Kamis, 05 Januari 2012

MENYAMBUT UNDANGAN JAMUAN PIHAK KRISTEN

ALLAH AL QUR'AN DAN " ALLAH " ALKITAB (2)
NAMA TUHAN ADALAH " YAHWE " BUKAN " ALLAH "

SAJIAN JAMUAN PIHAK KRISTEN :

Eja Kalima memberi pernyataan berikut :

TUHAN ALKITAB telah mengungkapkan hakikat NAMA dan DIRI-NYA sedemikian rincinya sehingga mustahil dirancukan dengan hakikat dan jati diri Tuhan yang lainnya .

SAMBUTAN ATAS SAJIAN JAMUAN : 

Itu urusan penganut Kristen . Ummat Islam tidak punya urusan dengan nama TUHAN-nya penganut Kristen karena kami ummat Islam mempunyai TUHAN yang nama-Nya ” ALLAH ”. Jika benar “TUHAN ALKITAB telah mengungkapkan hakikat NAMA dan DIRI-NYA “ lalu timbul pertanyaan apa  NAMA “TUHAN ALKITAB “ itu dan bagaimana pengungkapan diri-Nya dalam Alkitab ? Tentu bukan ” ALLAH ” , bukan ? Menjawab pertanyaan ini , biasa penganut  Kristen yang segolongan dengan Eja Kalima akan berkata bahwa nama NAMA “TUHAN ALKITAB “ adalah  : YAHWEH atau YEHOVAH  atau YEHUWA atau HUWA . Ayat Keluaran   15 : 3 memang menegaskan, nama Tuhan adalah YEHUWA : “ Bahwa Tuhanlah panglima perang, Yehuwa itulah namanya ! “.  Dalam ayat ini dibedakan kata         “TUHAN “ dengan “ YEHUWA “ sehingga memberi kesan yang kuat bahwa nama Tuhan itu adalah YEHUWA . Tetapi mari kita simak Holy Bible, yang redaksinya demikian : “ The Lord is a man of war ; the Lord is his name “ yang dapat diterjemahkan dengan “ The Lord adalah SEORANG MANUSIA PERANG, the Lord adalah namanya “. Perhatikan kata “  The Lord “ dan “ the Lord  “ . Tidak ada perbedaan karena sama-sama menyebut “ The Lord “. Kalaupun hendak menegaskan  perbedaan berdasarkan penggunaan huruf capital “ T “ pada “ The Lord “ dan huruf kecil “ t “ pada “ the Lord  “ maka hal itu bukan menunjukkan perbedaannya karena penggunaan huruf capital “ T “ pada “The Lord “ tidak lain lantaran ditempatkan pada awal kalimat . Dalam penulisan, semua huruf menggunakan huruf kapital bila ditempatkan di awal kalimat  Oleh karena itu , tetap tidak ada perbedaan antara “ The Lord “ dengan “ the Lord  “ . Lalu mana yang dipadankan dengan  “ TUHAN “ dan mana yang dipadankan dengan  “ YEHUWA “  tidak jelas , sebab “ The Lord  “ yang pertama merupakan sebutan umum yaitu TUHAN , sedangkan “ the Lord  “ yang kedua adalah nama diri . Lalu nama diri dari Tuhan apakah YEHUWA ataukah THE LORD ? . Untuk mempertajam masalah ini , mari kita simak ayat Kejadian 4 : 1 berikut :

Menurut LAI   
: Kemudian  manusia itu  bersetubuh dengan Hawa, isterinya,                    dan mengan-dunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;                   maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang                      anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN

Menurut Holy Bibel  
:  And Adam knew  Eve  his  wife;  and she conceived, and bare               Cain, and said, “ I  have gotten a man from the LORD “

Menurut Bibel Ibrani
:  וְהָאָדָם יָדַע אֶת־חַוָּה אִשְׁתֹּו וַתַּהַר וַתֵּלֶד אֶת־קַיִן וַתֹּאמֶר קָנִיתִי אִישׁ 
אֶת־יְהוָה׃ 
 ( VEHA'ADAM YADA' 'ET-KHAVAH 'ISYTO VATAHAR                   VATELED 'ET-QAYIN VATO'MER QANITI 'ISY 'ET-YEHOVAH


Dari contoh ini terlihat “ YEHOVAH “ diterjemahkan dengan “ TUHAN “ ( bhs. Indonesia ) dan      the LORD “ ( bhs. Inggeris ). Bentuk terjemahan ini kita bawa ke ayat Keluaran 15 : 3 : “ The Lord is a man of war ; the Lord is his name “ . Merujuk kepada bentuk terjemahan ayat Kejadian 4 : 1 , untuk kata “ The Lord “ dan “ the Lord “ , mana yang harus ditempatkan dengan kata “ YEHUWA “ dan mana yang harus ditempatkan dengan kata “ TUHAN “ ? Dari variasi : TUHAN = YEHUWA = THE LORD , maka didapatkan terjemahan untuk ayat Keluaran 5 : 3 tersebut dalam bentuk beragam yaitu :

-       “ YEHUWA adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; TUHAN adalah namanya “ .
-       “ TUHAN  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; YEHUWA adalah namanya “ .
-       “ YEHUWA adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; YEHUWA  adalah namanya “ .
-       “ TUHAN  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; TUHAN adalah namanya “ .
-       “ YEHUWA adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; THE LORD adalah namanya “ .
-       “ THE LORD  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; YEHUWA adalah namanya “ .
-       “ THE LORD  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; THE LORD  adalah namanya “ .
-       “ THE LORD  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; TUHAN adalah namanya “ .
-       “ TUHAN  adalah  SEORANG MANUSIA PERANG ; THE LORD  adalah namanya “ .

Betapa tidak keruan-keruan mengenai nama TUHAN .  Ini menjadi bukti betapa tidak ada aturan yang benar-benar konsisten untuk penggunaan kata  “ YEHUWA “ atau “ THE LORD “ atau “ TUHAN “. Kerumitan ini akibat dari menterjemahkan  nama TUHAN  .
Nama YAHWEH - YEHOVAH - YEHUWA - HUWA  berangkat dari tetragramaton  “ YHWH  “  ( יהוה  ) seperti yang dirujukkan ayat Keluaran  3 : 13-14  :

Maka sembah Musa kepada Allah : “ Bahwa sesungguhnya apabila hamba datang mendapatkan Bani Israil serta kata hamba kepada mereka : ‘  Bahwa Allah nenek moyang kamu telah menyuruhkan daku mendapatkan kamu , maka bertanyalah mereka itu :  SIAPAKAH NAMANYA ? , maka apa gerangan hamba sahut kepadanya ?
Maka firman Allah kepada Musa : “ AKU AKAN ADA , YANG AKU ADA “ . Dan lagi firmanNya : “ Demikian hendaklah kau katakan kepada  Bani Israil : Bahwa AKU ADA  telah menyuruhkan  daku mendapatkan kamu “

Sebenarnya teks asalnya tidak tertulis AKU AKAN ADA , YANG AKU ADA melainkan hanya tertulis : “ YHWH “ . Penterjemah ALKITAB LAI  memberi terjemahan tetragramaton ini dengan : AKU AKAN ADA , YANG AKU ADA , mungkin mengikuti atau merujuk kepada terjemahan dalam Holy Bible  :  I AM THAT I AM  “ yang mungkin lebih tepat diterjemahkan       AKU ADALAH AKU  “ atau mungkin : “ AKU ADA YANG AKU ADA “. Tetapi sebutannya  , beragam  : YAHWEH atau YEHOVAH  atau YEHUWA atau HUWA ? Mana yang benar ?  Tapi apakah benar : YAHWEH atau YEHOVAH  atau YEHUWA atau HUWA  sebagai nama Tuhan Yang Maha Esa ? [1]).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar