” YAHWE ” telah diterjemahkan dengan NAMA DEWA KAFIR KUNO EROPAH  yaitu : JUPITER  ----- >  ZEUS PATER ----- > ZEUS ----- > DYAUS  -------- >  THEOS . 
Begitu pula, dalam Alkitab/Bibel yang berbahasa Ibrani , tentu tidak tercantum kata  “ ALLAH “ karena kata   “ ALLAH “ adalah bahasa Arab , bukan bahasa Ibrani . Tetapi dalam padanannya justru dijumpai kata “ ELOAH “. Masalahnya, mana yang benar nama Tuhan dalam Alkitab.Bibel itu , apakah YAHWE  ataukah ELOAH ( ELOH , ELI ) ataukah THEOS ? Hal ini telah dibahas pada bagian awal tulisan ini. Jadi menyajikan pernyataan : “ Kitab Suci asli dalam bahasa Ibrani atau Yunani tidak mengenal nama ALLAH “ adalah hal yang mubazir, tidak menyentuh substansi permasalahan yang perlu diapologikan. Memang menjadi kesukaan penganut Kristen menyajikan pernyataan yang menyimpang dari substansi yang dibicarakan. Itu gaya apologi mereka penganut Kristen.
Berikutnya, si Kristen berbicara tentang “ KITAB SUCI ASLI “. Dihubungkan dengan pernyataan berikutnya  “…. dalam bahasa Ibrani atau Yunani  …. “ tahulah kita bahwa yang dimaksud dengan       “ KITAB SUCI ASLI “ oleh Eja Kalima ini adalah naskah-naskah asli dari ALKITAB.  Mengenai masalah ini , akan dibahas tersendiri dalam satu bahasan yang panjang tentang “ ALKITAB/BIBEL “.
Yang menarik dari pernyataan Eja Kalima ini adalah kebingungannya yang tersirat dalam pernyataannya tersebut. Kalau Eja Kalima berkata : “ Kitab Suci asli dalam bahasa Ibrani atau Yunani tidak mengenal nama ALLAH. Yang ada adalah nama: YAHWEH  “, yah itu urusannya Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya sebab nama Allah dalam berbagai terjemahan ALKITAB/BIBEL dalam masyarakat mayoritas Muslim , BUKAN DIGANTI ATAU DITAMBAHKAN OLEH UMMAT ISLAM TETAPI OLEH PIHAK KRISTEN SENDIRI. Kalau memang dalam “ Kitab Suci asli ……. tidak mengenal nama ALLAH . Yang ada adalah nama: YAHWEH  “ dapat dipahami karena memang berbahasa Ibrani dan berbahasa Yunani , bukan berbahasa Arab sedangkan kata “ ALLAH “ adalah kosa kata bahasa Arab  dan terkait dengan ISLAM. Oleh karena itu seharusnya yang mempertanyakan itu adalah ummat Islam kepada penganut Kristen , mengapa kata ” YAHWEH ” diganti dengan ” ALLAH ” yang justru adalah nama TUHAN dalam Islam? Jadi, bukan Eja Kalima dan penganut Kristen yang mempertanyakannya kepada ummat Islam, yang justru tidak tahu menahu dengan nama YAHWEH. Itu aneh dan sangat tidak waras sebab yang menterjemahkan BIBEL ke bahasa Indonesia bukan orang Islam tetapi penganut Kristen sendiri melalui lembaga-lembaga seperti LAI , LBI , The Gideons International dan sebagainya. Kalau memang dalam keyakinan Eja Kalima , tidak ada kata “ ALLAH “ dalam  Kitab Suci yang asli “ lalu mengapa tidak diganti saja semua kata “ ALLAH “ dalam terjemahan Alkitab/Bibel itu dengan kata yang sesuai seperti “ YAHWEH “- “ ELOH “ - “ ELOHIM “ - “ ADONAY “ - “ KRYOS “ dan jangan menggunakan kata ” ALLAH ” ?  Ini sangat baik bagi ummat Islam karena dengan demikian tahulah ummat Islam bahwa Tuhan yang disembah penganut Kristen namanya YAHWEH , bukan ALLAH  yang selama ini dikenal ummat Islam . Dengan demikian  terhindarlah ummat Islam dari upaya pemurtadan yang dilakukan pihak Kristen dengan cara penipuan menggunakan nama ” ALLAH ” tetapi di sisi lain tidak setuju dengan kata ” ALLAH ” sebagai nama Tuhan ! Dan ummat Islam merasa nyaman karena  nama “ ALLAH “ Tuhan Yang Maha Esa yang disembah ummat Islam , tidak diobok-obok penganut Kristen dengan pengertian yang menyimpang [2]).
Dan perlu diketahui oleh Eja Kalima , nama TUHAN yang katanya adalah “ YAHWEH “- “ YEHUWA “ – “ YEHOVAH “ - “ ELOH “ – “ ELI “ -   “ ELOHIM “ –  “ ADONAY “ – “ KRYOS “, ternyata menjadi berbeda ketika memasuki wilayah yang budaya dan bahasanya  berbeda-beda.  Dalam bahasa Inggeris , nama Tuhan :  GOD , dalam bahasa Jerman, nama Tuhan : GOTT, dalam bahasa Italia nama Tuhan : DIO, dalam bahasa Latin nama Tuhan : DEUS, dalam bahasa Yunani, nama Tuhan : THEOS, dalam bahasa Perancis nama Tuhan : DIEU, dalam bahasa Spanyol, nama Tuhan : DIOS , dalam bahasa Swedia , nama Tuhan : GUD, dalam bahasa Jepang nama Tuhan : KAMI-WA , dalam bahasa Cina , nama Tuhan : SHEN, dalam bahasa Cina Kuno, nama Tuhan : SHANG TI , dalam bahasa India kuno, nama Tuhan : DHATR dan PRAJAPATI , dalam bahasa Mesir Kuno, nama Tuhan : SHA’ atau KHABKHAB atau NEHEF, dan sebagainya. Jelas kalau dalam wilayah Muslim, nama Tuhan adalah : ALLAH. Ummat Islam ( Kaum Muslimin )  tidak menghadapi persoalan nama Tuhan yang berbeda seperti itu, karena di mana pun ummat Islam berada di segala budaya yang berbeda, jika ditanya nama Tuhan , pasti menjawab : ALLAH !  Dan hebatnya penganut Kristen di wilayah Muslim mengadopsi nama ” ALLAH ” sebagai nama Tuhan mereka ketika di wilayah lain terutama di Eropah , Amerika dan Australia sangat anti dengan nama ” ALLAH ” tersebut karena berbau Islam . Ini sangat mengherankan. Seharusnya Eja Kalima juga mempertanyakan kepada sesama Kristennya, mengapa mereka penganut Kristen semua ini memberi nama  yang “aneh-aneh “ kepada Tuhan Alkitab , padahal katanya nama diri  dari Tuhan Alkitab adalah  YAHWE – YAHUWA – YEHOVAH . Tetapi hal  itu jangan ditanyakan kepada ummat Islam , karena ummat Islam tidak tahu menahu masalah nama Tuhan orang Kristen yang beda-beda itu. Jika yang bikin ” ulah ” orang Kristen , tetapi yang ditanya dan diminta pertanggung-jawaban justru adalah orang Islam , maka hal itu  sangat aneh dan sangat tidak benar bahkan sangat konyol. Juga kalau si Kristen menyatakan bahwa “ YAHWEH “ itupun BUKAN NAMA HAKIKI – FINAL MUTLAK DIRI TUHAN , yah itupun urusan Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya. Tidak ada urusan ummat Islam (Kaum Muslimin ) Untuk apa dikemukakan dalam apologi kepada ummat  Islam (Kaum Muslimin) ? Ummat Islam ( kaum Muslimin ) tidak perlu ikut pusing dengan ketidak-jelasan tersebut karena bagi ummat Islam nama TUHAN YANG MAHA KUASA DAN YANG MAHA ESA adalah  ALLAH bukan YAHWEH atau lainnya. Dan ini hakiki –mutlak final ! Tetapi dengan pernyataan Eja Kalima tersebut muncul pertanyaan : Jika ” YAHWEH ” bukan nama hakiki –final diri Tuhan , lalu apa nama hakiki dari Tuhan anda , padahal Yesus sudah mengajarkan dan memashurkan nama Tuhan ? Perhatikan  ayat Yah. 17: 26  : ” Dan   Aku sudah memberi tahu namaMu  kepada mereka itu dan Aku akan memasyhurkan pula supaya kasih yang seperti Engkau kasih akan Daku itu tetap di dalam mereka itu dan AKU PUN TETAP DI DALAM MEREKA ”. Dan juga Yahya 17 : 6  : ” Aku sudah menyatakan nama-Mu kepada orang yang telah Engkau serahkan kepadaku daripada dunia ini : mereka itu milik-Mu lalu Engkau serahkan kepadaku dan mereka telah menurut firman-Mu ”. Jadi nama Tuhan yang disembah penganut Kristen sudah diajarkan oleh Yesus tetapi mengapa penganut Kristen menjadi bingung dengan nama Tuhan-nya ?  Ummat Islam tidak dibingungkan oleh hal-hal yang demikian , karena sudah jelas dalam Islam NAMA HAKIKI DARI TUHAN YANG DISEMBAH UMMAT ISLAM adalah : ALLAH !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar