Minggu, 08 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN


KONSEP TRINITAS , BUKTI NGAWURNYA MANUSIA
ATAS KEESAAN ALLAH (4)



SIFAT-SIFAT KEILAHIAN OKNUM TRINITAS

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :

Eja Kalima menyajikan tabel mengenai sifat-sifat “ KEILAHIAN “ : BAPA – ANAK – ROH KUDUS . 

Perhatikan beberapa contoh sifat-sifat yang dipunyai oleh setiap Pribadi Allah Trinitas  tersebut  , semuanya sungguh mengkorfimasikan sifat-sifat keilahian !


BAPA


PUTERA

ROHKUDUS
Maha Tahu
Pencipta
Ada di mana-mana
Kekal
Pemberi Hidup
Menguduskan
Kasih
1 Yahya 3 :20
Yes. 64 : 8 ; 44:24
1 raj. 8 : 27
Maz. 90 : 2
Kej. 2 : 7
1 Tes. 5 : 23
Yahya 3 : 16
Yahya 16 : 30
Yahya 1:3; Kol. 1:15-17
Mat. 28 : 20
Ml. 5 : 1,2
Yahya 1 : 3 ; 5 : 21
Ibr. 2 : 11
Ef. 5 : 25
1 Kor. 2 : 10,11
Ayub 33 : 4 ; 26 : 13
Mzm.139 : 7-10
Rm. 8 : 11
2 Kor.3 : 6,8
1 Pet. 1: 2
Rm . 15 : 30

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN   :

Pernyataan Eja Kalima ini boleh dikatakan persis sama dengan yang disajikan si Apologist Kristen Kami Mukamil  yaitu  [1] ):

Perhatikan beberapa contoh sifat-sifat yang dipunyai oleh masing-masing Oknum  Allah Trinitas  tersebut  , adalah  sifat-sifat keilahian !


BAPA


PUTERA

ROHKUDUS
Maha Tahu
Pencipta
Ada di mana-mana
Kekal
Pemberi Hidup
Menguduskan
Kasih
1 Yahya 3 :20
Yes. 64 : 8 ; 44:24
1 raj. 8 : 27
Maz. 90 : 2
Kej. 2 : 7
1 Tes. 5 : 23
Yahya 3 : 16
Yahya 16 : 30
Yahya 1:3 ; Kol. 1:15-17
Mat. 28 : 20
Ml. 5 : 1,2
Yahya 1 : 3 ; 5 : 21
Ibr. 2 : 11
Ef. 5 : 25
1 Kor. 2 : 10,11
Ayub 33 : 4 ; 26 : 13
Mzm.139 : 7-10
Rm. 8 : 11
2 Kor.3 : 6,8
1 Pet. 1: 2
Rm . 15 : 30

Tentang sifat “ KEILAHIAN “ BAPA ( atau ALLAH menurut Islam ) tidak perlu dibahas karena sudah jelas bahwa ALLAH adalah TUHAN YANG MAHA ESA , MAHA PENCIPTA , MAHA KUASA . Cuma perlu diperhatikan di sini bahwa “ ALLAH “ yang dimaksud adalah menurut Islam yaitu NAMA DIRI DARI TUHAN YANG MAHA ESA , bukan “ ALLAH “ dalam pengertian penganut Kristen di Indonesia , yaitu sebuah NAMA UMUM seperti halnya : TUHAN . Celakanya, sekalipun Eja Kalima sudah membedakan antara “ TUHAN ALKITAB “ dengan “ ALLAH AL QUR’AN “ , ternyata ia masih ngotot juga menggunakan sebutan “ ALLAH “. Ini namanya : GAYA TIPU DAYA. Oleh karena itu akan dibahas ayat-ayat Alkitab/Bibel yang diklaim oleh Eja Kalima sebagai ayat-ayat yang menunjukkan sifat “ KEILAHIAN “ ANAK (YESUS ) dan ROH KUDUS . Ayat-ayat Alkitab / Bibel yang ditunjuk Eja Kalima sebagai dalil tentang sifat-sifat Keilahian dari ANAK dan ROH KUDUS  dikutip dan dibahas berikut ini.

A.    AYAT-AYAT ALKITAB/BIBEL YANG DIKLAIM EJA KALIMA SEBAGAI  AYAT YANG MENUNJUKKAN SIFAT “ KEILAHIAN “ YESUS ( ANAK ).

1.      Sifat MAHA TAHU dari Yesus/ANAK

Sekarang kami tahu bahwa Rabbi mengetahui segala sesuatu dan tiada perlu seorang menanya Rabbi ; oleh itulah kami percaya bahwa Rabbi telah datang daripada Allah . ( Yahya 16 : 30 ) 

Apakah ayat ini menunjukkan bahwa Yesus ( ANAK ) itu MAHA TAHU ? Jika ya , mari kita sajikan ayat Markus 13 : 32 ( lihat pula Matius 24 : 36 )  berikut :

Tetapi akan harinya atau ketikanya itu TIADA DIKETAHUI  OLEH SEORANG JUAPUN baik segala malaikat yang di surga pun tidak atau ANAK ITUPUN TIDAK , HANYALAH BAPA SAJA   

Apakah Yesus Maha Tahu ? Ternyata, TIDAK ! Jika Yesus memang Maha Tahu , lalu mengapa
hari datangnya kiamat , Yesus tidak mengetahuinya ? Nyatalah penggunaan ayat Yahya 16 : 30 oleh Eja Kalima sebagai dalil tentang Yesus MAHA TAHU , tidak lebih dari pemahaman berdasarkan dogma yang dianut Eja Kalima. Tetapi penganut Kristen sangat pintar bersilat lidah . Menanggapi masalah ayat Markus 13 : 32 tersebut , penganut Kristen akan berdalil bahwa yang tidak tahu itu adalah Yesus dalam sisi kemanusiaannya , sedangkan Yesus dalam sisi sebagai Allah pasti tahu kapan datangnya hari kiamat . Jika demikian kita bisa bertanya , kemana perginya Yesus dalam sisi sebagai Allah ketika Yesus menyatakan tidak tahu kapan datangnya hari kiamat dalam sisi sebagai manusia ? Bukankah Yesus yang manusia tidak lain adalah INKARNASI DARI FIRMAN ALLAH , yang berarti seluruh sisi manusia dari Yesus adalah juga FIRMAN ALLAH ?
Sebenarnya ayat Yahya 16 : 30 tidak bisa dijadikan dalil tentang Yesus MAHA TAHU , karena isinya hanya mengungkapkan pujian yang diberikan para murid kepada Yesus . Untuk memahami hal ini , seharusnya dibaca pada ayat-ayat sebelumnya . Pada ayat Yahya 16 : 29 diungkapkan, para murid mengamati bahwa Yesus tidak lagi memberikan pengajaran dengan perumpamaan sebagaimana yang menjadi kebiasaannya melainkan secara terus terang . Fakta “ strategi mengajar “ yang baru mengantar para murid memberikan pujian  tentang Yesus sebagai yang mengetahui segala sesuatu , yang dapat diartikan dengan : Yesus mempunyai pengetahuan dan hikmat yang luas karena memang Yesus diutus oleh Allah .  Itulah konteks yang harus dipahami dari ayat Yahya 16 : 30 . Jadi ayat Yahya 16 : 30  tidak membuktikan : Yesus mengetahui segala sesuatu . Kenyataan tentang kapan terjadinya kiamat , Yesus sendiri tidak tahu .

2.      Sifat Yesus / ANAK  sebagai PENCIPTA )

Segala sesuatu dijadikan olehnya maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi  ( Yahya 1:3  )
Dan Ia –lah yang menjadi bayang Allah yang tiada kelihatan itu yaitu Anak sulung yang terlebih dahulu daripada segala makhluk ; karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi , yang kelihatan dan yang tiada kelihatan , baik singgasana, baik perintah , baik penguasa , baik kuasa ; maka segala segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan bagi Dia ; dan Ia-lah yang terlebih dahulu daripada sekaliannya dan segala sesuatu wujudnya ada di dalam Dia  ( Kolose 1 : 15-17 )

Berkenaan dengan ayat Yahya 1 : 3 , timbul pertanyaan : Siapakah yang dimaksud dengan kata ganti orang ketiga tunggal “ NYA “ dalam kalimat “Segala sesuatu dijadikan olehnya “ dalam ayat tersebut?. Apakah kata “ Nya “ di situ menunjuk kepada “ Firman “ ataukah menunjuk kepada “ Allah “ di mana dikatakan “ Firman itu bersama-sama  Allah “ ?  Ini dulu yang harus dijelaskan Eja Kalima sebelum menetapkan ayat Yahya 1 : 3 sebagai ayat yang menunjukkan : Anak /Yesus sebagai Pencipta .  Jika kata “ Nya “ menunjuk kepada “ Firman “ ( - yang dalam dogma Kristen disebut  “ ANAK “ yang kemudian berinkarnasi menjadi manusia bernama :  YESUS - )  berarti “ Firman “ itulah yang menciptakan segala sesuatu bukan  “ ALLAH “ ( - dalam dogma Kristen disebut “ BAPA “ ).  Lalu apa  “ fungsi “ BAPA dalam hal ini jika ‘ fungsi “ mencipta telah diambil alih oleh “ Firman “ ?
Perlu diketahui , salah satu konsep tentang TRINITAS yang disajikan penganut Kristen :  BAPA adalah Allah dalam KUASA MENCIPTA , ANAK  adalah Allah dalam KUASA BERFIRMAN dan ROH KUDUS adalah Allah dalam KUASA MEMELIHARA. Ini berarti dengan memahamkan ANAK sebagai PENCIPTA telah menyalahi konsep Trinitas tersebut . Ini sejalan pula dengan ayat Kolose 1 : 15-17 yang ditunjuk  Eja Kalima : “ Dan Ia –lah yang menjadi bayang Allah yang tiada kelihatan itu yaitu Anak sulung yang terlebih dahulu daripada segala makhluk ; karena di dalam Dia itu sudah dijadikan segala sesuatu yang di langit dan yang di bumi  ……. “ . Dalam ayat Kolose 1 : 15-17 ini , tidak dikatakan “ DIA YANG MENJADIKAN SEGALA SESUATU …“ melainkan dikatakan “ DI DALAM DIA ITU SUDAH DIJADIKAN SEGALA SESUATU … “, yang berarti  “ DIA “ ( = Firman ) adalah sarana yang dipakai oleh Allah ( - dalam dogma Kristen disebut BAPA )  untuk menjadikan segala sesuatu . Ini sesuai dengan kalimat : “ DI DALAM DIA … “ bukan “ OLEH DIA ….“. Tampaknya hal ini sejalan dengan pandangan Islam bahwa Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa jika menciptakan sesuatu cukup dengan  KALIMAT  “ KUN “ maka sesuatu itupun jadi ( FA YAKUN ). Jadi kalimat ” KUN ” adalah media atau sarana yang dipakai oleh Allah SWT untuk menjadikan sesuatu. Bukan KALIMAT “ KUN “ yang menjadikan segala sesuatu melainkan Allah SWT dengan KALIMAT “ KUN “ tersebut .
Dengan  demikian,  baik  ayat  Yahya 1 : 3  ataupun ayat Kolose 1 : 15-17 sama sekali tidak menunjukkan : ANAK (= FIRMAN ) atau YESUS yang menciptakan segala sesu-atu ini. Yang demikian hanyalah khayalan dogma Kekristenan dari Eja Kalima . Memang sesuatu yang sangat janggal jika dikatakan YESUS  ( ANAK , FIRMAN ) yang menciptakan segala sesuatu padahal Yesus baru ada sesudah dilahirkan oleh Maryam . Apakah mungkin Maryam yang melahirkan Yesus diciptakan oleh Yesus ?  Marilah akal sehat ini disimpan pada tempat yang sebenarnya , jangan ditempatkan di dengkul . Pikirkan bagaimana Yesus bisa menciptakan Maryam yang justru melahirkannya ?  Yesus dilahirkan dan dia adalah manusia adalah fakta yang dapat dipahami dan dilihat secara bersama-sama bahwa Yesus adalah manusia biasa , BUKAN ALLAH !

3.     Sifat Yesus / ANAK ada di mana-mana

Dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu . Maka ketahuilah olehmu : Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan zaman . ( Matius 28 : 20 )

Menjadikan ayat Matius 28 : 20 untuk menunjukkan YESUS / ANAK ADA DI MANA-MANA , merupakan penafsiran yang sangat dogmatis . Bagaimana bisa dikatakan Yesus/Anak ada di mana-mana padahal menurut kepercayaan Kristen , Yesus sekarang ada di langit sedang duduk di sebelah kanan Allah ?
Dan menarik diperhatikan adalah pernyataan dalam ayat Matius 28 : 20 , yaitu  “  Dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu “. Menjadi pertanyaan , apakah Eja Kalima ini mengajar menurut segala yang dipesankan Yesus ? Jika Eja Kalima melakukannya , apakah TRINITAS itu diajarkan oleh Yesus ?

4.     Sifat Kekal dari Yesus / ANAK

Catatan : Mengenai ayat  “ Ml. 5 : 1, 2 “ yang ditunjuk Eja Kalima sebagai dalil tentang sifat kekal dari Yesus / Anak , tidak jelas dalam kitab apa ada disebutkan . Jika yang dimaksud adalah ayat Meleakhi 5 : 1,2 , ternyata dalam Kitab Malaeakhi hanya sampai pada pasal 4 , tidak ada pasal 5 . Dan jika dimaksud adalah ayat Mikha  5 : 1, 2  , ternyata tidak ada hubungan dengan sifat Kekal dari ANAK .

Terlepas dari ketidak-cocokan ayat yang ditunjuk Eja Kalima ini , dapat dipastikan bahwa Yesus tidak memiliki sifat kekal . Menurut Alkitab.Bibel , Yesus mati disalib , dikuburkan selama tiga hari tiga malam lalu bangkit dari antara orang mati kemudian diangkat ke langit . Sifat mati yang dijalankan Yesus justru menunjukkan sifat tidak kekalnya . Jika dengan kematian Yesus , lalu dalam kepercayaan Kristen ditetapkan YESUS BERIFAT KEKAL , maka semua manusia demikian pula halnya . Seseorang yang mati , fisiknya yang hancur , tetapi roh-nya tidak mati . Hal ini bisa juga disebut ” kekal ” tetapi pengertian ” kekal ” dari roh ini tidaklah sama dengan SIFAT KEKAL DARI ALLAH , TUHAN YANG MAHA ESA karena roh manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah , Tuhan Yang Maha Kuasa .

5.      Sifat Pemberi Hidup dari Yesus/ANAK

Segala sesuatu dijadikan olehnya maka jikalau tidak ada Ia , tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi  ( Yahya 1:3  )
Karena sama seperti Bapa membangkitkan segala orang mati sambil menghidupkan   dia , demikian juga Anak itu menghidupkan pula barang siapa yang dikehendakinya ( Yahya 5 : 21 )

Mengenai ayat Yahya 1 : 3 telah dibahas pada butir ( B) . Sekarang kita meninjau ayat Yahya    5 : 21 .  Ini sangat terkait dengan mukjizat yang dimiliki Yesus ketika menjalankan misinya yaitu menghidupkan orang mati . Apakah hidup kembalinya seseorang didasarkan pada kehendak Yesus ataukah didasarkan pada kehendak Allah ( - dalam dogma Kristen disebut : BAPA - ) ? . Menjawab pertanyaan ini , mari kita kembalikan pada kalimat pernyataan dalam ayat Yahya     5 : 21 tersebut : “….demikian juga Anak itu menghidupkan pula barang siapa yang dikehendakinya ) “.  Permasalahan yang perlu disimak di sini , siapakah yang dimaksud dengan kata ganti orang ketiga tunggal “ NYA “ dalam kata “ …yang dikehendakinya “ tersebut ? Ada dua alternatif. Allternatif pertama , kata “ NYA “ di sini menunjuk kepada  “ BAPA “ sehingga kalimat tersebut menjadi : “  …. demikian juga Anak itu menghidupkan pula barang siapa yang dikehendaki BAPA “.  Alternatif kedua , kata “ NYA “ di sini menunjuk kepada  “ ANAK “ sehingga kalimat tersebut menjadi : “  …. demikian juga Anak itu menghidupkan pula barang siapa yang dikehendaki ANAK   “.  Lalu mana yang benar ?
Kajian terhadap teks-teks Alkitab/Bibel menunjukkan, alternatif pertama yang bisa diterima yaitu “  …. demikian juga Anak itu menghidupkan pula barang siapa yang dikehendaki BAPA “ sedangkan alternatif kedua tentu dengan sendirinya ditolak . Hal ini sangat jelas karena YESUS HANYA MENJALANKAN KEHENDAK BAPA. Puluhan ayat Alkitab/Bibel yang menegaskan demikian antara lain ayat Yahya 5 : 19 yang justru mendahului ayat Yahya 5 : 21 , yaitu :

Maka  jawab  Yesus  serta  berkata  kepada  mereka  itu : “ Sesungguhnya  Aku berkata kepadamu , ANAK ITU TIADA BOLEH MEMBUAT BARANG SESUATU MENURUT KEHENDAKNYA SENDIRI melainkan ia melihat Bapa itu berbuat ; karena barang apa yang diperbuat oleh Bapa , itu juga diperbuat oleh Anak itu

Oleh karena itu menjadikan ayat Yahya  5 : 21 oleh Eja Kalima sebagai dalil untuk menetapkan bahwa YESUS/ANAK sebagai PEMBERI HIDUP adalah satu kekeliruan yang dihasilkan oleh dogma yang dianut. Yesus sendiri tidak bisa membang-kitkan dirinya dari kematian melainkan yang membangkitkannya adalah ALLAH ( alias BAPA) atau ROH KUDUS .

6.      Sifat MENGUDUSKAN dari Yesus/ANAK

Karena yang menguduskan dan yang dikuduskan itupun sekaliannya daripada SATU juga asalnya ; maka itulah sebabnya Ia tiada malu mengaku mereka itu saudara  ( Ibrani    2 : 11 )

Siapakah yang dimaksud dengan “ SATU “ dalam ayat Ibrani 2 : 11 ini ? Pernyataan    “ …dari pada SATU juga asalnya “  menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA ( -dalam Kristen disebut : BAPA - )  karena hanya ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA saja yang menjadi asal segala sesuatu. Rupanya dogma Kekristenan yang dianut Eja Kalima telah mengantarnya untuk memahami ayat Ibrani 2 : 11 sebagai dalil bahwa Yesus/Anak mempunyai sifat menguduskan. Terlihat bahwa dogma Kekristenan menentukan makna ayat Alkitab/Bibel, bukan ayat Alkitab/Bibel yang menentukan dogma Kekristenan .
Terlepas dari masalah ayat ini, setiap Nabi/Rasul Allah membawa misi untuk kebaikan  manusia. Jika fungsi Kenabian/Kerasulan ini dikatakan sebagai MENGUDUSKAN/ MENSUCI-KAN manusia , memang tidak salah jika dikatakan Yesus hadir untuk mensucikan manusia tetapi yang demikian itu adalah fungsi, bukan sifat, sebab hal itu dilakukan pula oleh Nabi/Rasul yang lain .

7.      Sifat KASIH dari Yesus / ANAK

Hai segala suami, kasihlah akan isterimu seperti Kristus juga sudah mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya karenanya  ( Efesus 5 : 25 )

Merujuk ayat Efesus 5 : 25 , sebenarnya berbicara mengenai Surat Kiriman Paulus kepada  jemaat yang terdiri dari orang-orang non Yahudi ( Gentiles ) di Efesus. Kita tidak tahu kapan Paulus menjadi “ ALLAH SESEMBAHAN PENGANUT KRISTEN “ sehingga si Kristen merujukkan kata-kata Paulus ini sebagai “ FIRMAN ALLAH “ dan dijadikan dalil tentang sifat kasih dari Yesus/ANAK .
Ajaran Paulus berpusat pada KRISTUS ketika Yesus sendiri mengajarkan tentang “ KERAJAAN ALLAH “ yang bisa dimasuki dengan syarat : “ TOBAT “ dan “ PELAK-SANAAN HUKUM TAURAT “ tanpa harus menjadikan Yesus sebagai ANAK ALLAH atau sebagai TUHAN YANG DISEMBAH . Tidaklah heran jika di dalam Surat Kiriman Paulus kepada orang-orang di Efesus berisi ajaran yang memuliakan Yesus Kristus sedemikian rupa sehingga mencapai pada tinglkat penobatan Yesus sebagai Tuhan. Substansi ajaran Paulus dalam ayat Efesus 5 : 25 ini sebenarnya berbicara mengenai keharusan seorang suami mengasihi isterinya, bukan lainnya . Paulus hanya membandingkan sifat kasih seorang suami kepada isteri seperti sifat kasih Yesus Kristus kepada Jemaat Kristen. Jadi sifat kasih Yesus kepada jemaat hanya sebagai bandingan belaka , bukan pokok yang diajarkan . Oleh karena itu , menjadikan ayat ayat Efesus 5 : 25 sebagai dalil tentang sifat kasih dari Yesus/ANAK , tidaklah tepat. Ternyata sejumlah ayat Alkitab/Bibel menunjukkan tidak adanya sifat kasih dari Yesus /Anak . Hal ini dapat disimak dari ayat-ayat Alkitab/ Bibel berikut :

Jangan kamu sangkakan aku datang membawa keamanan di atas bumi ini . Bukannya Aku datang membawa keamanan melainkan PEDANG.
Karena Aku datang menceraikan orang dengan bapanya dan anak yang perempuan dengan ibunya dan menantu yang perempuan dengan mak mentuanya dan orang yang serumahnya masing-masing akan menjadi seterunya  ( Matius 10 : 34-36 )
Adapun kedatanganku ini hendak melempar api ke atas bumi dan betapakah sukanya aku kalau-kalau api itu sudah menyala ( Lukas 12 : 49 )
Adakah kamu sangka kedatanganku ini membawa keamanan di atas bumi ? Aku berkata kepadamu : TIDAK ! MELAINKAN PERSELISIHAN .
Karena daripada ketika ini , lima orang di dalam sebuah rumah akan berlawan-lawan sama sendiri yaitu tiga orang melawan dua dan dua melawan tiga . Dan bapa melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan bapanya ; ibu melawan anaknya yang perempuan dan anak yang perempuan melawan ibunya ; mak mentua melawan menantunya yang perempuan dan menantu yang perempuan melawan mak mentuanya. ( Lukas 12 : 51-53 )
Tetapi segala seteruku itu yang tiada suka aku menjadi raja mereka itu, BAWALAH KEMARI DAN BUNUH MEREKA DI HADAPANKU ( Lukas 19 : 27)
Jikalau barang seorang datang kepadaku dan TIADA MEMBENCI BAPANYA DAN IBU DAN BINI DAN ANAK DAN SAUDARA LAKI-LAKI DAN SAUDARA PEREMPUAN bahkan nyawanya sendiripun TIADA DAPAT IA MENJADI MURIDKU   ( Lukas 14 : 26 )

Aklitab/Bibel telah mengangkat pernyataan-pernyataan Yesus . Kita bertanya kepada Eja Kalima , apakah sifat kasih namanya yang dimiliki Yesus ketika Yesus mengklaim bahwa kedatangan bukan untuk membawa keamanan melainkan pedang dan perselisihan ? Apakah sifat kasih namanya yang dimiliki Yesus ketika memerintahkan agar seterunya DIBUNUH DI HADAPANNYA karena tidak mau mengakui Yesus sebagai raja ( bisa berarti : TUHAN ) ?  Sebaiknya Eja Kalima membaca Alkitab/Bibel-nya dengan cermat terlebih dahulu sebelum melempar pernyataan dogmatis yang tidak layak disajikan dalam          “ jamuan “ yang diadakannya dengan “ mengundang ummat Islam “.

Demikian bahasan terhadap ayat-ayat Alkitab/Bibel yang ditunjuk Eja Kalima dalam menetapkan sifat-sifat KEILAHIAN Yesus / Anak . Ternyata apa yang disajikan Eja Kalima dengan pernyataannya tersebut tidak lebih dari penafsiran dogma Kekristenan yang menuhankan Yesus .
Permasalahan lanjut, apakah benar menurut Alkitab/Bibel, Yesus/ANAK mempunyai sifat yang sama dengan ALLAH YANG MAHA ESA ( menurut dogma Kristen : BAPA ) ? Ketika dikatakan Yesus/ANAK mempunyai sifat dan hakekat yang sama dengan BAPA ,  berarti  KEDUA  OKNUM TUHAN  ini  setara . Tetapi  marilah  ayat-ayat Alkitab/Bibel  disimak untuk  beberapa aspek  berikut :

1.     ALLAH BERKEHENDAK – YESUS / ANAK TIDAK BERKEHENDAK DAN MENGIKUTI KEHENDAK ALLAH .

Maka katanya : “ Abba, ya Bapa, SEGALA SESUATU ADA DI DALAM KUASA -MU , biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku , tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAKMU SAJA JADI “. ( Markus 14 : 36 )
Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu : “ Sesungguhnya Aku berkata kepadamu , ANAK ITU TIADA BOLEH MEMBUAT BARANG SESUATU MENURUT KEHENDAKNYA SENDIRI  melainkan ia melihat Bapa itu berbuat ; karena barang apa yang diperbuat oleh Bapa , itu juga diperbuat oleh Anak itu ( Yahya 5 : 19 )
Suatu pun TIADA AKU DAPAT BERBUAT MENURUT KEHENDAKKU SENDIRI  melainkan Aku menjalankan hokum sebagaimana yang Aku dengar dan hukumku itu adil adanya karena BUKANNYA AKU MENCARI KEHENDAK DIRIKU melainkan KEHENDAK DIA YANG MENYURUHKAN AKU . ( Yahya 5  : 30  )
Karena Aku turun dari surga , BUKANNYA SEBAB AKU MELAKUKAN KEHENDAK DIRIKU  MELAINKAN KEHENDAK DIA YANG  MENYURUHKAN AKU .( Yahya 6 : 38 )
Jikalau   barang   seorang  suka   melakukan  kehendak  Allah , ia akan  mengerti  tentang pengajaran ini , kalau daripada Allah datangnya atau Aku mengeluarkan perkataan daripada diriku sendiri . ( Yahya  7 : 17 )
Sebab itu berkatalah Yesus  kepada mereka itu : ” Apabila kamu sudah menaikkan Anak Manusia kelak , barulah kamu akan tahu bahwa Aku inilah dia , dan SUATU-PUN TIADA AKU BERBUAT DENGAN KEHENDAKKU SENDIRI melainkan sebagaimana Bapaku mengajar aku , demikianlah aku katakan .( Yahya 8 : 28 )
Karena aku ini sudah berkata-kata BUKANNYA DENGAN KEHENDAKKU SENDIRI melain-kan BAPA YANG MENYURUHKAN AKU . Ia telah memberi aku suatu pesan, apa yang patut kukatakan dan apa yang patut kututurkan .
Dan aku tahu bahwa pesannya itulah hidup yang kekal . Sebab itu BARANG YANG AKU KATAKAN  MAKA SEBAGAIMANA BAPA ITU TELAH BERFIRMAN KEPADAKU , BEGITU-LAH AKU KATAKAN ( Yahya 12 : 49-50 )
Tiadakah  engkau percaya bahwa  aku ini di dalam Bapa dan Bapa pun di dalam aku ? Segala   perkataan yang aku katakan kepadamu BUKANNYA AKU KATAKAN DENGAN KEHENDAK-KU SENDIRI MELAINKAN BAPA ITU yang tinggal di dalam aku. IALAH YANG MENGADA-KAN SEGALA PERBUATAN ITU . ( Yahya 14 : 10 )
Sebab  itu  hendaklah  diketahui  oleh  segala  isi  rumah  Israil  dengan yakin , bahwa ALLAH SUDAH MENJADIKAN YESUS ITU TUHAN DAN KRISTUS , yaitu Yesus itulah yang kamu salibkan . ( KRR. 2 : 36 )

2.     ALLAH MENGHUKUM – YESUS / ANAK TIDAK MENGHUKUM

Aku ini tiada menuntut kemuliaan bagi diriku sendiri tetapi ADA SATU YANG MENUNTUT DAN YANG MENGHUKUMKAN . ( Yahya 8 : 50 ).
Siapa yang membuang aku dan tiada menerima perkataanku , ia  ADA SATU YANG
MENGHUKUMKAN DIA . Maka perkataan yang aku katakan , itulah yang akan menghukumkan dia pada hari kiamat . ( Yahya 12 : 48 )

3.     ALLAH MENGUTUS – YESUS / ANAK DIUTUS

Karena Aku turun dari surga , bukannya sebab akumelakukan kehendak diriku melainkan kehendak  DIA YANG  MENYURUHKAN AKU . ( Yahya 6 : 38 )
Lalu jawab Yesus kepada mereka  itu serta katanya : “ Pengajaranku itu bukan dari padaku melainkan DARIPADA DIA YANG MENYURUHKAN AKU “. ( Yahya 7 : 16 )
Sebagaimana ENGKAU MENYURUHKAN AKU ke dalam dunia ini, begitu juga aku menyuruhkan mereka ke dalam dunia ( Yahya 17 : 18 )
Karena   aku   ini   sudah  berkata  -  kata   BUKANNYA  DENGAN  KEHENDAKKU  SENDIRI
melainkan BAPA YANG MENYURUHKAN AKU . Ia telah memberi aku suatu pesan, apa yang patut kukatakan dan apa yang patut kututurkan .
Dan aku tahu bahwa pesannya itulah hidup yang kekal . Sebab itu BARANG YANG AKU KATAKAN  MAKA SEBAGAIMANA BAPA ITU TELAH BERFIRMAN KEPADA-KU , BEGITULAH AKU KATAKAN . ( Yahya 12 : 49-50 )
Sekarang mereka itu mengetahui bahwa SEGALA SESUATU YANG TELAH ENGKAU KARUNIAKAN KEPADAKU ITU , asalnya daripada-Mu. 
Karena SEGALA FIRMAN YANG TELAH ENGKAU FIRMANKAN KEPADAKU ,  itulah yang aku sampaikan kepada mereka itu dan mereka itu sudah menerima dia dan mengetahui bahwa AKU DATANG DARIPADAMU dn lagi mereka percaya bahwa ENGKAU-LAH YANG MENYURUHKAN AKU . ( Yahya 17 :  7-8 )
Maka berserulah Yesus katanya : “ Siapa yang percaya akan Daku bukanlah ia percaya akan daku  melainkan DIA YANG MENYURUHKAN AKU . Dan siapa yang melihat aku , ia pun melihat DIA YANG MENYURUHKAN AKU “.  ( Yahya 12 : 44 – 45 ).
Maka Yesus pun mengucapkan sekali lagi kepada mereka itu : “ Sejahteralah  kamu ! Sebagaimana BAPA TELAH MENYURUH AKU , demikian juga aku ini menyuruhkan kamu .     ( Yahya 20  : 21 )
Supaya semuanya jadi satu juga sama seperti Engkau di dalam aku ya Bapa dan Aku pun di dalam Engkau supaya mereka  itu pun jadi satu di dalam kita sehingga isi dunia ini percaya bahwa ENGKAULAH YANG MENYURUH AKU. ( Yahya 17 : 21 )
Aku di dalam mereka itu dan Engkau di dalam aku , supaya mereka itu sempurna di dalam satu persekutuan ; supaya isi dunia ini percaya bahwa ENGKAU YANG MENYURUH AKU serta mengasihi mereka itu , sama seperti Engkau mengasihi aku. ( Yahya 17 : 23 )
Ya Bapa yang adil , walaupun isi dunia ini tiada mengenal Engkau , tetapi aku ini kenal Engkau dan mereka itupun sudah mengetahui bahwa ENGKAU YANG MENYURUH  AKU .   ( Yahya 17 : 25 )
Maka jawab Yesus , katanya : “ Tiada AKU DISURUHKAN kepada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil. ( Matius 15 : 24 )
Karena  barang  yang  tiada  boleh diperbuat oleh hukum Torat , sebab lemah oleh karena
tabiat manusia itu , diperbuat oleh ALLAH YANG MENYURUHKAN ANAKNYA SENDIRI di dalam rupa manusia yang berdosa , yaitu sebab karena dosa itu , dengan menjatuhkan hukum ke atas dosa di dalam tabiat manusia . ( Rum 8 : 3 )

4.     YESUS / ANAK BERDOA / BERMUNAJAT KEPADA ALLAH

Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian : “ Ya Bapa, Tuhan langit dan bumi ! Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan dan menyatakan dia kepada anak-anak . Ya Bapa, karena yang sedemikian itulah berkenan pada pemandanganmu “. ( Matius 11 : 25-26 )
Maka Yesus pun undur daripada mereka itu sekira-kira sepelempar batu jauh-nya lalu bertelut dan BERDOA , katanya : “ Ya Bapa , jikalau berkenan kepada-mu , jauhkanlah kiranya cawan minuman ini daripadaku tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAKMUSAJA JADI “. ( Lukas 22 : 41-42 ).
Maka berjalanlah ia ke hadapan sedikit lalu sujudlah ia BERDOA, katanya :  “ Ya, Bapaku , jikalau boleh , biarlah kiranya cawan ini lepas daripadaku ; tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU melainkan KEHENDAKMU  juga  “ .
Maka pergilah ia pula pada kedua kalimya BERDOA , katanya : “ Ya, Bapaku jikalau cawan ini tiada boleh lepas daripadaku , meliankan aku juga meminum dia , BIARLAH KEHENDAKMU JADI . ( Matius 26 : 39 , 42 ).
Sekarang ini jiwaku sangat berduka cita . Apakah aku hendak katakan ? YA BAPA , SELAMATKANLAH AKU DARI PADA SAAT INI . Tetapi karena itulah aku sampai kepada saat ini ( Yahya 12 : 27 ).
Maka IA-PUN, TATKALA DI DALAM KEADAAN MANUSIA, SUDAH MEMPERSEMBAHKAN DOA DAN PERMINTAAN KEPADA YANG BERKUASA MENYELAMATKAN DIA DARI MAUT  dengan teriak yang kuat dan dengan air matanya maka DOA-NYA DIKABULKAN dari sebab ketakutannya kepada ALLAH. ( Ibrani 5 : 7 ).
Maka datanglah mereka itu kepada suatu tempat yang bernama Getsemani ; lalu kata Yesus kepada murid-muridnya : ” Duduklah kamu di sini , sementara AKU PERGI BERDOA ” .
Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit lalu SUJUD KE TANAH SERTA BERDOA , jikalau boleh kiranya KETIKA ITU akan terlepas daripadanya  [2] ). ( Markus 14 : 32 , 35 ).
Pada ketika itu juga , bergemarlah Yesus di dalam Rohu’kudus serta katanya : ” Ya Bapa , Tuhan langit dan bumi . Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini daripada orang budiman dan berpengetahuan dan menyatakan dia kepada anak-anak ; Ya Bapa , karena yang sedemikian itulah berkenan pada pemandanganmu . ( Lukas 10 : 21 ).
Setelah sudah disuruhkannya orang banyak itu pulang , Ia-pun naik ke atas gunung hendak BERDOA. Apabila hari sudah malam , maka tinggallah Ia di situ seorang dirinya . ( Matius      14 : 23 ).
Maka berjalanlah Ia ke hadapan sedikit lalu sujud ke tanah serta berdoa  jikalau boleh kiranya ketika itu akan terlepas daripadanya .
Maka katanya : “ Abba , ya Bapa ,  SEGALA SESUATU ADA DI DALAM KUASAMU , biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku , tetapi di dalam itupun BUKANNYA KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAKMU SAJA JADI “. ( Markus 14 : 35-36 )

5.     YESUS / ANAK BERDERAJAT LEBIH RENDAH DARI ALLAH

Tatkala Yesus keluar di jalan , berlari-larilah seorang datang kepadanya serta bertelut lalu bertanya kepadanya : “ Ya Guru yang baik !  Apakah yang patut hamba berbuat supaya hamba menjadi waris hidup yang kekal ? “. Maka jawab Yesus kepadanya : “ APAKAH SEBABNYA ENGKAU KATAKAN AKU INI BAIK ?  SEORANG PUN TIADA YANG BAIK , HANYA SATU , YAITU ALLAH Markus 10 : 17-18  ( lihat Lukas 18 : 18-20 ) [3] ).
Ya Bapa , aku suka bahwa orang yang telah Engkau serahlkan kepadaku itu ada bersama dengan aku barang di mana pun aku ada supaya mereka itu nampak kelak KEMULIAANKU YANG TELAH ENGKAU KARUNIAKAN KEPADAKU  karena ENGKAU MENGASIHI AKU DAHULU DARIPADA ASA DUNIA.  ( Yahya 17 : 24 ).
Maka jawab Yesus : “ Jikalau Aku  ini  mempermuliakan  diriku  sendiri  niscayalah kemuliaanku itu tiada berguna. TETAPI BAPAKU ITU YANG MEMPERMULIAKAN AKU. Ia itulah yang kamu katakan : TUHANMU . (  Yahya 8 : 54 ).
” Ya Bapa , permuliakan namaku ! ”. Lalu kedengaranlah suatu suara dari langit mengatakan :   
” Aku sudah permuliakan Dia dan Aku akan mempermuliakan Dia pula ”. ( Yahya 12 : 28 ) [4]).
Lalu dibawanya Peterus dan Yakub dan Yahya sertanya maka IA DITIMPA OLEH KETAKUTAN YANG AMAT BESAR dan makin SANGAT IA SUSAH HATI .
Maka katanya kepada mereka itu : ” HATIKU AMAT SANGAT BERDUKACITA , hampir rasaku , tinggallah kamu di sni, berjagalah ” . ( Matius 14 : 33 -34 ).
Dan aku sudah memberikan kepadanya KEMULIAAN YANG TELAH ENGKAU KARUNIAKAN KEPADAKU ; supaya mereka itu juga jadi satu , seperti kita ini jadisatu adanya . ( Yahya        17 : 22 )
Karena IA SUDAH BEROLEH KEHORMATAN DAN KEMULIAAN daripada Allah Bapa tatkala kedengaran kepadanya suatu suara daripada kemuliaan Yang Maha Besar , demikian : “ Inilah Anakku yang Kukasihi, Ialah yang berkenan kepadaku “ . (  2 Peterus 1 : 17  )
Karena memang Ia disalibkan dan sebab kelemahan tetapi IA HIDUP DARI SEBAB KUASA ALLAH. Karena kami ini pun lemah juga di dalam Dia , tetapi  KAMI AKAN HIDUP  bersama-sama Dia DARI SEBAB KUASA ALLAH atas kamu . ( 2 Korintus  13 : 4 ).
Apabila segala sesuatu sudah ditaklukkan kepadanya itu , maka pada masa itu ANAK AKAN MENAKLUKKAN DIRINYA KEPADA DIA yang menaklukkan segala sesuatu kepadanya supaya Allah menjadi semuanya di dalam sekalian . ( 1 Korintus 15 : 28 )

Menyimak ayat-ayat Alkitab/Bibel yang menyatakan : Yesus tidak berkehendak melainkan Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) yang berkehendak  , Yesus diutus oleh Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) , Yesus tidak menetapkan dan tidak melaksanakan hukum melainkan Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) yang menetapkan dan melaksanakan hukum,. Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) lebih mulia dari Yesus , Yesus berdo’a dan bermunajat kepada Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) , Yesus hidup karena KUASA ALLAH , Yesus diselamatkan Allah ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) dari maut , yang berarti Yesus tidak mampu menyelamatkan diri sendiri dari maut dan sebagainya menggambarkan bahwa YESUS TIDAK SETARA DENGAN BAPA dan YESUS LEBIH RENDAH DARI ALLAH ( menurut dogma Kristen disebut : BAPA ) . Yesus tidak memiliki kemuliaan sendiri tetapi Allah yang memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada Yesus . Mengapa ayat-ayat yang disebutkan ini tidak diperhatikan oleh Eja Kalima dan penganut Kristen lainnya sebagai dasar untuk meyakini bahwa YESUS ITU BUKAN ALLAH melainkan manusia biasa yang diangkat oleh Allah sebagai  Nabi dan Rasul Allah ?
Fakta-fakta yang diungkapkan ayat-ayat Alkirtab/Bibel yang dikutipkan di atas menunjukkan YESUS ( ANAK ) TIDAK SETARA DENGAN ALLAH  ( menurut dogma Kristen disebut :     BAPA ). Ini berarti Yesus BUKAN ALLAH !  Hal ini memang ditegaskan pula dalam ayat  Pilipi   2 :  6 -7 berikut :

Taruhlah  di  dalam  hatimu  ingatan  ini , yang  sudah  ada  di dalam Kristus Yesus ., yang
WALAUPUN IA DENGAN KEADAAN ALLAH , TIADA MENGIRAKAN HAL ITU SEBAGAI SATU KEUNTUNGAN MENJADI SETARA DENGAN ALLAH , melainkan menghampakan dirinya MENJADI HAMBA DI DALAM KEADAAN SAMA DENGAN MANUSIA dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia .

Jelas sekali , tidak ada peluang sedikitpun untuk menyatakan bahwa YESUS / ANAK SETARA DENGAN ALLAH ( - dalam dogma Kristen disebut : BAPA - ). Kalimat ayat Pilipi 2 : 6-7 ini dipahami : SEKALIPUN YESUS ITU DENGAN KEADAAN ALLAH TETAPI TIDAK SETARA DENGAN ALLAH .
Menarik diperhatikan mengenai penyebutan ” ANAK ALLAH ” kepada Yesus ini . Rudolf Bultman seorang teolog Jerman –mengatakan  [5] ) :

…. Ummat Kristen paling awal sudah memberikan gelar Anak Allah kepada Yesus tetapi pada saat itu , istilah ini ( - “ ANAK ALLAH “ - ZA ) masih erat hubungannya dengan pemikiran di sekitar hari kiamat. ANAK ALLAH adalah gelar untuk “ WUJUD “ yang MEMPERSIAPKAN HARI KIAMAT . Tetapi ketika kabar mengenai Yesus dibawa kepada bangsa bukan Yahudi oleh kaum Hellenis , maka istilah tersebut memperoleh pengertian yang lain . ……… istilah ini ( - “ ANAK ALLAH “ - ZA ) dipakai untuk menunjukkan YESUS SEBAGAI WUJUD ILAHI , yang secara radikal dipisahkan dari dunia manusiawi .

Selanjutnya  Rudolf  Bultman  juga  mengungkapkan  bahwa  ada kesulitan bagi Kristen awal untuk memahami bagaimana seorang JURU SELAMAT harus mengalami pende-ritaan . Tetapi dengan membawa ke dunia HELLENIS hal itu tidak menjadi masalah karena dalam kebudayaan Hellenis , peristiwa keselamatan justru terdiri dari paradoks , bahwa suatu wujud illahi muncul dan menderita seperti manusia. Konsep ini sudah membudaya dalam pemikiran keagamaan Hellenistik. Karena itu, Bultman berkata  [6] ):

Dalam fase Hellenis ini tentu istilah “ ANAK ALLAH ‘ mempunyai fungsi untuk menunjukkan bahwa Yesus bersifat ilahi di samping memberikan indikasi bahwa dia masih berbeda dari Tuhan yang satu dan masih di bawah-Nya

Menyimak pernyataan Bultman ini , rupanya istilah ” ANAK ALLAH ” yang dikenakan kepada Yesus  dalam pemahaman sebagai yang bersifat Ilahi , tidak  lebih dari produk dari pemikiran Hellenistik  ( Yunani ) yang serba dewa , yang dikenal dengan filsafat NEOPLATONISME . Oleh karena itu , sangatlah tidak benar jika dibawa ke konsep Yahudi, di mana Yesus berasal dan melaksanakan misinya, sehingga sebutan ” ANAK ” tidak membawa implikasi ketuhanan . Penyebutan Yesus sebagai ” ALLAH ” adalah hasil dari pemikiran filsafat Yunani .  Ternyata , bagaimana hubungan ” ANAK ALLAH ”  dalam pengertian yang sudah terkontaminasi filsafat NEOPLATONISME ini dengan ” BAPA ” ( Allah Tuhan Semesta Alam ) , antara sekte Kristen sendiri justru saling bertabrakan . Sebagai contoh , adalah menjawab pertanyaan , dalam hubungan BAPA – ANAK apakah ANAK  sehakekat dengan BAPA?  Menjawab pertanyaan ini , Dr. Harun Hadiwijono , teolog Calvinisme di Indonesia menyatakan berikut  [7] ) :

Akan tetapi harus segera dicatat bahwa KESATUAN TUHAN ALLAH DENGAN TUHAN YESUS ITU BUKANLAH KESATUAN YANG TERLETAK PADA KESA-TUAN TABIAT YANG STATIS , BUKAN DALAM ARTI MEMILIKI ZAT YANG SAMA ( bukan secara ontologis atau di bidang keberadaan ) melainkan KESATUAN DI DALAM KARYA ATAU PERBUATAN  ( hal. 119-120 ).
Demikianlah kiranya jelas bahwa KESATUAN ALLAH BAPA DENGAN TUHAN YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH ADALAH KESATUAN DI DALAM KARYA-KARYA-NYA , BUKAN DI DALAM TABIAT-TABIAT-NYA ATAU DI DALAM ZAT-NYA. ( hal.120 ).
........ jika Yesus Kristus sebagai alat penyelamat Tuhan Allah disebut ” ANAK ALLAH ” , hal itu bukan dimaksud dalam arti ontologi, artinya BUKAN MENUNJUK KEPADA KESAMAAN KEBERADAAN ATAU BUKAN MENUNJUK KEPADA KESAMAAN TABIAT ATAU ZAT ( hal..122 ).
..... sebutan ” ANAK ALLAH ” bagi tuhan Yesus MENUNJUK KEPADA KARYANYA UNTUK MENYELAMATKAN  ( hal. 122 ).
Oleh karena di luar Yesus Kristus tidak ada pengenalan akan Tuhan Allah , maka sebagai PERNYATAAN ALLAH YANG SEMPURNA , Ia disebut ” ALLAH ” juga .      ( Rm. 9 : 5  ; 1 Yahya 5 : 20 ; Why 1 : 8 ). Akan tetapi ” keallahan ” Kristus itu tampak di dalam firman dan karya_nya , BUKAN DI DALAM KESAMAAN KEBERADAAN ATAU KESAMAAN TABIAT ATAU ZAT

Mari kita bandingkan dengan penjelasan Akhrimandrit Daniel Bambang Ph.D dari Gereja Orthodoks Syria  ( GOS ) Indonesia berikut [8] ):

” Gambar Allah ” sebagai obyek yang dipandang Allah sejak kekal dalam Dzat-Nya yang Esa , keluar dari dalam Diri Allah , berarti GAMBAR ITU MEMILIKI HAKEKAT YANG IDENTIK DENGAN ALLAH , sebab kalau tidak identik berarti bukan ” GAMBAR ALLAH ” ; dengan demikian tidak bisa menjadi obyek Allah untuk ” memandang diri-Nya ” sendiri . ITULAH SEBABNYA ”GAMBAR ALLAH” ATAU ”FIRMAN ALLAH” ( Logos ) HARUSLAH IDENTIK DZATNYA DENGAN ALLAH YAITU IA-PUN BERHAKEKAT ALLAH . ( hal. 163-164 ).
Oleh karena itu IA TIDAK BERBEDA DALAM HAKEKAT ILAHI-NYA DENGAN ALLAH SENDIRI dan tidak dapat dipisahkan dari Allah karena itu merupakan proyeksi daripada Allah sendiri dan beradanya pun di dalam Diri dan Dzat –Hakekat Allah yang Esa itu .  ( hal.164 )

Terlihat betapa kedua teolog yang berbeda ” Gereja ” ini menyajikan pernyataan yang saling bertentangan tentang eksistensi dari ” FIRMAN ” ( ANAK ALLAH - Logos ). Jika Akhrimandrit mengatakan , ANAK SEHAKEKAT DENGAN BAPA ( Allah ) justru Dr. Harun Hadiwijono mengatakan ANAK TIDAK SEHAKEKAT DENGAN BAPA. Lalu mana yang benar? Inilah fakta iman Kristen, pemahamannya penuh dengan kontradiksi dan belum terselesaikan sampai saat ini dan akan berlangsung sampai hari kiamat . Hal itu tidak akan pernah terjadi di kalangan ummat Islam . Tidak ada kontradiksi dalam iman Islam kecuali untuk hal-hal yang furu’iyah        ( cabang ). Syahadat Islam sangat sederhana dan tidak menuntut pemikiran yang njlimet . Allah itu Tuhan Yang Maha Esa , maka betul-betul Esa dan selainnya itu bukan Tuhan.
Ketika di kalangan Kristen sendiri belum ada kesepakatan tentang iman Kristen-nya lalu untuk apa Eja Kalima berlelah-lelah menyajikannya kepada kaum Muslimin ?. Selesaikan dulu pertentangan dengan sesama Kristennya . Cari kesepakat-an dulu mana yang benar dan jika sudah ada kesepakatan iman Kristennya antar sekte Kristen baru kemudian disajikan kepada kaum Muslimin untuk didialogkan. Dan untuk diketahui perbedaan dan pertentangan di kalangan Kristen mengenai keberadaan ” ANAK ” ( Firman ) dan ” ROH KUDUS ” dalam hubungan dengan ALLAH  ( BAPA ) telah ada sejak zaman dulu dan masih berlangsung sampai saat ini. Tidak akan ada kesepakatan. Cuma zaman dulu bahkan sampai abad pertengahan, perbedaan tersebut berujung pada saling bunuh membunuh   Sedangkan di zaman sekarang hanya saling kecam . Dan hebatnya Yesus dilantik secara resmi sebagai ALLAH , TUHAN , ANAK ALLAH , justru pada konsili Niceae pada tahun 325 M sedangkan  ROH KUDUS dilantik sebagai ALLAH , TUHAN pada konsili berikutnya . Jadi KETUHANAN dalam Kristen adalah hasil musyawarah petinggi-petinggi gereja .


B.    AYAT-AYAT ALKITAB/BIBEL YANG DIKLAIM EJA KALIMA SEBAGAI  AYAT YANG MENUNJUKKAN SIFAT “ KEILAHIAN “ ROH KUDUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar